Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Seratus Tujuh Belas


__ADS_3

Raka bejalan menuju tempat meja pernikahannya. Ia duduk berhadapan dengan ayah Kimberley.


Ketika Raka akan duduk tampak Jino yang berlari menuju ke tempatnya.


"Aku belum telatkan " ucap Jino dengan nafas yang memburu.


"Hampir aja kamu telat " ucap om Yantho


"Apa sekarang bisa kita mulai acaranya" ucap Tante Erma


"Ya, silakan"


Tante Erma meminta pembawa acara untuk memulai. Pertama pembawa acara meminta keluarga wanita untuk dapat hadir bersama pengantinnya.


Sebelum acara ijab kabul dimulai pembawa acara, meminta waktu pada penghulu agar Raka dapat menyampaikan satu rangkaian kalimat sebagai tanda ia melamar Kimberley.


Raka berdiri dihadapan Kimberley yang didampingi kedua orang tuanya.


"Kimberley Nicole....


Aku disini berdiri bukan untuk diriku sendiri.


Aku disini karena ketakutanku pada Tuhan, seraya menjalankan perintah Tuhan.


Aku di sini bukan tentang diriku sendiri.


Hanya berharap tergolong dalam naungan sang Baginda Rasul dengan menjalankan sunnahnya.


Aku disini bukanlah untuk diriku sendiri, melainkan untuk dirimu yang suatu saat nanti menjadi prioritas dalam hidupku selain Tuhan dan Nabi.


Aku ingin kau menjadi perhiasan terindahku, yang kelak akan bersama mengarungi titian menuju surga untuk menggapai ridhoNya.


Izinkan aku dengan segala perasaan yang dititpkan Tuhan ini membuat pengakuan.


Sudah sejak lama diri ini menyimpan rasa suka, bukannya aku tak ingin memilikimu.


Aku hanya ingin menjagamu hingga halal bagiku menyentuhmu. Dan hari ini aku ingin mengatakan dengan segenap perasaanku,


Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang jadilah pendamping hidupku dalam suka maupun duka. Aku berjanji atas nama Tuhanku, aku akan berusaha menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab"


Raka menghela nafasnya setelah mengucapkan semua itu.


"Papi sebagai orang tua dari Kimberley Nicole menerima lamaranmu untuk putriku. Aku akan menyerahkan tanggung jawabku kepadamu. Bimbinglah anakku menjadi seorang istri yang berbakti kepada suaminya. Aku percayakan anakku menjadi pendamping hidupmu. Bagaimana dengan ananda, apakah ananda bersedia menerima Raka sebagai suamimu"


"Papi dan Mami... atas ridho dari Tuhan dan izin darimu, aku bersedia menerima Raka sebagai suamiku. Aku akan setia mendampinginya saat suka maupun duka. Aku tidaklah semulia Siti Khadijah. Tidaklah setaqwa Aisyah. Pun tidaklah setabah Fatimah. Aku hanya seorang wanita akhir zaman yang punya impian menjadi wanita solehah. Untuk aku aku mohon padamu, bimbinglah aku menjadi istri yang berbakti " ucap Kimberley.


Setelah ucapan itu Raka duduk berhadapan dengan papi Kimberley.


Acara proses ijab kabulpun akan segera dimulai. Papi Kimberley menjabat tangan Raka.


"Muhammad Raka Prasetyo... " ucap papi Kimberley

__ADS_1


"Saya, pak.... "


"Saya nikah dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Kimberley Nicole binti Indra Hartawan dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas dibayar tunai.... "


"Saya terima nikah dan kawinnya Kimberley Nicole binti Indra Hartawan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.... " ucap Raka lancar dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi, sah" ucap penghulu dengan Jino dan Herman teman Raka yang bertindak sebagai saksi.


"Sahhhh....... " ucap Jino dengan semangat membuat para tamu undangan tak bisa menahan tawa.


"Alhamdulillah.... " ucap Raka.


"Raka dan Kimberley saat ini kalian sudah sah menjadi suami istri. Sekarang sang istri silakan berdiri disamping suami, agar suami bisa menyerahkan mas kawinnya"


Kimberley berjalan mendekati Raka berdiri. Rakapun menyerahkan mas kawinnya kepada Kimberley.


Setelah itu pembacaan doa oleh satu pemuka agama. Akhirnya rangkaian acara ijab kabul selesai.


Raka dan Kimberley dipersilakan menuju pelaminan. Mereka langsung menyelenggarakan pesta.


Raka tak ingin terlalu banyak acara. Ia tidak banyak mengundang tamu. Itu atas pertimbangan kesehatannya.


