
Sudah seminggu Melati kembali ke Jakarta. Ia dan mamanya menempati apartemen yang dibelikan Kai yang berada tak jauh dari rumah sakit milik keluarga Jino.
Rendra kemarin sudah menjalani berbagai tes kesehatan. Dokter yang di tunjuk Jino sedang mempelajari penyakit yang diderita Rendra dan akan mencari solusi terbaiknya.
Hari ini Rendra sudah mulai tampak riang kembali. Melati akan menemui Raka. Bagaimanapun ia telah salah meninggalkan Raka tanpa pesan.
Melati mengendarai mobil sendiri. Sejak tinggal di Singapura , Kai mengajari Melati menyetir.
Rendra tersenyum ke arah bundanya.
"Bunda, mau kemana " tanya Rendra
"Kita ke tempat kerja papi dulu ,ya. Nanti Rendra sama papi sebentar. Bunda ada perlu. Nanti bunda jemput lagi"
"Iya, nda"
Melati menggandeng tangan Rendra masuk ke gedung perusahaan milik Jino. Ia mengatakan pada resepsionis apa bisa menemui Jino.
Resepsionis memandangi wajah Melati, ia ingat jika Melati inilah istri kedua Jino.
"Sebentar bu, saya hubungi bapak dulu"
Karyawan itu menghubungi Jino.
"Ibu...bapak minta ibu langsung saja menuju ruang kerjanya bapak di lantai 5"
"Baiklah, terima kasih" ucap Melati dengan tersenyum
"Cantik banget istri pak Jino. Nggak kalah sama bu Nia. Ramah lagi ...nggak seperti bu Nia ..sombong"
Melati naik lift menuju lantai lima. Ia melihat ada sebuah meja kerja dengan seorang wanita yang sedang menghadap laptop.
"Selamat siang mbak, ruang kerja pak Jino mana ya"
"Apakah ibu Melati..."
"Iya..."
"Mari saya antar bu. Pak Jino udah menunggu"
Wanita itu yang ternyata sekretaris Jino mengantarkan Melati menuju ruang kerjanya. Ia mengetuk pintu. Terdengar sahutan dari dalam.
Sekretaris itu membuka pintu dan mempersilakan Melati masuk.
"Selamat siang pak, ini ibu Melati telah datang"
"Terima kasih, silakan kamu kembali"
Jino tersenyum melihat Melati yang masuk, dan mendekati Rendra yang memegang tangan bundanya.
"Sayang papi...ganteng banget hari ini" ucap Jino dan langsung menggendongnya.
"Mas, seperti yang aku katakan kemarin. Aku mau menemui Raka hari ini dan aku titip Rendra sebentar. Bisakan, mas. Mama belum kembali dari Singapura"
"Iya,Mela. Apa perlu aku antar kamu ke agensi Raka"
__ADS_1
"Nggak usah mas. Aku bawa mobil sendiri"
"Hati hati menyetirnya. Jakarta ramai"
"Iya , mas...aku pamit dulu. Rendra, bunda pergi sebentar ya. Kamu dengan papi dulu. Nanti bunda akan jemput Rendra lagi. Jangan nakal, jangan buat papi repot"
"Iya, nda"
"Anak pintar. Bunda pamit dulu ya" ucap Melati mengecup pipi Rendra.
"Hati hati...." ujar Jino
"Iya, mas...."
Melati melangkah meninggalkan Jino dan Rendra. Setelah Melati pergi, Jino membawa Rendra duduk di sofa dan bermain dengan putranya itu.
"Nanti kita ke rumah oma, tapi tunggu bunda jemput Rendra dulu. Biar bisa sama sama ke rumah omanya"
"Iya, papi..."
Jino mengambil tablet dan mendowload game buat Rendra.
Melati yang baru sampai di agensi Raka, langsung masuk ke dalam gedung itu.
Karyawan yang melihat kedatangan Melati menjadi kaget. Dan salah seorang karyawan langsung memeluknya. Melati bertanya dimana Raka pada karyawan Raka itu yang dulu cukup dekat dengannya.
"Pak Raka ada di ...anu...anu"
"Anu...anu apa Ningsih " ujar Melati
"Aduh ...bagaimana ini. Di dalam kan pak Raka lagi bersama mbak Kimberley."
"Pak Raka ada di studio empat, mbak"
"Iya...mbak" ucap Ningsih pelan
Melati berjalan menuju studio empat. Ia membuka pintu dengan pelan , takut mengganggu jalannya pemotretan.
Melati berjalan masuk dan melihat Raka yang berdiri dengan lengan di peluk oleh seorang wanita.
