Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Tiga puluh Satu


__ADS_3

Jino mengendarai mobilnya menuju rumah Melati setelah bertemu dengan orang kepercayaannya.


Semua mengenai alasan Melati mau menjadi istri kontrak telah diketahui Jino. Dan ia juga tau berapa bayaran yang diterima Melati.


Jino kaget mendengar semua kenyataan yang didengarnya.


"Ternyata Melati melakukan nikah kontrak ini hanya karena untuk membayar hutang hutang ayahnya yang uangnya untuk pengobatan ibunya. Ia takut di jual sehingga menerima pernikahan ini. Tapi Nia mengatakan jika uang yang ia berikan pada Melati sebesar sepuluh miliar. Ternyata setelah diselidiki oleh orang orangku yang diberikan Nia hanya sebesar lima miliar. Empat miliar buat membayar hutang hutang ayah Melati dan satu miliar ia berikan pada Melati. Jadi selama ini Nia membohongiku. Untuk apa uang lima miliar itu bagi Nia. Bukankah selama ini aku memberi uang yang banyak buat kebutuhannya. Kenapa Nia tak berterus terang jika ia membutuhkan uang. Apa selama ini Nia sering membohongiku. Apa uang yang ia katakan untuk pengobatan tantenya itu juga bohong, karena aku lihat tantenya Nia sehat sehat saja.Apa sebenarnya yang disembunyikan Nia dariku, akhir akhir ini ia juga sering ke luar rumah. Semoga orang kepercayaanku cepat menemukan bukti kemana uang sebanyak itu Nia gunakan...."


Jino membeli makanan buat ia santap makan malam bersama Melati.


Ia membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu seperti biasanya.


Melati yang sedang menonton kaget melihat kedatangan Jino. Tak biasanya malam hari Jino mampir.


"Ada apa mas, apa Rendra sakit lagi" ucap Melati kuatir.


"Apa aku hanya boleh mampir saat mengabarkan Rendra sakit"


"Bukan maksudku begitu mas. Mas tak pernah mampir malam hari, makanya aku kaget"


"Aku ingin makan malam bersamamu, kamu udah makan"


"Udah mas, tadi aku buat telur ceplok aja"


"Kalau begitu temani aku makan aja. Kenapa hanya makan dengan telur aja. Kamu bisa pesan makanan. Bukankah aku telah meninggalkan kartuku. Nanti anak kita kurang gizi karena ASI nya tak berkualitas"


"Anak kita, mas. Akhirnya kamu mengakui jika aku ibunya Rendra"


"Melati...Melati..." panggil Jino berulang karena Melati yang melamun.


"Apaa...mas"


"Aku lapar...."


"Maaf mas, aku siapin dulu ya"


Melati menyiapkan semua makanan di meja dan mengambilkan nasi buat Jino.


"Banyak banget mas beli lauknya..."


"Aku nggak tau kamu suka , apa"


"Aku penyuka semua ,mas. Aku tak pemilih soal makanan. Bisa makan nasi dengan garam aja bagiku udah syukur dari pada kelaparan. Mas mau lauk yang mana"

__ADS_1


"Melati...seberapa beratkah hidupmu sebelum menikah denganku. Kamu harus berjuang mencari nafkah buat dirimu dan membayar hutang hutang orang tuamu"


"Semuanya juga aku suka...." ujar Jino


Melati mengambilkan lauk buat Jino. Ia duudk memperhatikan Jino makan.


"Kamu nggak makan...." ucap Jino melihat Melati yang hanya duduk melihatnya.


"Aku masih kenyang, mas"


"Coba ini...enak" ucap Jino menyodorkan makanannya.


"Ada apa denganmu ,mas. Kenapa hari ini kamu tampak berbeda...."


Setelah makan, Melati membereskan semuanya. Dan setelah dapur bersih ,ia masuk ke kamar. Tampak Jino yang baru selesai mandi dan sedang memakai baju kaos dan celana pendek.


Jino langsung naik ke tempat tidur dan memeluk Melati yang duduk ditepi ranjang.


"Mas, nggak pulang"


"Apa aku tak boleh menginap di sini"


"Bukankah mas sering mengatakan jika mas tak bisa tidur jika tanpa pelukan mbak Nia"


"Maaf untuk apa...."


"Untuk semua yang pernah aku lakukan. Aku tau semua yang aku lakukan menyakitimu. Aku sering menyakiti tubuhmu dan hatimu dengan kata kata kasarku..."


"Aku sadar diri mas, aku ini hanyalah wanita yang telah kau beli. Aku harus terima semua perlakuanmu, bukan...."


"Melati... maafkan aku" ucap Jino sambil menyandarkan kepalanya di bahu Melati.


