Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Lima puluh Satu


__ADS_3

Jino mendatangi rumah kediamannya yang dulu pernah ia tempati bersama Nia dulu. Jino mengetuk pintu rumah itu.


Bibi yang dulu bekerja dengan Jino masih bertahan di rumah ini.


Ia membukakan pintu dan kaget melihat Jino yang berdiri di balik pintu.


"Tuan Jino..."


"Nia ada, bi"


"Ada tuan. Silakan masuk..."


Jino masuk dan mengikuti langkah kaki bibi yang menuju ruang keluarga dimana Nia sedang duduk di sofa dengan rambut dan baju yang berantakan. Didepan Nia berserakan majalah yang memajang foto Raka dan Melati.


Nia belum menyadari kehadiran Jino. Ia masih larut dengan pikirannya. Jino melihat foto Melati dan Raka menghiasi cover majalah itu.


"Apa ini penyebab Nia mengatakan kebohongan mengenai Melati dan penyebab perceraian kami. Apa Nia merasa iri dengan keberhasilan karir Melati saat ini"


Jino menyentuh bahu Nia, membuat ia keget. Nia melihat ke arah Jino dengan senyum mengembang.


"Jino, kamu pulang. Kamu mau tinggal bersama denganku lagi..."


Nia berdiri dan memeluk tubuh Jino dengan erat. Jino melepaskan pelukan Nia.


"Aku mau bicara...."


"Kamu mau ngomong apa"


"Besok jam sepuluh aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Apa kamu ada waktu"


"Tentu...jam berapa kamu akan menjemputku, kita mau kemana"


"Besok aja aku katakan. Aku datang hanya ingin tau, apa kamu bisa pergi denganku besok. Jika begitu aku pamit dulu"


"Jino, kamu tak menginap. Apa kamu begitu bencinya padaku"


"Bukankah besok kita akan bertemu lagi, kita bisa mengobrol panjang besok. Aku jemput jam sembilan aja. Jangan lupa"


Jino melangkah meninggalkan Nia, tapi langkahnya tertahan karena Nia memeluk tubuhnya.


"Jino...maafkan aku. Aku benar benar menyesal karena telah membohongimu. Setelah kita berpisah , aku menyadari ternyata aku juga sangat mencintaimu. Aku dibutakan karena amarah dan dendam. Sehingga aku tak menyadari perasaanku sendiri. Apakah kamu mau memberikan aku kesempatan, akan aku buktikan padamu...aku telah berubah"


"Nia...tak ada yang bisa diperbaiki. Ketuk palu perceraian kita telah dilakukan. Kita bukan suami istri lagi"


"Tapi kita bisa memulainya dari awal. Setelah kamu yakin, baru kita menikah lagi"


"Kita lihat aja besok, apa kita masih bisa bersatu lagi"


"Baiklah, Jino...hati hati"


Jino meninggalkan rumah Nia, ia menghubungi orang kepercayaannya untuk mengawasi Nia. Jangan sampai ia kabur sebelum pertemuan besok.


...................


Pagi harinya seperti janjinya, Jino menjemput Nia jam sembilan pagi.

__ADS_1


Nia telah menunggu kedatangan Jino dengan berdandan yang cantik.



Jino tersenyum ke arah Nia dan mengajaknya segera berangkat.


"Bagaimana penampilanku Jino, masih secantik dulukan. Kamu suka aku pakai baju seksi beginikan"


"Ya, kamu cantik"


Jino mengendarai mobilnya menuju gedung perusahaannya. Di dalam satu ruangan Raka dan Melati telah menunggu kedatangan Jino.


Para wartawan yang diundang sudah dipersilakan duduk di dalam aula.


"Ini kita kemana, Jino. Bukankah ini jalan ke perusahaan kita"


"Perusahaan aku , Nia. Bukan kita...."


"Buat apa kita ke perusahaan" ucap Nia dengan heran


"Ada yang harus kita bereskan, Nia" ucap Jino. Mobilnya memasuki halaman parkir perusahaan.


"Kenapa Jino membawaku ke perusahaan. Dan keliatannya banyak tamu. Apa sebenarnya yang akan Jino lakukan"


Jino melihat kegelisahan Nia. Ia lalu bersikap baik dengan membukakan pintu mobil agar Nia tak curiga.


