LINEUSS ATTACK (SYSTEM)

LINEUSS ATTACK (SYSTEM)
Bab 50: Menginap


__ADS_3

Krrr …!


Suara geraman dari makhluk yang belum pernah ia dengar muncul di sekitar lorong.


Kaki Rai menginjak lantai dengan hati-hati dan dipastikan tidak menciptakan bunyi saat melangkah, geraman itu semakin jelas terdengar dari gendang telinganya ketika Rai melangkah semakin dekat.


“Kuro, kau bisa mencari tahu dari mana asal suara itu?“ Kuro bertanya dengan berbisik kecil pada Kuro yang ada di bahu kanannya.


Mendengar pertanyaan Rai yang memintanya untuk mencari tahu asal suara, hal tersebut sanggup Kuro lakukan dan ia mengangguk.


“Perlahan dan hati-hati, Kuro.“


Melihat ekor Kuro yang meliuk-liuk di depannya sedang berjalan menuju sumber suara, sekali lagi Rai ingatkan untuk lebih berhati-hati.


Kaki Rai melangkah mengikuti Kuro yang masih berjalan ke suatu tempat di lorong yang ia jelajahi sekarang.


Terus berjalan di belakang Kuro, sampai akhirnya Kuro berhenti di sebuah kamar sebelah kiri lorong yang letaknya di paling pojok lorong.


Sesuai dengan arahan Kuro, suara geraman ini begitu keras hingga Rai yakin suara tersebut berasal dari dalam kamar ini.


Maju satu langkah ke depan dengan hati-hati dan jangan sampai menghasilkan suara, pintu kamar ini terbuka dan tanpa ada pintu.


Dengan pendengaran serta majestic of mind miliknya, posisi serta jumlah monster tersebut bisa dirasakan oleh Rai.


Tidak tahu harus bersyukur atau tidak, karena hanya ada satu monster saja yang ada di dalam kamar tersebut.


Meski begitu ia tidak bisa meraba bagaimana bentuk monster tersebut, hanya bisa merasakan ukuran serta berapa monster ini, meski tidak begitu akurat 100%.


Senjata Methuragon punya Rai perlahan terbang dan terangkat di atas telapak tangan kanannya, dan kemudian senjata itu terbelah menjadi dua pedang dengan bilah yang cukup panjang.


Kekuatan telekinesisnya membuat dua pedang ini melayang, diam-diam Rai membuat rencana untuk membunuh makhluk yang ada di dalam kamar.


Rencananya yaitu menyerang tiba-tiba!


Tubuh Rai bergerak sangat cepat dan dia segera muncul di pintu kamar.


Seekor monster yang sama merangkaknya dengan Huuzer Crawler, namun memiliki perbedaan, yakni monster ini memiliki lidah yang panjang.


Tidak memberikan kesempatan untuk menghindar, kedua pedang Rai meluncur begitu cepat, bahkan sebelum monster itu bereaksi.


Zleb! Zleb! Sraaattt …!


Dua pedang itu menusuk kepala serta bagian belakang monster yang merangkak, lalu Rai kendalikan pedangnya untuk membelah monster menjadi beberapa bagian tubuh yang terpotong.


“Jenis baru?“ Rai menyebarkannya kekuatan telekinesisnya ke segala arah di radius beberapa meter darinya, ia takut seseorang atau seekor monster tiba datang menyerangnya.


Tidak merasakan siapa-siapa di sekitarnya, tangan Rai mengeluarkan sesuatu dari tasnya, benda panjang yang tidak melebihi luas permukaan telapak tangannya berbentuk tabung yang ramping, benda yang dikeluarkan oleh Rai adalah senter yang sudah lama tidak ia gunakan.


Menyalakan lampu senternya, sebuah monster yang mirip dengan sering ia temui nampak jelas sekarang.


“Huuzer Crawler?“


[Ding! Bunuh 1 Huuzer Licker (F+). Dapatkan +5 Exp, +5 Koin!]


Begitu mengucapkan nama itu, suara mekanis sistem tiba-tiba muncul di kepalanya.


Setelah mendengar nama ini tatapan Rai fokus pada lidah panjang yang keluar dari monster di depannya, dan berkata, “Licker? Permainan konsol di Bumi memiliki nama yang sama tetapi, penampilannya berbeda.“


Dua pedangnya bersatu kembali dan terbang menuju tangan kanannya.


