Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Tujuh puluh Enam


__ADS_3

Setelah menjemput mama dan Kai, Jino mengendarai mobil menuju apartemen Melati.


"Melati yang memintamu menjemput kami, Jino" ujar Kai


"Nggak, bang. Aku aja yang mau"


"Kamu nggak ada kerjaan..."


"Udah aku selesaikan tadi semuanya. Kebetulan hari ini jadwalku kosong"


"Padahal aku dan mama bisa menggunakan taksi"


"Nggak apa , bang. Aku juga senang kok bisa menjemput abang dan mama"


"Kamu baik banget...." gumam mama


"Nggak sebaik yang mama pikirkan" balas Jino.


Kai dan mama saling menatap mendengar ucapan Jino.


Sampai di parkiran apartemen Kai dan mama turun dari mobil. Jino lalu pamit ingin kembali.


"Ma...abang, aku pamit dulu"


"Mampir dulu , Jino. Tadi Melati ngomong udah masak buat makan siang. Kita makan dulu, baru kamu kembali ke kantor" ujar mama


"Mama benar, Jino. Setelah makan siang baru kamu pamit. Kalau kamu tak mampir, nanti Melati pasti tanyain" ucap Kai


"Aku takut mengganggu , bang."


"Kenapa terganggu...."


"Mana tau abang dan mama ingin makan siang bareng keluarga aja"


"Kamu juga bagian dari keluarga, Jino. Kamu papinya Rendra" ujar mama


"Benar nggak mengganggu nih, bang"


"Kamu kayak sama siapa aja, Jino. Ayo...sama sama naik"


Jino berjalan mengikuti Kai dan mamanya. Mereka menaiki lift menuju apartemen Melati.


Melati membuka pintu setelah mendengar bel berbunyi.


"Mama..." ucap Melati mengecup pipi mamanya.


Kai memeluk Melati dan mengecup kepala adiknya.


"Sehat, dek"


"Sehat...abang"


"Abang akan selalu menjaga kesehatan agar dapat menjaga dan melindungi kamu, mama dan Rendra"


"Semoga abang diberi kesehatan terus"


"Aamiin...mana Rendranya, dek"


"Itu lagi main...mas Jino masuklah. Aku udah masak buat makan siang. Kita langsung makan aja ya, ma. Takut keburu dingin"

__ADS_1


"Iya, sayang. Jino ayo nak, masuklah"


"Iya, Ma..."


Mama mengajak Jino menuju dapur dan mempersilakan duduk.


Melati membuat ikan gurami saos padang, cumi tepung, dan sup ayam. Tak lupa kerupuk.


Sementara yang lain makan, Melati menyuapi Rendra. Semua makan dengan lahap. Setelah Jino menghabiskan makanannya ia mendekati Melati.


"Biar mas yang lanjutin menyuapi Rendra. Kamu makanlah lagi" ujar Jino


"Nanggung mas, tinggal dikit lagi"


"Nggak apa, nanti kamu sakit kalau telat makn terus. Besok mas cari pengasuh baru atau mas panggil pengasuh Rendra dulu lagi"


"Nggak usah, mas. Aku takut nanti Rendra nggak dijaga dengan baik. Lagi pula aku nggk ada kerja kok. Abang Kai tak boleh aku menjafi model lagi kecuali buat model vidio klip lagu abang"


"Melati benar, Jino. Mama yang akan membantu Melati menjaga Rendra. Saat ini Rendra perlu perhatian lebih dan tak boleh sembarangan. Mama dan Kai tak mau nanti sesuatu terjadi karena kelalaian pengasuh bisa menyebabkan kesehatan Rendra makin memburuk" ucap mama


Setelah Melati selesai makan, ia dibantu mama membersihkan dapur dan mencuci piring.


"Aku besok akan ke agensi Raka. Aku akan membayar ganti rugi semua kontrak Melati yang terlanjur ia tinggalkan tahun kemarin karena harus ikut denganku" gumam Kai


"Jadi tujuan abang ke sini untuk selesaikan semua itu"


"Sekalian aku ingin umumkan pada media jika Melati adalah adik kandungku. Aku tak ingin ada orang yang meremehkan dirinya karena ia tidak memiliki keluarga. Aku akan menjadi garda terdepan jika ada orang yang mengusik hidupnya. Aku tak mau kehilangan adikku lagi. Aku akan melakukan apa saja untuk melindunginya. Tak akan aku biarkan seorangpun menyentuhnya apalagi menyakiti. Mereka harus berhadapan denganku jika berani mengusik hidup Melati"


Jino hanya tertunduk mendengar ucapan abang Kai.


