
Setelah berbasa basi sebentar dengan Kimberley, Kai kembali fokus ke Raka.
"Maaf, Kimberley. Lain kali kita bisa mengobrol lebih banyak. Saat ini ada yang harus aku bahas dengan Raka"
"Aku yang seharusnya minta maaf, aku tak tau jika ada hal penting yang ingin kamu bahas bersama Raka"
"Ada apa Kai...Melati" ucap Raka. Ia diam diam mencuri pandang pada Melati yang tangannya ada digenggaman Kai.
"Melati ....kamu cantik banget. Walaupun kamu telah begitu mengecewakan aku, tapi aku tak bisa benar benar marah dan membencimu. Tetap dihatiku terdalam masih tersimpan namamu. Walaupun cinta pertamaku Kimberley telah hadir lagi tapi tak bisa menggantikan tempatmu dihati ini. Kamu memiliki tempat istimewa dan tak tergantikan."
Kimberley kembali duduk di sofa. Ia tampak mencuri dengar ucapan mereka.
"Aku datang sebagai abangnya Melati, aku ingin meminta maaf padamu karena Melati yang pergi tanpa pesan setahun yang lalu. Aku akan mengganti semua pembatalan kontrak yang dilakukan Melati. Aku tak mau nanti ada tuntutan pada dirinya"
"Tak ada yang perlu dimaafkan. Dan juga tak ada yang perlu diganti. Semua telah aku selesaikan"
"Berapa kerugian yang harus kamu tanggung kemarin, Raka. Aku akan menggantinya"
"Aku sudah mengikhlaskan..."
"Aku tak mau ada tuntutan dikemudian hari"
"Aku bukanlah sepicik itu. Dan aku bukan seorang pecundang, Kai"
"Baiklah ,jika kamu memang tak mau aku menggantinya. Tapi boleh kita buat perjanjian tertulis. Aku tak mau gegabah. Ini menyangkut adikku Melati."
"Melati adik angkatmu...." gumam Raka
"Melati bukan adik angkatku, Raka. Ia adik kandungku, satu ayah dan ibu"
"Maksudmu apa. Kamu bercanda...."
"Aku nggak sedang bercanda. Aku besok juga akan mengumumkan ini secara resmi. Aku telah minta manajerku mengurusnya. Ia kan mengundang wartawan..."
"Aku nggak mengerti ...."
__ADS_1
"Melati ini ternyata adik kandungku yang dititipkan mama dengan pengasuhnya dulu"
Kai lalu menceritakan semuanya, kenapa Melati bisa terpisah dari keluarganya.
Raka dan Kimberley yang dari tadi menguping pembicaraan menjadi kaget.
"Jadi Melati adik kandungnya Kai. Penyanyi nomor satu terkaya dan terkenal di negeri tetangga. Beruntung banget nasibnya. Aku juga dengar jika Kai mewarisi satu perusahaan besar milik orang tuanya."
"Kamu yakin semua itu, Kai"
"Aku telah melakukan tes DNA pada Melati"
"Aku rasa nggak percaya dengan kenyataan ini" gumam Raka
"Untuk itu aku datang padamu, aku tak mau adikku dituntut nantinya. Aku akan melakukan apapun untuk keluargaku"
Raka memandangi Melati dengan intens. Melati yang sadar diperhatikan tersenyum pada Raka.
"Maaf, Raka. Aku selalu saja merepotkan kamu. Aku sangat berterima kasih atas semua yang pernah kamu lakukan untukku. Aku nggak tau harus berkata apa lagi. Aku tau kamu saat ini masih marah dan kecewa padaku. Tapi aku benar benar minta maaf atas apa yang aku lakukan. Walaupun aku tak bermaksud menyakiti kamu dengan tindakanku itu, tapi nyatanya aku tau kamu sangat terluka dan kecewa. Aku tak akan pernah melupakan semua kebaikanmu padaku. Tanpa kamu aku mungkin tak bisa bertemu keluargaku. Aku tak tau bagaimana cara aku membalas semua kebaikanmu" ucap Melati
"Maa,sekali lagi aku minta maaf atas semua yang aku lakukan dan menyakiti kamu...." lirih Melati
"Mungkin aku yang terlalu berharap jika cintaku akan kamu balas dengan cinta yang sama besarnya. Aku terlalu tinggi bermimpi dan saat aku terbangun dan mendapati kenyataan tidak seperti mimpiku, itu sangat menyedihkan dan menyakitkan. Aku pikir kamu akan berjuang bersamaku menghadapi setiap ujian yang akan datang. Tapi lagi lagi itu hanyalah mimpi. Aku harus menerima kenyataan jika aku harus berjuang sendiri. Dan itu pasti jawabannya adalah kekalahan...aku dipaksa menyerah sebelum berperang"
"Raka, aku sebagai abangnya Melati minta maaf atas apa yang Melati lakukan. Walau aku tak tau pasti apa yang terjadi, tapi aku akan tetap minta maaf. Karena aku tau Melati memang salah karena lari dari masalah. Tapi semua ini Melati lakukan juga ada andil dariku. Aku yang membawa Melati pergi. Jika kamu ingin marah, kamu bisa lampiaskan padaku"
"Abang...abang tak salah. Aku yang minta abang bawa aku pergi..."
