
Sampai di rumah, Melati menidurkan Naura dan mendekati Jino yang sedang berkutat dengan laptopnya.
Melati memeluk lengan Jino dan menyandarkan kepalanya di bahu Jino.
"Apa sayang, pasti ada maunya"
"Mas, aku kasihan banget lihat Raka yang harus melawan penyakitnya hingga saat ini"
"Kita bisa apa, mas juga sudah mencoba mencari pendonor. Tapi dari beberapa orang yang bersedia, ginjalnya tidak bagus buat didonorkan"
"Mas, biarkan aku yang menjadi pendonornya"
"Jangan meminta sesuatu yang sulit mas kabulkan"
"Mas, aku janji akan menjaga kesehatan setelah mendonorkan ginjalku"
"Dari pada kamu, mending mas aja yang menjadi pendonornya"
"Nggak bisa, mas"
"Kenapa .... " ucap Jino dan mematikan laptopnya.
"Mas itu banyak kegiatan, dan juga harus bekerja. Jika mas hanya memiliki satu ginjal itu bahaya, apa lagi jika mas nggak bisa mengontrol kesehatan dan berolah raga rutin"
"Melati, mas nggak izinkan kamu mendonorkan ginjalmu itu karena mas tak mau terjadi sesuatu denganmu. Kamu dan anak anak segalanya bagi mas"
"Mas... aku mohon. Aku kasihan melihat Raka harus berjuang melawan penyakitnya"
Jino tidur dengan membelakangi Melati. Ia tak ingin berdebat masalah itu lagi.
Melati yang menyadari kemarahan Jino memeluk tubuhnya dari belakang dan mengecup leher Jino.
"Jangan memancing, Mela. Kamu baru habis lahiran" ucap Jino serak
"Mas, bolehkan"
Jino membalikkan tubuhnya menghadap Melati . Ia memandangi wajah istrinya dengan sendu.
"Kita konsultasi ke dokter dulu sebelum kamu mendonorkan ginjalmu"
"Betul, mas. Jadi mas setuju" ucap Melati mengecup pipi Jino
"Bukan setuju. Tapi kita coba konsultasi dulu. Jika memang tak berbahaya, mas izinkan"
"Baiklah, mas"
__ADS_1
"Udah berapa umur Naura, sayang"
"Hampir satu bulan, mas. Kenapa... "
"Terasa lama banget.... " lirih Jino
" Lama, aku kok merasa cepat ya. Baru kemarin rasanya aku lahiran, saat ini udah satu bulan aja"
"Iya, tapi bagi mas cukup lama. Dokter bilang sampai kapan kita bisa berhubungan lagi"
"Astaga mas. Jadi mas merasa ini semua lama karena mas pengin"
"Hhhmmmm.... "
"Masih bulan depan baru boleh berhubungan"
"Sayang, mas udah pengin banget. Masa mas main solo terus"
"Aku bantu.... " ucap Melati sambil tersenyum
"Boleh, sayang.... "
"Nanti kita mandi bareng, asal mas jangan minta lebih dan kebablasan "
"Aku kasihan, lihat mas terus menahannya. Aku bukan nggak tau, apalagi waktu mas mandiin aku saat baru lahiran"
"Sayang, mas tuh setiap dekat kamu aja jadi pengin apalagi lihat tubuh polosmu saat mandi"
"Makanya aku tuh jarang mau mas mandiin"
"Mas sayang banget denganmu, Mela " ucap Jino memeluk Melati dan membawanya tidur dalam dekapannya.
.............
Pagi ini Melati dan Jino pergi ke rumah sakit untuk konsultasi mengenai donor ginjal.
Mereka memasuki ruang Dokter spesialis Nefrologi. Dokter mempersilakan Jino dan istrinya duduk.