Ia tak ingin terlalu capek yang nantinya bisa berakibat fatal bagi kesehatannya.


Raka tampak sangat tampan dan Kimberley juga tak kalah cantikanya. Mereka seperti Raja dan Ratu.






Jino dan Melati duduk di sudut ruangan agar tidak terlalu bising. Ia tak ingin anak anaknya tak nyaman mendengarkan musik yang mengalun.


Naura tampak tertidur pulas dalam gendongan Jino. Selalu saja begitu. Ia akan begitu nyaman jika berada dalam pelukan papinya.



Semua tamu undangan tampak ikut merasakan kebahagiaan sepasang pengantin yang tak pernah lepas tersenyum.


"Akhirnya Raka menikah juga dengan wanita yang dicintainya. Aku turut bahagia menyaksikan semua ini, mas"


"Ya, Raka juga berhak mendapatkan kebahagiaan."


"Orang baik pasti akan dipertemukan juga dengan orang yang baik"


"Tapi aku yang tak baik ini juga dipertemukan dengan wanita paling baik ini. Untuk itu aku tak pernah lupa bersyukur atas semua anugerah Tuhan padaku. " ujar Jino mengusap kepala Melati.


"Siapa bilang mas tak baik. Bagiku mas adalah papi dan suami yang terbaik. Jika aku meninggal dan dihidupkan kembali pasti aku akan meminta pada Tuhan agar aku dipertemukan kembali denganmu sebagai istrimu kembali"

__ADS_1


"Terima kasih karena menganggapku yang terbaik. Ini semua karenamu dan anak anak. Setiap saat aku selalu berusaha menjadi pria terbaik dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik agar kamu dan anak anak selalu bisa membanggakan aku.


Sore harinya rangkaian acara pesta pernikahan Raka dan Kimberley selesai.


............


Raka dan Kimberley tak berhenti bersyukur atas apa yang telah Melati lakukan untuknya. Kimberley sempat menemui Melati, sebelum acara pernikahan berlangsung.


Ia ingin memastikan bagaimana perasaan Melati pada Raka.


Flashback


Pagi hari, setelah Kimberley memastikan Jino telah pergi ke kantor ia datangi Melati dikediamannya.


"Melati, aku datang ingin mengucapkan ribuan terima kasih atas pertolonganmu yang mau mendonorkan ginjal buat Raka. Maaf, kalau pertanyaanku ini sedikit mengganggu.... "


Kimberley menarik nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya.


"Apakah kamu masih memiliki perasaan pada Raka"


"Kenapa kamu bertanya begitu" ucap Melati


"Apakah kamu menolong Raka dengan ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu "


"Kim, aku tak mengerti dengan maksudmu"


"Apakah kamu sengaja mendonorkan ginjalmu agar Raka menjadi simpati dan tak bisa lepas darimu"


"Kimberley, satu yang perlu kamu ketahui. Aku mencintai mas Jino dengan seluruh hati dan jiwaku. Tak ada lagi tempat buat pria lain dihatiku. Aku menolong Raka ikhlas dari hati tanpa mengharapkan apa apa. Ini yang membuat aku menyembunyikan , aku takut akan ada kesalah pahaman"


"Maaf, aku hanya merasa takut. Aku sadar tempatku dihatinya Raka. Ia belum sepenuhnya dapat mencintaiku"


"Itu menjadi tugasmu untuk dapat membuat Raka bisa menerima kamu seutuhnya. Jangan pernah takut, aku tak ada perasaan apa apa ada Raka. Aku melakukan murni hanya ingin menolong Raka agar terbebas dari penyakit ini"


"Sekali lagi maafkan aku. Aku ingin melangsungkan pernikahan dengan Raka, aku hanya ingin memastikan semuanya. Aku harap kamu dapat memahami posisiku."


"Aku bisa mengerti, tapi tidak seharusnya kau meragukan Raka. Aku tau Raka tidak akan berani melangkah tanpa mempertimbangkan semua nya terlebih dahulu. "


"Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih atas apa yang kamu lakukan. Sekali lagi aku mohon maaf karena perkataanku tadi"


"Nggak, apa"


"Kalau begitu aku pamit dulu...." ucap Kimberley.


Melati mengantar Kimberley hingga masuk ke dalam mobilnya. Setelah mobil meninggalkan halaman barulah ia masuk kerumahnya.


Bersambung


****************


Terima kasih.

__ADS_1


Cerita novel ini hanya tinggal beberapa bab lagi menuju tamat. Semoga pecinta novel ini tidak bosan untuk terus mengikutinya


__ADS_2