Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Sembilan puluh


__ADS_3

Melati terbangun ketika hari sudah petang. Ia merasakan sesuatu yang berat menghimpit tubuhnya.


Ia melihat ada lengan yang memeluk erat tubuhnya dan Melati akhirnya tersadar jika itu lengan dari Jino.


Melati mencoba melepaskan pelukan Jino. Ia meletakan lengan Jino kesamping tubuhnya. Melati bangun dari tidurnya. Ia mendengar suara ketukan pintu.


Melati berjalan membuka pintu. Tampak mama berdiri depan pintu kamar.


"Mama, ada apa..."


"Mama mengganggu"


"Nggak kok, ma...."


"Sekarang sudah mulai petang, kamu sebaiknya mulai bersiap siap. Jinonya mana"


"Masih tidur ma..."


"Bangunkan, dan segeralah mandi...."


"Rendra mana, ma"


"Udah jangan pikirkan Rendra. Banyak yang menjaganya, ada oma dan unclenya juga"


"Ma...aku sayang mama" ucap Melati memeluk mamanya. Sejak ia tinggal bersama mamanya ia dapat merasakan kasih sayang yang besar darinya.


"Mama juga sangat menyayangimu, nak. Mama harap pernikahanmu akan menambah kebahagiaanmu"


"Aamiin..."


"Segeralah mandi dan jangan lupa keramas"


"Kenapa harus keramas ,ma"


"Masa udah punya anak satu belum juga paham" ucap mama sambil tersenyum.


"Mama...aku nggak melakukan apa apa" ucap Melati malu"


"Jangan lupa tanda ditubuhmu itu nanti ditutupi dengan bedak" ucap mama tersenyum lagi.


Melati melihat kearah yang ditunjuk mama. Ia melihat dadanya ada tanda ungu kemerahan.


"Ma...aku mandi dulu"


"Silakan ...." ucap mama masih tetap tersenyum


Melati menutup pintu dan naik keranjang. Ia mengguncang tubuh Jino membangunkan suaminya itu.


"Mas Jinoo..." teriak Melati


"Apa sayang...."


"Apa yang mas lakukan padaku tadi"


"Aku nggak melakukan apa apa" ucap Jino mengucek matanya untuk mengembalikan kesadarannya.


"Ini apa..." tunjuk Melati ke dadanya.


"Oh itu ...mas kira apa"


"Mas apakan aku tadi"


"Masa sih kamu nggak sadar. Kamu sangat menikmatinya ya sampai nggak sadar aku melakukan itu"


"Maaasss...." teriak Melati lagi


"Jangan berteriak, nanti orang bisa salah sangka. Nanti orang kira mas sedang unboxing kamu"


"Ih...mas nyebelin banget. Mandi segera mas, sebentar lagi tamu datang. Jangan pakai lama ya, aku juga mau mandi mas" ucap Melati dengan manyun


"Biar nggak kelamaan bagaimana kalau kita mandi bareng"


"Pasti tambah lama nantinya mas..."


"Kamu tau aja, Mel"

__ADS_1


Jino masuk ke kamar mandi dengan tersenyum, mengingat tadi ia yang telah mengerjain Melati.


...............


Langit tampak cerah dengan bintang yang bertaburan menambah indahnya acara syukuran pernikahan Melati dan Jino yang diadakan di taman belakang rumah baru mereka.


Satu persatu tamu undangan mulai berdatangan dan memberikan selamat buat kedua pengantin yang duduk bersanding dengan Rendra berada ditengah mereka.


Melati dengan gaun pink mudanya tampak sangat cantik malam ini.



Jino dan Rendra yang mendampinginya juga tampak sangat ganteng dengan balutan jas.




Alunan musik dari suara penyanyi band yang mengiringi tamu terdengar sangat merdu.


Raka yang datang bersama Kimberley menghampiri kedua pengantin itu. Mereka tampak serasi. Raka yang ganteng dan Kim yang cantik. Om dan tante Raka tersenyum melihat Raka yang semakin akrab dengan Kimberley.


Keluarga besar mereka sangat menyukai Kimberley dan berharap Raka akan kembali menjalin hubungan dengannya.




"Selamat menempuh hidup baru Jino, Melati...semoga langgeng hingga akhir hayat" ucap Kimberley menyalami Jino dan Melati


"Terima kasih, semoga kamu juga bahagia" ucap Melati


"Maaf, tadi diacara ijab kabul aku tak bisa hadir karena ada jadwal pemotretan"


"Nggak apa, Kim. Kamu hadir di malam hari ini aja sudah membuat kami senang"


Raka hanya diam ketika Kimberley memberikan ucapan selamat pada Jino dan Melati. Raka maju setelah Kimberley selesai.


"Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian Jino, Melati...dan juga buat kamu siganteng om, semoga kamu sehat selalu dan tambah ganteng" ucap Raka dan mengecup pipi Rendra. Kembali Raka hanya menyalami Jino dan melewati Melati.


"Kami permisi ya...tamu yang lain pasti juga ingin mengucapkan selamat" ujar Kimberley


Raka dan Kimberley berjalan menuju meja dimana tante Erma dan om Yanto duduk. Kimberley memeluk lengan Raka dengan erat.