"Melati...abang juga salah karena membawa kamu pergi. Seharusnya abang memintamu selesaikan dulu masalahmu, jangan lari"
"Nggak ada yang perlu disalahkan. Semua sudah merupakan takdir dari Tuhan, kita hanya menjalankan. Aku mendoakan kamu mendapat pria baik yang mencintaimu lebih besar dari cintaku. Dan kamu juga mencintainya. Ingat Melati pesan dariku, jangan pernah memberi harapan lagi pada pria manapun jika kamu tak akan bisa mewujudkannya"
Melati tanpa sadar menangis mendengar perkataan Raka.
"Aku tidak pernah bermaksud memberi kamu harapan palsu, Raka. Aku benar benar akan menikah denganmu jika saat itu keluargamu tidak menentang hubungan kita"
Kai mendengar Melati yang terisak membawanya kedalam pelukan.
__ADS_1
"Raka, aku harap tak ada dendam antara kamu dan Melati. Jika suatu saat Melati menyakiti kamu lagi atau melakukan kesalahan, tolong kamu katakan padaku. Aku akan menasehatinya. Sebagai abangnya, aku yang akan bertanggung jawab atas semua yang ia lakukan"
"Walau kamu baru tau Melati adik kandungmu, ternyata kamu sangat menyayanginya. Beruntunglah Melati memiliki abang sepertimu, Kai"gumam Raka dihati
"Raka, aku dan Melati pamit. Besok pengacaraku akan mengirimkan surat perjanjian yang menyatakan jika kamu tidak akan menuntut Melati. Tapi jika kamu berubah pikiran, kamu bisa hubungi aku. Kamu tinggal katakan berapa nominal yang kamu inginkan. Sekali lagi atas nama Melati, aku juga minta maaf jika ia telah melakukan kesalahan padamu."
"Aku tak akan pernah merubah keputusanku. Aku akan bertanggung jawab atas semua ucapanku"
"Terima kasih atas semua yang pernah kamu lakukan buat Melati. Aku juga tidak akan pernah melupakan semua kebaikanmu pada adikku, Melati"
"Raka, terima kasih. Aku pamit...sekali lagi maafkan aku"
"Udahlah, Melati. Kamu sudah sering meminta maaf"
"Karena aku sadar kesalahanku padamu begitu besar ,tak akan cukup walau setiap saat aku meminta maaf padamu...."
"Kami pamit...." ucap Kai dan berjalan sambil memeluk bahu Melati.
Setelah Kai dan Melati keluar dari ruang kerjanya Raka, Kimberley berdiri dan duduk dikursi yang berhadapan dengan Raka.
"Aku rasa tak percaya jika Melati ternyata adalah adik kandung ,Kai. Pantas ketika tante Erma cerita tentang keluarga Melati yang hanya orang biasa aku kurang percaya. Ia memiliki kharisma tersendiri. Awal bertemu aja aku bisa melihat jika ia bukan orang biasa" gumam Kimberley
"Mungkin sudah saatnya Melati bahagia dengan keluarganya...."
"Apa ia kembali berhubungan dengan Jino"
"Aku nggak tau. Itu bukan lagi menjadi urusanku. Melati bukan siapa siapaku lagi"
"Kamu benar , Raka. Dari pada mengurus hubungan Melati dan Jino, lebih baik kita fokus dengan hubungan kita aja" gumam Kimberley
"Entahlah Bee, aku masih ragu buat menjalin hubungan yang lebih serius dengan siapapun saat ini. Aku tak mau kecewa untuk yang kesekian kalinya."
"Aku tau , Raka. Dihatimu pasti masih tersimpan cinta buat Melati...aku dapat melihatnya dari caramu menatap Melati. Pandangan seperti itu selalu aku dapatkan darimu dulu, tapi sekarang kamu hanya memandangiku sewajarnya saja. Tapi aku tidak akan menyerah, aku akan kembalikan cintamu yang dulu hanya untukku"
********************
Terima kasih
__ADS_1