
"Hai tampan, kau pasti dapet pacar hari ini," ujar Matthew pada bayangan dirinya di cermin.
Dengan penuh percaya diri, Matthew keluar dari kamar, memakai kaos berwarna merah dan celana jeans pendek. Santai tapi mempesona, dengan begitu percaya diri Matthew menghampiri Michi dan Kanaya yang sedang mengerjakan tugas sekolah mereka di halaman belakang.
Matthew duduk di ayunan rotan yang berjarak tak jauh dari sofa tempat Michi duduk.
"Ehem!"
Jeeeng ...
"Aku mencintaimu tanpa syarat ....aku rela menunggu sangat lama, katamu selalu saat aku pasti jadi cintamu, satu cintamu.
Aku ingin kau menerima seluruh hatiku.
Aku ingin, kau mengerti di jiwaku hanya kamu
Namun bila kau tak bisa menerima aku
Lebih baik ku hidup tanpa cinta."
Matthew mulai melantunkan lagu cinta milik Yovie and Nuno. Michi dan Kanaya saling bertukar pandangan, Michi menoleh kemudian melihat sang adik yang begitu menjiwai lagu yan yang ia bawakan. Suara Matthew cukup merdu, ia juga pandai memainkan gitar.
Ia sangat suka memainkan alat musik itu. Bayangan, ganteng, anak orang kaya, bisa nyanyi, bisa main gitar, 100% single. Tapi entah kenapa kisah cintanya tak pernah mulus, sering ia jadi batu loncatan saja. Di manfaatkan oleh wanita untuk mendekati sang Kakak tertua.
"Bodohkah diri ku."
"Bodoh emang, udah tau aku sama Kanaya lagi belajar. Malah nyanyi di sini!" Ketus Michi, matanya melotot sambil berkacak pinggang.
Seketika tangan Matthew yang hendak memetik senar gitar terhenti, ia menoleh, sengaja melemparkan senyuman manis pada Kanaya.
"Hehehehe .... Kan gue nyanyi buat semangatin Lo, nggak apa-apa kan," sahutnya sambil menyengir kuda.
Michi bukan tidak tahu kalau Matthew mengincar Kanaya, tetapi temannya itu sudah punya pasangan, udah halal jadi bini orang.
__ADS_1
"Meskipun aku di surga, mungkin aku tak bahagia ...., bahagia ku tak sempurna.
Aku ingin kau menjadi bidadari ku disana ......, tempat terakhir ku melabuhkan ..... hidup keabadian," Matthew kembali melantunkan lagu milik padi.
Dalam hati Matthew berharap gadis cantik itu, terkesan dengan keahliannya ini. Kanaya gadis yang cantik, tak kalah cantik dari kakaknya, Michi.
"Matthew!" Pekik Michi.
Michi bangkit, ia menarik tangan Matthew dengan sedikit memaksa. Mereka beranjak menjauh dari Kanaya.
"Mat, gue tau Lo jomblo, pengen cari pacar, Lo ngincer Kanaya kan?"
"Hehe tau aja," jawab Matthew sambil mengusap tengkuknya dengan tangan yang tidak memegang gitar.
Michi menghela nafas panjang, sambil menggeleng pelan ia meletakkan tangan di atas kedua bahu Matthew. Pria itu mengerutkan keningnya melihat apa yang dilakukan Michi.
"Brother, aku tahu ini berat tapi aku harus jujur."
Michi menatap wajah Matthew dengan serius, membuat Matthew semakin penasaran.
"Laki? Nggak apa-apa kan masih pacar to, kapan aja bisa putus," Matthew mengangkat alisnya percaya diri.
"Dia tuh Udah jadi bini orang Mamat, udah nikah, sah, resmi. Sampai sini paham?"
Bagai digelitiki semut, hati Matthew berkedut-kedut mendengar penjelasan dari Michi. Pria yang tadi bersemangat seperti hape baru di cash, sekarang loyo seperti kerupuk di celup air.
Matthew memegangi dadanya, melangkah mundur penuh drama. Michi yang melihat itu hanya bisa menghela nafas.
"Lebih baik kecewa sekarang, daripada patah hati kemudian hari. Keep fighting, cari mangsa lain, oke Brother," ujar Michi menepuk pundak Matthew pelan.
"Chi kalau ada yang nyariin gue, bilang gue ada di halaman samping ya," ucap Matthew dengan tatapan kosong.
"Ngapain di sana?"
__ADS_1
"Mau curhat sama pohon mahoni tentang pahitnya kisah cintaku."
Matthew membalikkan badannya, menyeka sudut matanya yang basah.
Jrengg
When you're dreaming with a broken heart
(Saat Anda sedang bermimpi dengan patah hati)
The waking up is the hardest part
(Bangun adalah bagian tersulit)
You roll outta bed and down on your knees
(Anda bangun dari tempat tidur dan berlutut)
And for a moment you can hardly breathe
(Dan untuk sesaat Anda hampir tidak bisa bernapas)
Wondering, Was she really here?
(Ingin tahu, apakah dia benar-benar di sini?)
Is she standing in my room?
(Apakah dia berdiri di kamarku?)
No she's not, 'cause she's gone, gone, gone, gone, gone....
(Tidak, dia tidak, karena dia pergi, pergi, pergi, pergi, pergi ....)
__ADS_1
Sebuah lagu patah hati pria itu lantunkan sambil berlalu. Michi hanya bisa melongo melihat punggung Matthew yang berlalu .
" Kena virus matahari terbit kali ya si Mamat," gumam Michi sambil melangkah kembali ke tempat ia belajar.