Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Seratus Empat


__ADS_3

Acara syukuran kehamilan Melati berjalan lancar. Semua tamu undangan datang memberikan ucapan selamat dan mendoakan kelancaran kelahiran anaknya kelak.


Keesokan harinya Kai dan Yuni harus kembali ke Kuala Lumpur.


Sebelum berangkat Kai menyantap hidangan yang sengaja Melati masak buat abangnya.


"Enak banget dek masakanmu" puji Kai sambil menyantap hidangan dengan lahap


"Kamu emang sama persis dengan Michelle. Ia juga senang memasak. Tapi Michelle lebih jago membuat kue" ucap Yuni


"Melati juga pintar buat kue. Coba aja kamu lama di sini, bisa cicipi kue buatan Melati" ujar mama


"Aku pasti akan kangen dengan masakanmu, dek"


"Makanya abang sering pulang ke sini. Jangan kerja melulu. Nanti aku akan masak setiap hari buat abang jika tinggal bersama kami"


"Abang lagi usahakan mengurangi jadwal manggung sekarang. Abang akan kesini langsung jika ada jadwal kosong...."


Setelah makan siang, Kai dan Yuni pamit. Mereka berangkat dengan penerbangan jam tiga sore.


Kai dan Yuni diantar supir menuju bandara. Melati tidak dapat mengantar masih kecapean karena acara syukuran kemarin.


.....................


Tiga bulan Kemudian


Tak terasa kandungan Melati sudah memasuki bulan ke tujuh. Jino semakin hari tampak makin posesif dan sayang.


Ia tak pernah mengizinkan Melati keluar rumah tanpa izinnya. Dan jika Melati memang ada keperluan harus pergi bersamanya.


Sore hari ini Melati sedang asyik berenang. Dokter kandungan menganjurkan agar Melati melakukan olah raga renang.


Berenang adalah jenis olahraga yang sangat direkomendasi untuk ibu hamil, mulai memasuki trimester ketiga. Latihan ini dipercaya mampu mengurangi penyakit komplikasi selama kehamilan seperti preeklampsia. Selain itu, ibu yang sudah hamil besar harus rutin melakukan olahraga minimal 2 kali dalam seminggu.


Adapun manfaat renang bagi ibu hamil yang memasuki trimester ketiga diantaranya melatih pola pernapasan, memperkuat persendian, merelaksasi tubuh dan meningkatkan sirkulasi oksigen di dalam janin.


Jino yang baru pulang kerja hanya melihat mama dan Rendra bermain.


"Melati mana, ma.... "


"Lagi berenang di belakang.... "


"Sayang, gantengnya papi nggak ikut renang"


"Tak mau... dingin"


"Kok dingin... pasti malas mandi ya" ucap Jino sambil mengecup pipi Rendra


"Udah lama Melatinya renang, ma"


"Baru.... "


"Aku nyusul Melati dulu, ma.... "


"Ya, silakan nak"


Jino melepaskan jas dan meletakkan tas nya ke dalam kamar. Ia juga melepaskan sepatunya. Jino berjalan menuju kolam berenang.

__ADS_1


"Sayang.... " panggil Jino


Melati melihat Jino yang telah bertel*nj*ng dada menuju ke arah kolam.



Melati lalu menuju tepi kolam renang.


"Mas, udah pulang"



"Udah... mas mau temani kamu renang " ucap Jino dan masuk ke kolam.


Jino langsung mengecup bibir Melati begitu berhadapan dengan istrinya.


"Seksi banget sih. Jangan pernah berenang di tempat umum dengan pakaian terbuka seperti ini" ucap Jino mengusap punggung Melati yang terekspos.


"Mana mungkin aku berpakaian begini di tempat umum. Malu, mas. Udah nggak pantas. Udah mau anak dua... "


"Siapa bilang nggak pantas. Justru karena kamu tampak sangat seksi makanya mas melarang "


Jino memeluk pinggang Melati dan mengusap perut buncit istrinya.


