
Dina sekretarisnya Jino mengantarkan pesanan Jino. Ia meminta Dina membelikan test pack dengan semua merk.
Dina meninggalkan kediaman Jino setelah ia juga memberikan berkas yang membutuhkan tanda tangan Jino.
Jino masuk ke kamar dan menemui Melati yang sedang menonton bersama Rendra.
"Sayang, ini test pack nya.... "
"Apa ini, mas. Kenapa banyak banget"
"Kamu tes dengan semuanya, biar tambah yakin"
"Mas... satu aja cukup"
"Nggak apa, sayang... kamu coba aja semuanya"
"Apa tu nda" tanya Rendra
"Ini punya bunda, nanti mau bunda gunakan untuk mengetahui sesuatu"
"Apa.... " tanya Rendra lagi
"Alat untuk mengetahui apakah bunda akan memberi Rendra adik atau bukan" ucap Jino
"Adik, enda"
"Iya, Rendra doakan aja bunda segera memberi adik untukmu"
"Iya, pi"
"Mas... nanti habis makan malam aja aku tes. Aku masih ingin bermain dengan Rendra. "
"Terserah kamu aja... " ucap Jino. Ia tak mau memaksa Melati walau sebenarnya ia tak sabar ingin tau hasilnya.
..............
Malam harinya setelah makan malam, Mama pamit membawa Rendra untuk tidur, Melati diikuti Jino juga segera masuk ke kamar mereka.
Jino yang terlebih dahulu telah membersihkan tubuhnya menunggu Melati yang sedang di kamar mandi dengan gelisah.
Ia mondar mandir didepan pintu kamar mandi menantikan hasil dari tespek yang dilakukan Melati.
Ketika pintu kamar mandi dibuka Jino langsung menghampiri Melati.
Melati keluar dari kamar mandi langsung memeluk Jino dan menangis dalam dekapannya.
Jino mengusap punggung Melati untuk meredakan tangisnya.
"Sayang, jangan menangis. Jika hasilnya negatif, kita masih bisa terus berusaha."
"Bukan mas.... "
"Bukan apa.... "
"Hasilnya bukan negatif... tapi aku positif hamil, mas"
"Apa... kamu nggak salah, sayang"
__ADS_1
"Nggak mas.... "
Jino langsung mengangkat tubuh Melati, menggendongnya seperti anak koala. Melati memeluk leher Jino sebagai pegangan.
Jino membawa Melati ke tempat tidur dan membaringkannya perlahan. Ia mengecup seluruh bagian di wajah Melati.
"Terima kasih, sayang...ini berita paling bahagia yang pernah aku dengar"
"Aku juga bahagia mas"
Jino kembali mengecup pipi, dahi, hidung dan terakhir bibir Melati.
"Besok kita akan periksa ke dokter kandungan. Aku mau kamu dan calon bayi kita tumbuh sehat "
"Tapi aku kok nggak merasakan mual, tapi mas yang malahan mengalaminya"
"Nggak apa, sayang. Mas rela dan ikhlas jika semua yang biasa dirasakan ibu hamil, mas yang rasain. Itu lebih baik, berarti kamu tak ada masalah nanti dengan kehamilanmu"
"Tapi jika mas terus menerus merasakan mual dan pusing, bagaimana mas bisa bekerja"
"Pasti mas masih bisa melakukan aktivitas, kamu jangan kuatirkan mas. Yang perlu kamu kuatir dan perhatikan saat ini hanyalah kesehatanmu dan janin yang ada diperutmu. Mas selalu berdoa semoga kelahiran bayi kita nanti bukan saja dapat menyembuhkan Rendra tapi juga bisa membuat kebahagiaan kita menjadi lebih sempurna"
Melati memeluk dan mengecup bibir Jino mendengar ucapan suaminya. Jino kaget karena Melati mengecup bibirnya.
Jino langsung membalas ******* bibir Melati. Ciuman yang awalnya lembut kian menuntut kala Melati membalas lum*tannya.
Lama mereka saling memagut, dan bermain lidah sambil menukar saliva. Lum*tan Jino terhenti saat ia melihat Melati yang mulai sesak karena kekurangan pasokan udara.
