Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Enam puluh Sembilan


__ADS_3

Raka hanya diam terpaku dipeluk Kimberley. Ia tak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan wanita yang sangat ia cintai dulu, yang telah menorehkan luka.


"Raka...apa kamu nggak kangen denganku" ucap Kimberley melihat Raka hanya diam.



"Maaf...aku harus pergi" ujar Raka tersadar dari lamunannya.


Kimberley memegang pergelangan tangan Raka ketika ia akan pergi.


"Raka...maafkan aku"


"Aku sudah memaafkan kamu. Lepaskan tanganmu, aku ada urusan"


"Aku ikut...."


"Kamu mau ikut kemana"


"Aku ikut kamu. Aku datang ke apartemen ini memang sengaja ingin mencarimu. Ternyata kamu masih tinggal di apartemen kita ini. Itu berarti kamu masih mengingat kebersamaan kita."


"Aku sudah lupa dengan semua itu. Aku memang masih datang ke apartemen ini. Tapi karena calon istriku menempatinya sekarang"


"Calon istri...kamu mau menikah"


"Ya, dan aku akan menemui calon istriku. Jadi tolong lepaskan tanganku"


"Kamu pasti bohong. Aku tau semua tentangmu. Kamu masih sendiri hingga saat ini. Aku kembali untuk dapat memulai kembali hubungan kita yang sempat terputus"


"Kamu salah, bee...aku memang telah memiliki seseorang yang akan mengisi hari hariku"


"Bee...bahkan kamu masih memanggil aku bee. Panggilan khusus kamu hanya untukku"


"Semua akan berubah dengan berjalannya waktu, bee. Begitu juga dengan perasaan"


"Aku akan mengembalikan perasaanmu padaku"


Raka melepaskan pegangan tangan Kimberley dan berjalan tergesa meninggalkan wanita itu.


"Raka, aku akan merebut hatimu lagi. Aku akan kembali menjadi ratu dihatimu"


Raka mengendarai mobilnya menuju bandara dengan perasaan kacau. Ia masih memikirkan pertemuannya kembali dengan Kimberley, wanita yang dulu sangat ia cintai.


"Kenapa kamu hadir kembali, bee. Dulu ketika aku memohon padamu untuk tetap bersama, kamu tak peduli . Kamu tetap pergi meninggalkan aku , walau aku telah menjanjikan akan memberikan semua yang kamu mau. Kamu pergi untuk mengejar mimpiku ke luar negeri. Padahal aku tak melarang kamu untuk pergi, tapi kamu tetap minta putus dengan alasan kamu tak bisa menjalin hubungan jarak jauh. Walaupun aku telah berjanji akan mengunjungimu setiap aku ada kesempatan. Tapi kamu tetap tak percaya, kamu mengatakan tak bisa menetapkan hatimu hanya untukku jika kita jarang bertemu. Kamu tak bisa berjanji untuk tetap setia...."


Raka memarkirkan mobilnya dan berjalan tergesa menuju bandara. Ia berkeliling melihat setiap orang yang berada di sana.


Setelah puas berkeliling dan memperhatikan satu persatu wajah mereka, Raka tak juga menemukan Melati. Ia mulai lelah dan duduk untuk beristirahat.


"Apakah aku harus mendatangi setiap loket penjualan tiket untuk tau kemana kamu pergi..."

__ADS_1


Raka akhirnya bertanya pada setiap loket penjualan tiket pesawat, apakah ada nama Melati dan Rendra untuk keberangkatan ke luar negeri. Awalnya karyawan tidak mau memberi. Raka akhirnya meminta tolong kenalannya yang bekerja di bandara.


Tak ada nama Melati dan Rendra untuk keberangkatan ke luar negeri. Setelah mendapat informasi itu, Raka kembali mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.


..............


Sementara itu, Melati dan Kai yang menggendong Rendra sedang berada di dalam kapal yang menuju ke Singapura. Mereka memang berangkat dari Jakarta menuju Batam dan menyambung menggunakan kapal.


Kai akan menempatkan Melati di rumahnya yang ada di Singapura. Ia tak membawa Melati ke Malaysia agar tak menjadi gosip.


Kai tak ingin Raka mengetahui kemana Melati melarikan diri. Untuk itu ia mengelabui dengan berangkat ke kota Batam terlebih dahulu. Dan menempati Melati di Singapura.


Raka berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang perawatan Jino. Ia yang akan menaiki lift bertemu kembali dengan Kimberley.


