
Jino makin memperat pelukannya, seakan ia takut jika Melati akan pergi meninggalkannya.
Jino mempertemukan hidungnya dan hidung Melati. Membuat Melati makin menahan nafasnya karena gugup.
Perlahan Jino mengecup bibir Melati dan ketika akan melum*tnya terdengar suara Rendra yang memanggil.
"Nda, pi...." teriak Rendra.
Melati mendorong tubuh Jino, sehingga hampir saja Jino tersungkur.
"Apa sayang" ucap Melati dengan nafas terburu karena gugup mendekati Rendra yang masih bermain
"Nda..minum"
"Anak bunda haus , ya. Sebentar ya bunda ambilkan minumnya"
Melati kembali ke dapur untuk mengambil minum. Ia melihat Jino yang masih berdiri di sana.
"Mas...kenapa masih di sini. Ada yang mas butuhkan"
"Nggak ada, Mel. Ini air yang kamu buat brlum aku minum. Aku bawa ke depan aja ya"
"Iya, mas. Apa mas mau cemilan atau makan sesuatu"
"Nanti aja, Mel"
"Baiklah, mas. Nanti jika mas membutuhkan sesuatu tinggal ngomong aja"
Melati membawa segelas air buat Rendra dan membantu putranya minum.
"Sayang ...udah mainnya. Bunda buatkan jus dulu ya. Kamu dengan papi sebentar"
"Ya, nda..."
"Mas mau aku buatkan jus juga...."
"Es sirup ini aja belum habis, Mel"
"Mas mau kembali ke kantor juga"
"Kenapa...kamu mengusir aku"
"Bukan mas...kalau mas masih disini, makan malam aja sekalian. Mas mau aku masakin apa"
"Mas mau sup ayam dan sambal terasi aja , Mel. Goreng kerupuk udah"
"Baiklah , nanti aku masakin. Aku buat jus untuk Rendra dulu. Mas bisa tolong jagain Rendranya"
"Iya, bunda..."
Melati memanyunkan bibirnya mendengar ucapan Jino.
Setelah membuat jus , Melati kembali ke dapur untuk memasak sup ayam sesuai permintaan Jino.
Mama dan bibi telah kembali. Ia melihat Jino yang sedang menonton bersama Rendra.
"Melatinya mana nak Jino"
"Lagi memasak ma. Beli apa ma ke supermarket"
"Ini beli deterjen, pewangi dan sabun"
__ADS_1
"Kenapa nggak ngomong tadi. Aku dan Melati aja yang pergi kalau tau mama cuma beli itu."
"Nggak apa. Mama juga sesekali pengin keluar. Bosankan di rumah terus."
"Kalau gitu besok sehabis melihat rumah kita bawa Rendra brrmain ke mall sekalian. Biar mama juga bisa jalan jalan"
"Nggak usah nak Jino. Kamu kan masih harus kerja"
"Nggak apa ,ma. Aku masih bisa mengerjakannya dari rumah"
Setelah makan malam, Jino baru pamit. Meati mrngantar hingga ke luar.
"Mel, mas pamit dulu"
"Hati hati mas" ucap Melati
"Hanya itu aja..."
"Maksudnya mas..."
"Hanya ucapan hati hati aja..."
"Terus aku harus ngomong apa lagi , mas"
"Nggak ada kecupan ataupun ciuman"
"Jangan macam macam deh, mas"
"Tapi jika kita telah menikah nggak ada alasan, setiap aku pergi kamu harus memberikan ciuman"
"Dasar genit...."
"Genit sama bundanya anak anakku nggak apalah"
"Jangan galak galak, Mel. Nanti kamu bisa kangen...."
"Kangen apanya, setiap hari mas juga datang" ucap Melati yang membuat Jino tertawa
"Aku pulang ya...ingat besok aku jemput jam sepuluh" ucap Jino sambil mengacak rambut Melati dan kembali mencuri ciuman dibibir Melati.
Setelah Jino masuk lift, Melati masuk ke apartemennya.
