
Melati sedikit gerah mendengar omongan keluarga Jino dan Raka. Mereka menuduh penyebab retaknya rumah tangga Jino karena Melati.
Jino dan Raka akhirnya menjelaskan jika ia menikahi Melati atas permintaan Nia. Dan juga Nia berselingkuh sejak awal pernikahan.
Semua kaget mendengar kenyataan itu. Ada yang percaya dan ada juga yang masih meragukan. Dari yang mereka lihat selama pernikahannya, Jino dan Nia tampak selalu mesra.
Melati memilih menyendiri, ia diam diam masuk ke kamar Rendra. Melihat putranya yang tertidur nyenyak, ia memilih duduk di bangku dekat jendela kamar Rendra memandangi keramaian dari atas kamar ini.
"Tak ada prasangka baik buat istri kedua. Pasti semua orang mengira kita adalah penyebab retak rumah tangga orang itu. Aku juga tidak menyalahkan pikiran mereka. Karena bagaimanpun aku adalah orang ketiga diantara mas Jino dan mbak Nia. Tapi bukan berarti mereka bisa menghakimiku. Tak ada yang mau berada dalam posisiku saat ini"
Jino yang merasa kepalanya sedikit pusing karena telah banyak minum, memilih meninggalkan pesta. Ia telah mencoba mencari keberadaan Melati tapi tak tampak.
"Pasti Melati memilih pulang karena tak tahan dengar omongan keluargaku. Saat ini pasti mereka sudah mulai sedikit mengerti setelah Raka dan mama membantu menjelaskan penyebab perceraianku. Nia...sampai detik ini aku tak pernah menyangka ia begitu teganya menipuku"
Jino menaiki tangga menuju kamarnya. Ia mengintip ke kamar putranya dan melihat Melati yang sedang duduk dekat jendela membelakangi pintu.
Jino masuk dengan langkah pelan. Ia melihat air mata Melati yang menetes dipipinya. Jino mengambil sapu tangan dari kantong celananya. Dan menghapus pelan air mata Melati.
"Maafkan semua keluargaku. Mereka tak tahu kebenarannya" ucap Jino.
Melati memandangi Jino dengan wajah yang sendu. Matanya memerah karena menangis.
"Mereka nggak salah mas, aku memang orang ketiga dalam rumah tanggamu..."
Jino berlutut dihadapan Melati dan menggenggam tangannya.
"Melati, maafkan aku. Kembalilah padaku, akan aku buktikan pada semua kamu jauh lebih baik dari Nia"
__ADS_1
"Aku telah memaafkan kamu ,mas. Tapi untuk kembali bersamamu...aku tak bisa. Aku belum bisa melupakan semua kejadian selama kita berumah tangga. Aku mohon mas mengerti. Beri aku waktu, mas. Jika kamu memang jodohku, pasti ada jalan buat kita bersama lagi"
"Melati...katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa melupakan semua itu. Aku akan lakukan...."
"Mas, tak ada yang bisa kamu lakukan. Dengan kita saling menjaga jarak mungkin itu lebih baik. Aku akan datang melihat Rendra di saat kamu nggak ada. Dan kamu jangan pernah dekati aku dulu. Biarlah waktu yang akan mengobati semua luka ini mas. Dengan aku dekat denganmu, aku akan tetap ingat semua kejadian itu. Waktu adalah obat terbaik untuk mengobati semua luka dihati ini, mas"
"Melati, aku tak bisa menjauh darimu. Aku akan buktikan padamu jika aku telah berubah dan pantas mendapatkan cintamu"
Tanpa Jino dan Melati sadari, Raka mendengar dan melihat mereka berdua bicara.
"Melati, aku tak tau bagaimana perasaanku mendengar ucapanmu. Apa aku harus bahagia mendengar kamu yang belum bisa menerima Jino kembali. Mungkin aku ini jahat karena terkadang berharap jika kamu tak pernah melupakan sikap Jino padamu. Bukankah terkadang cinta itu membuat kita egois"
Raka berjalan masuk ke kamar dan mendekati Melati.
"Kita pulang sekarang, Melati" ucap Raka mengagetkan Melati dan Jino.
