
Jino berjalan di sepanjang lorong rumah sakit dengan wajah yang selalu menyunggingkan senyuman.
Sampai di depan ruang praktik dokter kandungan , perawat yang berjaga langsung mempersilakan Jino masuk.
Sebelum ke rumah sakit, Jino memang telah menghubungi dokter kandungan buat menyediakan waktunya.
Dokter mempersilakan Melati dan Jino duduk di kursi yang berhadapan dengannya.
"Ada yang bisa saya bantu pak Jino"
"Istri saya udah terlambat datang bulan sekitar sepuluh hari. Dan kemarin udah respek dan hasilnya positif. Tapi saya masih ingin memastikan kebenarannya dengan USG"
"Baiklah... silakan ibu Jino berbaring di tempat tidur dulu. Tapi biasanya keakuratan hasil tespek mencapai sembilan puluh sembilan persen. Hanya satu persen kemungkinan salah"
Setelah Jino membantu Melati berbaring, perawat yang membantu dokter mengoleskan gel diperut Melati.
Doppler yang diletakan diatas perut Melati mulai bekerja dengan menampilkan gambar pada layar monitor berupa bintik kecil.
Dokter menunjukkan pada Jino, bulatan kecil yang merupakan janin yang mulai tumbuh diperut Melati.
"Bapak Jino bisa lihat, inilah calon bayi bapak dan ibu. Saat ini kandungan ibu Jino telah memasuki minggu keenam"
Jino melihat layar monitor dengan takjub dan haru. Sewaktu Rendra dalam kandungan ia tak pernah mau menemani Melati periksa kandungan. Barulah ia dapat melihat kuasa Tuhan berupa janin ditubuh istrinya.
Jino menghapus air mata yang jatuh kepipinya. Ia membantu Melati bangun dari tidurnya dengan memeluk erat tubuh istrinya. Jino mengecup pucuk kepala Melati ketika ia duduk.
"Dokter... bagaimana kondisi janin dalam kandungan istri saya"
"Sehat... bapak dapat lihat tadikan. Apakah ibu ada merasakan keluhan...seperti mual, pusing atau lainnya"
"Nggak ada, dok. Tapi suami saya yang merasakan itu. Setiap pagi ia mual dan muntah. Kemarin udah dilakukan pemeriksaan, tapi dokter mengatakan suami saya sehat."
"Oh itu bisa terjadi, itu yang dinamakan kehamilan simpatik"
"Apa itu, dok" tanya Jino antusias
"Kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung. Tapi ini tidak berlangsung lama, hanya bersifat sementara. Ini juga dipacu karena hubungan emosional suami istri yang terlalu dekat dan intim"
"Oh.. gitu ya dok. Dok, aku juga ada satu pertanyaan "
"Apa itu pak Jino" ucap dokter Zulaida
"Apa boleh berhubungan badan saat kehamilan muda ini"
Mendengar pertanyaan Jino, Melati langsung mencubit lengan suaminya. Dokter yang melihat itu jadi tersenyum.
"Jika kondisi kehamilan ibu sehat, sebenarnya tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual (dengan ejakulasi di dalam) saat hamil pada usia kehamilan berapapun. Asalkan tidak ada keluhan yang mengikuti hubungan seksual Anda dan pasangan seperti flek perdarahan, cairan ketuban merembes, rahim kontraksi terus menerus, dan riwayat keguguran berulang maka hubungan seksual dalam kehamilan diperbolehkan.
****** yang dikeluarkan saat ejakulasi memang mampu menimbulkan terjadinya kontraksi rahim, selain itu aktivitas yang dilakukan saat berhubungan badan juga berisiko menimbulkan terjadinya perdarahan pasca senggama. Namun, jika kondisi kehamilan Anda sehat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Janin sebenarnya tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh plasenta, dan kontraksi rahim yang timbul saat orgasme tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan." ucap dokter panjang
__ADS_1
"Kandungan istri saya sehat, berarti nggak apa ya, dok... "
"Iya, pak... " ucap dokter
Wajah Melati tampak memerah menahan malu mendengar Jino yang masih bertanya tentang hubungan badan itu.