Jino menghapus sisa saliva di bibir Melati yang tampak sedikit bengkak karena ulahnya.
"I love you more" ucap Jino sambil memandangi Melati dengan intens.
Jino mengusap punggung istrinya dengan penuh perasaan.
"Semoga rasa cintamu padaku mulai tumbuh, walau tak sebesar cintaku padamu tapi aku rasa itu sudah cukup"
"Sebenarnya mas pengin, tapi mas takut itu akan menyakiti janin yang ada dirahimmu. Besok kita konsultasi dulu ya, bagaimana cara berhubungan yang baik"
"Mas, malu loh tanya itu sama dokter"
"Kenapa malu, dari pada nanti menyakitimu dan calon bayi kita. Mas boleh bermain ditubuhmu aja ya. Mas nggak akan masukan kok"
"Nanti mas jadi sakit kepala karena menahannya"
"Ini juga kepala atas sama bawah udah sakit" bisik Jino
"Mas mesum banget" ucap Melati manja.
...........
Pagi harinya Melati terbangun ketika mendengar suara muntahan dari kamar mandi.
Melati berjalan mendekati kamar mandi, ia melihat Jino yang sedang mengeluarkan semua isi perutnya.
Melati memijat tengkuk Jino pelan untuk sedikit memberikan rasa nyaman.
Setelah Jino merasa tak ada lagi yang bisa ia muntahkan dari dalam perutnya, ia membasuh wajahnya dan tersenyum pada Melati.
__ADS_1
"Mas mual dan muntah lagi... apakah ini memang ada hubungannya dengan kehamilanku atau karena masuk angin" ucap Melati dengan wajah cemas.
"Sayang... jangan kuatir. Aku nggak apa" ucap Jino dan mengecup pipi Melati
"Mas... mau aku buatkan sarapan apa"
"Mas mau sarapan kamu aja"
"Mas... aku nggak bercanda "
Jino memeluk istrinya dan mengangkat tubuhnya. Ia menggendong Melati dan menurunkan di tepi ranjang.
"Sarapan apapun yang kamu buat mas pasti makan"
"Apa yang mas rasakan, masih mual"
"Semua mual dan rasa tak nyaman ditubuh mas hilang jika telah memeluk dan mencium kamu"
"Gombal banget.... "
"Bukan gombal, tapi emang itu adanya sayang"
"Aku buat nasi goreng aja. Aku ke dapur dulu. Nanti kalau udah masak aku panggil mas ya"
"Biar mas temani kamu masak" ucap Jino berjalan dibelakang Melati dengan tangannya berada dikedua sisi pinggang Melati.
Jino memeluk pinggang Melati ketika ia mulai masak, membuat ia risih.
"Mas... bisa duduk aja. Mas mengganggu. Aku nggak bisa bebas bergerak kalau mas peluk aku terus"
Jino tak mengindahkan ucapan Melati ia bahkan menyandarkan kepalanya dibahu Melati.
Mama yang keluar bersama Rendra melihat Jino yang bermanjaan dengan Melati tersenyum melihatnya
"Papi.. Bunda... "panggil Rendra mengagetkan Jino
"Selamat pagi gantengnya papi... " ucap Jino melepaskan pelukannya pada Melati dan menggendong Rendra, meletakkan diatas meja.
"Papi kenapa"
"Papi lagi peluk bunda. Rendra akan memiliki adik sebentar lagi" ucap Jino dengan antusias.
"Adik Enda... "
"Iya... "
"Apa nak Jino, Melati hamil... " tanya mama pelan
"Iya ma.. Melati udah tespek dan hasilnya positif. Habis sarapan nanti aku akan bawa periksa kandungan Melati"
"Alhamdulillah... mama senang banget. Semoga janin dalam kandungan Melati sehat begitu juga Melati. Dan kelahirannya dapat membantu kesembuhan Rendra" ujar mama sambil menahan air mata yang akan mengalir.
"Aamiin.... " ucap Jino dan Melati serempak
Setelah sarapan Jino membawa Melati ke rumah sakit untuk periksa kandungannya. Merekaningin memastikan semuanya.
***********************
__ADS_1
Terima kasih