Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Tiga puluh Enam


__ADS_3

Jino masih menangis dikamarnya. Ia menyesali semua perbuatannya pada Melati.


"Aku telah banyak melakukan kesalahan pada Melati. Seharusnya aku percaya ucapannya. Kenapa aku selalu saja emosi jika berhadapan dengan Melati. Ya Tuhan, selamatkan bayi yang ada dalam kandungan Melati..."


Setelah membawa Melati ke rumah sakit dan sedang ditangani dokter. Raka menghubungi orang tua Jino.


Raka menceritakan semuanya. Mengenai Melati dan anak Jino. Raka juga menceritakan tentang pengkhianatan Nia yang telah lama terjadi.


Raka meminta tolong pada mama Jino untuk melihat keadaan Rendra putranya Melati dengan Jino dirumahnya. Raka takut terjadi sesuatu dengan Rendra.


Mama Jino tak percaya dengan apa yang terjadi dengan rumah tangga anaknya. Tapi ia bahagia karena tau memiliki seorang cucu.


Ketika sampai di rumah anaknya mamanya Jino kaget melihat ada mobil polisi.


la masuk kerumah dengan hati cemas. Di ruang tamu tampak polisi sedang mengintrogasi Jino.


Jino menghubungi pengacaranya karena polisi menetapkan ia sebagai tersangka penganiayaan. Nia yang telah melaporkan Jino ke polisi.


"Apa yang terjadi , Jino" ucap Mama Jino melihat anaknya yang akan digiring ke mobil polisi.


"Aku akan jelaskan nanti setelah aku bebas ,ma. Tolong jaga anakku" ucap Jino dengan mamanya.


"Kenapa kamu tak pernah jujur tentang Melati" ucap mama sambil memegang lengan Jino


"Semua akan aku ceritakan , ma. Aku mohon jaga Rendra. Jangan berikan pada Nia"


Setelah mengucapkan itu Jino digiring masuk ke mobil polisi.


Mama Jino melihat kepergian anaknya dengan sedih. Setelah itu ia masuk mencari cucunya.


Rendra yang sedang dalam gendongan pengasuhnya langsung diambil mama Jino. Ia memeluk dan mengecup pipi cucunya.


"Ya Tuhan...ternyata aku sudah memiliki seorang cucu. Kenapa aku tak pernah curiga jika Melati adalah istrinya Jino. Dan aku juga tak pernah menduga jika Nia tega mengkhianati Jino. Memang dari dulu aku tak pernah suka dengan wanita itu. Tapi aku tak pernah menyangka jika ia selama ini telah mengkhianati Jino yang begitu mencintainya. Apa kurangnya Jino...ia selalu memberikan semua yang Nia inginkan. Dasar wanita serakah"


Mama Jino mengajak pengasuh Rendra ikut bersama ke rumahnya.


Rumah Jino ia percayakan pada pembantunya. Ia telah lama mengenal mereka. Mama Jino yakin mereka bisa memegang amanat.


Sementara itu Nia mencoba menghubungi Alex. Saat ini ia menginap di salah satu hotel.


Nia ingin minta bantuan Alex untuk mengenalkannya pada seorang pengacara ternama yang dikenal baik Alex. Ia tak mau nanti kalah dipersidangan. Ia ingin harta gono gini.

__ADS_1


Sudah satu jam lebih Nia mencoba menghubungi Alex tapi tak diangkat. Nia merasa kesal dan membanting ponsel yang baru saja dibelinya karena ponselnya telah hancur dilempar Jino.


Luka ditubuhnya masih terasa sakit. Nia akhirnya tertidur setelah capek mencoba menghubungi Alex tapi tak pernah diangkat. Ia juga telah mengirim pesan yang mengatakan jika ia menggunakan nomor baru ini tapi tak juga dibaca.


.............


Setelah sehari berada di penjara akhirnya dengan kuasanya pengacara Jino dapat membebaskan dirinya setelah melihat bukti bukti perselingkuhan Nia yang membuat Jino emosi hingga ia melakukan pemukulan.


Jino bebas dengan bersyarat, ia harus wajib lapor selama tiga bulan. Pengacara Jino yang mengusahakan semua dengan berbagai cara.


Jino masuk ke mobil pengacaranya. Ia meminta diantar ke rumah.


Sampai di rumah Jino langsung mandi dan berganti pakaian. Ia langsung ke garasi dan masuk ke salah satu mobilnya.


Jino mengendarai mobilnya menuju rumah Melati. Jino membuka rumah itu dengan kunci ditangannya.


Ia melihat masih ada bercak darah milik Melati di ruang tamu.


Jino masuk ke kamar dan melihat ada juga tetes darah Raka di lantai yang telah mengering.


Jino duduk di sudut kasur dan menarik rambutnya tanda frustasi.


"Kemana kamu Melati, aku harus mencarimu dimana. Maafkan aku...tak seharusnya aku langsung emosi. Apakah kamu nanti bisa memaafkan kesalahanku. Apakah calon anak kita bisa diselamatkan. Aku telah membunuh darah dagingku sendiri"


Setelah cukup lama menangis Jino mencoba menghubungi ponsel Raka dan Melati lagi, tak ada satupun yang aktif. Telah dari tadi ia mencoba menghubungi.


Jino keluar dari rumah Melati dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Ia menanyakan apa ada pasien yang bernama Melati.


