
“Pesta?“ Lara dan Rai bertanya hampir bersamaan.
Wallace mengangguk tegas, dan mengulangi perkataannya, “Benar, kita akan mengadakan pesta untuk merayakan peristiwa yang menggembirakan ini.“
Secara pribadi, Rai dan Lara tak masalah dengan ini, mereka setuju dengan tawaran Wallace, kapan lagi mereka berdua merayakan pesta di dunia yang berbahaya ini, lagi pula dilihat-lihat orang di markas ini tidak berbahaya, mereka tidak menunjukkan sikap yang melawan kepada Rai atau Lara, bahkan kepada Kuro saja mereka tidak jahat dan memperlakukan dengan baik.
Tidak ada salahnya untuk ikut ke acara pesta ini.
Setelah Kuro menggigit dan melahap seluruh tubuh monster ikan Gofizer, mereka semua berjalan menuju markas sambil membawa tangkapan ikan hari ini.
Anggota kelompok Ratcrow Seven ini membawa total 56 ekor ikan dengan berbagai jenis, pastinya lebih dari satu jenis, semua ikan itu dibawa oleh anggota tambahan dari markas, ikan yang dibawa sangat banyak tidak cukup beberapa orang supaya semua bisa dipindahkan ke markas, butuh orang banyak untuk bisa mengangkutnya.
Lebih dari setengah jam untuk bisa memindahkan semua ikan ke markas.
Di sana, Rai dan Lara diperkenalkan oleh Wallace tentang bangunan markasnya, tentang pembagian tugas, dan operasinya.
Kelompok Ratcrow Seven ini terbentuk dari orang-orang yang memiliki tujuan dan misi yang sama, yakni bertahan hidup dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Dengan demikian, mereka menentang sekali apabila ada yang melakukan tindak kriminal di antara anggotanya, Wallace sebagai ketua kelompok ini tak segan untuk mengeluarkan orang tersebut.
Organisasi atau kelompok ini memang tidak menerima orang yang memiliki perilaku buruk, terlebih orang yang berani berbuat jahat kepada anak kecil dan wanita, tanpa ragu mereka akan mengeluarkan orang yang seperti itu atau bahkan membunuhnya.
Tak heran apabila di kelompok ini ada beberapa anak kecil yang hidup dengan tenang, juga wanitanya tidak memiliki rasa ketakutan di wajahnya, mereka semua memiliki wajah yang berseri-seri ketika melakukan tugasnya, tak ada sama sekali merasa terbebani oleh tugas tersebut, juga orang-orang di sini memiliki tubuh yang cukup berisi, tidak kurus kering.
Tanda-tanda dan bukti tersebut dapat diartikan bahwa kelompok ini cukup sejahtera.
Rai akui pria kulit cokelat berkepala botak ini adalah pemimpin kelompok yang hebat.
Usai diperkenalkan ke beberapa tempat, seperti tempat berbentuk gubuk untuk tempat tinggal orang-orang, gudang, kamar mandi semua orang, tempat membuat peralatan dari kayu, dan tempat yang lain, Rai dan Lara diberi tempat gubuk kosong untuk keduanya tidur di malam hari ini.
Tas keduanya diletakkan di sana dan dijaga oleh Kuro yang memiliki hobi tidur selain makan.
Lara tinggal di gubuk kecil itu untuk sementara waktu, sedangkan Rai pergi untuk melihat orang-orang ini berkerja sama dalam perihal apapun.
Orang-orang di sini diajarkan untuk bisa menggunakan senjata tombak dan pedang, bela diri tinju dasar pun diajari di markas ini.
Semua orang diberi ilmu bela diri tinju dasar oleh wakil kelompok, orang ini memiliki ilmu tinju yang ia pelajari sebelah dunia hancur seperti ini. Dengan kata lain, orang ini memiliki umur yang cukup tua, setidaknya seumuran dengan Wallace yang juga tua.
Wakil ini memiliki nama, namanya adalah Fister. Dari namanya saja Rai bisa menebak bahwa orang ini memiliki kemampuan tinju.
Rai berjalan ke sekeliling markas dan mengamati orang-orang yang berlatih tinju.