Melati membawa Rendra masuk ke kamar dan menidurkan putranya.
"Sayang, kok papi sekarang genit dan mesum banget ya. Penginnya mengecup pipi bunda terus. Beda banget dengan papimu yang dulu. Yang angkuh dan tak tergapai"
Setelah Rendra tertidur, Melati mandi dan setelah itu ia menyusul Rendra tidur.
.............
Pagi hari sesuai janjinya, jam sepuluh Jino telah sampai di depan pintu apartemen Melati.
Ia menekan bel dan tak lama muncul Melati yang membukakan pintu.
Jino terpana melihat Melati yang telah siap dandan dengan dress putihnya.
"Cantik banget..." gumam Jino
Mama yang berdiri di belakang Melati dengan menggandeng Rendra menjawab ucapan Jino.
__ADS_1
"Nak Jino juga ganteng banget" ujar mama menyadarkan Jino yang terus memandangi Melati tanpa kedip.
"Mama...." ujar Jino malu
"Kita langsung berangkat aja mas"
"Ya, sini sayang biar papi gendong"
Jino menggendong Rendra yang berdiri dibelakang Melati
"Mau kemana, pi" ucap Rendra terbata
"Kita mau pergi lihat rumah barunya, Rendra. Setelah itu kita pergi ke mall beli mainan buat Rendra ya"
"Horee...enda suka" ucapnya mengecup pipi Jino
"Rendra senang kalau jalan jalan. Nanti setelah Rendra sembuh kita akan pergi jalan bareng Rendra dan adik nanti"
"Adik...."
"Ya...papi dan bunda akan memberi Rendra adik agar Rendra cepat sembuh. Rendra suka punya adikkan"
"Suka, pi"
"Mas...kok ngomongin itu sih sama Rendra. Ia nggak akan ngerti"
"Rendra harus diberi pengertian dari sekarang, Mel. Agar nanti saat ia memiliki adik ia tak akan iri lagi"
Melati dan Jino serta Rendra duduk di kursi penumpang yang dibelakang. Mobil dikendarai supir. Mama duduk disamping supir Jino.
Mobil melaju menuju satu jalan komplek perumahan yang cukup terkenal. Dan berhenti di sebuah rumah yang mewah.
"Mel, ayo turun...kita telah sampai"
Melati mengamati sekeliling perumahan itu. Tampak rumah rumah mewah berdiri.
Mama juga memandangi rumah yang Jino maksud dengan tersenyum. Ia bahagia Jino telah mempersiapkan semuanya untuk putri dan cucunya.
Jino membuka kunci pagar rumah itu dengan sebuah remot ditangannya.
"Besok satpam di rumah ini akan mulai aku pekerjakan. Asisten rumah tangga dan juga tukang kebun besok semuanya mulai bekerja. Rumah ini sudah dibersihkan kemarin." ucap Jino
Melati dan mama berjalan sambil melihat pekarangan rumah dan taman yang tampak terawat walau rumah ini tak di huni.
Jino membuka kunci pintu dan mempersilakan Melati dan mama masuk.
Jino yang menggendong Rendra menunjukan satu persatu ruangan dan kamar yang ada di rumah itu. Kamar buat mama dan Rendra juga telah Jino siapkan.
Setelah puas berkeliling, Jino mengajak Melati dan mama duduk sejenak sebelum mereka pergi makan siang di luar.
"Jino...terima kasih karena telah menyiapkan rumah ini buat putri mama dan cucu mama"
"Ma...nggak perlu terima kasih. Sebagai suami aku berkewajiban menyiapkan semuanya demi keluarga kecilku."
"Semoga pernikahan kalian kali ini dapat langgeng hingga maut yang memisahkan. Tidak ada kesalahpahaman lagi nantinya "
"Aamiin...semoga doa mama dikabulkan Tuhan"
Setelah cukup beristirahatnya, Jino membawa mama dan Melati serta Rendra ke salah satu restauran yang menyediakan berbagai menu masakan rumahan.
__ADS_1
********************
Terima kasih