Jino meminta tolong Ricky dan orang kepercayaannya yang lain untuk menanyakan apakah ada pasien yang bernama Melati yang masuk kemarin.


Walau dengan kuasanya, Jino tak bisa juga mendapat informasi mengenai keberadaan Melati.


Setelah semua rumah sakit dicari oleh Jino dan orang orang kepercayaannya tidak ada Melati terdaftar sebagai pasien. Jikapun ada yang bernama Melati, itu bukan Melati istrinya Jino.


Jino memberikan foto Melati kepada orang kepercayaannya agar tak salah mengenali orang. Tapi memang tak ada pasien yang wajahnya mirip Melati.


Setelah tengah malam , Jino akhirnya kembali ke rumah. Ia mencoba membaringkan tubuhnya, tapi matanya tak jua bisa dipejamkan. Padahal dari kemarin ia belum tidur. Pikirannya masih dengan Melati.


"Melati...kemana kau pergi. Pasti kamu sangat membenciku. Aku memang pantas dibenci. Selama menjadi istriku tak pernah sekalipun aku memberikan kebahagiaan buatmu. Padahal kamu telah berusaha menjadi istri yang baik. Mata hatiku telah dibutakan oleh Nia, sehingga aku tak bisa melihat kebaikan dan ketulusan wanita lain...." gumam Jino


Jino bangun dan keluar dari kamarnya. Ia meminta pada pembantunya buat menurunkan semua foto Nia. Dan membuangnya.

__ADS_1


Jino telah meminta pengacaranya mendaftarkan gugatan cerainya buat Nia.


Sementara itu Nia sedang bersama Alex di salah satu kamar hotel.


"Kenapa kamu baru datang. Aku sudah hampir gila sendirian menghadapi semua ini" ucap Nia begitu Alex duduk di salah satu sofa di kamar itu.


"Maaf, Nia. Aku sedang sibuk..."


"Mana yang lebih penting aku atau kesibukanmu itu"


"Kamu harus mengerti aku Nia, aku juga memiliki pekerjaan. Aku juga terlibat dalam masalahmu. Aku sebenarnya juga kuatir. Aku tak ingin orang tau tentang hubungan kita. Aku takut Jino melaporkan perselingkuhan kita dan menuntut kita nantinya. Tapi aku tak bisa membayar pengacara yang terkenal"


"Kenapa ...kamu takut melawan Jino"


"Bagaimanapun, kita tak bisa menang melawan Jino. Ia punya kuasa. Dan juga ia pasti telah memiliki bukti perselingkuhan kita"


"Kemana aja kamu selama ini, kenapa baru sekarang kamu takut akan hubungan kita"


"Aku tak pernah membayangkan akan terjadi seperti ini, Nia"


"Jadi sekarang mau kamu apa" teriak Nia.


"Sebaiknya kita akhiri saja hubungan terlarang ini, Nia. Kamu cobalah memohon ampun pada Jino. Bukankah Jino sangat mencintaimu, pasti ia mau menerimamu kembali"


"Akhiri..seenaknya saja kamu bicara begitu, Alex. Setelah semua yang aku beri padamu, kau meminta hubungan ini diakhiri. Apa kamu sadar, aku ini telah dibuang Jino. Ia tak akan mungkin mau memaafkan kesalahanku. Jino itu tak pernah bisa terima yang namanya pengkhianatan"


"Tapi aku tak bisa meneruskan hubungan ini, Nia. Aku tak mau orang tuaku malu , jika aku dicap pebinor. Aku belum siap menerima sangsi sosial itu. Sebelum Jino menyebarkan berita tentang kita aku mohon padamu, datangi Jino dan minta maaf padanya. Katakan semuanya hanya kesalah pahaman. Kamu khilaf"


Nia berdiri dari duduknya di tepi ranjang, berjalan menghampiri Alex. Dan menampar pipi Alex keras.


"Dasar bajing*n...setelah semua terjadi padaku, kamu ingin meninggalkanku. Apa artinya aku selama ini bagimu. Aku telah memberikan semuanya dan kamu ingin pergi saat aku terpuruk begini. Kamu ingin aku berjuang sendiri melawan Jino. Apa kamu lupa jika kita berdua yang salah. Aku tak pernah mengira kamu akan berkata begini. Aku tadinya berharap kamu akan berjuang untuk mempertahankan cinta kita...."


Nia terduduk setelah berteriak keras. Ia menangis sejadinya. Alex mendekati Nia dan memeluknya.


"Maafkan aku, Nia. Aku tak bermaksud menyakitimu begini. Aku hanya ingin yang terbaik buat kita. Aku takut tak bisa membahagiakan kamu, aku tak memiliki harta seperti Jino...."


"Terbaik buatmu, bukan buatku. Asal kamu tetap terus bersamaku, itu sudah lebih dari cukup. Aku tak butuh banyak harta..." lirih Nia


Alex menggendong Nia membawanya ke tempat tidur dan membaringkannya.


"Nia...maafkan aku. Aku tak bisa terus bersamamu. Aku harus mengakhiri hubungan kita. Aku akan membina rumah tangga bersama wanita pilihan orang tuaku. Bukannya aku tak mencintaimu, Nia. Tapi aku tak mungkin hidup bersamamu. Aku tak mau mengecewakan orangtuaku lagi"

__ADS_1


*****************


Terima kasih


__ADS_2