
Wallace tahu monster apa ini, lantaran ia kerap kali bertemu dengan monster ini.
Bukan karena dirinya takut dengan monster kadal berbeda jenis ini, melainkan melawan monster ini sangat merepotkan, sebab monster ini memiliki kemampuan untuk mengendalikan elemen tanah walaupun dalam jangkauan dan kapasitas yang kecil.
Selain itu, monster ini memiliki kecepatan gerak dan ketangguhan fisik yang jauh lebih baik dari puluhan monster kadal yang sebelumnya.
Kraaahh!
Monster kadal satu ini bergegas berlari dengan keempat kakinya yang besar menuju Wallace.
Melihat ini, Wallace segera mengubah bentuknya menjadi beruang raksasa untuk melawan monster ini.
Akan tetapi, ketika Wallace hendak mengambil langkah menyerang, suara Rai terdengar oleh telinganya.
“Biar aku saja yang membunuhnya.“
Segera, orang-orang yang mendengar ini menoleh ke arah Rai untuk melihatnya.
Mereka semua dapat melihat Rai perlahan bangkit dari reruntuhan serpihan batang pohon yang besar dan daun.
Kondisi Rai teramat menyedihkan, hoodie dan celana panjangnya sobek-sobek sampai hancur, celana panjangnya hanya menyisakan kain yang menutupi bagian paha hingga pinggangnya dan hoodie yang rusak sepenuhnya.
Tasnya memiliki goresan dan robekan, tetapi tidak begitu parah kerusakannya, sedangkan sepatu pun cuma ada goresan, tidak sampai sol sepatunya terlepas.
Luka goresan yang fatal dan ringan terlihat di sekujur tubuhnya, yang lebih parah adalah tangan kanan Rai patah dan terkulai begitu saja, kedua pedangnya jatuh tidak jauh dari kakinya yang menapaki tanah.
Lara saat melihat Rai masih hidup, ia menghela napas lega dan bersyukur di dalam hatinya, beruntungnya Rai masih hidup setelah terkena serangan telak ini.
Begitu Lara ingin menolong Rai, dirinya segera ditahan oleh anggota Ratcrow Seven, sebab Wallace memberi kode kepada mereka dari jarak jauh agar tidak mendekat.
Monster kadal ini berlari makin cepat dan hendak mencakar Wallace yang telah menjadi beruang.
Melihat serangan ini, Wallace tak bergerak dan tak bereaksi sama sekali seolah-olah ia telah pasrah dengan ini.
Pada saat cakar besar ini hendak menyentuh bulu cokelat Wallace, sebuah pemandangan yang tak terduga terjadi.
Bang!
Kedua cakar dari monster kadal terpental karena ada sesuatu yang menabraknya, dan monster kadal pun mundur beberapa meter dari Wallace.
Siluet hitam tiba-tiba muncul di antara cakar tersebut tepat ketika hendak menyentuh Wallace.
Setelah itu, siluet hitam tersebut jatuh di depan Wallace, dan orang-orang dapat melihat siapa siluet hitam tersebut.
“Akhirnya, kamu bergerak juga, aku sudah menunggumu.“ Wallace menundukkan kepalanya ke bawah untuk melihat orang ini.
“Maaf, tetapi aku harus meletakkan tasku sebelum aku bergabung dalam pertarungan.“
__ADS_1
“Terserahmu, terpenting aku menyerahkan monster ini kepadamu, Rai.“
Siluet hitam ini adalah Rai yang telah terluka parah akibat terkena serangan diam-diam dari monster kadal ini.
Namun anehnya Rai masih bisa menyerang.
Wallace mengangkat alisnya ketika melirik tubuh Rai yang bereaksi aneh. Ia bisa melihat luka-luka yang berdarah di tubuh Rai perlahan menutup, darah yang mengalir keluar seketika mengering dalam hitungan detik, dan kulit yang robek itu pelan-pelan menyatu.
Tubuh Rai sembuh dengan sendirinya.
Wallace hanya bisa tersenyum, kemudian ia mundur dari pertempuran dan membiarkan Rai menghadapi monster kadal ini.
Sejujurnya Wallace bisa membunuh makhluk ini, tetapi butuh usaha banyak. Oleh sebab itu, ia lebih baik menyerahkan monster ini kepada Rai selagi anak ini ingin melawannya, Wallace tidak keberatan sama sekali bahkan merasa dibantu.
Tidak hanya Wallace yang tahu ini, Lara dan anggota Ratcrow Seven juga melihat keanehan tubuh Rai.
“Regenerasi?“ gumam kecil Lara dan menatap Rai dengan wajah yang terpana.
