
Pulang dari pemotretan dengan diantar supir Melati menuju ke rumah mama Jino. Raka masih ada kerjaan. Ia akan menyusul Melati saat malam nanti.
Melati sedang bermain dengan Rendra di taman. Ia asyik becanda dengan putranya.
Mama Jino pergi arisan. Sehingga Melati hanya bermain berdua putranya.
"Sayang, sebentar lagi kamu udah bisa jalan. Tak terasa anak bunda makin besar aja"
"Nda...nda..." ucap Rendra
"Iya sayang, Rendra mau apa"
Rendra merangkak mendekati Melati dan memeluk tubuhnya.
"Kamu mau bunda peluk terus ya...."
Rendra mengecup pipi Melati, membuat air matanya tak bisa ditahan.
"Sayang, bunda juga ingin selalu bersamamu. Bunda ingin memeluk dirimu setiap saat. Sebentar lagi...tunggu bunda mengumpulkan uang yang banyak agar bunda bisa menghidupi kamu dengan layak"
Melati menggendong Rendra dan membawanya masuk. Ia ingin membuatkan jus buat putranya.
Sambil menggendong Rendra , Melati membuatkan jus. Pengasuhnya Rendra ingin mengambil alih menggendongnya, tapi Rendra tak mau. Ia menangis saat Melati ingin memberinya pada mbak.
Jino yang baru pulang melihat Melati yang sedang membuat jus sambil menggendong Rendra. Ia mendekatinya.
"Sini sama papi , sayang. Bunda jadi susahkan buat jusnya..."
"Mas...udah pulang. Aku buatkan jus sekalian"
"Boleh juga...." ucap Jino mengambil Rendra dari gendongan Melati.
"Kenapa nggak beri sama mbak aja Rendranya"
"Rendranya nggak mau, mas "
"Sayang, nggak boleh manja gitu dong. Kasihan bunda , jadi repot"
Seakan Rendra mengerti ucapan Jino, ia memukul pipi Jino.
"Kok marah sama papi. Papi cuma ngomong gitu aja ditampar"
Melati tersenyum melihatnya. Ia senang melihat Jino yang sangat menyayangi Rendra.
"Mas ...ini jusnya. Rendra sini sama bunda. Biar bunda suapin"
Melati memangku Rendra dipahanya sambil menyuapi jus dengan sendok.
"Mas...besok aku akan berangkat ke negeri tetangga selama seminggu."
"Jadi kamu besok berangkatnya. Mau jadi model vidio klip itu ya"
"Iya , mas...."
"Hati hati. Semoga kamu makin sukses...."
"Terima kasih , mas. Jika malam aku akan hubungi mas buat mengobrol dengan Rendra"
"Oke, Mela"
__ADS_1
Malam harinya sekitar jam sembilan Raka datang menjemput. Melati baru saja menidurkan Rendra.
Melati pamit dengan Jino. Mama masih berada diluar. Melati berpesan pada pengasuhnya, jika Rendra rewel bawa aja ke taman belakang. Rendra biasanya akan senang jika dibawa ke taman. Ia juga meminta pengasuh Rendra menghubunginya segera jika ada sesuatu dengan Rendra.
...............
Pagi harinya Melati dan Raka berangkat menuju negeri tetangga karena malamnya mereka akan mengadakan makan malam bersama.
Sampai di Kuala lumpur, Melati dan Raka langsung menuju hotel. Melati masuk kamar dan menghubungi pengasuhnya Rendra.
Melati mengobrol sebentar dengan puteranya. Setelah istirahat sebentar, Raka mengajaknya makan siang.
Setelah makan siang , Raka mengajak Melati jalan ke mall. Melati tampak senang karena ini pertama kalinya ia ke luar negeri.
Raka membelikan Melati es krim. Mereka berjalan mengelilingi kota itu.
"Kamu tampak senang banget, apa kamu gembira karena bisa menjadi model di vidio klipnya Kei"
"Bukan itu aja yang membuat aku gembira , Raka. Aku senang karena ini pertama kalinya aku ke luar negeri. Dan juga aku baru habis vidio call dengan Rendra. Aku bahagia melihat ia tumbuh sehat"
Setelah puas berjalan jalan hingga sore hari. Raka mengajak Melati kembali ke hotel. Ia berpesan akan menjemput Melati nanti jam tujuh malam untuk bertemu dengan Kei.
..............
Raka mengetuk pintu kamar Melati pada pukul tujuh tepat. Melati yang telah siap langsung membukakan pintu. Dengan dres putihnya, Melati tampak sangat cantik.
Begitu juga Raka yang tak kalah tampan dengan setelan jas nya.
Mereka berjalan bersisian seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran.
