
Setelah Melati dibersihkan, ia dipindahkan kembali ke ranjang yang semula. Ranjang yang cukup besar.
Tempat tidur yang Melati gunakan saat melahirkan tadi dibawa perawat keluar dari kamar inapnya.
Bayi Melati dimasukkan ke inkubator dulu untuk membuat tubuhnya hangat.
Jino memeluk dan mengecup seluruh bagian dijajah Melati dengan air mata yang berurai.
"Sayang, mas sangat takut tadi" gumam Jino
"Takut apa mas.... "
"Mas takut terjadi sesuatu denganmu serta bayi kita" ucap Jino terisak
"Mas... aku kuat dan semangat buat melahirkan bayi kita bukan hanya untuk mengobati Rendra tapi juga untuk dapat memberikan kehidupan buat sikecil"
"Mas, tak berhenti bersyukur pada Tuhan atas semua rahmatNya ini. Apa mas bisa tinggalin kamu sebentar . Mas akan adzani putri kita dulu"
"Ya, mas. Pergilah, aku juga mau istirahat "
"Jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa minta tolong perawat atau kamu hubungi mas segera"
"Iya, mas"
Jino masuk ke ruang bayi dan melihat putrinya yang berada dalam inkubator.
Jino mendekatkan mulutnya ke telinga bayi dan mengadzani serta iqomat putrinya itu.
Setelah adzan, Jino memegang tangan putrinya.
"Terima kasih nak. Kamu adalah pelengkap kebahagiaan papi, bunda terutama kakakmu Rendra. Semoga kehadiranmu dapat mengobati penyakit kakak Rendra.... "
Jino kembali ke kamar rawat Melati setelah puas melihat putrinya.
"Makan dulu ya, sayang" ucap Jino dan menyuapi Melati makanan yang disediakan rumah sakit.
Ketika sedang menyuapi Melati, terdengar suara ketukan pintu.
"Masuklah.... " ucap Jino.
Tampak mama Jino dan Rendra berjalan masuk. Jino berlari menggendong putranya.
__ADS_1
"Sayang, sekarang Rendra sudah jadi kakak"
"Kakak... "
"Iya, adik Rendra sudah lahir"
"Mana adik , papi "
"Di kamar bayi. Nanti kita bisa lihat. Adik harus diinkubator dulu. "
Jino mendudukkan Rendra di sofa dan memeluk mamanya yang berada di samping tempat tidur Melati.
"Ma...maafkan aku" ucap Jino terisak
"Maafkan buat apa... " ucap mama heran.
"Maafkan kesalahanku yang selalu membantah kata mama. Dulu aku tak pernah mau mendengar ucapan mama. Aku baru sadar bagaimana perjuangan seorang ibu saat melahirkan putranya. Mereka bertarung nyawa demi buah hati"
"Semua salahnya sudah mama maafkan"
"Ma... aku janji mulai hari ini aku tidak akan pernah membantah ucapan mama lagi. Semua ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk putranya"
"Kamu sudah melakukan yang terbaik sebagai seorang anak. Mama harap kamu juga dapat menjadi seorang suami dan ayah terbaik juga."
"Melati... sekarang bagaimana nak. Apa masih ada keluhan"
"Nggak ma, semua rasa sakit hilang saat aku mendengar suara tangisan bayiku"
"Selamat ya, nak. Sekarang kamu sudah menjadi ibu untuk seorang putra dan putri. Maafkan jika waktu kelahiran Rendra, mama dan Jino tidak ada disampingmu"
"Nggak apa, ma. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan kekhilafan. Yang terpenting mas Jino telah menyadari semua itu. Dan mas Jino telah membuktikan jika ia telah berubah"
Jino kembali menggendong Rendra dan mendekatkan putranya pada Melati.
"Sayang bunda. Peluk dan cium bunda dong "
Jino menunduk dan mendekatkan wajah Rendra ke Melati.
"Bunda... sakit "
"Bukan sayang. Bunda habis melahirkan adiknya Rendra.... "
"Enda mau lihat.... "
__ADS_1
"Besok adik udah bisa Enda lihat. Saat ini adik harus di inkubator dulu"
"Nanti Rendra bisa lihat dengan oma"
"Jam berapa mama dan bang Kai datang, mas"
"Mungkin jam sembilan malam ini mama dan abang telah sampai dibandara"
"Mama mau lihat adiknya Rendra dulu ya" ucap mama dan membawa Rendra untuk melihat cucu perempuannya.
................
Rendra dibawa mama kembali ke rumah. Karena ia harus istirahat yang cukup. Dua hari lagi Rendra akan menjalankan transpantasi darah dari tali plasenta adiknya.
Mama dan abang Kai telah sampai jam sepuluh di rumah sakit. Mama dan abang diminta Jino istirahat di rumah. Ia saja yang menemani Melati.
Pagi harinya semua telah berkumpul diruangan tempat Melati di rawat.
Bayi mungil Melati juga telah berada diantara mereka. Semua tampak bahagia melihat bayi perempuan yang lucu itu.
Semua berebut ingin menggendongnya tak terkecuali Rendra. Ia ingin selalu memeluk adiknya.
...............
Hari ini Melati sudah tampak sangat sehat. Tiga hari umur putrinya. Melati akan menemani Rendra untuk menjalankan transplantasi darah.
Setelah menjalani proses itu, Rendra dibawa ke ruang perawatan tempat Melati. Ia harus istirahat selama dua hari untuk melihat perkembangannya.
Transplantasi sel punca dapat berdiferensiasi menjadi sel darah yang berfungsi untuk meregenerasi darah dan sistem kekebalan tubuh setelah pengobatan radiasi intensif pada pasien leukimia, limfoma, anemia aplastik, dan penyakit sel darah lainnya. Penyakit sel darah dapat dikategorikan berdasarkan jenis sel darah pada manusia yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Sel darah merah berfungsi membawa oksigen ke organ tubuh. Sel darah putih berfungsi sebagai sistem imun untuk melawan infeksi dan platelet membantu dalam proses pembekuan darah pada saat terjadi luka. Beberapa penyakit yang dapat menyerang sel darah merah pada umumnya yaitu anemia, thalassemia, dan sickle cell anemia1. Penyakit yang sering kali kita dengar menyerang sel darah putih yaitu limfoma, leukimia, dan multiple myeloma.
Keunggulan dari penggunaan sel punca dari darah tali pusat dibandingkan cangkok sumsum tulang antara lain rendahnya resiko penolakan penerima terhadap donor darah tali pusat. HSC dari darah tali pusat memiliki kapasitas proliferasi dan pembentukan unit-unit koloni yang lebih besar dan lebih responsif terhadap beberapa growth factor (faktor pertumbuhan). Juga karena HSC dari darah tali pusat lebih ‘primitif’ daripada sel dari sumsum tulang, sel-sel tersebut menghasilkan lebih sedikit komplikasi yang terkait dengan beberapa aspek transplantasi HSC. Selain itu, proses pengambilan darah tali pusat tergolong aman dan mudah dibandingkan melalui sumsum tulang belakang.
Di sebelah kamar tempat Melati dan Rendra di rawat terdapat Raka yang sedang menjalani pengobatan.
Mama dan Jino tidak mengatakan pada Melati jika saat ini Raka juga sedang di rawat agar Melati tidak kuatir. Raka telah dua hari tidak sadarkan diri. Ia saat ini sedang menderita penyakit gagal ginjal.
**********************
Terima kasih
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau keterangan mengenai prosedur transplantasi darah tali pusat. Bagi yang lebih mengetahui mohon sarannya.
__ADS_1