
Setelah Raka dan Melati pulang, mama Kai memanggil putranya.
"Kai ,mama mau bicara"
"Apa tentang Melati" ucap Kai menebak
"Iya. Seperti yang pernah ibu katakan padamu, jika kamu sebenarnya masih memiliki adik selain Michelle"
"Dan mama menduga Melati itulah adikku, kembarannya Michelle"
"Mama bukan hanya menduga, nak. Tapi mama yakin"
"Dari mana mama bisa yakin"
"Foto kedua orang tuanya yang dilihatkan Melati itu adalah foto orang yang pernah bekerja dengan mama dan itu orang yang mama titipkan anak mama Richelle"
"Richelle...."
"Ya ...kembaran Michelle ,mama beri nama Richelle..."
"Jadi Melati itu Richelle..."
"Ya, Kai. Dan mama minta kamu selidiki dimana selama ini Melati tinggal. Kamu juga bisa bantu mama untuk dapat melakukan tes DNA, agar Melati yakin jika ia putri mama"
"Jadi Melati adikku...." gumam Kai
"Mama rasanya ingin mengatakan semuanya langsung. Tapi mama takut Melati membemci mama setelah ia tau mama mengabaikannya demi Michelle"
"Kenapa selama ini mama dan papa tidak pernah mencari keberadaan Melati"
"Dulu mama sudah mencoba mencarinya. Tapi mama nggak berhasil. Mama juga selama ini disibukan dengan pengobatan Michelle. Mama takut jika ia tau mama mengabaikan kembarannya karena dirinya, Michelle tambah sedih. Kamu tau kan jika Michelle hatinya sangat rapuh, ia sangat sensitif. Dari dulu aja ia menginginkan memiliki saudara perempuan agar ia bisa bermain. Dan jika ia tau saudara perempuannya mama abaikan, pasti ia sangat marah dan sedih"
"Baiklah, ma. Aku akan usahakan bisa melakukan tes DNA. Jika memang Melati putri kandung mama, apa yang akan mama lakukan"
"Mama ingin hidup bersamanya. Mama ingin ia bisa mengerti keputusan yang pernah mama ambil. Walau mama tau itu semua salah. Mama akan memohon maaf padanya karena telah mengabaikannya selama ini. Mama pikir ia juga telah tiada. Karena terakhir mama dapat kabar, Erik memiliki anak yang telah meninggal saat bayi"
"Besok Raka dan Melati kembali ke Jakarta. Aku akan minta jadwalku dikosongkan seminggu ini, untuk menyelidiki Melati"
.................
Siang harinya Melati dan Raka kembali ke Jakarta. Dari bandara Melati langsung menuju kediaman mama Jino. Ia akan mengantar Rendra.
Raka menemani Melati ke rumah mama Jino. Ia akan bicara dengan mama Jino mengenai pertemuan keluarga yang ingin ia adakan di rumah mama Jino.
__ADS_1
Sampai di rumah mama Jino ketika hari sudah sore menjelang magrib.
"Selamat sore oma..." ucap Melati yang ditujukan buat mama Jino
"Selamat sore gantengnya oma. Kangen banget nih , Oma" ucap mama dan mengambil Rendra dari gendongan Melati.
Setelah cukup lama mama menggendong Rendra, Melati pamit membawa putranya masuk ke kamar.
Melati mendengar ponselnya berdering dan tertera nama Jino, ia lalu mengangkatnya.
"Selamat malam, papi..." ucap Melati yang sedang menggendong Rendra.
"Anak papi udah pulang..."
"Udah, papi di mana..."
"Papi lagi di luar kota. Rendra sama bunda aja ya dulu"
"Iya , papi. Hati hati. Jaga kesehatan dan jangan makan telat"
Tampak Jino tersenyum mendengar ucapan Melati.
"Melati...perhatianmu ini yang akan sulit aku lupakan. Aku tak tau ...apakah aku sanggup melihatmu hidup bersama Raka"
"Mas...aku izin bawa Rendra lagi ya, jika mas telah kembali. Aku akan bawa Rendra ke rumah ini lagi"
"Mas, udah dulu ya. Rendra mau tidur. Mas juga harus istirahat"
"Baik, Mel. Rendra sayang, selamat tidur nak"
"Selamat tidur ,papi..." ucap Melati sebelum menutup sambungan ponselnya.
Sementara itu Raka dan mama Jino sedang mengobrol di ruang keluarga.
"Tante, aku bisa minta bantuan tante"
"Bantuan apa, Raka"
"Tante, sebenarnya aku tidak enak hati minta tolong dengan Tante. Tapi aku nggak tau harus minta tolong siapa lagi, aku paling dekat dengan tante dari saudara yang lain. Aku ingin bantuan tante untuk mengumpulkan seluruh keluarga, aku ingin mengatakan pada semua mengenai hubunganku dengan Melati"
Raka menarik nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya.
