
Jino dan Melati memasuki gedung tempat acara pesta ulang tahun agensi milik Raka dengan bergandengan tangan.
Saudara mereka telah berkumpul di satu meja termasuk mama Jino.
Jino dan Melati berjalan menuju meja keluarga. Mereka menyalami satu persatu dari om dan tantenya.
Setelah basa basi sebentar, Jino membawa Melati ke tempat teman temannya satu kampus dulu.
Jino memperkenalkan Melati sebagai istrinya pada teman satu kampusnya.
"Kemarin penasaran banget dengan yang nama nya Melati, akhirnya ketemu juga. Ternyata cantik banget... " ucap Langit
"Pilihan Jino jangan diragukan dong. Cewek cewek yang dekat dengannya dulu cantik semua. Nia mantan istrinya juga termasuk idola kampus.... " ucap yang lainnya.
"Nggak usah membahas masa lalu... " ucap Jino
"Maaf ya, Melati." ucap Athar
"Nggak apa. Cerita aja... "ujar Melati
"Akhirnya Raka dan Kimberley bertunangan juga ya. Padahal mereka udah terpisah cukup lama" ujar Desi
Jino dan Melati kaget mendengar ucapan temannya.
"Tunangan... apakah malam ini Raka mengadakan acara pertunangannya, bukan pesta ulang tahun agensinya" ucap Jino lagi
"Emang kamu nggak tau. Di undangan juga tercantum . Kamu nggak membacanya. Jika acara pesta ulang tahun agensi juga sekalian metayakan pertunangan mereka"
"Raka tidak memberi undangan, ia meminta kami datang secara langsung kerumah. Aku juga tak bertanya acara apa" ucap Jino agar ia tak malu.
"Bukan karena Kimberley... " ujar Fanny
"Maksudmu apa.... "
"Semua juga tau, Kimberley dulu pernah menyukaimu sebelum berpacaran dengan Raka. "
"Oh... nggak. Hubunganku dengan Raka baik baik saja. Aku juga nggak pernah pacaran dengan Kimberley. Dulu juga Kimberley hanya sekedar menyukaiku. Sebelum ia akhirnya lebih memilih Raka sebagai kekasihnya "ucap Jino meyakinkan.
Setelah cukup lama berbincang, Jino pamit dengan temannya. Ia membawa Melati duduk. Jino tak mau Melati kecapean karena ia yang sedang hamil.
Acara baru saja dimulai dengan kata sambutan dari Raka. Setelah itu pembawa acara mengatakan jika akan memasuki acara puncaknya yaitu pertunangan Raka dan Kimberley.
"Mas... ternyata perkataan teman mas itu benar. Kenapa Raka tak berterus terang mengatakan jika ia akan bertunangan"
"Mungkin Rakanya lupa....." lirih Jino.
__ADS_1
"Apa mama juga baru mengetahui saat datang kesini"
"Mungkin juga.... "gumam Jino
"Aku bersyukur jika Raka mau membuka hatinya kembali. Terkadang kembali pada seseorang yang dulu pernah mengisi hari hari kita itu akan lebih baik dari pada memulai hubungan baru. Walau banyak pepatah mengatakan jika gelas yang retak tak akan bisa utuh kembali walau sudah direkatkan lagi. Tapi bagiku tak ada salahnya memulai hubungan kembali, karena kita sudah mengenal dan mengetahui sisi buruk dan baiknya pasangan kita dulu. Jadi kita akan lebih mudah beradaptasi dari pada memulai hubungan baru"
Jino tersenyum dan menggenggam tangan Melati erat mendengar ucapannya, karena ia tau itu ditujukan untuknya.
Raka dan Kimberley berdiri diatas panggung didampingi orang tua Kimberley dan tante Erma yang mewakili orang tua Raka.
Pertukaran cincin telah berlangsung. Dan saat ini Raka dan Kimberley telah resmi bertunangan. Kimberley tampak bahagia dengan senyum yang selalu terpancar diwajahnya.
Berbeda dengan Raka, ia hanya menampilkan wajah datarnya. Tanpa sengaja pandangan Raka dan Melati bertemu. Melati memberikan senyumnya.
"Aku harap kamu bahagia Raka. Kamu pria baik, pantas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku."
Raka dan Kimberley turun dari atas panggung dan berbaur dengan teman lainnya. Semua memberikan selamat atas pertunangannya.
Jino mengajak Melati untuk memberikan ucapan selamat. Mereka tak bisa lama lama. Jino tak mau Melati kecapean.
Jino mengulurkan tangannya pada Raka dan memberikan ucapan selamat.
"Selamat atas pertunanganmu. Semoga lancar hingga hari pernikahan. Dan kalian berdua bahagia selalu" ucap Jino. Ia juga menyalami Kimberley yang berdiri di samping Raka dengan memeluk lengannya erat.
"Terima kasih... " ucap Raka
"Semoga hubungan kamu dan Kimberley berjalan lancar hingga hari pernikahan." ucap Melati
"Terima kasih Melati. Kami akan segera menyusulmu menuju pelaminan, betulkan sayang" ucap Kimberley
Raka hanya menjawab ucapan Kimberley dengan senyuman.
