
Melati keluar dari ruangan tempat ia dan Rendra di rawat. Ia tadi sempat melihat bayangan tante Erma dan tante Defi dari pintu yang terbuka sedikit.
Melati menitipkan putra putrinya pada bibi yang memang sengaja didatangkan untuk membantu Melati.
Mama dan abang Kai masih berada di rumah. Hari ini abang Kai akan kembali ke Kuala lumpur dan seminggu lagi akan kembali saat aqiqah putri Melati.
Melati berjalan perlahan dan mengintip ke kamar sebelah tempat ia di rawat.
Dari kaca ia dapat melihat banyak keluarga yang berkumpul dekat ranjang pasien.
Melati mencoba memperhatikan lagi, siapa yang berada di ranjang itu.
Ketika tante Erma menjauh, ia akhirnya dapat melihat wajah orang yang sedang terbaring sakit itu.
"Ya Tuhan... bukankah itu Raka. Sakit apa, Raka. Kenapa mama dan mas Jino tak ada cerita jika Raka juga sedang di rawat. Kenapa mereka menyembunyikan ini. Apa sebenarnya penyakit yang diderita Raka. Tampak banyak selang ditubuhnya.... "
Melati mengintip dengan sedikit menyembunyikan tubuhnya agar tak ada yang melihat.
"Melati.... " ucap Kimberley memegang bahu Melati, membuat ia sangat kaget.
"Kimberley.... " ucap Melati gugup
"Kenapa hanya di luar"
"Aku nggak bisa lama lama meninggalkan Rendra dan bayiku. Aku juga belum pulih benar...."
"Maaf... aku belum sempat melihat putrimu. Karena hari di mana kamu melahirkan, Raka juga sedang di rawat"
"Boleh aku tau Raka sakit apa"
"Dokter memvonis kedua ginjal Raka udah tidak berfungsi. Saat ini ia sangat membutuhkan pendonor ginjal. Keluarga sedang berusaha mencari pendonor yang tepat buat Raka"
"Ya Tuhan... jadi Raka selama ini sakit ginjal. Berarti sakit yang ia derita saat dirawat dulu karena ginjalnya bermasalah" gumam Melati
"Raka juga pernah di rawat... "
"Selama aku mengenalnya, sudah dua kali ia dirawat. Saat aku tanya sakit apa, Raka selalu menjawab hanya kelelahan dan sakit asam lambung yang kambuh"
"Kamu yang merawat dan menjaga Raka ketika sakit"
"Aku hanya menjaganya siang hari" ucap Melati berbohong. Ia tak mau Kimberley jadi salah paham jika ia mengatakan yang menjaga Raka siang dan malam dirinya.
"Oh, gitu ya. Kamu mau masuk sekalian.... "
"Nggak usah. Nanti aja aku kembali. Aku takut Rendra dan bayiku menangis. Sampaikan aja salamku buat Raka. Semoga cepat pulih "
"Nanti aku sampaikan saat ia sadar"
__ADS_1
"Apa Raka tidak sadar saat ini ... "
"Dari kemarin kondisi kesehatannya makin memburuk. Ia mulai kehilangan kesadarannya "
"Kamu yang sabar, Kim. Aku yakin Raka pasti akan segera sadar dan pulih kembali"
" Terima kasih atas doanya. Aku masuk ya"
"Silakan .... "
Ketika Kimberley telah masuk ke ruang rawat Raka, Melati melangkah perlahan masuk kekamarnya.
"Kenapa mama dan mas Jino menyembunyikan keadaan Raka. Apa mama dan mas Jino takut aku kepikiran. Apa ini berarti penyakit Raka sangat serius. Tadi Kimberley mengatakan jika mereka sedang membutuhkan donor ginjal. Apa yang akan terjadi jika tak mendapatkan pendonor"
Lamunan Melati terhenti ketika ia mendengar suara Rendra memanggilnya.
"Bunda..." ucap Rendra
"Oh.... anak bunda udah bangun ya" ucap Melati mendekati Rendra.