Ujung pedangnya ia arahkan menuju lidah yang terkapar di lantai yang kotor, mencoba untuk memeriksa lidah yang panjang dengan cara menyentuhnya menggunakan benda.


Tsss!


Sebuah suara bagaikan sebuah daging yang diletakkan di atas nampan yang panas dibalur oleh margarin terdengar oleh telinga Rai.


Terkesan seperti suara minyak goreng yang sudah panas, Rai duga lidah ini memiliki zat asam yang korosif, tapi tak sekuat cairan asam Boss Huuzer Crawler atau Corro Huuzer Crawler.


Kedua monster itu mempunyai zat asam yang begitu destruktif bahkan beton pun dapat dilelehkan.


“Tapi, mengapa monster ini mengeluarkan bunyi geraman yang keras? Apa maksudnya?“


Dipikir lagi, tujuan monster ini menggeram untuk apa? Apakah memanggil teman-temannya? Atau hanya sekedar memancing mangsanya?


Grrr …!


Ketika Rai memikirkan hal ini, sebuah geraman lain terdengar dari luar kamar.


Berdiri dan berbalik dengan cepat, menggenggam pedangnya, perlahan Rai berjalan keluar kamar.


“Kau mendengar itu, Kuro?“ tanya Rai dengan nada yang berbisik pada Kuro yang ada di depannya berdiri di depan pintu.


Kuro menoleh dan mengangguk, ia mendengar suara geraman tersebut juga.


“Tahu di mana asal suara itu? Kau bisa melacaknya?“ Rai bertanya sekali lagi Kuro.


Respon Kuro sekali lagi juga sama dengan sebelumnya.


“Baiklah, antar aku ke sana, Kuro.“

__ADS_1


Sebetulnya Rai juga bisa mencari sumber suara, namun karena ada Kuro yang merupakan solusi yang pasti, jadi ia meminta bantuan Kuro saja.


Supaya lebih cepat dan pasti.


Keduanya mulai berjalan menuju sebuah ruangan, dengan menjalankan pola yang sama, mengendap perlahan, memasuki ruangan, dan membunuh monster dengan pedang.


Metode itu terus dilakukan hingga beberapa kali suara geraman ditemukan, dan akhirnya seluruh ruangan telah bersih dari monster yang memiliki jenis yang sama.


[Ding! Bunuh 1 Huuzer Licker (F+). Dapatkan +5 Exp, +5 Koin!]


Kaki Rai langsung diangkat dari kepala monster tanpa kulit setelah mendengar pengingat Sistem.


Total 12 monster berjenis sama telah ia bunuh di lorong bagian timur, lumayan dari pemeriksaan ini dia mendapatkan pengalaman untuk cepat meningkat ke level selanjutnya, juga koin yang berguna untuk ia membeli barang atau pun makan di masa depan.


Berjalan dengan Kuro yang duduk di bahu kanannya, arah Rai berjalan menuju ruang lobi utama gedung ini.


Dari kajauhan Rai dapat melihat sesosok manusia yang berdiri sembari menatap pemandangan yang ada di depannya.


Orang itu adalah Loret yang sedang memandangi meja resepsionis hotel ini, dari raut wajahnya ia sedang memikirkan sesuatu, juga tatapan pada objek tersebut kosong, perhatiannya fokus pada apa yang ia pikirkan sekarang.


Rai hanya berjalan menghampiringa tanpa niat mengganggu Loret, namun saat berjalan masuk ke ruang lobi, Loret langsung tersadar dan menoleh untuk melihat dirinya.


“Ada monster di sana?“ tanya Loret pada Rai yang sedang berjalan ke arahnya.


“Ada, jenis baru.“ Rai menjawab dengan singkat dan padat.


Begitu mendengar kata-kata Rai, mata Loret menjadi cerah seiring dengan rasa ingin tahu yang muncul di dalam tubuhnya.


Membalikkan badan ke samping menghadap Rai, Loret berkata, “Jenis apa itu?“


“Monster ….“ Saat Rai ingin melanjutkan kalimatnya, sebuah suara lain berbunyi dan segera memotong kalimatnya.


“Monster lidah.“


Loret segera melihat ke arah lorong barat, sosok Flank muncul dari lorong yang gelap.


Ternyata Flank yang berkata.


