
Jino dan Melati sama sama diam di dalam perjalanan. Jino melihat ke arah Melati yang pandangannya selalu ke luar.
"Melati ...apa kamu ada hubungan yang lebih dengan Raka" ucap Jino memulai percakapan.
"Aku sudah mengatakan pada mas, jika saat ini aku belum bisa memulai hubungan serius. Aku masih ingin menikmati masa masa sendiriku saat ini. Lagi pula aku tak mau membuat keluarga mas nanti salah paham jika aku menjalin hubungan dengan Raka...."
"Tapi kamu tampak sangat perhatian pada Raka"
"Mas, dari awal aku kenalan dengan Raka ia yang selalu menolongku. Dan ia selalu ada saat aku membutuhkannya. Perhatian yang aku berikan tidak seberapa jika dibandingkan dengan apa yang ia lakukan padaku. Mas, masih ingat awal aku bertemu Raka. Saat mas marah padaku di pesta ulang tahun perusahaan mas. Setahun lalu"
"Maafkan aku , Melati. Aku akui sikapku saat itu memang keterlaluan" guman Jino
"Nggak apa mas, aku memang pantas mendapatkannya" lirih Melati
"Melati, apakah luka yang pernah aku torehkan dihatimu itu sangat dalam dan besar. Kamu benci denganku..."
"Mas, aku tak benci denganmu...."
"Kenapa kamu tidak bisa memaafkan salahku"
"Mas, bukannya sudah aku katakan jika aku sudah memaafkan kamu"
"Melati... aku akan selalu berusaha untuk mengobati luka hatimu. Aku menyesal banget karena banyak melakukan kesalahan padamu"
"Mas, mulai hari ini sebaiknya kita jangan bicarakan tentang itu lagi. Karena jika kita bicarakan itu terus, aku takut semakin sulit bagiku untuk melupakan semuanya. Aku takut tak bisa mengobati lukaku itu. Biarkan semua kenangan buruk antara kamu dan aku terkubur "
"Kamu serius Melati jika kita harus melupakan semua yang dulu pernah terjadi. Kita akan mulai dari awal lagi"
"Iya, mas..."
"Terima kasih, Melati. Melati, kemarin waktu di rumah sakit aku datangi Nia hanya ingin mengatakan jika ia tak usah lagi membawa namaku dalam urusan pribadinya karena kami bukan suami istri lagi. Aku tak mengira Nia akan memelukku saat aku ingin pergi ...."
"Buat apa mas menjelaskan semua ini"
"Agar kamu tak salah paham, mengira aku masih ada apa apa dengannya"
"Mas, waktu lima tahun kebersamaan mas dan mbak Nia tak mungkin akan dapat terlupakan begitu saja. Wajar jika masih ada sisa cinta. Aku juga tak akan salah paham. Jikapun mas ingin kembali membina rumah tangga dengan mbak Nia dan memulainya dari awal , aku juga bisa mengerti"
"Aku tak akan kembali lagi pada Nia. Karena sekali pengkhianat akan tetap pengkhianat selamanya"
Melati hanya diam tak membalas ucapan Jino. Dan Jino kembali fokus membawa kendaraannya. Sampai dihalaman apartemen, sebelum membuka pintu mobil Melati mengucapkan kata.
"Mas, terima kasih atas bunga bunga yang selalu kamu kirimkan. Dan juga makanan yang kamu pesan untukku"
" Darimana kamu tau itu semua dariku"
"Buktinya mas tau apartemenku. Padahal aku tak ada mengatakan dimana alamatnya"
Jino menggaruk rambutnya yang tak gatal. Ia baru menyadari jika ia tadi tak ada bertanya dimana Melati tinggal.