"Bunda... papi mana"
"Sebentar lagi pasti papi datang. Saat ini papi sedang rapat di kantor. Tak bisa diwakili. Rendra makan ya. Bunda suapin"
Melati mengambil bubur dan menyuapi Rendra. Ketika sedang menyuapi Rendra pintu ruang rawatnya dibuka. Tampak abang Kai dan mama berjalan masuk.
"Mama... abang"
"Udah, bang. Ini bubur hampir habis dimakannya"
"Semoga semua berjalan lancar dan nanti Rendra bisa sembuh dan tidak ada penyakit yang dideritanya"
"Semoga dikabulkan doa kita semua, bang "
Mama duduk di atas ranjang dan memeluk cucunya Rendra. Abang Kai mendekat ke ranjang bayi dan menggendong putri kecil Melati.
"Abang sebentar lagi akan berangkat. Nanti saat anakmu aqiqah abang datang kembali " ucap Kai
"Dengan kak Yuni datang ya, bang"
"Abang usahakan nanti jika kak Yuni tak ada kegiatan"
"Abang , kapan menikahnya"
"Tunggu si kecil berusia enam bulan dulu"
"Berarti enam bulan lagi. Kenapa lama banget. Kasihan kak Yuni. Saat anakku usia tiga bulan, udah bisa kok abang adain pesta. Aku yakin sikecil nggak akan rewel"
__ADS_1
"Bukan karena sikecil aja yang jadi pertimbangan abang, tapi juga banyak yang harus abang persiapkan. Dan abang juga mau setelah menikah istirahat sebulan dari jadwal manggung "
"Abang mau lngsung bulan madu. Aku ikut ya, bang"
"Kamu pergi sama Jinolah. Masa ikut abang"
"Maksudku ya sama Jino juga. Kita pergi berempat"
"Terus Rendra dan si kecil" ucap Kai
"Biar mama dan mama Jino yang menjaga" ucap mama
"Tuh.. dengar bang. Mama sudah setuju dan mau menjaga anakku. Aku juga pengin pergi sama abang liburannya"
"Nanti kita rencanakan lagi. Abang harus bicarakan dulu dengan kak Yuni. Kamu juga harus bicara dulu sama Jino. Apa ia setuju jika kita pergi berempat"
"Atau mama dan mama mas Jino juga ikut, sekalian anak anakku, bang. Biar rame"
"Kalau semua pergi itu bukan bulan madu ... tapi liburan keluarga, dek"
"Kan abang bulan madunya nanti bisa di kamar aja. Berduaan sama Kak Yuni. Kami nggak akan mengganggu"
"Kalau hanya untuk tidur berdua, kenapa harus jauh jauh bulan madu. Dirumah juga bisa"
"Abang ... kalau abang tak mau aku ikut ngomong aja. Abang hanya mau berdua kak Yuni aja " ucap Melati cemberut
"Jangan ngambek. Nggak cocok lagi. Udah jadi ibu dua orang anak loh"
"Siapa yang ngambek, aku cuma pengin pergi liburan bersama sama"
"Iya ... iya ... semua bisa ikut. Kita liburan nanti. Abang yang bayar "
"Betul ya bang ... Abang baik banget " ucap Melati memeluk Kai
"Jangan kuat kuat peluknya. Nanti sicantik kegencet"
"Iya ... lupa" ujar Melati mengecup pipi putrinya
Ia bahagia karena memiliki mama dan abang yang sangat menyayanginya. Suami yang juga mencintai dirinya. Melati sangat bersyukur atas hidupnya saat ini.
"Ya Tuhan, terima kasih atas semua karunia dan rahmatMu. Aku tak pernah bermimpi akan mendapatkan kebahagiaan sebesar ini. Aku tak pernah berpikir akan memiliki keluarga yang begitu menyayangiku seperti saat ini. Aku tak akan berhenti mengucapkan syukur padaMu Tuhan. Hidupku terasa sangat indah dan sempurna dengan kehadiran keluarga, suami dan anak anak yang lucu serta sehat"
*******************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.
Mampir juga ya ke novel terbaruku yang akan rilis besok tanggal 2 oktober 2021 dengan judul
__ADS_1
KEKASIHKU KEKASIH IBU TIRIKU