
Hari ini di rumah Jino tampak sedang berkumpul keluarga intinya. Tak lama Raka dan Kimberley juga tampak hadir.
Om dan tante Raka tampak sangat akrab dengan Kimberley. Terutama tante Erma. Ia terus saja bercanda dengan Kimberley.
Mama Jino meminta mereka berkumpul. Tapi mama sengaja tak memberitahu maksudnya. Ia ingin memberi kejutan karena keluarganya yang banyak mengidolakan Kai abangnya Melati.
Mama Jino ingin tau reaksi keluarganya melihat langsung kedatangan Melati bersama Kai dan mamanya.
Keluarganya memang telah tau dari media jika Melati ternyata adiknya Kai. Tapi ada juga sebagian yang tak percaya, mereka menganggap Melati pastilah hanya diangkat anak oleh orang tua Kai.
"Kamu dan Kimberley kapan menikah Raka. Bukankah kamu ingin cepat berkeluarga" ucap Tante Erma
"Menikah juga butuh persiapan" ucap Raka
"Persiapan apa. Dari segi ekonomi dan usia kamu sudah matang" ucap om Jhony
"Aku perlu persiapan mental juga ,om"
"Setahun yang lalu kamu berkata telah siap lahir dan batin untuk menikah" ucap tante Defi
"Tapi setelah aku gagal, aku perlu menyiapkan diriku kembali. Aku tak ingin kegagalan itu terulang lagi"
"Kami pasti merestuimu..."ucap tante Erma tersenyum dengan Kimberley.
Kimberley yang duduk di samping tante Erma memeluk lengannya manja.
"Sebenarnya untuk apa kita berkumpul di sini. Apa untuk mengumumkan pertunanganmu dengan Kimberley" ujar om Yanto
"Bukan...aku juga tak tau. Tanyakan sama tante Yeni dan Jino maksudnya apa.Karena dalam waktu dekat ini aku belum ada niat menikah" gumam Raka membuat Kimberley cenberut mendengarnya.
"Maaf ...karena aku belum memberitau maksud dari kita berkumpul saat ini. Sebenarnya aku meminta kalian semua datang untuk mengumumkan pernikahan Jino yang akan diselenggarakan dua minggu mendatang"
__ADS_1
Raka dan Kimberley langsung menatap Jino setelah mendengar ucapan mamanya. Suasana di ruangan itu menjadi riuh.
"Kenapa kesannya mendadak begini. Siapa calonnya Jino. Kok nggak pernah dikenalkan dengan keluarga" ucap tante Defi
"Aku juga baru merencanakannya minggu kemarin" ujar Jino
Semua bertanya pada Jino siapa calon istrinya. Kenapa tak hadir. Mama Jino mengatakan jika calon Jino akan hadir sebentar lagi bersama keluarganya.
Sepuluh menit berlalu , terdengar suara mesin mobil berhenti. Mama pamit ingin melihat tamu yang datang. Keluarga yang lain jadi penasaran.
Melati berjalan disamping Kai yang menggendong Rendra. Sedangkan mamanya bersama mama Jino ada didepan mereka.
"Lihat siapa yang datang...." ucap mama Jino begitu sampai dihadapan keluarganya.
Semua mata memandang ke arah Kai dan juga Melati. Mereka tak percaya bisa memandangi Kai dari dekat begini.
"Selamat malam..." ucap Kai membuat kelurga Jino tersadar dari lamunannya.
"Ma..abang...Melati...silakan duduk" ujar Jino dan mengambil Rendra dari gendongan Kai
"Apa kamu benar saudara kandungnya Melati" ucap tante Erma yang masih tak percaya dengan berita yang beredar.
"Iya, tante. Aku dan Melati adalah sauadra kandung" ucap Kai memeluk bahu Melati yang duduk disebelahnya. Melati memberikan senyum pada semuannya.
"Aku kira tadi yang datang calon istri Jino. Ternyata Melati dan keluarga barunya" gumam om Yanto
"Karena semua telah hadir. Aku perkenalkan dulu, ini mama Melati dan Kai saudara laki lakinya. Aku ingin mengatakan pada semua jika dua minggu mendatang aku dan Melati akan menikah kembali" ucap Jino membuat suasana menjadi riuh dengan suara suara om dan tantenya yang kaget.
