Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Seratus Tiga


__ADS_3

Melati dan Jino sedang berada di taman belakang menemani Rendra bermain ketika ada seseorang yang memeluk tubuhnya dari belakang.


Melati langsung membalikkan tubuhnya dan senang melihat orang yang memeluknya tadi.



"Abang... " ujar Melati memeluk pinggang Kai erat.


"Sehat dek" ucap Kai sambil mengecup pucuk kepala adiknya.


"Sehat... aku kangen. Abang sejak aku nikah nggak pernah lagi datang. Abang nggak rindu sama aku. Mama sih bisa ke tempat abang kalau kangen... kalau aku...nggak diizinkan mas Jino. Abang jahat. Abang bilang tak ingin melewatkan waktu bersama keluarga, tapi buktinya abang nggak peduli" gerutu Melati


"Hai... jangan mengomel gitu. Baru aja abang datang, udah diceramahin"


"Mas melarang kamu ikut mama ke Kuala Lumpur karena kamu saat itu baru hamil"


"Sampai kapan mau peluk abang terus. Malu tuh dilihat sama Yuni"


"Yuni... siapa"


"Lihat tuh kesamping kananmu"


Melati melepaskan pelukannya dan memandang ke kanan. Tampak berdiri seorang wanita cantik. Ia tersenyum dengan Melati.



"Cantik banget.... " ucap Melati spontan


"Kenalkan ini adikku Melati, Yuni"


"Yuni.... " ucap wanita itu mengulurkan tangannya.


"Abang kok nggak ngomong jika ada tamu" ucap Melati malu


"Yuni pasti ngerti"


"Mbak Yuni pacarnya abang ya" ucap Melati lagi. Mama yang datang dari dapur tersenyum mendengar ucapan Melati.


"Yuni ini teman kecil Kai. Rumah orang tuanya tetanggaan sama mama. Ia sangat dekat dengan Michelle" ucap mama


"Kamu mengingatkan aku pada Michelle" ucap Yuni sambil menahan air matanya.


"Apa aku boleh memelukmu... " ujar Yuni lagi.


Melati melangkah mendekati Yuni dan memeluknya.


"Tentu saja ,mbak boleh memelukku... "Ucap Melati.


"Kamu membuat rinduku pada Michelle terobati" ucap Yuni sambil melepaskan pelukannya.


"Mbak... kita di dalam aja ngobrolnya" ucap Melati


"Panggil aku kak Yuni aja seperti Michelle memanggilku"


"Baiklah, kak... "


Kai mendekati Rendra dan menggendongnya masuk ke dalam rumah menuju ruang keluarga tempat semua berkumpul.


"Uncle kangen banget sama Rendra, gantengnya uncle sehatkan" ucap Kai sambil mengecup pipi Rendra yang ada dipangkuannya.


"Sehat... uncle"

__ADS_1


"Uncle juga sehat sayang... "


"Abang lama ya disini"


"Nggak bisa, Mel. Paling lusa juga abang sudah harus kembali. Setelah acara, sotonya abang langsung kembali... "


"Kapan abang liburnya lama"


"Nanti... ketika anakmu lahir"


"Abang janji.... "


"Iya... abang udah mulai mengurangi jadwal. Tahun depan mungkin abang hanya ambil tiga atau empat kali pertunjukan. Abang akan mulai konsentrasi diperusahaan aja. "


"Konsentrasi diperusahaan atau mulai ingin menata hidup untuk berumah tangga" ledek Melati


"Melati benar bang. Jangan kerja aja, abang harus memikirkan tentang diri abang sendiri juga." ucap Jino


"Nggak ada yang mau sama aku, Jin"


"Nggak ada yang mau atau abang yang tak mau" ucap mama


"Mama... siapa yang mau punya suami seorang pengamen seperti aku. Sering ditinggal pergi"


"Nak Yuni nggak tertarik dengan Kai" ucap mama


"Mama... kenapa tanya Yuni" ujar Kai malu


"Mama hanya bertanya. Kalian sudah saling mengenal dari kecil, pasti sudah tau sifat masing masing. Jadi jika kalian nantinya berumah tangga pasti tidak perlu lagi untuk beradaptasi"


"Ma... aku dan Kai belum berpikir ke sana. Kami masih nyaman dengan pertemanan saat ini" ucap Yuni