Di sepanjang jalan ia bisa meihat orang-orang yang melakukan tugas seperti memasak yang biasanya dikerjakan oleh anggota yang wanita, ada yang membuat pertahanan markas untuk menjadi lebih baik dengan cara membuat kayu yang ditumpuk dan ditancapkan ke tanah, batu besar pun mereka angkat untuk perlindungan markas.
Selain itu, ada pembagian tugas, di sini memiliki tim yang khusus untuk memburu mencari makanan, ada 15-25 orang yang menjadi tim pemburu, mereka biasanya berganti-gantian berburu dan sudah dijadwalkan setiap harinya, hal ini bertujuan untuk beristirahat bagi orang yang sudah bertugas.
Tim inilah yang telah membawa puluhan monster kadal datang ke markas ini.
Sementara itu, ada tim penjaga markas yang tugasnya untuk menjaga markas, apabila ada ancaman dari monster, mereka adalah garda terdepan untuk melawan. Orang-orang dari tim ini jugalah yang mengetuk sebuah benda yang memiliki fungsi untuk pemberitahuan bahwa markas dalam keadaan darurat.
Total anggota penjaga ini hanya ada 5 orang, terdiri dari 2 orang penjaga markas bagian selatan, 2 orang utara, dan 1 orang yang memantau ke sekeliling daerah markas.
__ADS_1
Tim penjaga semuanya memiliki kemampuan kebangkitan, tim berburu pun ada tetapi hanya beberapa saja dari 20 orang, pria yang tinggal di markas untuk mengatur dan membuat hal peralatan juga ada yang memiliki kemampuan, bahkan di antara wanita-wanita di sini pun memiliki kemampuan kebangkitan.
Namun, kebangkitan mereka tak begitu kuat, cukup untuk membantu dalam pertarungan meskipun tak signifikan.
Puas melihat markas dan orang yang berlatih tinju, Rai kembali ke gubuk yang Wallace berikan untuk dirinya dan Lara beristirahat.
Setibanya di gubuk, Rai melihat Lara yang telah tidur di sebelah Kuro yang meringkuk, tampaknya anak kucing ini pun tertidur.
Meskipun tempat tidur ini hanyalah kayu keras yang dibuat berbentuk ranjang persegi panjang, tetapi ini sudah cukup untuk para anggota ini bisa beristirahat di malam hari.
Normalnya mereka akan mencari kain bekas untuk dijadikan alas kasur agar tidak terasa kerasnya kayu-kayu tempat tidur ini.
Rai tidak membangunkan Lara, ia hanya duduk di tepi kasur, lalu mengambil ponselnya dari tas.
“Jam 2 siang?“
Ketika Rai melihat jam yang di dalam ponsel, tubuh Rai tersentak, dan menatap jam dengan mata yang sedikit tidak percaya. Pasalnya Rai tidak menyadari bahwa dirinya telah menjelajahi markas selam 4 jam lamanya.
“Waktu terasa berjalan cepat.“ Rai memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, dan ia mengeluarkan kertas-kertas informasi yang didapatkan dari kota Lhee dan Talu.
Rai menyukai membaca kertas-kertas ini, sebab dengan membaca kertas ini ia bisa melihat sesuatu informasi yang ada dan dapat ia telaah sekali lagi.
Dua jam berselang setelah Rai mulai membaca kertas-kertas, Wallace tiba-tiba datang ke gubuk mereka untuk menyampaikan bahwa pesta akan segera dimulai.
Lara sudah bangun dari tidur siangnya pada waktu setengah jam sebelum Wallace datang, wanita ini ikut membaca beberapa carik kertas yang Rai keluarkan dan keduanya mengobrol ringan membahas isi informasi yang terkandung di dalam kertas.
“Pesta sebentar lagi siap,” ucap Ringan Wallace.
Wallace mengangguk. “Ya, sebentar lagi akan siap.“
“Ayo pergi, Rai!“ ajak Lara kepada Rai yang sudah tak sabar.
“Oke,” jawab Rai sambil membereskan kertas miliknya ke dalam tas.
Segera, mereka berdua keluar dari gubuk bersama Wallace dan Kuro, berjalan menuju tengah markas yang adalah tempat berpesta.
Begitu Rai dan Lara berjalan ke tengah markas yang awalnya adalah lahan kosong bagai lapangan, kini diisi oleh banyak anggota Ratcrow Seven yang tengah membakar ikan di api unggun yang letaknya di tengah lapangan.