"Selamat pagi pak Jino. Ada yang bisa saya bantu "
"Begini dokter, istri saya ini ingin mendonorkan ginjalnya pada Raka sepupu saya. Apakah nanti bahayanya setelah ia mendonorkan ginjalnya. Apakah masih bisa bertahan hidup hanya dengan satu ginjal saja"
"Memiliki ginjal tunggal bisa menjalani kehidupan normal seperti mereka yang memiliki ginjal lengkap. Tetapi, beberapa orang lebih rentan mengalami penyakit ginjal sepanjang hidupnya
Pada kondisi ketika seseorang memiliki ginjal tunggal karena cacat bawaan atau harus kehilangan salah satu ginjal karena pengangkatan, besar kemungkinan terjadi hilangnya fungsi ginjal di masa mendatang, kira-kira ketika menginjak usia 25 tahun ke atas. Meski begitu, hilangnya fungsi ginjal ini masih terbilang ringan"
__ADS_1
"Berarti tidak terlalu berbahaya, dok"
"Yang terpenting pasien harus menjaga Kesehatan untuk pemilik Satu Ginjal.
Hidup dengan satu ginjal berisiko untuk terserang penyakit ginjal. Oleh karena itu, pemilik ginjal tunggal harus memperhatikan kesehatannya dengan maksimal, yaitu dengan menerapkan cara berikut ini.
Rutin berolahraga. Banyak minum air putih.
Jaga asupan makanan dan tetap melakukan diet makanan sehat.Dan juga hindari merokok. Pemilik satu ginjal juga memiliki kesempatan yang sama seperti orang sehat dengan ginjal yang lengkap untuk memiliki hidup sehat dan berkualitas. Namun, oleh karena hanya memiliki satu ginjal, menjaga kesehatan adalah hal penting dilakukan. Ini karena pemilik satu ginjal rentan terserang penyakit ginjal."
"Jadi jika kedua ginjal istri saya dalam kondisi sehat, tak masalah ia mendonorkan satu buat Raka"
"Betul, pak Jino"
"Apa saja yang harus istri saya lakukan sebelum mendonorkan ginjalnya"
"Hal pertama yang perlu dilakukan saat hendak menjadi pendonor ginjal adalah menilai kecocokan ginjal Anda dengan calon penerima ginjal. Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh tim medis di rumah sakit yang akan melakukan operasi donor ginjal."
"Bagaimana kita bisa mengetahui kecocokan ginjal istri saya dengan Raka"
"Kecocokan ginjal dapat diketahui dari tes darah, baik tes golongan darah, tes silang darah, dan jika diperlukan, tes HLA untuk mengetahui kecocokan sel induk penerima dan pendonor ginjal."
"Jika istri saya ternyata ginjalnya cocok, apa sudah bisa menjadi pendonor"
"Calon pendonor ginjal juga harus dalam kondisi fisik yang sehat, mental yang baik, dan berat badan yang ideal. Selain itu, orang yang hendak menjadi pendonor ginjal tidak boleh memiliki gangguan ginjal atau kondisi kesehatan lain yang berisiko menyebabkan penyakit ginjal, misalnya diabetes dan hipertensi."
"Baiklah, dokter. Terima kasih atas penjelasannya. Kami akan memikirkan semuanya dulu, sebelum memutuskan untuk mendonorkan ginjal"
"Ya, bapak dan ibu bisa memikirkan semuanya sebelum mengambil keputusan"
"Iya, dok. Kami pamit dulu. Besok kami akan kembali untuk mengabarkan keputusan apa yang akan kami ambil"
"Terima kasih atas waktu dan semua penjelasannya" ujar Melati
"Sama sama, bapak Jino dan ibu Melati. Jika masih ada yang belum bapak dan ibu mengerti bisa hubungi saya lagi"
"Baik, dok. Selamat siang ... "
"Selamat Siang"
Setelah pamit dan bersalaman, Jino dan Melati keluar dari ruangan dokter.
*****************
Terima kasih
__ADS_1