
"Apa yang kalian lakukan dibelakangku" ucap Jino dengan penuh amarah. Ia melayangkan tinjunya ke wajah Raka.
Raka yang tak siap dengan serangan Jino jatuh tersungkur. Jino terus memberikan bogrm mentahnya ke wajah Raka.
Melati yang mulai pulih kesadarannya memandangi perkelahian antara Raka dan Jino. Ketika ia berdiri, Melati kaget melihat tubuhnya yang tanpa busana. Ia mengambil bajunya dan setelah memakainya Melati melerai perkelahian antara Jino dan Raka.
"Mas Jino...Raka...kenapa kalian bertengkar" ucap Melati menarik tubuh Jino agar menjauh dari Raka.
Jino melepaskan tubuh Raka dan memandangi Melati. Wajah Raka sudah penuh lebam. Ia tadi tak mau melawan Jino karena masih menghargai sebagai sepupunya.
"Dasar wanita jal*ng. Aku pikir kamu beda dari Nia. Ternyata kamu sama saja. Kamu dan Nia telah menipuku. Kalian sama sama pengkhianat" teriak Jino
"Apa maksud kamu mas. Aku nggak mengerti"
Jino mendekati Melati dan mendorong tubuhnya kuat hingga membentur lemari.
Melati memegang perutnya yang terasa sakit karena benturan.
"Sejak kapan kamu selingkuh dengan Raka..." teriak Jino
"Aku tidak ada hubungan dengan Melati. Kami hanya berteman" ucap Raka
"Aku tak butuh jawabanmu. Aku bertanya dengan Melati"
"Mas...apa yang kamu lakukan. Perutku sakit. Kamu taukan aku sedang hamil saat ini" rintih Melati
"Jawab pertanyaanku...sejak kapan kamu berselingkuh dengan Raka..."
"Aku tidak pernah berselingkuh dengan Raka. Kami hanya berteman."
"Aku tak percaya...katakan dengan jujur. Anak siapa yang ada dalam kandunganmu saat ini" ucap Jino dengan emosi
"Tentu saja anakmu mas..."
"Jino, kenapa kamu meragukan Melati"
"Aku melihatnya sendiri. Kamu memeluk Melati yang tubuhnya tanpa busana"
"Aku datang karena mendapat pesan dari Melati" ucap Raka sambil menahan sakit.
"Tapi aku tak ada mengirim pesan, Raka...."
"Kalian jangan saling mengelak...sudah terbukti semuanya. Aku tak sudi memiliki istri pengkhianat. Yang telah tidur dengan pria lain. Kamu itu memang wanita jal*ng. Kamu sengaja menjual rahimmu buat mendapatkan uangku. Kamu pikir setelah menikah denganku dan memberiku keturunan, aku akan memberikan semua hartaku buatmu"
"Aku tak pernah menginginkan hartamu, mas"
__ADS_1
"Mulai hari ini aku tak ingin melihatmu lagi, dan jangan pernah berharap kamu akan bisa bertemu Rendra seumur hidupmu. Aku akan menceraikanmu..." ucap Jino dan mengambil Rendra yang menangis di atas tempat tidur. Jino menggendongnya dan membawa keluar dari kamar.
"Jangan pisahkan aku dan Rendra mas. Aku tak pernah mengkhianatimu" ucap Melati mencoba berdiri dan mengejar Jino. Raka juga ikutan mencoba berdiri. Tubuhnya terasa remuk bekas pukulan dan tendangan dari Jino, tapi Raka tetap berusaha berdiri dan berjalan dengan tertatih. Ia tak mau Jino kembali menyakiti Melati.
Melati menahan langkah Jino dengan memeluk lengannya. Jino melepaskan pegangan tangan Melati dan mendorong kuat sehingga Melati tersungkur.
Darah segar mengalir di kaki Melati. Hingga ia tampak panik.
"Mas...apa yang kamu lakukan. Kamu mau membunuh calon anakmu dikandunganku"
Raka mendekati Melati yang kakinya penuh darah.
"Itu bukan anakku. Aku tak peduli ia akan hidup atau mati..." ucap Jino dan melangkah meninggalkan Melati dan Raka.
"Kamu akan menyesal mas, aku bersumpah tak pernah mengkhianatimu. Ini anakmu. Kamu telah membunuh darah dagingmu sendiri...aku tak akan pernah memaafkanmu jika anak dalam kandunganku ini tak bisa diselamatkan" teriak Melati.
Jino menghentikan langkahnya dan membalikan badannya.
