LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 70: Komandan-Komandan


__ADS_3

“Apakah ada yang sakit di kepalamu?“ Rai mendekati Lara dan menyentuh kepala Lara dengan kedua tangannya berniat memeriksa kepala Lara.


Rai melakukan itu tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Lara.


Merasakan sentuhan jari-jemari Rai yang terasa hati-hati saat memegang kepalanya, tubuh Lara sedikit tersentak seakan tubuhnya tersengat listrik kecil, ia terdiam kaku tak bergerak pada saat Rai melihat-lihat sekeliling kepalanya.


Melihat bahwa kepala Lara tidak ada yang terluka, Rai menarik kembali tangannya dan menatap Lara dengan manik mata yang mengandung sedikit rasa khawatir.


“Anu … aku tidak apa-apa. Barusan aku hanya terkejut saja. Hehehe~” Lara berkata pada Rai dengan wajah yang canggung sekaligus malu.


Wajah Lara masih samar-samar terlihat merah, di pikirannya masih sedikit terbayang kejadian ambigu yang baru saja terjadi.


“Syukurlah, aku kira kepalamu sempat terbentur tadi.“ Rai mengehela napas lega setelah mendengar jawaban Lara.


Awlanya Rai kira ada sesuatu yang terjadi kepada Lara dari tabrakan yang tidak disengaja ia lakukan. Pasalnya ia melihat tingkah Lara menjadi aneh sehabis peristiwa itu terjadi, dan juga wajah Lara memerah seperti orang yang sedang demam.


“Emm … iya, aku masih baik-baik saja dan sedikit pun tidak terluka.“ Lara berkata lagi untuk memastikan Rai bahwa dirinya tidak apa-apa.


Lara sedikit demi sedikit mengangkat kepalanya, dan mencoba memberanikan diri untuk melihat Rai.


Di dalam pandangannya, Lara melihat raut wajah Rai yang merasa lega tengah melihat ke arahnya.


Begitu ia melihat ini, hatinya merasa manis, dan ia berkata di dalam hati, “Apakah dia khawatir denganku? Baru kali ini aku melihat wajahnya selain datar dan dingin. Sepertinya aku beruntung melihat tatapan mata Rai yang berbeda, aku senang sekali! Tunggu, kenapa aku senang?“


Raut wajah Lara berubah-ubah, ia bingung dengan dirinya sendiri, bahkan tidak mengerti mengapa dirinya bereaksi seperti ini.


“Matahari sudah mulai tenggelam, ayo pergi.“


'Miaw'


Pada saat kejadian ambigu tersebut terjadi, Kuro sudah melompat lebih dahulu sebelum mereka berdua bertabrakan.


Rai berjalan bersama Kuro ke arah pintu yang masih terpasang yang tidak jauh di depannya.


Ruangan yang terhubung oleh puing besar yang sudah runtuh tadi, ialah sebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan sebuah apartemen mewah.


Dari segi luas dan beberapa motif dinding dan interior lantai atau pun tembok dinding masih bisa dirasakan kemewahannya walaupun sudah hancur setengahnya.


Pintunya pun masih terpasang kokoh meskipun sudah rusak di beberapa bagian.


Pandangan Lara mengikuti sosok Rai yang menjauh, ia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran tentang peristiwa yang baru terjadi, lalu ia berjalan cepat untuk mengejar Rai.


Mereka berdua mengekplorasi lantai yang berada di lantai tengah gedung hingga yang paling atas.


Begitu mereka membuka pintu, ternyata mereka sedang berada di lantai yang ada di tengah-tengah ketinggian bangunan gedung. Jadi, Rai dan Lara memutuskan untuk memeriksa kondisi gedung dari bagian tengah sampai paling atas dan mengecek lantai di tengah gedung ke lantai terbawah ketika ia pergi melanjutkan perjalanan besok pagi.


Malam hari menunjukkan dirinya makin jelas seiring waktu berlalu.


Keduanya kini sedang duduk di sebuah ruangan yang terlihat seperti lobi sebuah apartemen, tetapi Rai menduga ruangan ini sebuah unit apartemen yang paling luas dan mewah atau ruangan khusus untuk sesuatu.