"Aku mohon maaf terlebih dahulu, aku tak mau tante nanti jadi salah sangka. Aku bukannya tidak menjaga perasaan Jino. Aku tau pasti dihati Jino ada perasaan lain ketika tau aku telah berhubungan dengan mantan istrinya. Tapi tante...aku telah mencoba membuang perasaan sukaku pada Melati, tapi semakin aku mencoba melepaskannya semakin hatiku terikat. Aku tau ini mungkin bisa menjadi bahan perdebatan nanti dikeluarga. Tapi ini yentang rasa, tidak bisa aku menolaknya"
__ADS_1
"Raka, tante tidak mau munafik. Ada sedikit rasa sedih dan kecewa didiri tante karena Melati yang tak bisa menerima Jino kembali. Tapi dilain sisi...tante senang karena Melati memilih kamu sebagai pengganti Jino karena tante masih bisa melihatnya. Dan tante masih tetap bisa dekat dengan cucu tante. Dan tante tau siapa kamu, tante bisa tenang karena kamu yang menjadi pendamping hidupnya kelak"
"Tante, aku yakin pasti nanti ada yang salah paham mendengar hubunganku dan Melati. Pasti mereka akan berpikir aku merebut istri saudara sendiri. Tapi aku harus bisa memaklumi semuanya, aku harus bisa menerima. Karena di dalam hidup ini pasti akan selalu ada pro dan kontra"
"Tante juga mengerti dengan kekuatiran kamu. Nanti tante akan mencoba bicara meyakinkan keluarga jika kamu berhubungan dengan Melati setelah ia dan Jino berpisah"
"Terima kasih tante...aku senang banget tante bisa mengerti aku. Oh ya tante, Jinonya mana"
"Ia lagi ke luar kota. Mungkin lusa baru kembali"
"Kamu mungkin nggak percaya , Raka...jika tante mengatakan ini, Jino selalu tampak murung sejak tau kamu dan Melati telah resmi menjadi sepasang kekasih. Tapi tante tak bisa menyalahkan Melati dan kamu, karena ini semua terjadi berawal dari Jino yang tak pernga menghargai cinta dan kehadiran Melati dulu. Dan jika saat ini Melati juga mengabaikan cintanya, mungkin itu takdir yang harus ia terima atas sikapnya dulu"
Setelah makan malam, Melati minta izin membawa Rendra ke apartemennya, karena Jino juga tidak ada di sini. Besok Melati akan kembali membawa Rendra.
Mama Jino tak bisa menolak karena ia tau sebenarnya hak asuh Rendra ada di tangan Melati. Tapi Jino yang memohon untuk Rendra tetap berada di rumah mama.
...............
Setelah dua hari kembali dari Kuala Lumpur, Melati dan Raka dikagetkan dengan kedatangan Kai ke agensinya.
"Kai...ada perlu apa mencariku" ucap Raka di ruang kerjanya setelah ia meminta pada sekretarisnya untuk membawa Kai ke sini.
"Aku ada perlu dengan Melati. Ada sedikit yang ingin aku bicarakan, untuk itu aku mohon izin padamu. Aku tak ingin nanti kamu jadi salah paham dengan Melati jika aku tak meminta izin padamu sebagai kekasihnya"
"Baiklah, aku izinkan. Kamu ini kayak mau apa aja, masa mau ngomong aja harus minta izin aku. Jika pertama kali aku melihatmu dekat dengan Melati, jujur aku sedikit cemburu. Tapi setelah tau kamu hanya menganggapnya adik karena wajahnya yang mirip adikmu, aku sudah nggak apa apa..."
"Terima kasih , Raka. Aku boleh melihat Melati bekerja"
"Silakan, tapi aku mohon maaf...aku tak bisa menemani karena aku sedang ada rapat."
"Oh nggak apa apa. Nanti aku minta tunjukan aja studio tempat Melati pemotretan"
"Kamu bisa minta temani dengan sekretarisku"
Kai keluar ruangan dan minta tolong sekretaris Raka menunjukan studio tempat Melati pemotretan.
Sampai di ruangan itu, Kai melihat Melati sedang dirias. Ia mendekati. Tampak penata riasnya sedang menyisir rambut Melati.
Kai segera mendekat dan menegur Melati. Ia mengatakan maksudnya menemui Melati.
Melati meminta Kai menunggu satu jam lagi. Kai duduk dekat meja rias Melati. Ia melihat sisir Melati ,tampak ada rambut Melati yang tertinggal. Diam diam Kai mengambil dan menyimpan di saku celananya.
"Ini bisa aku gunakan untuk tes DNA. Aku juga ingin secepatnya tau tentangmu Melati. Jika kamu memang benar adikku, aku akan menghabiskan waktuku lebih banyak denganmu. Aku tak mau terulang lagi, penyesalanku yang telah banyak membuang waktuku diluar rumah tanpa memperhatikan Michelle yang merasa kesepian di rumah "
__ADS_1
******************
Terima kasih