
Nia yang sudah beberapa kali menghubungi Alex tapi tak juga dibalas, akhirnya mendatangi tempat tinggal Alex ke kota Bandung.
Sampai di rumah Alex ia melihat kesibukan yang cukup menyita perhatiannya.
"Kenapa rumahnya Alex tampak begitu ramai dan orang orang keliatan sibuk banget. Ada tenda juga berdiri di depan rumahnya. Apa jangan jangan benar, ia akan menikah"
Nia memarkirkan mobilnya disamping rumah Alex. Ia berjalan masuk ke halaman rumah itu. Nia bertanya pada salah seorang pria yang sedang membantu memasangkan tenda.
"Maaf, mas. Ini rumah mau adain acara apa ya"
"Mau adain pesta dua hari lagi, mbak"
"Apa mas tau siapa nama orang yang akan menikahnya"
"Kalau tak salah yang mau menikah mas Alex"
"Apaa...Alex"
"Iya. Mbak kenalannya. Kenapa nggak tau"
"Ya, saya dari Jakarta. Jadi nggak tau kabar pernikahannya. Terima kasih ya...."
Nia berjalan masuk ke dalam rumah. Ia melihat ibunya Alex. Nia memang mengenal ibunya Alex sejak ia masih pacaran dulu.
"Selamat siang , tante"
"Selamat siang...siapa ya. Tante rasanya kenal"
"Saya Nia, teman SMU nya Alex dulu"
"Oh , iya. Mantan pacarnya Alex dulu ya. Alex bilang kamu udah nikah dengan sahabatnya. Mana suamimu"
"Aku udah pisah dengan suamiku, tante"
"Oh, jadi saat ini kamu sudah janda" ucap mama Alex dengan nada sedikit tak enak.
"Alex nya ada, tante"
"Kita bicara di sana aja ya. Nanti ada yang salah paham jika kamu mencari Alex"
"Maksud tante apa" ucap Nia setelah merwka duduk
__ADS_1
"Kamu tau kan Alex akan menikah dua hari lagi. Kamu sebagai mantan kekasihnya yang telah janda mencarinya. Tante nggak mau nanti terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan batalnya pernikahan Alex. Umur Alex tidak muda lagi. Tante sudah lama ingin dia menikah. Tante harap kamu maklum"
"Tante aku kesini datang mencari Alex memang untuk minta pertanggung jawabannya"
"Tante nggak ngerti apa maksud kamu. Emang apa yang telah Alex lakukan"
"Karena Alex aku bercerai dengan suamiku ,tante. Aku dan Alex tetap berhubungan walau aku telah menikah. Dan ketika suamiku tau tentang perselingkuhanku ia menggugat cerai. Aku tak mau Alex meninggalkan aku setelah aku bercerai dengan suamiku"
"Kamu bicara apa. Jadi maksud kamu, Alex berselingkuh denganmu selama ini"
"Tentu saja. Bukan hanya itu ,ia telah banyak menghabiskan uang yang aku dapat dari suamiku. Aku tak terima jika saat ini ia meninggalkan aku begitu saja. Setelah ia menghabiskan uangku dan membuat aku bercerai"
"Kamu jangan berbohong, Nia"
"Aku tidak berbohong tante. Dan hubungan kami juga sudah seperti suami istri. Kami sering menghabiskan waktu berdua tanpa suamiku tau"
"Dasar perempuan jal*ng, apa kamu datang sengaja ingin membatalkan pernikahan anakku. Kamu pasti mengarang cerita inikan"
Mama Alex menampar pipi Nia cukup keras. Nia memegang pipinya yang terasa sakit.
"Apa aku harus percaya dengan wanita sepertimu. Aku tak akan pernah merestui kamu dengan Alex. Jika kamu bisa menduakan suamimu, pasti suatu saat nanti kamu jufa bisa menduakan Alex"
"Jika tante tak percaya, tante bisa lihat vidio ini. Lihat ini...kami sedang bercinta bukan" ucap Nia melihatkan vidio ketika ia liburan bersama Alex yang diambilnya dari memori ponselnya yang dihancurkan Jino.
"Apa yang kamu lakukan disini, Nia" ucap Alex kaget
"Mencari seorang pria pecundang. Yang telah menghabiskan uang wanita dan selalu bercinta dengan wanita itu, akhirnya pergi dengan tanpa malu dan rasa tanggung jawab"
"Nia, aku mohon pergilah. Jangan cari masalah"
"Siapa yang mencari masalah. Aku apa kamu"
"Kita bicara di luar...."