"Raka...kita ketemu lagi. Aku yakin ini pertanda jika memang berjodoh"


"Kamu mau kemana..."


"Aku tadi mendengar kabar dari tante Erma jika Jino mengalami kecelakaan dan saat ini sedang dirawat. Aku mau menjenguknya, kamu jugakan"


"Ya...." ucap Raka singkat


Raka berdiri disudut. Kimberley mendekati Raka dan memeluk lengannya ketika banyak pengunjung yang lainnya masuk lift.


Setelah semua turun, tinggal mereka berdua yang menuju tingkat teratas rumah sakit yang dikhususkan untuk keluarga Raka dan Jino.


"Kenapa kamu masih kepo dengan keluargaku"


"Karena aku masih memiliki perasaan yang sama terhadapmu"


"Terhadapku atau terhadap Jino"


"Raka...ternyata kamu pendendam"


"Aku bukan dendam, aku cuma masih mengingatnya"


"Dan seharusnya kamu ingat jika aku tidak memiliki perasaan apapun pada Jino sejak ia memilih menikah dengan Nia. Dan kamu juga harus ingat jika kita saling mencintai sebelum aku memutuskan melanjutan pendidikanku ke luar negeri"


Raka berjalan keluar ketika terdengar suara pintu lift terbuka.


"Jika kamu memang sangat mencintaiku, pasti kamu tidak akan memutuskan hubungan kita hanya karena kamu ingin melanjutkan pendidikan. Kamu saja tak bisa menjanjikan kesetiaan, jika kamu memang mencintaiku pasti kamu bisa menjaga kesetiaan itu"


Raka mengetuk pintu ruang rawat Jino , terdengar suara tante Yeni menyahut mempersilakan ia masuk.


Raka masuk diikuti Kimberley dibelakangnya. Tante Yeni memandangi Kimberley dengan kaget. Begitu juga Jino.


"Kimberley...." ucap tante masih dengan wajah kaget


"Selamat siang tante, apakabar" ucap Kimberley memeluk tante Yeni dan mengecup kedua pipinya.

__ADS_1


"Baik, sudah lama tak bertemu. Kamu tambah cakep aja"


"Tante bisa aja...tapi tante juga makin cakep. Tak ada berubah, awet muda"


"Udah tua beginipun"


"Hei, Jino...apakabar."


"Seperti yang kamu lihat" ujar Jino


"Dengar dengar kamu udah pisah dengan Nia. Aku tak percaya, kamu yang begitu mencintainya bisa memutuskan bercerai"


"Waktu bisa merubah segalanya. Termasuk kepribadian dan perasaan seseorang..."


"Tapi perasaanku tak pernah berubah...aku masih tetap mencintai Raka"


"Tapi apakah perasaan Raka juga begitu" ucap Jino sambil memandangi Raka


"Jikapun berubah, aku akan kembalikan perasaan itu seperti dulu lagi"


"Hhhmmm...Jino, ini ada surat dari Melati"


"Surat...kenapa Melati harus menulis surat."


"Kamu baca saja, pasti ada penjelasannya"


Kimberley mendengar saja Jino dan Raka bicara.


Jino membuka surat itu dan membacanya


"Mas Jino, aku minta maaf yang sebesar besarnya jika aku harus pergi jauh dan membawa Rendra bersamaku. Aku hanya pergi untuk menenangkan hati dan pikiranku. Aku harap mas mengerti. Aku bukannya ingin menjauhi mas dari Rendra. Aku pasti akan kembali lagi membawa Rendra kehadapanmu suatu saat nanti. Aku tak bisa tetap berada di sini. Aku tak ingin membuat hubungan kelyarga mas jadi terpecah karenaku. Mas...sekali lagi maafkan aku...."


"Dimana kamu mendapatkan surat ini, Raka"


"Aku tadi ke apartemenku yang ditempati Melati dan menemukan surat ini. Satu untukku dan satu buatmu"


"Melati pergi kemana..."


"Aku sudah coba mencari data atas nama Melati dan Rendra tapi tak ada"


"Kemana Melati membawa Rendra..." gumam Jino


Kimberley yang mendengar obrolan Raka dan Jino menjadi bingung"


"Bukankah Raka mengatakan jika yang menempati apartemen itu adalah calon istrinya. Tapi kenapa ia memberikan surat buat Jino. Dan jika itu memang calon istri Raka, berarti ia telah pergi. Apakah telah terjadi sesuatu antara mereka. Aku harus manfaatkan kesempatan ini buat merebut hati Raka kembali"


******************


Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2