Nia ingin menggandeng Jino tapi ia menepisnya. Jino mengirim pesan pada bawahannya agar memulai konfrensi persnya. Ia akan masuk bersama Nia.


Jino masuk ke aula diikuti Nia. Begitu pintu aula terbuka, Nia melihat banyak wartawan, ia langsung membalikan badannya ingin pergi. Jino menahan tangan Nia agar tak kabur. Ia menarik Nia masuk dan memintanya duduk.


"Tak ada yang perlu kita jelaskan. Semua juga sudah tau jika kita telah bercerai"


"Mereka harus tau kebenaran dibalik perceraian kita " ucap Jino dengan pandangan yang mulai emosi.



Jino duduk disamping Nia dan tak lama setelah itu masuk Raka. Melihat kehadiran Raka, wajah Nia memucat.


Raka dengan setelan jas nya tampak sangat menawan. Banyak suara kekaguman keluar dari mulut wartawan wanita. Nia memandangi Raka tanpa kedip.



"Ada apa ini, apa yang sedang Jino dan Raka rencanakan. Kenapa makin hari Raka makin mempesona begini..."


Pembawa acara memulainya dengan meminta Jino buat bicara pertama.


"Selamat pagi. Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran semuanya. Maaf jika saya telah menyita waktu teman teman semua. Saya ingin menjelaskan mengenai perceraian saya dan Nia mantan istri saya. Perceraian kami terjadi bukan karena Melati seperti yang Nia katakan. Dan juga bukan karena saya yang menduakan Nia seperti berita yang beredar saat ini. Penyebab utama saya memutuskan berpisah karena saya mengetahui pengkhianatan istri saya. Dan yang lebih tak bisa saya terima , karena ternyata Nia telah menipu dan mengkhianati saya sejak awal pernikahan kami. Ia menikah dengan saya hanya untuk menguras harta saya...."


Nia hanya menunduk mendengar ucapan Jino ,ia meremas tangannya untuk menghilangkan kegugupan. Wartawan mulai heboh mendengar ucapan Jino.


"Dan yang paling menyakitkan , ia berselingkuh dengan sahabat saya sendiri. Ia menikah dengan saya hanya untuk membalas dendam. Kamu bisa jelaskan Nia kenapa kamu ingin menikah denganku dulu"


"Jino, kamu salah sangka. Aku emang mencintaimu. Aku berselingkuh karena kamu yang lebih mementingkan pekerjaanmu. Aku merasa kesepian, itu sebabnya aku selingkuh"


"Jangan bohong Nia. Apa aku harus memberikan bukti perselingkuhanmu , baru kamu mengakuinya" ucap Jino dengan penekanan.

__ADS_1


Jino berdiri dan meminta karyawannya menghidupkan proyektor yang menampilkan foto foto Nia dan Alex.


"Aku mengakui aku selingkuh, tapi aku tidak menikah denganmu karena dendam. Aku mencintaimu. Sampai detik ini aku tetap mencintaimu. Aku khilaf, Jino. Aku merasa kesepian. Apa lagi sejak kamu menikah dengan Melati, waktumu buatku hanya sedikit" ucap Nia sambil menangis.


"Jangan bawa nama Melati, perceraian kita bukan karena Melati. Ini semua karena kamu. Aku menyesal pernah mengenalmu dan menikah denganmu" ucap Jino dengan suara keras.


Di aula suara wartawan makin terdengar ramai melihat perdebatan Jino dan Nia.


"Jino...jika Nia tak mau mengakuinya aku memiliki bukti percakapan kami dimana Nia mengakui jika ia menikahi kamu karena dendam. Dan aku juga ingin mengatakan jika Nia sering merayuku dan meminta berselingkuh dengannya. Teman teman wartawan semua ini akan saya beri bukti jika Nia lah yang berselingkuh...." ucap Raka


"Kamu jangan memutar balikan fakta Raka. Kamu mencintai Melati, sehingga kamu sengaja memfitnahku agar aku dibenci Jino, dan kamu bisa lepas tangan"


Wartawan heboh mendengar ucapan Raka dan Nia , mereka bertanya tanya tentang apa sebenarnya yang terjadi diantara mereka.