"Sayang... nggak lama lagi kita bertemu. Kau pasti secantik bunda" ucap Jino sambil mengusap perut Melati


"Mas... temani aku renang hingga ke tepi sana"


"Oke. Tapi kamu jangan paksakan. Jika capek, udahan renangnya"


"Iya, mas. Aku juga baru kok renangnya"


Melati bersandar di dinding sambil mengatur pernapasannya.


Jino berdiri dihadapan Melati dan tiba tiba ******* bibir istrinya dengan rakus.


Merasa nafasnya sesak, Melati memukul dada Jino. Ia lalu melepaskan pagutannya.


"Mas... sesak nafasku"


"Mas kan membantu pernafasanmu agar nggak sesak" ujar Jino dengan wajah datar


"Itu bukan membantu, mas bisa membunuhku karena aku jadi sesak kekurangan oksigen"


Jino tersenyum dan mengangkat tubuh Melati agar duduk ditipi kolam. Ia berdiri diantara p*h* Melati.


Sambil mengusap pah* Melati Jino mengecup perut istrinya.


"Sayang, udahan ya renangnya "


"Kenapa... aku masih mau renang"


"Mas udah nggak tahan... "


"Mas mau buang air... "


"Nggak.... "

__ADS_1


"Lalu kenapa "


"Adik kecil mas udah nggak tahan mau masuk kesarangnya. Ia mau menjenguk baby kita"


"Mas... mesum banget. Makanya jangan ikut renang tadi" gerutu Melati


"Apa kamu lupa jika dokter menganjurkan si adik kecil sering menjenguk baby agar persalinan nanti lancar"


"Tapi aku masih tujuh bulan. Itu kalau udah sembilan bulan... "


"Sama aja, sayang. Udah sama sama gedekan kandungannya"


Jino menurunkan Melati dari duduknya dan membawa keluar dari kolam.


Ia mengambil handuk dan membantu mengeringkan tubuh istrinya.


Jino memeluk Melati menuju kamar dan langsung menguncinya.


Jino mengangkat tubuh Melati dan membaringkan di tempat tidur dengan pelan. Ia membuka dan melemparkan handuk yang melilit tubuh Melati sembarangan.


Ia juga melepaskan handuk yang melilit tubuhnya.


"Sayang, kamu tuh membuat adik kecil mas selalu meronta" ucap Jino sambil mengecup bagian wajah Melati.


"Mas aja pikirannya yang selalu mesum"


"Mesum dengan istri nggak apalah, daripada mesum sama wanita lain"


"Coba aja mesum dengan wanita lain. Aku tak akan memaafkan mas lagi"


"Jangan gitu sayang. Mas nggak mungkin menduakan kamu. Tak ada wanita yang secantik kamu, di mata mas hanya ada wajahmu"


"Gombal banget... "


"Biar bunda mau olah raganya dua ronde"


"Nggak ada... satu aja. Atau nggak sama sekali"


"Jangan kejam sayang. Nanti adik kecil mas kasihanlah. Satu ronde nggak apa dari pada nggak sama sekali "


Jino mulai bermain ditubuh Melati dari wajah hingga perut. Ia mengecupnya untuk pemanasan.


Setelah ia melihat Melati yang telah siap, Jino baru mulai melakukan penyatuan. Ia melakukan dengan perlahan. Takut menghimpun perut Melati.


Semenjak perut Melati makin membesar, Jino lebih sering meminta Melati yang memimpin permainan.


Mereka sama sama mencapai klimaksnya. Jino membaringkan tubuhnya di samping Melati dengan posisi miring sambil memeluk perut istrinya.


"Sebentar lagi mandinya, sayang. Biar aku memelukmu dulu" ucap Jino mengecup dahi Melati


"Jangan lama lama mas. Aku mau siapkan makan malam "


"Iya.... " ucap Jino sambil memejamkan matanya.


Melati melihat Jino yang terlelap, bangun dari tidurnya dan membasuh tubuhnya di kamar mandi. Setelah berpakaian Melati keluar dari kamar menuju dapur untuk masak makan malam mereka.


*********************

__ADS_1


Terima kasih. Bagi pemenang tebak jenis kelamin anaknya Melati, baca chat dan kirim nomor ponselnya ya. Sekali lagi Terima kasih.....


__ADS_2