
“Kita harus cepat pergi, Rai. Sebelum matahari terbenam di barat,” Lara berkata pada Rai yang sedang memasukkan potongan daging monster ke dalam tasnya.
Rai yang mendengar ini hanya diam tak menjawab, tetapi tangannya semakin cepat memgambil potongan daging.
Kuro yang sedang memakan beberapa daging monster di jalan pun ikut meningkatkan kecepatan makannya.
“Kalian berdua seperti sahabat yang terikat kuat.“ Lara tersenyum cerah ketika melihat gerakan Rai dan Kuro yang makin cepat setelah ia mengucapkan kalimat tadi.
Keduanya memang seperti terikat satu sama lain dan saling mengerti, beberapa hari bersama Rai dan Kuro ia memiliki kesan tersebut.
Lara melihat ke sekitarnya untuk memastikan bahwa jalan ini sudah aman dari monster.
Lebih dari 15 menit Lara menunggu dan melihat sosok Rai yang sudah memakai baju dan hoodie hitamnya yang baru.
Sejujurnya, Lara bingung dari mana Rai mendapatkan pakaian yang bersih tersebut, sepertinya Rai tidak menyebutkan semua rahasianya.
“Sudah semuanya?“ tanya Lara yang melihat Rai berjalan ke arahnya.
Rai mengangguk. “Sudah, hanya tinggal Kuro saja yang belum selesai makan.“
“Kita tunggu di depan sana saja, yuk!“ Lara berkata pada Rai dan mengajaknya untuk pindah tempat menunggu.
Rai mengangguk setuju dengan ajakan Lara. Keduanya pun melewati genangan darah dan dan potongan daging yang sengaja didiamkan oleh Rai untuk Kuro makan.
Mereka berdua berhenti di jalan layang yang bebas oleh genangan darah dan bau busuk.
Di sana, mereka bersandar pada pembatas jalan dan menikmati pemandangan kota hancur dari atas jalan.
Rambut Lara yang diikat pun bergoyang karena terkena terpaan angin kencang. Rai pun sama, rambutnya yang sudah agak panjang itu sedikit bergerak. Dua-duanya sedang menikmati kesunyian kota kosong di sore hari.
“Ketiga pria itu siapa?“ Rai tiba-tiba bertanya ketika suasana sedang tentram.
Mendengar suara Rai di telinganya, Lara menoleh dan menatap wajah samping kiri Rai. “Aku tidak tahu mereka bertiga, Aku hanya tahu Komandan mereka.“
“Komandan mereka? Apakah itu —”
“Ya, kemungkinan besar, Komandan Daris jika dilihat pria yang kamu bunuh pertama kali,” potong Lara dengan wajah serius, “pasalnya dari gerakan tinjunya tercermin sekali bahwa pria tersebut anak murid langsung Komandan Daris.“
“Kautahu tinju khas Komandan itu?“ tanya Rai heran.
“Benar, karena aku pernah ditampilkan ketika melawannya.“
“Sebenarnya apa hubungannya denganmu?“ Rai menoleh dan melihat sepasang mata Lara yang indah.
“Aku hanya pernah bertemu sekilas dengannya di sebuah pertempuran hebat melawan monster, dia menemukanku ketika selesai membasmi monster, tetapi aku merasa tatapannya itu aneh. Aku pun akhirnya pergi menjauh bersama temanku saat itu,“ Lara berkata dengan sedih, matanya yang melihat wajah Rai melemah dan menurun. “Tidak tahu bagaimana caranya ia bisa tahu namaku.“
“Temanmu saat ini ke mana?“
“Kami berpisah karena memiliki tujuan yang berbeda,” jawab Lara yang masih memasang wajah yang sedih.
Rai mencerna informasi ini baik-baik, namun setelah ia mengingat adegan dari awal pertemuan dengan ketiga pria tersebut, ia merasa ada sesuatu yang janggal dan aneh.
“Sebentar, mereka itu anggota The Linzation, kan?“ Rai bertanya lagi dengan wajah yang rumit dan tidak mengerti
__ADS_1
“Iya, benar,“ Lara mengangguk dan mengkonfirmasi tebakan Rai, “pasti kamu bingung, bukan?“
“Ya, aku bingung sekarang.“ Rai mengangguk tegas.
“Dilihat dari reaksimu, sepertinya kamu sudah dibodohi oleh orang-orang sebelumnya yang temui. Tebakanku itu benar, ya?“ Lara langsung tersenyum dengan arti yang berbeda. “Sini, ikut aku.“
Lara mengajak Rai ke mayat Garol yang masih utuh tubuhnya.
Tangan Lara menunjuk ke bagian tubuh dada Garol, dan ia berkata, “Coba kamu buka baju itu.“
“Untuk apa?“ tanya Rai yang tidak mengerti.
“Buka saja, kamu akan tahu setelah membukanya.“
“Oke.“
Rai pun berjongkok dan membuka baju yang masih melekat di mayat tanpa kepala ini. Begitu ia membuka baju tersebut, mata Rai membelalak terkejut seketika.
Pada bagian dada Garol terdapat simbol yang Rai kenal, yaitu simbol keanggotaan organisasi The Bunmuri.
Apakah mereka pengkhianat?
“Ini, Apa mereka bertiga itu pengkhianat dari organisasi The Bunmuri?“ Rai berdiri dan berjalan kembali ke sisi Lara.