Raka mendengarkan rekaman saat Nia merayunya pada semua wartawan. Jino begitu kaget mendengar itu. Wajahnya memerah menahan amarah.


Nia mengeram menahan malu atas rekaman yang diberikan Jino. Nia memandangi Raka dengan wajah yang penuh emosi.


"Aku mengerti sekarang Nia , kenapa kamu begitu marah dan memfitnah Melati setelah melihat fotonya berdua Raka. Ternyata selama ini kamu juga mencintai Raka dan mencoba merayunya"


"Itu tidak benar, pasti Raka sengaja mengedit dan memalsukan itu semua. Ini pasti hanya untuk menutupi semuanya. Fakta sebenarnya Melati istri kedua Jino telah berselingkuh dengan Raka, dan itulah sebabnya Melati juga diceraikan Jino setelah itu melihat sendiri perselingkuhan Raka dan Melati" teriak Nia


"Aku juga masih ada bukti lain , Nia. Vidio saat kamu juga merayuku. Dan suaramu itu tak bisa dimanipulasi. Semua juga tau jika itu kamu yang bicara" ucap Raka. Ternyata Raka sempat vidiokan saat ia di rumah Nia menemani Melati.


Semua wartawan mengajukan pertanyaan pada Nia, kenapa ia bisa menyukai dan merayu Raka padahal ia tau Raka dan Jino bersaudara.


Nia tak mau menjawabnya. Ia memilih bungkam. Jino semakin tampah marah mengetahui kenyataan itu.


"Wanita seperti apa yang telah aku nikahi dulu. Kenapa mataku tertutup dengan semua kebohongannya selama ini"


Karena Nia memilih bungkam, wartawan akhirnya menanyakan perihal hubungan pernikahan Melati dan Jino.


Jino menjelaskan jika pernikahannya dengan Melati terjadi atas permintaan Nia yang tak bisa memberikan keturunan. Dan perpisahan yang terjadi antara dirinya dan Melati terjadi karena kesalahan pahaman. Jino mengatakan bukan Melati penyebab perceraiannya, tapi perselingkuhan Nia sendirilah yang jadi penyebabnya.


Setelah menjelaskan itu semua Jino meminta karyawannya menjemput Melati untuk dapat masuk agar wartawan bisa bertanya apa yang ingin mereka ketahui secara langsung dengan Melati.


Wartawan langsung memotret Melati ketika ia memasuki aula. Melati memilih duduk disebelah Jino. Ia tampak sangat cantik dengan rambut gelombangnya yang dihiasi jepitan.



Melati menjelaskan awal ia bertemu Nia dan akhirnya menikah dengan Jino. Dan saat ini ia dan Jino telah sepakat berpisah secara baik. Dan mereka tetap berkomunikasi dengan baik karena memiliki seorang anak.


"Kau pembohong, kau menjual rahimmu hanya untuk kesenanganmu. Kamu hanya ingin merubah nasibmu. Setelah Jino kamu kuras hartanya dan saat ini kamu ingin mendekati Raka. Kamu pasti juga ingin menguras hartanya, dasar wanita matre" teriak Nia .


Ia berdiri dari duduknya dan menghampiri Melati, ia menarik rambut Melati keras. Jino yang melihat itu spontan menampar pipi Nia dengan keras sehingga Nia melepaskan tangannya dari rambut Melati.


Nia meringis memegang pipinya yang terasa panas dan perih.


Melati menangis menahan sakit dan malu. Ia tak mengira Nia melakukan itu padanya.


Raka dan satpam menarik tangan Nia agar keluar dari ruangan itu. Tampak suara wartwan yang heboh melihat kejadian itu. Jino menyudahi acara ini. Jika ada yang ingin mereka ketahui bisa bertanya langsung dengannya dan membuat janji terlebih dahulu. Jino berjanji akan menjelaskannya.


Jino meminta pada wartawan agar menarik tulisan mereka yang memojokan Melati. Dan membuat klarifikasi atas apa yang mereka tulis kemarin.


*****************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2