
Pagi pagi Jino telah mengendarai mobilnya menuju rumah orang tuanya. Ia ingin melihat keadaan putranya.
Ketika Jino sampai di rumah mamanya, ia melihat mama sedang menggendong Rendra.
Jino mendekati dan mengambil Rendra dari tangan mamanya.
"Rendra sayang, kamu nggak apa apa nak. Kamu sehat..." ucap Jino mencium putranya
"Kamu pikir mama tak bisa menjaganya"
"Bukan begitu ma...aku hanya takut aja"
"Ma, aku tak mungkin mengatakan jika Rendra pernah sakit karena Melati aku sakiti. Aku takut ia kembali sakit, setelah aku menyakiti bundanya lagi"
Mama memanggil pengasuh Rendra dan memintanya memberi susu buat Rendra. Ia ingin bicara dengan Jino.
"Duduklah, kamu berhutang penjelasan pada mama"
"Apa yang ingin mama ketahui"
"Melati...mama ingin tau bagaimana ceritanya kamu dan Melati bisa menikah"
"Panjang ceritanya, ma..."
"Mama akan mendengarnya, walaupun itu butuh waktu lama"
Jino menarik nafasnya sebelum menceritakan awal ia menikahi Melati karena permintaan Nia.
"Kenapa kamu nggak pernah jujur dengan pernikahanmu itu"
"Aku takut nanti mama jadi lebih dekat dengan Melati, karena aku tau mama tak pernah menyukai Nia"
"Dan ternyata perasaan mama benar bukan. Istrimu itu wanita tak benar. Kamu aja yang dibutakan oleh cintamu padanya. Dan apa hubungan Raka dengan masalah mu ini"
Jino tak menceritakan jika ia yang sering menyiksa Melati. Ia tak mau mama tambah membenci dirinya.
Ia hanya menceritakan kesalah pahaman yang terjadi antara dirinya , Raka dan Melati yang ternyata semua rencana Nia.
Mendengar cerita Jino mama spontan melayangkan tangannya menampar pipi Jino.
"Dasar bodoh, dulu kamu juga pernah bertengkar dengan Raka karena kamu mengira ia menyukai dan menggoda Nia. Tapi semua tidak pernah terbuktikan. Sekarang kamu masih juga melakukan kesalahan dengan menuduh Raka berselingkuh dengan Melati. Dimana pikiranmu, Jino. Kenapa kamu tak bertanya dulu. Kenapa kamu hanya mengandalkan emosi. Akhirnya kamu menyesalkan sekarang. Melati istri yang telah memberikan kamu keturunan meninggalkanmu. Dan Raka sepupu kamu juga pasti tak akan mau memaafkan kamu. Kamu memutuskan hubungan persaudaraan."
Mama berhenti bicara karena ia tak bisa menahan tangisnya lagi.
"Maafkan aku, ma"
"Kenapa kamu minta maaf dengan mama. Kamu harus mencari Melati. Mama yakin ia istri yang baik, yang pantas kamu perjuangkan. Cari dan meminta ampunlah padanya. Dan juga minta maaf pada Raka. Jangan sampai kamu menyesal seumur hidup karena harus melepaskan istri seperti Melati. Walau mama hanya bertemu dua kali dengannya, mama dapat merasakan jika ia wanita yang baik. Kenapa kamu yang sudah lebih setahun hidup bersamanya tidak dapat merasakan semua itu"
__ADS_1
Jino hanya menunduk mendengar ucapan mamanya.
"Aku tau ma, Melati istri yang baik. Walau aku sering menyakitinya ia masih mau memaafkanku. Tapi untuk kali ini aku tak yakin ia masih bisa memaafkanku"
"Jino...jangan sampai kamu menyesal seumur hidupmu karena telah menyia-nyiakan istrimu ,Melati"
"Aku akan berusaha mencarinya ,ma. Apa mama tau dimana biasanya Raka pergi berlibur atau jika ingin beristirahat"
"Mama nggak tau. Karena Raka sedikit tertutup anaknya"
"Aku yang akan mencari tau bersama orang kepercayaanku ma"
Setelah cukup lama berbincang, Jino menitipkan Rendra untuk dijaga dan diasuh mamanya sampai masalahnya selesai.
.............
Satu minggu kemudian
Di salah satu kota , tepatnya di sebuah rumah Melati terbaring dengan selang infus yang masih terpasang ditangannya.