Tampaknya Rai menyembunyikan salah satu kekuatannya darinya.
Kraahhh!
Monster kadal ini kembali bertingkah, kali ini monster ini marah besar.
Di detik berikutnya, monster kadal yang memiliki ukuran yang besar ini berlari cepat menuju Rai.
Di permukaan, Rai terlihat santai sembari melihat monster ini mendekat.
Rai melihat monster ini mengerahkan cakar kedua kaki depannya dan mencoba menebas tubuhnya. Rai tidak menghindari ini dan membiarkan cakar besar tersebut menebas tubuhnya.
Ting!
Sebuah bunyi layaknya besi bertemu besi terdengar di telinga Wallace dan orang yang ada di markas.
“Sayangnya, serangan milikmu tidak akan pernah menyentuhku lagi,” kata Rai dengan ringan sambil menahan cakar besar ini dengan pedang Methuragon.
Selanjutnya, sosok Rai tiba-tiba menghilang dari himpitan cakar besar ini.
Monster kadal ini tampak bingung dengan apa yang terjadi dan langsung mencari-cari sosok Rai.
Namun, tepat ketika kadal raksasa baru saja menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat area sekitar, sosok Rai muncul di udara.
“Mati!“
Sosok Rai jatuh dengan cepat, hal itu karena pengaruh kekuatan telekinesisnya yang membuatnya lebih cepat.
Kraahh!
__ADS_1
Monster ini bereaksi dan membuka mulutnya lebar-lebar ke arah langit, monster ini berencana untuk menelan Rai secara langsung.
Sesuai dengan harapan monster tersebut, sosok Rai masuk ke dalam mulutnya dengan mulus.
Suara menelan sesuatu terdengar dari kerongkongan monster ini.
Dalam sekejap, suasana menjadi hening, Lara dan orang-orang yang ada di markas terdiam dan menatap monster ini dengan tatapan yang tidak terima.
Terutama Lara yang adalah teman dekat Rai, ia benar-benar tidak menyangka Rai berakhir seperti ini, ia menatap monster dengan mata yang memerah. Entah itu karena marah atau sedih.
Wallace pun bingung dengan operasi Rai ini, tanpa berpikir ia segera berlari untuk menolong Rai.
Namun, sesuatu yang aneh terjadi pada monster kadal besar ini.
Setelah menelan Rai dengan utuh, monster ini tak bergerak sama sekali seakan-akan membeku oleh dingin yang ekstrim.
Kemudian fenomena aneh datang lagi, satu per satu garis panjang muncul di seluruh tubuh cokelat monster kadal, dan garis tipis tersebut lama-kelamaan menjadi besar dan jelas.
Sampai akhirnya, monster kadal ini meledak bagaikan peledak buatan.
Boom!
Darah berceceran ke segala arah dan daging kecil beterbangan ke sekitarnya.
Untuk sementara waktu, hutan dekat markas Ratcrow Seven dipenuhi oleh bau darah yang busuk.
Segera, mereka melihat sesosok manusia di titik pusat Monster kadal yang meledak.
Wajah Lara yang sedih dan marah langsung berubahnya di detik selanjutnya begitu melihat sosok ini, kemudian ia menangis karena bahagia.
Wallace pun berhenti, dan tersenyum melihat sosok tersebut, dan berkata, “Kukira kamu tidak akan selamat, Rai.“
Mendengar ini, Rai hanya menanggapinya dengan senyuman dan segera ia berjalan menuju tasnya ditinggalkan.
[Ding! Bunuh 1 Lizeer Earth (D-). Dapatkan +103 Exp, +103 Koin!]
Rai mengambil tasnya dan menjinjingnya sampai ke markas, ia tak peduli dengan tubuhnya yang hampir sepenuhnya ditutupi oleh darah busuk.
Setelah sampai di depan markas, ia melemparkan tas tersebut kepada Lara. “Ambilkan air botol dan sirami aku.“
Mendengar permintaan Rai, Lara dengan gegas mengambil satu botol air minum bekas dirinya dan menuangkannya ke tubuh Rai.
Darah yang berlumuran di tubuh Rai segera turun dan menggenangi tanah di sekitar Rai.
Lara tidak seratus persen mengerti apa yang diperintahkan oleh Rai, padahal Rai memintanya untuk mengambil botol air minum dari tas Rai sendiri, bukan air minum bekas Lara, dan menyirami tubuhnya memakai air minum Rai sendiri.
Namun, Rai tidak mempermasalahkan hal tersebut, terpenting dirinya bersih dari darah yang menjijikan ini.
__ADS_1