Ketika sampai di sana, Lara dan Rai duduk di rumput bersama anggota Ratcrow yang lain. Tidak lama, seseorang membawa ikan yang sudah ditusuk oleh kayu kepada Rai dan Lara.
Mereka harus membakar ikannya masing-masing sebelum bisa makan.
Melihat ikan yang ditusuk oleh batang kayu, Rai mengendus-endus ikan ini untuk memindai apakah ada keanehan dan kejanggalan dari ikan.
Lara melihat Rai dengan aneh, lalu ia mengikuti gerakan Rai, mengendus bau ikan miliknya sendiri.
Bau amis sangat kental tercium oleh hidung Lara saat ia menghirup bau ikan di tangannya, tak ada bau yang aneh dari ikan ini, semuanya normal.
Namun, ketika Lara menoleh ke arah Rai untuk melihat apa yang dilakukan, ia melihat Rai yang mengeluarkan sebuah kain dari kantong hoodienya.
__ADS_1
Setelah itu, kain tersebut Rai buka perlahan, dan Lara langsung melihat ada bubuk putih seperti pasir di dalam kain.
Lara penasaran dengan ini dan bertanya kepada Rai, “Bubuk putih apa itu?“
Suara penasaran Lara terdengar, Rai mengambil sedikit bubuk putih tersebut dan ditaburkan ke atas daging ikan. “Garam penyedap rasa.“
“Garam? Ini yang dinamakan garam?“ tanya Lara yang tidak percaya.
“Benar, memangnya kamu kira apa?“
“Aku kira itu bubuk peledak.“
Mendengar dugaan Lara, Rai mengehela napas dan menggelengkan kepalanya.
“Ambil sedikit garam dan taburkan ke daging ikanmu untuk menambah rasa,” saran Rai kepada Lara.
Sedari tadi Rai sedang meratakan garam di seluruh tubuh ikan dan menjawab pertanyaan Lara tanpa melihat wajahnya Lara.
“Oke!“
Lara mengikuti saran Rai, kemudian Lara mengambil garam dengan jari-jari kecilnya dan menaburkannya ke daging ikan miliknya, ia sesekali melihat Rai untuk mengikuti tata cara menaburkan garam sesuai gerakan Rai.
Mereka berdua tidak menyadari bahwa anggota Ratcrow Seven memerhatikan mereka dan memandang dengan penasaran.
Wallace juga menyaksikan mereka berdua yang tengah menaburi garam pada ikannya, dengan rasa penasaran dan keingintahuan yang besar, ditambah mencium bau asin di udara yang berasal dari ikan keduanya, ia pergi mendatangi Rai dan Lara.
“Bubuk apa itu?“
“Garam, ambil saja kalau kamu mau,” jawab Rai ringan yang tengah fokus meratakan garam pada ikannya.
“Garam? Dari mana kamu mendapatkannya?“ Wajah Wallace terkejut dan ia menatap Rai dengan ingin tahu.
“Aku menemukannya di salah satu kamar hotel di kota Lhee Pusat.“
“Kamu beruntung bisa menemukan garam, Rai. Hanya segini garamnya?“ tanya Wallace sambil mengulurkan tangannya mengambil sedikit garam di jari tangan.
Rai mengangguk sekali, dan berkata, “Benar, ini tersisa satu kain saja.“
“Berarti aku harus hemat.“
Setelah Rai dan Lara menaburkan garam, keduanya bangkit dari tanah yang berumput dan berjalan menuju api unggun di tengah lapangan.
“Garam itu untukmu,” ujar Rai sebelum pergi ke api unggun.
Mendengar ucapan Rai, Wallace tersenyum dan ia mengambil kain tersebut dari atas rumput, kemudian ia membagikan garam kepada anggota Ratcrow Seven sesuai takarannya.
Wallace berniat untuk menghemat garam ini untuk mereka semua makan, tidak boleh boros, terlebih kata Rai ini kain yang terakhir.
Berjam-jam kemudian, langit perlahan menjadi gelap, acara makan-makan membakar ikan habis dan diganti oleh acara berdansa bebas dengan diiringi musik yang alatnya terbuat dari ember plastik yang rusak dan gendang yang terbuat dari kulit sapi.
__ADS_1
Mereka semua bergoyang layaknya orang yang sedang berpesta di suatu bar. Namun, dengan genre musik yang tak jelas nada ketukannya.