"Aku mau menggendong Rendra sebentar dulu, Raka"
Jino berdiri dan melangkah mengikuti Raka menuju ruang keluarga. Mereka duduk di sofa saling berhadapan.
"Aku harap kamu segera mengumumkan perceraianmu dengan Nia dan mengatakan alasannya pada wartawan agar nanti tidak ada lagi yang menuduh Melati penyebab retaknya rumah tanggamu. Karena sebentar lagi Melati pasti akan dikejar wartawan saat ia telah menjadi model terkenal. Saat ini aja namanya udah mulai dilirik oleh perusahaan periklanan. Aku tak mau karier yang baru Melati bangun hancur karena gosip murahan itu" ucap Raka begitu mereka duduk.
"Apa kamu yang ingin menjadikan Melati model diagensimu"
"Ya, dan kamu bisa lihat dibeberapa majalah foto Melati sudah banyak terpajang. Ia memiliki wajah yang menjual. Tidak sulit baginya menjadi seorang model ternama. Hanya pria bodoh yang tidak menyadari kecantikan wajah dan pribadinya selama ini. Melati itu bukan hanya memiliki wajah yang cantik tapi juga hati. Kamu lihat sendiri, walau kamu sudah sering menyakitinya tapi ia masih bersikap baik denganmu"
__ADS_1
"Pantas penampilan Melati berubah. Ia tampak jauh lebih cantik. Ternyata saat ini Raka telah menjadikannya seorang model. Aku harus lebih berusaha keras meluluhkan hatinya sebelum banyak pria mendekatinya setelah nanti nama dan wajahnya makin terkenal"
"Aku baru menyadari kebodohanku setelah aku kehilangan dirinya" lirih Jino
"Dan aku harap kamu bisa menghargai keputusannya. Jangan terlalu memaksakan kehendakmu Jino. Jika memang Melati jodohmu, sejauh dan selama apapun ia lari darimu ia akan kembali lagi padamu. Dan jika ia memang bukan jodohmu, bagaimanapun cara yang kamu lakukan tidak akan membuat ia kembali"
"Aku mengerti Raka, tapi aku akan tetap berusaha mendekati Melati. Sampai ia bisa percaya dan yakin jika aku telah berubah. Aku melakukan ini bukan semata hanya karena aku ingin ia percaya, tapi juga buat Rendra. Aku ingin ia besar dengan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya. Aku harap kamu tak menghalangi lagi aku mendekati Melati"
"Aku tak pernah menghalangimu, jika dulu aku sembunyikan Melati itu agar ia bisa mengobati trauma atas apa yang kamu lakukan padanya. Kamu nggak tau kan bagaimana terpuruk dan sedihnya saat ia harus kehilangan bayinya. Aku harap kamu belajar dari pengalaman , Jino. Jangan pernah terburu buru mengambil keputusan. Jangan mengutamakan emosi dan mudah percaya dengan apa yang kita dengar dan kita lihat. Terkadang apa yang kita dengar dan lihat itu tidak sesuai kenyataan"
"Apa kamu menyukai Melati" gumam Jino
"Hanya pria bodoh yang tak menyukai Melati, jika telah mengenal dan dekat dengannya. Tapi kamu jangan takut, Jino. Aku tak akan pernah memaksakan perasaanku. Semuanya terserah Melati. Hubungan yang dijalankan karena keterpaksaan tidak akan bertahan. Aku ingin semuanya mengalir saja..."
"Raka, terima kasih"
"Untuk apa..."
"Karena telah membantu Melati bangkit kembali dan melupakan traumanya."
Raka dan Jino menghentikan obrolan melihat Melati yang mendekati mereka.
"Raka, kita pamit dengan mama dulu"
"Oke, Jino kami pamit dulu" ujar Raka
Jino melihat Raka dan Melati yang berjalan beriringan seperti pasangan kekasih.
"Ya Tuhan, apa aku nanti sanggup melihat Melati bersama Raka jika akhirnya ia lebih memilih hidup bersama Raka. Melati aku akan berusaha terus sampai hatimu bisa menerima aku kembali"
__ADS_1
**********************
Terima kasih