"Siapa ya wanita yang memeluk Raka. Aku tak pernah melihatnya. Apa model baru"
Pemotretan tampaknya baru aja selesai. Melati melangkah mendekati Raka yang sedang melihat hasilnya dengan Chandra.
"Hhhmmmm...selamat siang. Maaf aku mengganggu" ucap Melati.
Raka dan Chandra yang awalnya fokus memandangi layar laptop memandang ke arah asal suara.
"Melati...." ucap Raka dan Chandra serempak
Kimberley yang mendengar nama Melati disebut, memandanginya dari atas sampai bawah.
"Jadi ini wanita yang bernama Melati itu. Cukup cantik. Pantas Raka menyukainya meskipun ia mantan istri Jino"
"Melati...kemana aja sih menghilang. Kenapa baru nongol sekarang. Semua kangen loh" ucap Candra mencairkan suasana yang tadi tampak sedikit tegang karena kehadiran Melati.
"Aku di Singapura bersama keluargaku" ucap Melati pelan.
__ADS_1
"Keluarga..."gumam Chandra. Selama ini yang ia tau Melati tak memiliki keluarga.
Kimberley makin mempererat pelukan tangannya dilengan Raka. Melati tersenyum ke arah Kimberley.
"Melati...kamu kembali" ucap Raka pelan. Dan ia melepaskan pelukan Kimberley setelah menyadari pandangan Melati.
"Raka, apa aku bisa bicara sebentar. Sekalian makan siang"
"Bisa...tentu saja bisa" ucap Raka masih dengan gugup
"Raka...bukankah kita udah janjian akan makan siang bersama" ucap Kimberley.
Raka memandangi Kimberley dan Melati bergantian. Melati menyadari jika Raka sulit menjawab ucapan Kimberley.
"Oh...jika begitu kita bisa janjian lain kali"
"Nggak apa, Mela. Bee...makan siangnya besok aja. Ada yang harus aku bicarakan dengan Melati"
"Melati...Melati...apa wanita ini mantan istri Jino. Melati, wanita yang pergi begitu saja meninggalkan kamu"
"Bee...ini masalah aku dan Melati. Aku harap kamu jangan ikut campur"
"Baiklah jika gitu...silakan kamu pergi dengannya. Oh ya kenalkan ...Kimberley, kekasihnya Raka" ucap Kimberley mengulurkan tangannya.
"Cantik banget Kimberley ini, sangat serasi dengan Raka"
"Aku Melati...maaf Kimberley jika aku membuatmu tak nyaman. Bagaimana jika kita bertiga aja makan siangnya. Aku juga tak masalah jika kamu mendengar apa yang akan aku katakan"
"Tapi...." ucap Raka
"Nggak usah, Raka pasti tak mengizinkan. Lagi pula kamu pasti ingin selesaikan masalahmu bersama Raka, aku nggak mau dikatakan ikut campur nantinya " ucap Kimberley dengan memotong ucapan Raka.
"Bee...jangan kekanakan. Kamu taukan jika aku dan Melati perlu bicara. Kami harus tuntaskan masalah diantara aku dan Melati"
"Baiklah, tapi kamu harus ingat Raka...jika kita telah sepakat untuk memulai kembali hubungan kita. Aku tak mau kamu berubah pikiran karena kehadiran Melati kembali"
"Maaf, Raka. Sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Aku pamit dulu. Kimberley, maaf mengganggu" ucap Melati sambil tersenyum dan berjalan meninggalkan mereka.
Baru beberapa langkah Melati berjalan, tangannya ditahan seseorang.
"Jangan pergi, Melati. Banyak yang ingin aku tanyakan dan ketahui darimu"
Melati menghentikan langkahnya dan membalikkan badan menghadap Raka kembali.
"Aku janji akan mengatakan semuanya. Tapi aku rasa hari ini bukan waktu yang tepat. Seharusnya aku memang buat janji dulu denganmu."
"Nggak apa , Melati. Kita pergi sekarang aja. Kimberley pasti mengerti. Aku sudah menjelaskan padanya"
"Aku tak ingin hubunganmu menjadi terganggu karena aku , Raka"
"Aku belum ada hubungan apa apa dengan, Bee. Nanti aku akan ceritakan semuanya. Mari kita pergi. Aku harus mendengarkan ceritamu sekarang juga" ucap Raka dan menarik tangan Melati pelan keluar dari ruangan.
Melati sempat melihat raut wajah Kimberley yang cemberut memandang padanya. Melati tetap tersenyum walau tak ada balasan.
Raka membawa Melati ke restauran terdekat yang biasa dulu mereka kunjungi.
__ADS_1
******************
Terima kasih