Pada dasarnya, ruangan atas jarang sekali dijadikan sebagai lobi pada suatu tower atau pun apartemen.


Tidak peduli apa ruangan ini sebelumnya, paling penting sekarang mereka berdua bisa istirahat dengan aman dan nyaman.


Di gedung ini mereka sempat membersihkan monster yang bersarang. Jumlahnya tidak begitu banyak, tetapi lumayan untuk menambah pengalaman level Rai.


Rai sedang berbaring di pinggir lantai teratas, matanya sedang menikmati pemandangan malam hari di Kota Talu Utara, mengingat besok dia akan meninggalkan tempat ini, selagi ada kesempatan bermalam hari di kota ini untuk terakhir kali, ia gunakan untuk menikmati suasana malam yang sunyi dan gelap.


“Besok kita sudah dipastikan akan pergi dari Kota Talu Utara ini dan pergi menuju Kota Mopulu yang ada di balik pegunungan itu.“ Lara duduk di sebelah Rai yang letaknya tidak begitu dekat atau jauh, dan ia berkata sambil menunjuk sebuah puncak pegunungan di depannya.

__ADS_1


Pegunungan tersebut terlihat sangat jelas dari lantai teratas ini, dan tembok pembatas wilayah kota pun sudah tampak begitu jelas meskipun masih ada beberapa gedung tinggi yang menghalangi pemandangan.


“Kota Mopulu? Apakah kota Mopulu hanya ada satu?“ tanya Rai yang telah sadar bahwa Kota Mopulu disebutkan dengan nama itu tanpa ada unsur arah mata angin, seperti timur, barat, utara, dan selatan.


“Benar. Maka dari itu, aku selalu bilang kota tersebut dengan nama Kota Mopulu saja, tanpa ada embel-embel yang lain.“ Lara menoleh dan menjawab pertanyaan Rai.


Benar dengan tebakan Rai, wilayah Mopulu hanya memiliki satu kota saja, berbeda dengan wilayah yang lain yang memiliki dua atau empat kota.


“Kenapa bisa begitu?“ Rai bertanya dengan nada ucapan yang seakan terheran.


“Itu karena wilayah Mopulu sangatlah miskin. Pemerintahan di sana tidak terlalu baik dalam mengelola wilayah dan mengatur penduduk sehingga membuat Mopulu hanya mampu membuat satu kota saja, itu pun hanya untuk dijadikan pusat pemerintahan berada.“


Lara mengatakan kalimat itu sembari melihat bintang yang bercahaya di langit.


“Tidak benar meregulasi penduduk dan wilayah?“ Rai terdiam sesaat sebelum ia ingat dengan salah satu negara di Bumi yang mirip kondisinya dengan Mopulu.


“Pemerintahan yang tidak cerdas dalam memilih pilihan, tidak paham apa yang harus dilakukan untuk membuat wilayahnya maju. Penduduk dan rakyat yang keras kepala, tidak ingin mendengar pemerintah, tidak ingin belajar, dan hanya memanfaatkan kebaikan pemerintah demi kepentingan pribadi.“


Lara menjelaskan dengan serius faktor-faktor yang menyebabkan wilayah Mopulu menjadi miskin.


Mendengar informasi yang Lara berikan cukup membuat Rai mengerti mengenai Kota Mopulu yang hanya ada satu.


“Kau memiliki informasi mengenai The Linzation?“ tanya Rai tiba-tiba pada Lara.


Begitu pertanyaan Rai didengar oleh Lara, wanita tersebut langsung menoleh ke arah Rai dan berkata, “Aku tahu struktur organisasi The Linzation dan cara kerja Seizure. Kamu mau kedua informasi itu?“


“Ya, aku akan membayarnya seperti biasa.“


Tentu Rai ingin informasi tersebut agar wawasannya menjadi luas dan memiliki berita tentang yang ada di dunia ini.


“Kamu masih punya stok makanan?!“ Lara terkejut mendengar ucapan Rai, dan ia berkata dengan wajah yang tercengang.


Dua hari yang lalu, pria ini memberi Lara makanan karena bayaran dari informasi yang ia berikan. Informasi mengenai monster Huuzer Crawler yang adalah manusia, dan semua monster Huuzer itu adalah manusia yang terkena wabah virus Lineuss.