Sampai dihotel, mereka langsung menuju restauran hotel tempat pertemuan dan makan malam diadakan.
Raka menanyakan meja yang akan mereka tempati. Melati dan Raka disambut manajer dari Kai. Ia mengatakan jika Kai akan segera datang.
Sambil menunggu mereka mengobrol mengenai konsep vidio yang akan Melati jalani.
Setengah jam berlalu, tampak seorang pria yang sangat tampan mendekati mereka . Pria itu datang bersama dua orang lainnya. Yang ternyata asistennya
Melati tampak kaget melihat kehadiran Kai. Ia tak mengira akan bisa bertemu langsung dengan idolanya.
"Astaga...Kai jauh lebih tampan dari yang aku lihat ditelevisi. Aku tak percaya jika akhirnya aku bisa bertemu langsung dengannya. Aku juga tak pernah bermimpi akan dapat bekerja sama dengannya."
"Selamat malam...maaf harus menunggu"
"Selamat malam , Kai. Nggak apa, kami juga belum lama sampai. Kenalkan ini Melati, yang akan menjadi model vidio klipnya kamu" ucap Raka.
Melati mengulurkan tangannya tanda perkenalan.
"Kamu aslinya jauh lebih cantik " ujar Kai
"Terima kasih...."
Setelah basa basi, mereka makan malam terlebih dahulu sebelum membicarakan mengenai kerja sama.
__ADS_1
Akhirnya disepakati besok mulai pengambilan dan pembuatan gambar buat vidio klipnya.
Kai meminta waktu buat bicarakan konsep pembuatan vidio klipnya hanya berdua dengan Melati.
Raka dengan terpaksa dan berat hati mengizinkan Kai membawa Melati menuju taman yang ada didekat hotel.
"Kai...kenapa kamu bisa memilih aku menjadi modelmu. Padahal kamu itu penyanyi ternama, pasti banyak model yang ingin bekerja sama denganmu" ucap Melati ketika mereka telah duduk di bangku taman.
"Kamu nggak senang bekerja sama denganku"
"Tentu saja sangat senang. Kamu itu salah seorang idolaku"
"Aku merasa tersanjung karena gadis secantik kamu menjadi fans aku"
"Aku bukan gadis Kai. Aku sudah memiliki satu orang anak"
"Kamu masih seperti anak gafis. Anakmu dimana sekarang..."
"Bersama papinya"
"Suamimu mengizinkan kamu bekerja"
"Kami telah berpisah...."
"Lelaki bodoh melepaskan wanita secantik kamu" gumam Kai
"Kai, kamu bisa aja. Aku tak merasa secantik itulah. Kai...boleh aku tau alasanmu memilihku sebagai model di klipmu" ucap Melati mengulang pertanyaannya.
"Kamu mirip adikku yang telah meninggal" ucap Kai dengan sendu
"Maaf, Kai. Aku tak bermaksud membuat kamu sedih. Aku turut berduka, Kai"
"Tidak apa Melati. Pertama aku melihat fotomu disebuah majalah, aku sangat kaget. Aku seakan melihat sosok adikku yang hidup kembali. Aku tak menyangka ada seseorang yang begitu miripnya dengan adikku itu. Rinduku terobati dengan melihatmu"
"Jadi itu alasanmu menjadikan aku model. Dimana letak kemiripan kami."
"Ya, Melati. Dari rambut, mata dan bibirmu. Dan kamu tau...suaramu juga hampir sama dengannya."
"Semoga adikmu ditempatkan Tuhan di tempat terindahnya"
"Aamiin..."
Setelah Kai merasa cukup bicara mengenai konsep vidio klipnya besok, mereka kembali bergabung.
Jam sepuluh malam Raka dan Melati pamit kembali ke hotel.
"Besok jam tujuh kamu udah harus siap ya. Kita berangkat ke lokasi setelah sarapan."
"Oke..."
"Semoga semua berjalan lancar. Agar cepat selesai kerjaannya. Dan kita bisa menghabiskn sisa waktu buat jalan jalan..."
"Emang kamu nggak apa lama lama di sini"
"Aku udah menyelesaikan kerjaanku untuk seminggu ke depan. Jadi kita bisa bersenang senang dulu. Sesekali kamu juga perlu hiburan biar nggak stres"
"Terima kasih , Raka...untuk semua yang telah kamu lakukan untukku"
"Aku ingin menyatakan cintaku padamu sekali lagi, Melati. Aku ingin secepatnya kamu menjadi milikku. Bukankah kamu telah resmi bercerai dengan Jino. Jadi tak ada yang harus aku kuatirkan lagi. Semoga kali ini kamu tifak menolakku "
__ADS_1
********************
Terima kasih