Jino menarik tubuh Melati dan membawanya berbaring. Ia memeluk tubuh Melati erat.


"Aku selalu berkata kasar dan menyakitimu hanya untuk menghilangkan rasa sukaku padamu. Aku harus membuang semua rasa itu, aku tak mau jatuh cinta lagi. Karena bagiku mencintai itu tak boleh berbagi. Aku takut jika aku jatuh cinta padamu, aku akan mengabaikan dan melupakan Nia. Dan aku harap kamu juga tak mencintaiku, Melati. Karena aku tak ingin membalasnya. Aku tak suka mendua dan diduakan. Aku tak bisa menerima dan memaafkan yang namanya pengkhianatan"


Melati membalikan tubuhnya dan menghadap ke Jino.


"Mas jangan takut. Aku tak mungkin bisa membuat mas berpaling dari mbak Nia. Mbak Nia lebih segalanya dariku. Dan mas juga jangan kuatir, aku tak akan pernah mencintaimu. Karena aku selalu menanamkan pada diriku jika aku ini hanyalah wanita yang mas perlukan rahimnya saja. Mas, aku sadar berada dimana posisiku dihatimu. Aku juga minta maaf karena meminta izinmu untuk bertemu Rendra, seharusnya aku harus ikhlaskan Rendra. Bukankah kamu telah membayar mahal untuk itu"


"Bagaimana jika mas Jino tau jika mbak Nia mengkhianatinya. Pasti ia sangat kecewa dan terluka. Ia begitu mencintai dan percaya dengan mbak Nia"


"Melati, aku mengerti bagaimana perasaanmu yang harus dipisahkan secepatnya dengan anakmu .Dan aku tak tau dengan apa yang aku rasakan saat ini.. Sebenarnya aku merasa nyaman jika berada didekatmu. Tapi aku selalu saja ingin menyakitimu. Mungkin aku ini munafik...aku selalu saja berusaha menepis semua rasa sukaku padamu" gumam Jino dengan suara pelan

__ADS_1


Jino menarik nafasnya sejenak. Dan mengecup bibirnya Melati.


"Aku tak mau menyakiti Nia, ia telah kehilangan rahimnya karenaku. Aku tak mau ia makin terluka ketika tau cintaku berbagi. Aku harap kamu bisa mengerti aku" lirih Jino.


Melati memandangi wajah Jino yang tampak menyesali perbuatannya. Ia tersenyum ke arah Melati.


"Boleh aku meminta hakku sebagai suamimu" bisik Jino


Melati menganggukan kepalanya...


"Biasanya kamu tak pernah meminta izin padaku mas. Aku tak tau apa yang terjadi padamu. Kenapa kamu tampak berbeda. Apa kamu sedang bertengkar dengan mbak Nia, tapi nggak mungkin karena kamu sangat mencintainya"


Jino membuka helai demi helai kain yang melekat ditubuh Melati dengan lembut. Ia juga melakukan penyatuan tubuh dengan pelan dan lembut.


Setelah itu Jino tertidur dengan lelapnya sambil memeluk Melati.


Tengah malam Melati mendengar suara ponsel Jino berdering. Melati melihat foto Nia dengan nama sayang tercantum di ponsel Jino. Melati membangunkan Jino.


"Mas, ponselnya berdering. Sepertinya dari mbak Nia"


"Angkat aja...bilang aku nginap di sini" ujar Jino dan makin memeluk Melati. Ia menenggelamkan kepalanya didada Melati.


Melati akhirnya mengangkat setelah Nia beberapa kali menghubungi.


"Mbak Nia...."


"Melati..."


"Iya, mbak. Ada apa...maaf mas Jino tertidur"


"Nggak ada apa apa, aku pikir Jino kemana. Ternyata dirumahmu. Kalau gitu aku tak kuatir lagi"


"Maaf mbak, aku udah minta mas Jino pulang. Tapi mas Jino bilang , capek. Ingin nginap di sini aja"


"Kamu tak perlu minta maaf, Melati. Kamu juga istri Jino. Tak apalah jika Jino menginap sesekali di sana. Udah ya, kamu istirahat aja..."


Nia mematikan sambungan ponselnya dan kembali membaringkan tubuhnya.


"Kenapa Jino menginap di rumah Melati. Tidak biasanya ia mau menginap jika ada aku. Apa sebenarnya yang terjadi.Aku makin yakin jika Jino menyembunyikan sesuatu dariku. Aku harus cari tau itu secepatnya. Aku tak mau Jino meninggalkan aku. Jika aku berpisah darinya, aku hanya dapat harta gono gini. Aku inginkan perusahaannya. Aku harus secepatnya memindahkan perusahaan itu atas namaku" gumam Nia.


***********************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2