"Maaf Raka, Kimberley.... kami mau pamit. Melati harus istirahat. Tak bisa lebih lama lagi disini karena ia sedang hamil muda saat ini" uji Jino
"Selamat ya, Mel. Semoga aku akan segera menyusul, memiliki momongan secepatnya setelah pernikahan kami" ucap Kim
Setelah berpamitan dengan Raka, Jino dan Melati berpamitan pada keluarga.
"Om... tante... kami pamit. Melati nggak bisa lama lama. Ia saat ini sedang hamil muda " ucap Jino
"Wah... selamat ya. Cepat juga Melati hasilnya." ucap Tante Erma
"Kami memang telah sepakat memberikan adik secepatnya buat Rendra" ucap Jino lagi.
"Rendrakan umurnya baru masuk tiga tahun, masih kecil" ucap tante Defi lagi.
__ADS_1
"Masih banyak orang yang memberikan adik padahal anaknya sulung mereka baru berusia satu tahun"
Melati hanya diam sambil memeluk lengan Jino. Ia memang tak pernah ingin nimbrung sejak tau om dan tante Jino kurang menyukainya.
Hanya Jino yang menjawab setiap perkataan dan ucapan om dan tantenya.
.................
Setelah tamu semua pulang, Raka mengantar Kimberley pulang ke apartemen. Ia memang tak tinggal bersama orang tuanya.
Dalam perjalanan Kimberley memperhatikan Raka yang menyetir dengan diam.
"Raka... kamu masih belum bisa melupakan Melati"
"Kenapa kamu berpikir begitu. Aku tak mungkin memikirkan wanita yang telah bersuami"
"Tapi wajahmu kelihatan tertekan bertunangan denganku. Seakan kamu terpaksa melakukannya"
"Bee.... jangan memulai lagi. Bukankah kita sepakat saling mengubur masa lalu. Kita akan melangkah bersama menuju masa depan. Aku tak akan pernah mengingat kisah cintaku yang menyakitkan lagi. Aku akan menerimamu dan mulai belajar mencintaimu kembali. Bantu aku... jangan pernah mengungkit yang lama lagi"
"Aku akan membuatmu kembali mencintaiku seperti dulu lagi. Asal kamu janji, Raka. Kamu tidak menutup hatimu buat cintaku. Kamu harus ingat, jika aku dan kamu telah resmi bertunangan."
"Aku bukanlah seorang pecundang, Bee. Aku tak akan mengingkari apa yang telah aku sepakati. Jika aku mau berkomitmen, berarti aku harus mau bertanggung jawab. Aku tak akan melangkah tanpa pertimbangan dulu. Aku hanya minta padamu. Kita saling percaya dan terbuka. Aku nggak mau dikhianati."
"Percayalah... aku tak akan pernah menduakan. Baik dulu ataupun sekarang dan akan datang aku akan tetap setia. Aku meninggalkanmu dulu bukan karena ada yang lain. Aku hanya tak mau hubungan jarak jauh. Jikapun aku pernah memiliki hubungan, itu juga karena kita telah sepakat berpisah. Bukan saat kita masih bersama"
"Aku percaya padamu, aku akan mencari tanggal pernikahan kita ... "
"Aku serahkan aja semuanya padamu"
"Tapi seperti kesepakatan awal... aku tak bisa secepatnya menikahimu. Aku hanya ingin menikah sekali, Bee. Jadi aku butuh persiapan mental untuk dapat melangkah kejenjang yang lebih serius. Aku tak mau nanti ditengah pernikahan kita harus berpisah karena tidak ada kecocokan. Kita harus belajar memahami sifat masing masing. Agar nanti setelah berumah tangga tidak kaget dengan sifat pasangan"
"Baiklah, Raka. Tapi jangan terlalu lama mengambil keputusan. Tidak mungkin kita selamanya hanya bertunangan. Usia kita juga tidak muda lagi"
"Jangan kuatir... aku juga ingin memiliki keluarga yang utuh"
Tak terasa mereka telah sampai di apartemen Kimberley. Raka hanya mengantar hingga depan pintu setelah itu ia pamit karena jam telah menunjukkan pukul satu dini hari. Ia tak mau nanti ada yang melihat dan bisa salah paham jika ia harus mampir dan masuk.
"Aku tak ingin selamanya larut dalam kesedihan. Dan tak ada gunanya terus mengingat seseorang yang telah menjadi milik orang lain. Hidup harus terus berjalan, tak mungkin aku hanya terpaku ditempat. Aku akan melangkah memulai kehidupan yang baru. Semoga aku bisa mencintai Kimberley sepenuh hati karena tak adil baginya jika aku masih saja memikirkan wanita lain disaat aku telah menjatuhkan pilihan padanya"
********************
Terima kasih
Mampir juga ya ke karya temanku yang berjudul
__ADS_1
SIMFONI TEMARAM TAKDIR karya tita dewahasta.