"Seandainya abang Kai tau jika Melati dulu sering aku sakiti, apakah ia masih bisa menerimaku."



"Rendra pasti bahagia, karena banyak yang menyayanginya. Semoga hasil lab dari penyakitnya tidak berbahaya. Dan Semoga kesehatan Rendra kembali pulih dan semua penyakitnya hilang"


"Melati, mas pamit dulu..."


"Terima kasih, mas"


Jino menyalami tangan mama dan Kai. Lalu ia mengecup pipi putranya.


"Papi pamit dulu ya sayang"


"Pi, kemana" ucap Rendra


"Papi mau ke kantor lagi. Kerja. Rendra main sama uncle Kai, jangan nakal"


"Iya, pi"


Setelah kembali mengecup pipi Rendra, Jino meninggalkan apartemen.


Melati ikutan duduk di lantai bermain dengan Rendra.


"Besok kita ke agensi, Raka. Abang akan selesaikan kontrak yang kamu tinggalkan"


"Jika banyak dendanya, abang bisa gunakan uang tabunganku"


"Sudah abang bilang, itu tanggung jawab abang. Simpan aja uangmu buat kebutuhanmu"

__ADS_1


"Uangku cukup banyak" ucap Melati dengan manyun, karena sejak ia ikut Kai dan tinggal di Singapura semua kebutuhannya telah Kai penuhi.


"Abang tau uangmu banyak. Tapi biarkan kali ini abang yang selesaikan semuanya. Kapan lagi abang bisa membantumu"


"Abang udah banyak membantuku"


"Itu belum seberapa, banyak waktu yang telah abang lewatkan tanpamu"


"Abang, jangan ungkit masa lalu lagi. Aku sudah sangat bersyukur dapat bertemu abang dan mama, tak ada kata terlambat bagiku"


"Besok kita pergi jam sembilan pagi , segabis sarapan ya"


"Iya..."


..................


Pagi harinya setelah sarapan Kai dan Melati pamit dengan mama akan ke kantor Raka. Rendra ditinggal bersama mama.


Sesampainya digedung agensi Raka, Melati memeluk lengan Kai. Ia masih gugup karena akan berhadapan dengan Raka kembali.


"Apa Raka masih mau menerima kedatanganku lagi"


Siapa yang tak mengenal Kai , penyanyi yang saat ini sedang naik daun. Banyak mata kaum hawa memandang kagum akan ketampanan Kai.


Kai tersenyum ramah pada siapa saja yang memandanginya.



Dan mereka bertambah kaget melihat Melati yang memeluk lengan Kai. Semua bertanya, apakah ini penyebab Melati menghilang dan meninggalkan Raka.


Melati mendekati sekretaris Raka dan mengatakan jika ia dan Kai ingin bertemu. Ada hal penting yang ingin ia katakan.


Setelah sekretaris menghubungi Raka, ia mengatakan jika pak Raka menunggu mereka di ruang kerjanya.


Melati membawa Kai melangkah menuju ruang kerja Raka. Sampai di depan ruang kerja Raka, Melati mengetuk pintunya.


Setelah terdengar suara Raka yang mempersilakan mereka masuk, Melati membuka pintu itu dan masuk dengan makin memperat pelukannya dilengan abang Kai.


Raka melihat kedatangan Melati dan Kai dengan berpelukan tampak sedikit cemburu. Ia lalu menarik nafas sebelum berbicara.


"Silakan duduk Kai...Melati"


Melati melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Kimberley yang sedang duduk di sofa dengan mata yang memandangi dirinya dan Kai tanpa kedip.


Melati lalu tersenyum dengannya dan dibalas Kimberley dengan senyuman juga.


Kimberley berdiri dan mendekati Melati dan Kai. Ia mengulurkan tangannya pada Kai.


"Apakabar Kai, masih ingat aku" ucap Kimberley.


Kai memandangi wajah Kimberley dengan seksama.


"Oh, tentu. Kimberley...apa kabar. Lama tak bertemu"


"Beginilah keadaanku" ucap Kimberley.


"Pantas Melati meninggalkan Raka saat mereka telah merencanakan pernikahan. Ternyata ia dapat kekasih yang lebih segalanya dari Raka."


******************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2