Menatap Loret dan Rai dengan ekspresi yang cukup serius, menghembuskan napas, dan berkata, “Jenis baru ini adalah Huuzer Crawler yang memiliki senjata tubuh yang lain, yaitu lidahnya yang memiliki asam panas.“


“Tapi asam yang menempel pada lidah monster tersebut tidak cukup untuk mengalahkan satu tinjuku.“


Mata Flank jatuh pada tangannya yang perlahan ia angkat, ekspresi kebanggaan timbul di wajahnya.


Dengan perasaan saat pertempuran melawan monster baru yang ia temui, Flank menganggap kekuatannya lebih kuat dari sebelumnya. Satu minggu ini tidak sia-sia ia jadikan sebagai latihan spontan, membunuh monster selama satu minggu ini membuatnya lebih kuat, tinju batunya semakin kuat dan keras.


“Huuzer Crawler? Lidah? Aku sepertinya tahu jenis apa itu.“


Melipat tangan di atas perutnya, megang dagunya sambil menunduk, Loret berusaha untuk mengingat lagi nama monster tersebut.


“Ya! Aku tahu!“ Loret berseru, matanya berbinar setelah ingat apa jenis monster itu.


“Huuzer Licker!“


Loret menyebutkan nama monster itu dengan benar, sesuai dengan yang diberitahukan oleh sistem.


“Aku ingat seseorang memberikan informasi mengenai monster ini, pada saat aku masih tinggal di Kota Lhee Selatan.“


Wajah Loret tampak sedikit merindukan sosok yang memberi tahu informasi monster kepadanya.


“Kita bicarakan di atas, kita harus mengamankan gedung ini segera karena kita akan tidur di sini untuk satu malam saja.“ Flank memberi interupsi pada Loret dan Rai untuk segera membersihkan gedung dari para monster.


“Ya, kita harus pergi.“ Loret mengangguk setuju.


Memang telah waktunya untuk pergi membersihkan gedung ini sebelum langit menjadi semakin gelap.


“Ayo, Rai.“


Loret tanpa sadar mengajak Rai, setelah sekian lama dirinya tidak memanggil Rai kini Loret tiba-tiba memanggil nama Rai dan mengajaknya.


Rai sedikit aneh dengan Loret yang memanggil namanya, beberapa hari akhir ini dia tidak pernah memanggil namanya, sikap ramahnya hilang, namun saat ini sikapnya kembali normal.


“Ikut aku, tangga darurat ada di lorong barat.“ Flank berjalan kembali ke lorong yang gelap dan berkata.


Saat memeriksa lorong barat bangunan, tangga darurat tidak sengaja ia temukan, jadi harusnya Flank tahu tempatnya.


Mereka berdua mengikuti Flank yang telah jalan pertama, melewati berbagai macam kamar yang rusak, Flank berhenti di pintu besi yang berkarat, tapi masih ada sisa cat warna pada pintu.


Mendorong pintu dengan kuat, Flank membukakan pintu untuk Rai dan Loret.


Bersama-sama mereka menaiki tangga dengan formasi berbaris memanjang, Flank paling depan, Loret di tengah, dan Rai paling belakang.


Menengadahkan kepalanya ke atas, tangga darurat ini tidak begitu tinggi, sebab lantai bangunan ini tidak lebih dari sepuluh lantai.


Di lantai kedua, mereka bertiga berpencar kembali dengan tugas yang sama, yaitu memeriksa seluruh ruangan yang ada di lantai dua, Loret utara, Flank barat, dan Rai timur, bagian selatan mereka bersama.


Pola semacam ini mereka bertiga lakukan sampai ke keseluruhan lantai yang ada di bangunan hotel ini.


[Bunuh 10 Huuzer Licker (F+). Dapatkan +50 Exp, +50 Koin!]

__ADS_1


[Bunuh 3 Huuzer Licker (F+). Dapatkan +15 Exp, +15 Koin!]


[Bunuh 5 Reek Huuzer Crawler (F+). Dapatkan +15 Exp, +15 Koin!]



[Bunuh 8 Huuzer Licker (F+). Dapatkan +40 Exp, +40 Koin!]


Puluhan monster yang ada di dalam bangunan yang sekarang mereka bertiga masuki telah dibasmi dan dilenyapkan.


Kini bangunan telah aman untuk sementara waktu, mereka akhirnya bisa tidur dengan nyenyak di tempat ini.


Flank mengajak Loret dan Rai ke lantai 5 bangunan, karena menurutnya lantai 5 ini tempat yang aman, serta ada sebuah kamar yang masih terbilang bagus dan layak untuk ditinggali untuk satu malam ini.