"Kenapa harus bicara diluar. Kamu takut semua orang tau jika kamu hanyalah seorang pria pecundang. Pria pengecut dan hanyalah seorang bajing*n tengil"
"Nia...jaga ucapanmu"
"Kenapa aku harus menjaga ucapanku. Apa ia calon istrimu. Kamu takut ia tau belangmu" ucap Nia menunjuk Dewi
"Aku sudah cerita tentang hubunganku denganmu, jadi tak ada yang perlu aku tutupin"
__ADS_1
"Kamu juga cerita jika kita sering bercinta bahkan tiga kali sehari jika kita bersama. Dan kamu juga udah cerita jika biaya hidupmu dari memeras uang suamiku"
"Cukup, Nia...kamu sudah keterlaluan"
Dewi dan orang orang yang melihat keributan itu menjadi kaget mendengar ucapan Nia.
"Apa yang keterlaluan, apa aku harus memutar vidio saat kita bercinta disini. Agar semua tau. Dan apa aku harus melihat rekeningmu yang uangnya semua dari tranferanku" teriak Nia
Alex yang malu mendengar ucapan Nia menampar pipinya keras. Sehingga darah mengalir dari sudut bibirnya.
"Alex...mama tak percaya dengan apa yang Nia ucapkan. Mama tak menyangka kamu begitu. Katakan yang sejujurnya"
"Apa yang nggak tante percaya lagi. Aku sudah lihatkan vidio saat aku dan Alex seranjang bukan" ucap Nia sambil memegang pipinya yang bekas tamparan dari mama Alex dan juga Alex.
"Mas Alex, sebaiknya mas selesaikan dulu masalah mas dengan mbak ini. Pernikahan kita sebaiknya di tunda...." ucap Dewi sambil menahan air matanya.
"Nak Dewi, tante mohon maafkan Alex. Tante yakin saat ini Alex telah berubah. Nia hanyalah masa lalu baginya"
"Tapi aku mau berpikir ulang lagi, tante. Mas Alex tak pernah cerita jika ia telah berhubungan sejauh ini dengan mbak Nia. Mas Alex cuma mengatakan jika ia memiliki seorang mantan kekasih yang telah menikah dan wanita itu masih mencintainya. Aku tak bisa terima atas kebohongan ini. Aku akan bicara dengan orang tuaku jika aku ingin menunda pernikahan ini dulu. Permisi..."
"Nak , Dewi...jangan pergi nak" ucap Mama Alex sebelum akhirnya pingsan.
"Mamaa...." teriak Alex melihat mamanya pingsan dan menggendongnya ke kamar. Setelah meletakan ibunya di atas kasur, Alex mendekati Nia dan mengcengkeram pergelangan tangannya erat , menariknya hingga keluar dari rumah.
Setelah di jalan, Alex mendorong tubuh Nia kuat hingga tersungkur di jalan.
"Aku akan buat perhitungan jika terjadi sesuatu dengan mamaku" ucapnya dengan amarah
"Ini semua karena salahmu..."
"Apa salahku, jika kamu bisa menikah kenapa aku tidak. Kita bisa bicarakan hubungan selanjutnya setelah aku menikah"
"Sebelum kamu menikah saja kamu telah melupakan aku, apa lagi nanti jika kamu telah menikah. Bagaimana aku bisa mempercayaimu"
"Pergilah dari sini sebelum aku lebih berbuat kasar lagi. Sudah aku katakan jika kita bisa bicarakan ini. Tapi jika kamu tak mau dengar aku, jangan harap kamu bisa bertemu aku lagi""
"Kau akan membayar mahal atas semua perlakuanmu padaku, Alex. Tunggu saja pembalasanku"
Nia berdiri dan berjalan tertatih menuju mobilnya yang diparkir. Nia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah Alex.
"Maafkan aku , Nia. Aku tak bisa terus bersamamu. Aku juga ingin membina rumah tangga yang utuh. Aku tak yakin bisa hidup bahagia bersamamu. Karena aku yakin aku tak bisa memberi kemewahan yang biasa Jino berikan padamu. Aku takut jika kamu tidak mendapatkan apa keinginanmu, kamu akan berselingkuh juga dariku. Jino yang baik dan begitu mencintaimu saja tak bisa membuka hatimu, apa lagi aku. Aku tau kamu wanita ambisius dan aku yakin kamu tak pernah puas dengan satu pria...."
__ADS_1
*********************
Terima kasih....