Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Tujuh puluh Lima


__ADS_3

Sampai di rumah, mama Jino telah menunggu kedatangan Melati dan Rendra. Jino yang menggendong Rendra langsung dihampiri mama.


"Bagaimana Rendranya, apa masih sering mimisan dan demam" ucap mama memegang dahi Rendra.


"Alhamdulillah nggak ma. Sudah seminggu ini Rendra udah mulai mau makan kembali" ucap Melati


"Syukurlah. Tidurkan di sofa dulu. Mama masih kangen ingin melihatnya"


Jino membaringkan Rendra di sofa dekat mama duduk.


"Melati, kamu makan malamnya di sini ya. Mama tadi udah minta bibi masak lauk kesukaanmu dan Rendra"


"Iya, ma. Seharusnya mama nggak usah repot repot. Aku pemakan apa saja kok"


"Melati...maafkan keluarga mama ,ya. Pasti kamu sangat tersinggung mendengar ucapan mereka sehingga kamu langsung pergi"


"Ma, nggak ada yang salah dan perlu dimaafkan. Semua perkataan om dan tante itu benar. Aku tak pantas buat Raka"


"Mereka hanya tak mengenal kamu aja. Mama aja sangat bersyukur punya menantu kamu" ucap mama. Jino melototkan matanya keatah mama


"Maksud mama, walaupun kamu saat ini hanyalah mantan menantu mama, tapi mama masih sangat bersyukur karena kamu tetap mau menjalin siraturahmi dengan mama dengan baik"


"Ma, bagaimanapun hubunganku di masa lalu dengan Jino mama tetap neneknya Rendra. Lagi pula aku sudah melupakan semuanya, ma"


"Melati...apakah kamu tidak pernah mencintai Jino"


"Mama..."ucap Jino dengan suara sedikit keras


"Aku...aku nggak bisa jawab ma" ucap Melati sambil menunduk


"Apa kamu tidak mau memberi Jino kesempatan sekali lagi untuk menjalin hubungan denganmu kembali"


"Ma, walaupun kami tidak ada ikatan lagi...tapi mas Jino tetap papinya Rendra. Kami akan terus berhubungan. Saat ini yang menjadi prioritasku hanyalah kesehatan Rendra. Aku hanya ingin melihat ia sembuh dari penyakitnya"


"Mama, jangan tanyakan itu lagi. Itu bisa membuat Melati tidak enak dan salah tingkah. Aku dan Melati sepakat akan tetap bersama membesarkan Rendra. Kami saat ini hanya fokus pada kesehatan Rendra"


"Maafkan jika pertanyaan mama mengganggumu, Melati"


"Mama nggak perlu minta maaf. Pertanyaan mama bagiku biasa. Mas Jino aja yang terlalu masukin ke hati"


"Siapa yang bilang mas masukin ke hati. Mas lihat sendiri kok wajahmu memerah mendengar pertanyaan mama.Mas tau kamu risih mendengarnya"


..............


Setelah makan malam Melati dan Jino menemani Rendra bermain. Rendra bermain kereta api bersama Jino. Melati hanya melihatnya.


"Nda, Enda mau naik keleta api" ujar Rendra


"Emangnya Rendra pengin kemana"


"Alan alan aja..."


"Kalau Rendra sudah sembuh, nanti papi bawa jalan jalan naik kereta api"


"Nda ikut , pi"


"Iya, kita bertiga sama bunda" ucap Jino sambil mengusap kepala Rendra.


"Iya, nda"


"Iya, sayang. Rendra harus kuat. Banyak makan dan rajin minum obat biar sehat kembali"


"Ote, nda..."

__ADS_1


"Melati, tidur sini aja ya dengan Rendra" ucap mama yang datang dengan membawa puding.


"Abang Kai dan mamaku besok siang datang ,ma"


"Pagi aja kamu kembalinya. Biar Jino antar sekalian ke kantor"


"Nda, enda mau bobok sini"


"Rendra mau tidur sini"


"Iya, nda. Mau bobok ama nda dan papi"


"Apa..boboknya berdua bunda aja ya"


"Ama papi juga" rengek Rendra


"Melati...ikuti aja maunya Rendra. Nanti jika Rendra telah tidur aku pindah" lirih Jino


Setelah jam sembilan , Jino menggendong Rendra ke kamarnya. Jino dan Rendra langsung berbaring ditempat tidur.


"Nda, bobok sini" ucap Rendra


"Bunda mau mandi dulu ya" ujar Melati dan masuk ke kamar mandi. Mama tadi memberi piyama tidurnya yang baru. Belum pernah dipakai.


Sehabis mandi Melati dengan ragu naik ke ranjang. Rendra nampak senang dan merentangkan tangannya memegang tubuh papi dan bundanya.


Melati mengusap punggung Rendra agar ia tertidur. Tak berapa lama Rendra dan Melati ikut terlelap.