Loret dan Rai setuju saja, mereka bertiga berjalan menuju tempat yang dibilang oleh Flank.


Ceklek!


Suara pintu ditutup berbunyi, mereka bertiga telah memasuki sebuah kamar yang cukup untuk inap bersama.


Sama dengan yang Rai lakukan saat pertama kali bertemu mereka, ia duduk di dekat pintu dan bersandar pada tembok.


Sementara itu keduanya pun sama, Loret duduk di bawah jendela dan bersandar, sedangkan Flank duduk di atas kasur yang cukup bersih meski banyak debu yang bertebaran.


“Aku merasa Dejavu sekarang,” celetuk Loret sambil memandangi Rai dan Flank.


“Benar, kita duduk di posisi yang sama saat kami berdua bertemu Rai.“ Flank menambahkan dan sedikit tersenyum, entah apa maksud dari senyumnya.


“Apalagi aku juga sekarang yang menjaga kalian berdua tidur,” ucap Loret sambil tersenyum tipis.


“Bisa seperti itu, ya. Aneh.“


Mengingat lagi, sekarang sudah giliran Loret untuk menjaga malam, dan hal ini sama persis dengan apa yang terjadi di saat Rai bertemu dengan keduanya.


Aneh, apakah ini takdir?


Atau sesuatu yang kebetulan?


“Sudah malam, lebih baik kau tidur, Rai.“ Loret tiba-tiba mengingatkan kepada Rai untuk tidur.


Pasalnya Flank berbaring sebentar di atas kasur dia langsung tertidur dan mendengkur.


“Kau pertama kali bertemu aku dan Flank tidak tidur, kan?“


“Aku ingat sekali itu.“


Loret berkata kepada Rai, menceritakan apa yang ia ingat saat tidur di kamar kota Lhee Pusat.


“Ya.“


Respon singkat Rai didengar oleh kedua telinga Loret, menggelengkan kepalanya, menghela napas, ia berkata, “Kali ini lebih baik kau tidur, besok kita akan melanjutkan eksplorasi kota, kemungkinan besar akan melawan monster yang belum pernah kita lihat sebelumnya.“


Saat mendengar ini Rai langsung merenung untuk memikirkan ucapan Loret ini, akhirnya ia setuju dengan alasan dia sudah dua hari tidak tidur.


Karena telah tujuh hari bersama mereka dan tidak ada kejadian yang menunjukkan bahwa mereka jahat, jadi Rai cukup percaya dengan kedua pemuda ini untuk sekarang.


Sudah waktunya membuktikan apakah dia akan aman di saat tidur dengan mereka atau tidak.


“Baiklah.“ Rai segera meletakkan tasnya di pantai dekat tembok samping pintu, lalu dia berbaring dan meletakkan kepalanya di atas tas.


“Selamag malam, kawan.“ Loret mengucapkan sapaan sebelum tidur pada Rai.


Ucapan ini agak janggal didengar oleh Rai, namun dengan cepat pikiran itu ia tangkis, dan langsung tidur.


Kuro pun ikut berbaring di samping tubuhnya, siap untuk tidur.


Tidak lama kemudian, kesadaran Rai menurun dan memasuki fase tidur.


“Kau yakin?“


“Ya, aku yakin orang ini mempunyai rahasia di dalam tasnya.“


“Oke kita mulai rencana kita.“


Sebuah percakapan yang terdengar samar-samar didengarkan oleh Rai, tetapi Rai masih belum sadar dan masih ada di alam mimpi.


Suara percakapan yang bisik-bisik itu semakin jelas, membuat Rai terganggu dan ingin mengakhiri tidurnya.


'Miaw!'


Tepat kita Rai bangun dari tidur dan membuka mata perlahan, suara Kuro mengeong terdengar jelas oleh telinganya, seketika Rai terbangun dan bangkit dari tidur.


“Eh?“


Begitu Rai mencoba bangkit dan bangun, tubuhnya tidak bisa bergerak seolah sesuatu benda ada yang menahannya.


Tangan dan kaki seperti ada yang mengikatnya dengan tali.


Seketika pandangan Rai tertuju pada dua sosok yang berdiri di depannya sambil memandangnya yang sedang berbaring terikat dengan seringai yang mengerikan, salah satu sosok itu sedang memegang seekor kucing yang juga diikat oleh sebuah tali.

__ADS_1


Bola mata Rai melebar dengan rasa terkejut yang besar, dan berkata, “Kalian!“


__ADS_2