"Selamat malam om...tante" ucap Kim


"Selamat malam...kamu cantik banget malam ini" ucap tante Erma


"Terima kasih tante"


"Kalian kapan menyusul Jino"


"Doain aja secepatnya tante" ujar Kim. Raka hanya diam tanpa menjawab pertanyaan tantenya.


"Bee...kamu gabung aja dulu di sini. Aku mau ke panggung sebentar"


"Mau ngapain , Raka...."


"Aku mau menyumbangkan sebuah lagu"


Raka meninggalkan Kimberley bersama tante dan omnya, ia naik ke atas panggung. Dan mengambil mik.


"Selamat malam buat kedua pengantin, kerabat dan semua tamu yang hadir. Saya ingin mencoba bernyanyi walaupun saya sadar jika suara saya sangat sumbang. Dan buat abang Kai, izinkan saya membawa salah satu lagu darimu. Mohon maaf jika saya ada kesalahan dalam menyanyikannya..." ucap Raka memandang ke arah tempat Kai dan mamanya serta mama Jino duduk.


Kai memberikan senyumnya dan menyatakan oke dengan mengacungkan jari jempolnya.



Raka mengambil sebuah bangku dan gitar. Ia duduk sambil memainkan gitar yang ada ditangannya.


"Sebuah lagu berjudul...Disaat Aku Pergi"


Raka mulai memetik jarinya di senar gitar dan ia mulai mengeluarkan suaranya.


"Biarlah aku pergi

__ADS_1


Jangan lagi kau tangisi


Semoga pilihanmu


Yang terbaik untukmu


Memang berat bagiku


Berpisah denganmu


Tapi harus kurelakan


Cinta tak bisa dipaksakan


Mungkin kau bukan cinta sejatiku


Mungkin kau bukan belahan jiwaku


Yang diturunkan Tuhan 'tuk menjadi


Pendamping hidupku


Mungkin kau bukan cinta sejatiku


Mungkin kau bukan belahan jiwaku


Yang diturunkan Tuhan 'tuk menjadi


Pendamping hidupku


Memang berat bagiku


Berpisah denganmu


Tapi harus kurelakan


Cinta tak bisa dipaksakan"


Raka tampak sangat menghayati lagu yang dinyanyikannya. Melati yang mendengar suara Raka yang tampak serak menahan tangis tak bisa menahan air matanya yang jatuh membasahi pipi.


"Maafkan aku Raka...kita mungkin memang tak ditakdirkan untuk hidup bersama. Tapi percayalah aku tak akan pernah melupakan semua perhatian , pengorbanan dan juga bantuan yang telah kamu berikan untukku"


Kai mendengar dengan serius suara Raka yang menyanyikan lagunya. Ia tak menyangka Raka memilih lagu sedih yang vidio klipnya di perankan Melati dulu.


Keluarga besar terutama Kimberley serentak memandangi Melati ketika Raka selesai membawakan lagu dan turun dari panggung.


Siapapun yang tau kisah antara Melati dan Raka pasti langsung menebak jika lagu yang dibawakan Raka memang ditujukan buat Melati.


Melati menundukan kepalanya, ia dapat melihat banyak mata dari keluarga yang memandangi dirinya.


Rendra sudah diambil mama karena mengantuk. Jino merapatkan tubuhnya pada Melati dan menggenggam tangannya.


"Jangan menangis...aku cemburu loh. Kamu saat ini udah jadi istriku, tak boleh ada pria lain dipikiranmu" ucap Jino untuk menghibur Melati.


Ia sengaja mengatakan cemburu agar Melati berhenti menangis. Jino sebenarnya dapat merasakan sedih Raka saat ini.


"Maaf ...mas. Aku tak ada perasaan lebih pada Raka, hanya menganggapnya saudara. Aku menangis karena mengingat semua kebaikannya padaku. Tapi apa balasan dariku , aku menyakiti hatinya. Aku hanya merasa sangat bersalah"


"Jangan terlalu bersedih, waktu akan mengobati semua lukanya"


"Semoga Raka masih tetap mau bertemu denganku "


"Tentu saja...bukankah saat ini ia telah menjadi iparmu."


"Mas...nggak marah"


"Aku nggak mungkin marah, Mel. Karena aku tau dan mengerti bagaimana perasaanmu saat ini. Begitu juga dengan Raka. Aku sangat tau apa yang ia rasakan saat ini. Semoga saja ia bisa secepatnya melupakan kamu. Jika ia masih terus menyimpan rasa cintanya padamu, aku yakin akhirnya aku benar benar cemburu. Kamu masih ingatkan, Mel...jika aku ini pria dengan kadar cemburu yang tinggi"


Jino tersenyum pada Melati setelah mengucapkan itu. Jino menghapus air mata Melati dengan pelan takut merusak riasannya.


Tamu undangan semakin bertambah banyak hingga malam menjelang.


Jam sebelas malam keluarga dan tamu undangan baru mulai meninggalkan rumah kediaman mereka.


****************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2