Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Lima puluh Tiga


__ADS_3

Sudah satu minggu Rendra di rawat dan sore hari ini ia diizinkan kembali. Melati bersama Jino membawa Rendra pulang ke rumah mamanya.


Sejak di rawat Rendra menjadi sangat manja dengan Melati. Ia tak mau digendong pengasuhnya. Rendra hanya mau dipelukan Melati.


Beruntung Raka bisa menghendel semua jadwal pemotretannya. Sejak berita pernikahannya dengan Jino tersebar tawaran pemotretan makin banyak menghampirinya.


Hari ini Raka kembali harus mengadakan rapat penting ke luar negeri. Salah satu penyanyi ternama di negeri tetangga ingin Melati jadi model dalam vidio klipnya. Penyanyi ini sebenarnya berdarah campuran Indonesia.


Jika kontraknya sesuai dengan permintaan Raka , Melati akan ke negeri tetangga beraama Raka minggu depan.


Melati bermain dengan Rendra di kamarnya. Ia senang putranya udah kembali ceria. Rendra sudah mulai pintar mengoceh dan mengucapkan satu satu kata. Kata pertama yang diucapkan pi. Dan setelah Melati sering menyebutkan dirinya bunda, Rendra sudah mrngatakan nda.


"Sayang, kalau bunda besok kerja...Rendra nggk boleh nakal dan rewel ya. Rendra harus nurut dengan mbaknya. Kasihankan mbaknya juga capek jagain Rendra"


Jino yang baru pulang kerja hanya berdiri memandangi Melati dan Rendra yang sedang mengobrol.


Rendra memandang ke arah Jino dan mengucapkan kata


"Pi...pi" ucap Rendra


Melati memandang kebelakang melihat arah mata Rendra ketika bicara. Ia melihat ada Jino. Jino senang mendengar putranya sudah bisa memanggilnya.


"Sayang, papi..." ucap Jino mendekat dan langsung menggendongnya. Jino mengecup pipi Rendra dan perutnya membuat Rendra tertawa karena geli.


"Mas, besok aku mulai pemotretan pagi. Apa aku bawa Rendra aja ke tempat kerja. Karena Rendra akhir akhir ini rewel jika aku tinggalkan"


"Nggak usah Melati. Nanti jika Rendra kamu bawa kerja, ia akan makin bergantung denganmu. Akan sulit nantinya saat kamu hrus keluar kota. Mbaknya pasti bisa tenangin"


"Aku menginap di rumah ini, boleh mas. Biar pagi aku kerja dari sini aja"


"Tentu saja boleh, Mel...."


Melati dan Jino bermain bersama Rendra di kamar. Sesekali Jino melirik ke arah Melati yang sedang bercanda dengan Rendra.


"Melati...apa mungkin suatu hari nanti kita akan bersama seperti ini"


...............


Pagi hari sebelum berangkat kerja, Melati menyiapkan sarapan buat Jino dan mamanya. Ia memasak nasi goreng seafood.


Setelah sarapan dihidangkan di meja, Melati memandikan Rendra dan membawanya ke meja makan. Melati menyuapi Rendra makan.


"Selamat pagi, Melati"

__ADS_1


"Selamat pagi, ma..."


"Harum banget, siapa yang buat sarapan nih"


"Pasti Melati, aku tau wangi masakannya" ucap Jino yang baru datang


"Betul Melati...kamu yang siapin sarapan"


"Iya, ma. Aku nggak tau apa masakanku cocok di lidah mama"


"Pasti enak, wanginya aja udah buat mama lapar"


"Emang enak tante...aku aja ketagihan dimasakin Melati" ucap Raka yang tiba tiba telah muncul diantara mereka.


Jino memandangi Raka yang langsung duduk disamping Melati.


"Sayangnya oom, udah sembuh"


"Udah om. Udah bisa om ajak jalan jalan nih"


"Kapan kapan kita jalan dengan bunda ke mall ya"


"Rendra tunggu janji om ya" ucap Melati.


Mama melihat ke arah Jino yang tampak sedikit gelisah sejak kehadiran Raka yang langsung mendekati Melati.


"Aku nggak bisa, ma. Tapi jika untuk menginap sesekali baru mungkin."


"Aku punya berita gembira buatmu..." ujar Raka sambil memandangi Melati


"Berita apa..."


"Kamu akan menjadi bintang vidio klip penyanyi dari negeri sebelah yang sedang naik daun itu"


"Siapa sih Raka..."