Hal yang membuatnya aneh adalah makanan Rai berasal dari mana? Kalau dia yang membuat makanan itu sendiri, kapan dia membuatnya dan di mana? Makanan yang diberikan Rai selalu baru bukan yang sudah lama dipendam di dalam tas, satu hal lagi yang membuatnya bertanya-tanya, bagaimana tasnya itu muat untuk makanan sebanyak itu?


Banyak yang janggal dengan pria satu ini, dan faktor itulah yang membuatnya menarik, ditambah dengan kepribadiannya yang dingin dan aneh, terasa seperti anak kecil yang tidak tahu sifat naluriah antara pria dan wanita.


Pasti ada sesuatu atau pun kejadian yang bisa membuatnya seperti itu.


“Masih.“ Rai sedikit mengangguk.


“Emm … kalau begitu, aku akan memberimu informasi struktur atau tatanan dalam organisasi The Linzation yang aku tahu.“ Lara memperbaiki duduknya agar nyaman dan ia memasang wajah yang serius.


Setelah semuanya siap dan aman tidak ada siapa pun yang mendengar, Lara berkata, “Sebuah organisasi sudah dapat dipastikan memiliki pemimpin atau ketua yang mengatur anggota organisasi di dalamnya, hal itu juga berlaku pada organisasi The Linzation.“


“Ada seorang pemimpin di organisasi tersebut, dan tidak tahu wujud serta kekuatan yang orang itu punya. Namun, kita hanya bisa menerka dan menebak bahwa kekuatannya sangat kuat sehingga mampu membuat organisasi yang menjaga sebuah kota dan andalan manusia.“


“Di bawah kekuasaan pemimpin terdapat lima Komandan yang secara langsung mengatur atas dasar perintah dari pemimpin.“


“Kekuatan lima Komandan tersebut sangat kuat dan di luar batas manusia, karena mereka memiliki kemampuan yang bukan lagi Mentzer atau pun Malzer.“


“Aku sendiri pernah bertemu dengan salah satu komandan tersebut di suatu kejadian yang tidak akan diberitahukan kepadamu saat ini, Komadan itu memiliki tinju yang aneh dan fisik yang kuat, nama komandan itu adalah—“


“…. Komandan Daris akan menghukum kita kalau wanita tersebut belum juga ditangkap, sudah terlalu lama kita mencari wanita itu dan sampai sekarang kita belum berhasil sama sekali!“ Garol berkata dengan wajah yang tidak senang kepada kedua pria di depannya.


Carlof dan Haris hanya duduk termenung memikirkan hal ini, tetapi Carlof menatap mata Garol dan berkata dengan yakin, “Aku bisa menjamin, besok kita bisa bertemu dengan wanita tersebut dan menangkapnya. Rencanaku tidak akan pernah salah.“


“Apakah itu benar?!“ Garol bertanya matanya pun memerah ingin marah dan tangannya memegang puing banguna sekepal tangannya dan menghancurkannya dalam satu cengkeraman.

__ADS_1


Haris yang melihat ini hanya bisa menelan ludah, ia sebenarnya tidak berani satu lawan satu dengan Garol, terlebih jika Garol mengeluarkan seluruh kekuatannya.


“Benar, aku bisa menjaminnya.“ Carlof berkata dengan tenang walaupun sedang menghadapi kemarahan Garol yang ingin terlampiaskan.


Mata Garol menyipit tajam tertuju pada wajah Carlof yang masih menunjukkan ketenangan tanpa ada fluktuasi di hatinya. Sekian lama memperhatikan wajah Carlof, Garol menyerah untuk melihat keraguan Carlof.


Carlof masih memiliki wajah yang sama tanpa gentar sedikitpun, aura dominasi Garol tidak begitu berpengaruh kepadanya.


“Baiklah, aku percaya kepadamu untuk satu kesempatan ini. Jika rencanamu gagal … jangan salahkan aku bila kau dihukumm.“ Garol berkata dengan dingin lalu bersandar di dinding ruangan.