"Apa kamu sudah ada pasangan"


"Cobalah kalian pikirkan. Mama tidak memaksa, keputusan ada ditangan kalian. Kamu juga harus ingat Kai, umurmu semakin bertambah. Begitu juga mama. Mama juga ingin melihat kamu bersanding dengan wanita pilihanmu"


"Mama benar bang. Abang harus mulai memikirkan diri abang. Biar ada yang mengurus abang. Kalau nggak abang tinggal bersamaku aja. Biar aku yang akan mengurus abang sebelum ada wanita pilihan abang"


"Abang nggak bisa menetap disini karena perusahaan peninggalan papa nggak mungkin abang telantarkan. Banyak keluarga yang bergantung hidup di sana"


"Kak Yuni dulu sering ya bermain dengan Michelle " tanya Melati


"Iya, Mel"


"Aku juga ingin dekat dengan kak Yuni seperti Michelle... " gumam Melati


"Kakak juga ingin mengenal kamu lebih dekat"


Setelah cukup lama mengobrol, Melati mengajak semuanya buat makan malam.


.....................


Hari ini acara syukuran ulang tahun dan kehamilan Melati berlangsung.


Kediaman Jino tampak ramai dengan tamu dan keluarga. Pagi hari rumah dipenuhi dengan anak yatim piatu yang akan merayakan ulang tahun Rendra.


Rendra tampak sangat gembira karena Jino menggunakan jasa badut buat menghibur anak anak.


Rendra yang menggunakan jas putih terlihat sangat tampan.


__ADS_1


Berbagai permainan juga disediakan di taman. Anak anak tampak riang bermain bersama.


Setelah capek bermain anak anak panti asuhan diminta mencicipi hidangan yang tersedia. Sebelum makan Ustad membacakan doa selamat buat Rendra. Dan juga membacakan doa sebelum makan.


Rendra menerima banyak kado dari keluarganya.


Anak anak panti asuhan yang diundang Jino pulang setelah mereka menyantap hidangan. Masing masing anak di beri amplop dan suvenir.



Setelah anak anak yatim piatu itu kembali ke panti asuhan, Melati membawa Rendra ke kamar. Ia harus istirahat.


Sore hari nanti acara syukuran atas kehamilan Melati juga akan digelar. Jino memiliki mengundang sebagian rekan bisnis saja. Selain itu ia juga mengundang seluruh tetangganya.


"Sekarang Rendra harus tidur. Udah capek bermainnya"


"Udah, nda"


"Rendra senang... "


"Senang banget. Enda dapat banyak kado"


"Besok kadonya kita buka. Kita istirahat dulu ya nak"


Melati mengusap punggung Rendra agar putranya tertidur.


Jino masuk ke kamar dan melihat Melati yang sedang menidurkan putranya. Ia mengecup dahi Melati dan Rendra.


"Mas... mau apa" ucap Melati pelan, takut membangunkan Rendra


"Nggak ada. Mas cuma ingin melihat kamu dan Rendra. Tidurlah. Dedek dalam perut bunda juga harus tidur ya.... " ucap Jino sambil mengusap perut Melati yang udah tampak membuncit.


"Mas mau tidur juga... "


"Nggak... masih ada tamu. Mas temani abang Kai aja di luar. Keluarga juga masih banyak yang bertahan. Mereka malas pulang, menunggu acara syukuran kehamilan kamu aja sekalian"


"Aku jadi nggak enak harus tidur. Minta bibi yang temani Rendra. Aku di luar aja bersama keluarga yang lain"


"Nggak usah. Nanti kamu kecapean. Biar nanti mas yang jelaskan jika ada yang bertanya. Kamu tidur aja" ucap Jino dan mengecup bibir Melati.


Jino menutup pintu kamar Rendra perlahan, gara tak mengganggu tidur putranya.


***************


Terima kasih....


Ini nama nama pemenang tebak jenis kelamin anak Melati :


-Chan Teratai


-Fania Nia


-Dewi Johary


-Tri Soen


-Yuli Astuti


Bagi yang menang bisa follow akun aku ya. Nanti aku follow kembali biar bisa kirim pesan.


Terima kasih untuk semua pembaca

__ADS_1


Mampir juga ya ke novel sahabatku yang berjudul BERBAGI CINTA : AKU, MADU SAHABATKU karya Author Ruth89



__ADS_2