"Jadi calon isttimu Melati" ujar tante Defi
"Ya , tante. Setelah kami pertimbangkan, kami akan rujuk kembali demi Rendra. Biar ia mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya"
__ADS_1
"Nggak mesti rujuk jika hanya ingin memberikan kasih sayang buat Rendra" gumam Kimberley
"Maaf Kim...ada alasan yang lebih dari sekedar untuk memberikan kasih sayang yang utuh saja buat Rendra. Aku yakin semua keluarga pasti kaget dengan keputusanku saat ini. Tapi kami rasa rujuknya kami adalah jalan terbaik"
Raka hanya diam mendengar setiap ucapan yang dilontarkan Jino. Ia memandangi Melati yang duduk disamping Kai dengan wajah tertunduk.
"Apa kamu dan Melati sudah memikirkan ini dengan matang" ucap om Jhony
"Aku dan Melati sudah memikirkan semuanya"
"Jangan jadikan Rendra alasan. Apa kamu dan Melati kembali menjalin hubungan setelah Raka tidak jadi menikah dulu. Apa emang harus rujuk lagi. Dan mengapa secepat ini" ucap tante Erma
"Tante...aku dan Melati memutuskan untuk rujuk kembali seminggu yang lalu. Dan ini memang demi kebaikan Rendra"
"Maaf...aku sebagai abangnya Melati meminta maaf jika Melati pernah melakukan kesalahan dimasa lalu. Saat itu Melati terpaksa mengambil keputusan untuk meninggalkan Raka dan membatalkan pernikahannya juga demi keluarga. Bukankah om dan tante saat itu tak ada yang merestui Melati menikah dengan Raka karena ia mantan istri Jino. Dan juga mungkin karena Melati saat itu tak memiliki keluarga. Dan saat ini apa ada juga yang keberatan jika Melati rujuk dengan Jino. Jika ada, aku ingin tau alasannya kenapa" ucap Kai. Ia tak mau ada orang yang akan menjelekan adiknya.
"Kami minta maaf jika kata kata kami ada yang menyinggung Melati. Saat itu keluarga tidak setuju emang karena Melati mantan istri Jino tak ada alasan lain.Bukan juga karena ia tak memiliki keluarga. Dan jika saat ini Jino dan Melati ingin rujuk, kami tak ada alasan buat menolaknya atau tak merestui. Mungkin maksud dari tante Erma tadi, jangan jafikan Rendra alasan buat rujuk jika memang Melati dan Jino ingin rujuk karena masih ada cinta diantara mereka" ucap om Yanto
"Maaf om dan tante. Aku dan mas Jino memang rujuk demi Rendra. Tapi bukan berarti aku ingin mempermainkan pernikahan. Aku akan tetap berusaha menjadi istri yang baik juga buat mas Jino. Aku tau jika aku mungkin tak pantas buat Jino ataupun Raka. Tapi kali ini aku tak bisa mundur untuk menikah lagi walau om dan tante tak merestui. Aku akan tetap menikah demi Rendra...." ujar Melati
"Jangan salah sangka , Melati. Kami bukannya tak suka kamu rujuk dengan Jino. Kami hanya kaget saja. Tahun kemarin kita berkumpul untuk bicara mengenai pernikahanmu dan Raka. Dan tahun ini bicara mengenai pernikahan kamu dan Jino."
"Om...tante...aku mengumpulkan semua keluarga bukan meminta restu. Aku hanya ingin memberitaukan pernikahanku ini agar nanti tidak ada salah paham. Aku bukannya tak menghargai om dan tante jika aku mengatakan ini...aku dan Melati akan tetap menikah walau apapun pendapat keluarga semua. Aku tak akan membatalkannya. Dan juga pernikahan kami nantinya hanya dihadiri orang terdekat saja"
Semua keluarga hanya diam mendengar ucapan Jino. Mereka tau bagaimana Jino. Ia tak akan mau dibantah. Saat ia akan menikah dengan Nia dulu, Jino juga tak mendengar pendapat keluarga termasuk mamanya. Ia tetap menikah walau tanpa restu dari keluarga.
Raka masih memandangi Melati dengan intens.
"Aku makin menyadari arti diriku bagimu Melati. Aku tidak pernah singgah dihatimu. Kamu hanya mengasihaniku selama ini. Dengan Jino kamu mau menentang keluargaku. Walau mereka tak merestui , kamu tetap akan melangkah menuju pelaminan. Tampak cintamu masih sangat besar buat Jino. Saat denganku, kamu langsung menyerah, tak ada berjuang untuk kita dapat bersama. Kenapa kamu jadikan Rendra alasan buatmu rujuk jika memang masih ada cinta itu buat Jino"
*******************
__ADS_1
Terima kasih