Mereka bertiga sedang beristirahat di sebuah ruangan yang terlihat seperti kamar. Tempat mereka akan tiduri masih kotor dan masih banyak tanaman yang merambat di sekitar dinding tembok dan lantai.


Meskipun begitu, masih ada spot atau daerah yang bersih dan dijadikan tempat tidur darurat.


“Oke.“ Carlof menjawab dengan singkat dan sederhana.


Dirinya sudah pasti menanggung semua konsekuensi atas solusi yang ia berikan.


Mau bagaimana lagi? Kalau mereka bertiga mencari tanpa petunjuk dan arahan, mau sampai kapan ketemu wanita target misi yang mereka tangguhkan.


“Keluarkan daging yang kita buru bulan kemarin, Haris. Kita sudah tiga hari tidak makan,” perintah Garol pada Haris yang membawa tas lebih besar dari keduanya.


“Oke, aku keluarkan.“ Haris membuka tasnya dan mengeluarkan tiga potong daging yang dibungkus kain.


Tampaknya orang-orang di sini menyimpan daging buruan dengan dibungkus dengan kain.


Tampaknya itu kain baju mereka sobek dan dijadikannya bungkusan daging atau apapun itu yang penting dan sekiranya perlu.


Garol dan Carlof mengambil daging itu, dan mereka bertiga membuat perapian dengan cara manual.


Carlof membawa batu api yang sudah mereka siapkan dan jamur kayu, Garol mengambil kedua barang tersebut dan menggosok jamur kayu dengan ujung batang besi yang tajam, batang besi itu senjatanya.


Setelah percikan terjadi, jamur kayu langsung terbakar, tanaman kering kayu perabot dan puing-puing barang yang mudah terbakar dikumpulkan oleh Haris, dan jamur kayu yang kecil itu dibuang ke tumpukan barang mudah tersebut dan api menyala menjadi besar.


Mereka mengambil kayu panjang untuk dijadikan tusukan daging, mereka berniat untuk memanggang daging dengan barang seadanya.


Di sisi lain, Lara sedang terdiam setelah menjelaskan tentang komandan organisasi The Linzation.


Rai pun ikut diam dan mengolah informasi tersebut di pikirannya.


Tidak disangka, wanita di depannya pernah bertemu dengan orang yang kuat, tetapi Sayangnya ia tidak akan diberitahukan masalah itu sekarang, entah apa alasannya, Rai tetap menghargai keinginan Lara.


Rai mengingat informasi mengenai satu komandan yang diucapkan Lara barusan dan berpikir di dalam hatinya, “Komandan Daris? Nama ini banyak dipakai oleh orang Indonesia di Bumi. Di luar itu, kekuatannya kuat dan memiliki tinju aneh, aku sangat penasaran dengan orang tersebut ….“


“Aku tidak tahu apakah tinjuku yang menang atau tinju orang itu.“


Kata Rai sambil mengepalkan tinjunya ke atas dan memandang kepalan tinjunya.


“Kamu kenapa, Rai?“ Lara yang pulih dari diamnya lalu tidak sengaja melihat gerakan Rai dan bertanya.


“Tidak apa-apa, hanya bosan.“ Rai menarik kembali tangannya, dan mengusap Kuro yang tidur di atas tubuhnya.


“Baiklah. Ada satu informasi lagi yang belum aku berikan, aku akan melanjutkannya sekarang.“ Lara ingat bahwa ada satu informasi lagi yang harus diberikan pada Rai.


Rai merespons dengan anggukan kepala dan memasang telinga dengan baik-baik.


Lara mengambil napas panjang dan mulutnya bergerak, “Seizure adalah anak dari organisasi The Linzation yang memiliki tugas untuk membasi monster yang ada di luar kota Tujuah.“


“Seizure ini mempunyai banyak markas di setiap kota yang ada di dunia ini. Namun, kita tidak bisa mengetahui markas mereka, sebab markas mereka begitu tersembunyi dan tertutup.“

__ADS_1


“Adapun organisasi tersebut dimiliki oleh lima Komandan The Linzation, komandan tersebut akan pergi ke setiap kota untuk melihat kerja anggota Seizure tersebut.“


“Selain tugas tersebut, Seizure juga memiliki tugas atau misi untuk membantai sebuah organisasi.“


__ADS_2