"Aku tak akan menyesal membunuh anak har*m itu. Aku mau kau juga pergi dari rumahku ini"
"Tanpa kamu minta. Aku juga tak sudi tinggal dirumah ini. Aku benci kamu, aku bencii...." teriak Melati
Raka mendekati Melati dan menenangkannya.
Jino melangkah meninggalkan rumah bersama Rendra dan masuk ke mobil menuju rumahnya.
"Raka...tolong cepat, aku tak mau bayiku meninggal. Aku mau anakku selamat...." ucap Melati menangis
"Tenang Melati, kita akan ke rumah sakit terdekat" ucap Raka mempercepat laju mobilnya.
Jino sampai di rumah dan memberikan Rendra pada pengasuhnya. Ia bertanya apakah Nia ada dirumah.
Pengasuh Rendra mengatakan jika Nia ada di ruang kerjanya Jino.
Jino melangkah masuk dan melihat Nia sedang mencoba membuka brankas sambil menelpon.
"Alex...Jino telah tau semuanya. Aku saat ini sedang di ruang kerjanya. Aku ingin mengambil semua perhiasanku yang disimpan dalam brankas"
"Setelah ini apa yang ingin kamu lakukan. Jino pasti tak akan tinggal diam"
"Aku ingin membawa semua perhiasan ini dan juga surat rumah ini , aku harus pergi sebelum Jino tau jika Melati dan Raka tidak ada hubungan. Aku tadi sengaja mengirim pesan pada Raka untuk ke rumah Melati. Aku membius Melati agar pingsan dan membuka pakaiannya. Aku ingin Jino salah paham setelah melihat Raka dan Melati ada di satu kamar"
"Kamu melakukan itu...untuk apa Nia. Ini akan menambah masalah "
"Aku tak mau Jino hidup bahagia dengan Melati. Jika aku tak bisa menguasai hartanya begitu juga Melati"
__ADS_1
"Bukankah kamu tak mencintai Jino"
"Aku memang tak pernah mencintainya...tapi aku juga tak ingin ia bisa hidup bahagia dengan anak dan istrinya. Ia harus menderita karena telah membuat anakku mati"
Jino mendekati Nia dan merampas ponselnya lalu melemparnya ke dinding. Jino menarik tangan Nia dan mendorongnya hingga tersungkur dan membentur meja. Darah segar tampak mengalir dari kepalanya.
"Jadi kamu sengaja membuat aku salah paham dengan Melati. Kamu telah memfitnahnya..."
"Ya, aku sengaja. Biar kamu merasa lebih sakit karena mengira kedua istrimu pengkhianat"
Jino menarik kerah baju Nia dan menamparnya kuat.
"Dasar wanita jal*ng...apakah tak cukup selama ini kamu telah menipuku"
"Aku tak akan pernah puas sebelum aku mendapatkan apa yang aku mau"
"Apa yang kau mau dariku"
"Hartamu...aku hanya menginginkan hartamu. Dan aku juga ingin melihat kau menderita"
"Jadi selama ini kamu menikah denganku hanya menginginkan uangku"
"Iya...kamu pikir aku mencintaimu...jangan mimpi Jino. Aku tak pernah sedikitpun memiliki rasa cinta padamu"
"Bajing*n" ucap Jino dan menendang Nia.
"Pukul aja aku terus Jino, agar aku memiliki bukti yang kuat untuk menyeretmu ke penjara. Aku ingin kamu mendekam di jeruji besi selamanya" teriak Nia
Jino mengeram menahan amarahnya. Ia mengepalkan tangannya.
"Kamu pukir aku ini Melati. Yang menerima saja ketika kamu sakiti. Saat ini aku telah memiliki bukti untuk menyeretmu ke penjara" ucap Nia tersenyum sambil merintih menahan sakit.
Nia mencoba berdiri dan menantang Jino dengan pandangan marah.
"Aku pastikan kamu tidak mendapat apa apa dariku, Nia..."
"Aku sudah cukup banyak mendapati uangmu. Dan aku pasti akan mendapatkan sebagian hartamu karena aku ini istri sahmu. Rela tak rela kau harus berbagi ketika kita bercerai" ucap Nia dan melangkah perlahan meninggalkan ruang itu.
Jino mengambil vas bunga dan melemparnya ke dinding.
"Bajing*n, Nia sengaja menjebakku agar aku mengira Raka dan Melati berselingkuh. Jadi Melati benar, jika anak yang di dalam kandungannya itu anakku...."
Jino luruh terduduk dilantai dengan tangan yang menarik rambutnya frustasi.
"Berarti aku telah membunuh anakku...aku seorang pembunuh...." teriak Jino di ruang itu.
__ADS_1
**************
Terima kasih