"Iya Raka, siapa nama penyanyi yang menginginkan Melati jadi model vidio klipnya"


"Kai Maheswara...."


"Apaa...kamu nggak salah , Raka" ucap Meati senang karena Kai merupakan salah satu idolanya.


"Tentu saja..."

__ADS_1


"Wah...kamu hebat Melati. Penyanyi populer seperti Kai mau menjadikan kamu modelnya" ujar mama


"Pasti kamu cuma becanda. Kamu tau aku fansnya Kai"


Jino yang mendengar nama penyanyi yang saat ini sedang menjadi bahan gosip dan berita itu juga kaget.


"Kenapa bisa Kai ingin menjadikan Melati modelnya. Dimana ia pernah melihat foto Melati"


"Jadi ini alasan kamu kemarin pergi. Tapi kamu nggak sedang ngerjain aku kan. Kamu berarti kemarin bukan ke Singapura...."ujar Melati lagi.


"Aku memang ke Singapura, karena Kai ada jadwal konser di sana, Mela"


"Raka, terima kasih. Aku tak pernah bermimpi akan bekerja sama dengan penyanyi idolaku...."


"Aku tau kamu sangat suka dengar lagu lagunya Kai. Begitu managernya menghubungi aku, aku senang. Aku langsung teringat kamu. Aku usahakan agar ia tak berubah pikiran untuk memjadikan kamu model di vidio klip lagu terbarunya"


"Raka..." ucap Melati menangis karena terharu.


"Jangan menangis. Aku udah bilang, aku tak mau melihat air matamu lagi" ucap Raka mengusap air mata Melati


Jino dan mamanya tak berkedip melihat semua interaksi antara Raka dan Melati.


"Pasti ada sesuatu antara Melati dan Raka. Tak mungkin ia begitu perhatiannya pada Melati jika tak memiliki perasaan lebih dari sekedar rekan kerja. Kasihan Jino, ia tampak sedih melihat keakraban meraka"


Setelah menyuapi Rendra , Melati pamit dengan mama dan Jino. Ia berangkat bersama Raka menuju kantornya.


"Kamu nggak kerja , Jino" ucap mama mengagetkan Jino yang sedang melamun.


"Iya, ma. Sebentar lagi..."


"Jino...apa tidak sebaiknya kamu menyerah buat merebut hati Melati lagi. Kamu lihatkan tadi, mama yakin antara Raka dan Melati ada hubungan lebih. Raka sangat perhatian dengan Melati. Kamu sebaiknya mencari wanita lain saja. Kalian hanya perlu bertemu buat Rendra saja"


"Ma, aku telah mencoba membuka hatiku buat wanita lain. Tapi aku tak bisa ,ma. Apakah ini karma bagiku karena dulu selalu meminta Melati untuk tidak pernah jatuh cinta padaku. Sehingga Tuhan akhirnya mengabulkan keinginanku...."


"Jino, mama tau bagaimana perasaan kamu saat ini nak.Tak ada yang namanya Karma, ini semua hanyalah takdir. Kamu tak bisa saling bersaing merebut hati Melati, karena kamu dan Raka bersaudara. Jangan gara gara ini, hubungan keluarga jadi tak baik"


"Ma, aku tak ingin memaksakan kehendakku lagi ma. Aku biarkan saja semua mengalir. Jika Melati memang jodohku, kami pasti akan bersatu kembali. Dan jika ternyata ia berjodoh dengan Raka, aku masih bisa melihatnya dan bertemu karena ia bundanya Rendra. Mungkin ini hukuman buatku yang dulu selalu menyakiti hatinya. Sehingga saat ini hatiku sendiri yang terluka melihatnya bersama dengan pria lain. Tapi aku turut bahagia jika ia memang berjodoh dengan Raka. Karena aku tau Raka adalah pri baik, ia pasti bisa membuat Melati selalu tersenyum"


"Mama senang nak, jika akhirnya kamu bisa berkompromi dengan keadaan. Kamu bisa menerima dengan lapang dada. Semoga suatu saat nanti jika memang Melati bukan jodohmu, kamu dipertemukan dengan wanita yang baik. Semoga pernikahanmu kelak tidak ada lagi kebohongan didalamnya"


"Tapi mungkin aku akan sendiri saja, ma. Aku akan fokus buat membesarkan Rendra aja"


"Jino...kamu jika sudah mencintai seseorang pasti akan memberikan sepenuh hatimu. Sehingga sulit untuk berpaling...."

__ADS_1


*****************


Terima kasih


__ADS_2