“Pengkhianat organisasi The Bunmuri?” ucap Lara yang tidak mengerti. “Apa maksudnya?“
“Mereka bertiga adalah anggota dari organisasi The Bunmuri yang menyamar menjadi anggota The Linzation, 'kan?“ Rai menatap Lara dengan wajah yang serius.
Ucapan Rai membuat Lara tersenyum, ia tahu apa maksudnya dan kenapa Rai bisa berkata seperti itu.
“Simbol ini adalah simbol keanggotaan khusus The Linzation yang melekat di tubuh anggota The Linzation.
“Sangat sulit apabila orang seperti kita menyamar menjadi mereka.“
Lara memfokuskan pandangannya pada simbol yang melekat di tubuh Garol.
“Aku tidak tahu The Bunmuri memiliki simbol keanggotaan,” ucap Lara sembari melihat Rai. “Kamu kenapa diam, Rai?“
“Halo, Rai!“
Pada saat ini, Rai sedang terkejut berat ketika mendengar penjelasan Lara.
Rai kini sedang berpikir di dalam hatinya, “Apakah aku salah menilai suatu kelompok? Apakah aku sudah salah membenci orang? Sepertinya aku salah karena telah mempercayai informasi yang mengandung kebencian. Sial! Aku bingung apa yang sebenarnya terjadi!.“
“Lara, kamu tidak berbohong, bukan?“ Rai pulih dengan sendirinya dan langsung bertanya kepada Lara.
“Tidak, aku menjamin!“ Lara mengangguk kejam dengan wajah yang serius.
“Kesimpulannya, apakah The Linzation organisasi yang jahat atau baik?“ tanya Rai pada Lara.
Lara tersenyum ketika mendengar pertanyaan Rai. “Kamu akan mengetahuinya nanti, seiring berjalannya waktu dan juga perjalanan yang telah kamu lalui.“
“Sama seperti yang aku katakan kemarin-kemarin, aku tidak bisa bilang mengenai masalah kedua kelompok ini, takut aku menabur kebencian dan ternyata itu berbeda dengan anggapan yang sudah kamu percayai dan kamu malah membenciku karena menentang penilaianmu itu.“ Lara tersenyum kepada Rai dan senyuman ini begitu indah dan tulus.
__ADS_1
“Mmm … oke.“ Rai bingung saat ini, benar-benar bingung.
“Jangan terlalu dipikirkan, Rai. Kamu akan mengetahuinya secara alami. Pada dasarnya …dunia ini rumit,” kata Lara.
“Oke.“ Rai mengikuti saran Lara dan menyisihkan sementara pikiran ini.
“Pasti kamu sudah banyak menemui orang-orang, dan banyak dari mereka pasti mengkhianatimu, apakah benar?“ Lara menebak apa yang terjadi pada Rai sebelumnya.
“Benar,” jawab Rai.
“Mereka biasanya memakai identitas palsu, terlebih di saat terdesak oleh situasi tetentu. Mudah sekali mereka mengaku-ngaku bahwa dirinya berasal dari kedua organisasi yang berselisih ini untuk kepentingan pribadi.
“Kita harus pintar melihat yang benar, di dunia ini banyak sekali yang palsu,” Lara menoleh pada Rai dengan senyuman manisnya, “apa yang kamu tahu sekarang mungkin bukanlah suatu kebenaran.“
Rai menatap wajah Lara yang memiliki senyuman yang cantik, dan ia terdiam sejenak.
“Terima kasih nasihatnya,” Rai berkata penuh dengan rasa terima kasih.
Lara menepuk dada Rai. “Tidak usah formal seperti itu, kita ini teman satu tim sekarang.“
“Benar juga.“ Rai tersenyum canggung.
“Aku pernah bertemu dengan pria yang memiliki simbol yang sama, dan dia mengaku bahwa dia adalah anggota The Bunmuri. Apakah dia anggota The Linzation?“
“Tidak tahu. Bisa saja dia membentuknya sendiri.“ Lara mengangkat bahunya.
“Memangnya bisa?“
“Aku juga tidak tahu,” ucap Lara.
Rai menghela napas, lalu menoleh ke simbol yang ada pada dada kiri Garol.
'Miaw!'
Suara Kuro terdengar di antara keduanya dan Rai melihat Kuro berhenti di depan jari kakinya.
Lara berjongkok di dekat Kuro dan bertanya, “Kenapa, Kuro?“
'Miaw!'
Kuro menyahut dengan meongan khasnya kepada Lara.
Lara tidak mengerti maksud dari bunyi suara Kuro dan memandang Rai. “Maksudnya apa, Rai?“
“Ia meminta izin untuk memakan mayat satu ini,” Rai berkata sambil menunjuk ke mayat Garol.
“Kuro masih belum kenyang?!“ Lara terkejut melihat Kuro yang memiliki tubuh kecil.
“Dia memang seperti itu, perutnya memiliki kapasitas yang besar.“ Rai tersenyum melihat Kuro yang memandangnya dengan mata yang memohon. “Makan saja, Kuro.“
'Miaw!'
Kuro langsung berlari mendekati mayat Garol dan mulai memakannya.
__ADS_1
Lara dan Rai berpindah ke tempat mereka bersantai bersama sebelum ke tempat mayat Garol.