"Ada yang perlu ditanyakan lagi, pak... atau ibu"
"Nggak ada, dok. Udah mengerti saya"
"Kalau gitu saya berikan resep vitamin buat ibu. Jangan lupa diminum agar ibu dan bayi sehat"
"Apa ada pantangan makanan buat istri saya dok"
"Jika ibu tidak ada alergi makanan, semua bisa disantap. Tapi sebaiknya perbanyak makan buah dan sayur agar janin tumbuh kuat dan sehat"
"Baiklah, dok. Sayang, kamu nggak ada alergi makanan"
Melati hanya menggelengkan kepalanya. Ia masih malu dengan dokter atas pertanyaan yang diajukan Jino tadi.
"Kami pamit dulu, dok Terima kasih" ucap Jino menyalami dokter.
Melati juga ikutan berdiri dan menyalami dokter.
"Terima kasih, dokter" ujar Melati
"Aamiin... "
"Hampir lupa, dok. Kapan istri saya harus kontrol lagi.... "
"Jika tidak ada keluhan, bulan depan aja... "
"Baik dok... permisi "
Jino dan Melati melangkah meninggalkan ruang praktik dokter.
Sampai di luar, Melati langsung menghujani Jino dengan pukulan dilengannya.
"Sayang, kenapa aku dipukul. Salahku apa... "
"Kenapa sih mas harus tanya tentang hubungan badan. Kan bisa cari diinternet... "
"Lebih bagus tanya dokterlah. Dokter uangnya kondisi kesehatanmu"
"Tapi tanyanya jangan berulang, cukup sekali".
"Itu untuk meyakinkan sayang. Aku takut nanti akan menyakiti kamu dan calon bayi kita"
Melati masih saja cemberut hingga masuk mobil. Ia juga nggak tau kenapa jadi marah. Padahal benarkan Jino bertanya pada dokter, agar tidak salah.
__ADS_1
Jino memeluk sambil mengecup pucuk kepala Melati sepanjang perjalanan pulang.
"Kamu nggak ingin sesuatu sayang... "
"Nggak, mas. Atau mas yang pengin sesuatu"
"Mas tiba tiba pengin nasi Padang dengan lauk rendang dan ayam pop... " ucap Jino malu
"Mas ngidam ya. Kok tiba tiba pengin nasi padang"
"Iya sayang, nggak tau kenapa jadi pengin"
Melati meminta pak ujang supirnya buat mampir disalah satu rumah makan Padang.
Jino makan dengan lagaknya, dua piring nasi dan empat lauk habis disantap. Melati memandangnya dengan heran.
"Mas lapar apa doyan" ucap Melati
"Dua duanya... " ucap Jino sambil melahap ikan bakar.
"Mau dibungkus buat di rumah"
"Nggak usah, Mel. Mas pengin makan malam dengan soto"
"Mas... makanan ini aja mungkin belum dicerna, mas udah mikir buat makan soto. Sebulan aja mas begini, pasti gendut"
"Emang kalau gendut kamu malu, Mel"
"Bukan malu mas... tapi aku mikir kesehatan"
"Makanlah apa yang kamu mau dan inginkan selagi sehat. Nanti jika sakit menghampiri makanan selezat apapun tak akan bisa kamu nikmati "
Melati tersenyum mendengar ucapan Jino yang menang ada benarnya.
Setelah makan direstauran Padang, Jino mengajak Melati ke pasar buah. Ia membeli berbagai macam jenis buah.
"Buat apa buah sebanyak ini mas"
"Buat kamulah, Mel. Dokter mengatakan kamu harus banyak makan buah agar janin bisa berkembang dan sehat"
"Tapi bukan sebanyak ini juga, mas. Ini bisa buat buka toko buah. Emang aku gajah... makan sebanyak ini"
"Bisa buat Rendra juga. Mas juga mau... "
Melati hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Jino. Ia tak tau apakah ini juga termasuk ngidam yang dirasakan Jino. Tapi dibalik semua tingkah konyol Jino, Melati senang karena Jino yang memperhatikan calon bayi mereka.
************************
Terima kasih...
__ADS_1