Jino memandangi wajah Rendra dan Melati. Ia tersenyum melihat kedua orang yang sangat dicintainya tidur disampingnya dengan nyenyak.


"Sayang , apapun itu akan papi lakukan untuk kesembuhanmu. Kamu dan bunda adalah dua orang terpenting dihidup papi saat ini. Walaupun papi dan bunda tak bersatu, papi jnji akan tetap melindungi bundamu"


Jino menyelimuti Rendra dan Melati. Ia mengecup dahi Rendra. Jino melihat Melati yang terlelap, mengecup dengan pelan dahi Melati. Setelah itu Jino kembali ke kamarnya.


............



Ia menggendong Rendra yang sedang bermain di lantai.


"Bunda cakep banget ya kalau rambutnya dikepang gitu" ujar Jino.



Melati yang mendengar ucapan Jino tersenyum aja. Ia mendekati Rendra dan Jino.


"Kita sarapan lagi, ya sayang" ucap Melati


"Iya , sayang" balas Jino


"Mas, aku ngomong sayang dengan Rendra loh"


"Mas juga jawab sayangnya buat Rendra"


"Mas bisa aja..."


"Papi ganteng..."ujar Rendra tiba tiba.



"Tentu saja papi ganteng, buktinya Rendra anak papi ganteng banget..."


"Narsis banget sih, mas" gumam Melati,membuat Jino tertawa.

__ADS_1


Selama makan Jino terus aja tersenyum, mama yang memandangi Jino menjadi heran.


"Kamu dapat proyek besar, Jino"


"Kenapa emangnya, Ma. Tumben banget tanya kerjaanku"


"Karena dari tadi mama lihat kamu senyum terus"


"Heran deh mama. Aku senyum ditanyain. Aku diam aja kuatir"


"Nggak biasanya mama lihat kamu begini"


"Pertanyaan mama membuat aku nggak selera"


"Nggak selara, dua piring nasi goreng udah masuk perut nggak selera. Kalau berselera berapa piring habisnya..."


Jino dan Melati tertawa mendengar ucapan mama. Rendra juga ikutan tertawa walau ia tak mengerti apa yang ditertawakan.


"Rendra ikutan ngeledek papi, ya...."


"Ndak...." ucap Rendra lagi.


"Mas, kita berangkat lagi ya. Aku mau masak buat mama dan abang Kai makan siang nanti. Mama bisa makan siang bareng. Nanti ke apartemen aku aja"


"Nggak usah sekarang, Melati. Kapan kapan bisa, kok. Saat ini mama dan abang kamu pasti ingin makan sekeluarga aja"


"Baiklah, ma. Aku pamit dulu..." ucap Melati dan menyalami mama. Melati mengecup kedua pipi mama. Begitu juga Rendra.


Mama mengantar hingga mereka masuk kemobil. Jino mengendarai mobil meninggalkan halaman rumah.


"Semoga kalian kembali berjodoh. Mama senang banget melihat Jino tersenyum terus seperti tadi."


Sampai diparkiran apartemen Melati turun dengan menggendong Rendra.


"Siapa yang jemput mama dan abang Kai dibandara, Mela"


"Abang bilang pakai taksi aja, mas"


"Biar aku yang jemput"


"Nggak usah, mas. Nanti mengganggu kerjaan mas"


"Aku nggak ada kerjaan yang penting hari ini, Mel. Jam berapa abang datang. Dari Singapura atau Kuala Lumpur"


"Dari Kuala Lumpur, mas. Jam sebelas sampainya"


"Oke, nanti aku aja yang jemput"


"Terima kasih , mas"


"Sama sama. Aku pamit dulu. Rendra sayang, papi pergi dulu ya"


"Iya, papi"


"Hati hati mas..."


Setelah mobil Jino menghilang Melati langsung naik menuju apartemennya. Ia membiarkan Rendra bermain.


Melati akan memasak lauk kesukaan abang dan Mamanya. Ketika melihat televisi tampak Raka dan Kimberley menjadi berita utama.


Pembawa berita gosip itu mengatakan jika Raka dan Kimberley saat ini sedang menjalin hubungan. Kimberley ternyata model dari remajanya.


"Oh ternyata Kimberley itu model yang cukup terkenal dulunya. Aku tak mengenalnya karena aku yang tak pernah melihat televisi. Waktu remajaku habis buat belajar dan bekerja. Raka dan Kimberley pasangan yang serasi, ganteng dan cantik. Pasti keluarga besar Raka merestui hubungannya. Karena Kimberley anak seorang pengusaha. Semoga kamu selalu bahagia , Raka. Kamu pria terbaik yang pernah aku kenal. Aku tak akan pernah melupakan semua apa yang pernah kamu lakukan. Kamu memang pantas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku"

__ADS_1


********************


Terima Kasih


__ADS_2