Raka masuk dengan membawa semangkuk bubur. Ia duduk di samping tempat tidur Melati.
"Melati, makan lagi ya"
"Aku nggak lapar, Raka...."
"Aku tak mau ,Raka. Aku ingin menyusul anakku saja" ucap Melati menangis.
"Melati, jangan putus asa begitu. Kamu harus kuat. Kamu harus bangkit kembali. Jangan biarkan mereka yang telah membuatmu menderita menjadi senang melihatmu terpuruk begini"
"Tak ada gunanya lagi aku hidup, Raka"
"Apa kamu lupa jika kamu masih memiliki seorang putra"
"Apa aku masih bisa bertemu , Rendra"
"Tentu saja, akan aku usahakan nanti kamu bertemu dengannya. Saat ini Rendra ada bersama mama Jino. Sekarang kamu makan ya. Aku suapin"
Raka menyuapi Melati bubur yang ia bawa. Setelah separuh habis, Melati menolaknya.
"Udah , Raka. Aku udah kenyang..."
"Sekarang kamu tidur. Aku temani di sini"
"Raka...maafkan aku"
"Kenapa kamu minta maaf, Melati"
__ADS_1
"Karena aku kamu jadi ikut terlibat dan terluka. Aku tak pernah mengira mbak Nia tega memfitnah kamu begitu. Jika ia marah dan benci padaku, kenapa ia melibatkan kamu"
"Udahlah, semua telah terjadi. Tak akan bisa kembali lagi. Cuma aku tak akan bisa memaafkan Nia, karena ulahnya kamu jadi kehilangan bayimu"
"Raka, aku bisa minta tolong lagi"
"Ya, Melati. Kamu mau apa...."
"Bisa kamu mengirimkan gugatan ceraiku pada mas Jino. Aku tak mau bersamanya lagi"
"Baiklah Melati. Setelah kamu sembuh, aku akan kenalkan pengacara yang akan mengurus perceraianmu dengan Jino"
"Tapi aku tak mau bertemu, Jino lagi"
"Biar pengacaraku saja yang mengurusnya tanpa kamu harus hadir"
"Terima kasih banyak , Raka. Aku tak akan pernah lupa dengan semua yang telah kamu lakukan padaku. Aku tak tau bagaimana caranya aku membalas semua kebaikanmu"
"Aku hanya menginginkan satu permintaan"
"Apa itu, Raka"
"Kamu harus kuat dan berusaha sembuh secepatnya. Setelah kamu sembuh, kamu harus bisa bangkit dan buktikan pada semua jika kamu bisa hidup tanpa mereka, orang orang yang pernah menyakitimu"
"Aku akan berusaha , Raka"
"Sekarang kamu tidur. Aku tidak akan kemana mana. Aku akan menunggu sampai kamu tertidur"
"Nggak perlu, Raka. Kamu bisa tinggalkan aku sendirian"
"Aku tak mau kamu nanti mengigau lagi"
Melati mencoba memejamkan matanya. Sejak kejadian itu , ia selalu mengigau jika tertidur. Melati selalu teringat kejadian dimana Jino mendorongnya yang berakibat ia harus kehilangan calon bayinya.
Raka selalu menemani hingga ia tertidur. Pernah Raka terpaksa harus tidur di kamar ini menemani Melati karena ia yang terus terus berteriak karena mengigau.
Sementara itu Jino udah meminta orang kepercayaannya mencari seluruh kota Jakarta, tapi tak ada sedikitpun petunjuk mengenai dimana Melati berada.
Raka juga dengan kuasanya telah menghilangkan jejak kemana ia membawa Melati.
Ia ingin memberi pelajaran buat Jino. Karena telah menyia-nyiakan istri sebaik Melati. Jika dulu ia tak mau bertindak karena Melati masih berstatus istri sahnya Jino. Tapi saat ini Jino telah menjatuhkan talak pada Melati.
Ia akan mengusahakan perceraian Melati secepatnya. Agar bisa menjadikan Melati model.
"Melati, aku akan menjadikan kamu model yang terkenal agar Jino menyesali perbuatannya. Aku telah berulang kali mengingatkan dirinya, tapi ia tak pernah menggubrisnya. Ia harus menerima pembalasan atas sikapnya yang telah sering menyakiti Melati"
************
__ADS_1
Terima kasih