"Maaf, Melati"
__ADS_1
"Nggak apa ,mas. Tapi jangan keseringan mengirim bunga. Aku nggak tau mau ditaruh di mana lagi. Apartemenku sudah penuh dengan bunga"
"Melati...apa kamu mau besok makan malam denganku. Kita bawa Rendra sekalian"
"Mas, maaf aku tak bisa. Di rumah mas saat ini ada , Raka. Aku tak mau lagi terjadi kesalahpahaman antara mas dan Raka. Aku harap mas mengerti. Kita makan malam bersama di rumah mama aja. Besok biar aku yang masak..."
"Baiklah, Mela"
"Aku pamit masuk ya, mas. Terima kasih"
"Ya, Melati...."
Setelah Melati masuk ke dalam gedung apartemennya barulah Jino menjalankan mobilnya kembali ke rumah.
...............
Di apartemennya, Nia yang sedang menyiapkan berkas untuk lamaran kerjanya kaget melihat sampul majalah yang covernya foto Melati dan Raka.
Ia melihat majalah itu sekali lagi untuk memastikan apa yang dilihatnya.
"Jadi saat ini Melati sudah menjadi model yang cukup diperhitungkan. Pasti ini semua ada campur tangan Raka. Kenapa ia begitu mudahnya memasuki dunia model ini dan menjadi terkenal. Aku aja sudah mendatangi beberapa agensi tapi masih belum ada satu panggilanpun buat pemotretan. Aku tak bisa terima ini. Kenapa Melati menjadi bahagia begini. Dan aku dengar Jino juga mengejarnya. Apa yang dilihat Raka dan Jino pada diri Melati. Aku jauh lebih cantik dari wanita itu"
Nia mengambil majalah itu dan membuka semua lembarannya. Ia kembali mendapati banyak foto foto Raka berdua Melati buat iklan yang memakai produk pakaian ternama.
Nia masuk ke dalam kamar. Ia mengganti pakaiannya. Nia meminta nomor ponsel salah satu wartawan gosip pada temannya.
Ia lalu menghubungi wartawan itu dan mengatakan jika ia memiliki berita mengenai Melati, model baru yang sedang naik daun itu.
Nia membuat janji bertemu wartawan itu di apartemennya.
Wartawan itu datang berdua dengan rekan kerjanya. Ia mewawancarai Nia di apartemennya sore harinya.
"Nia mengatakan jika perceraiannya dengan Jino terjadi karena orang ke tiga. Dan itu Melati. Ia tak pernah menyangka jika Jino yang begitu mencintainya tega mengkhianatinya. Dan Jino menceraikannya karena Melati yang telah memiliki anak dari Jino.
Sambil menangis Nia juga mengatakan, jika selama lima tahun pernikahannya sebagai seorang wanita ia juga menginginkan anak tapi apa daya , ia tidak bisa memiliki anak karena rahimnya bermasalah.
Tapi Nia tak pernah menduga jika Jino suami yang sangat ia cintai tega menduakannya hanya karena ingin memiliki keturunan.
Nia mengatakan jika dulu sebelum bertemu Melati, Jino tak pernah mempermasalahkan tentang anak. Entah apa yang membuat Jino jadi berubah pikiran."
Setelah mewawancarai Nia, dan mendapat bukti foto pernikahan Melati dan Jino, wartawan itu langsung menjadikan headline berita gosip online tentang Pernikahan Jino dan Melati.
Jino yang baru sampai di rumah di hubungi oleh orang kepercayaannya.
"Hallo bos, apa bos udah tau berita terpanas hari ini"
"Berita apa...aku sedang capek. Jangan menghubungiku jika itu tak penting"
__ADS_1
"Ini tentang Melati, bos"
"Melati...."
"Ia ...headline gosip online hari ini tentang pernikahan bos dan Melati. Nia mantan istri bos yang menjadi nara sumbernya. Ia mengatakan jika Melati lah penyebab bos dan Nia bercerai. Ia juga mengatakan jika bos saat ini sudah memiliki anak dari Melati"
"Berani benar wanita itu mencari masalah denganku"
"Dan foto foto pernikahan bos dan Melati telah beredar diberita berita online..."
"Baiklah...aku akan lihat. Nanti aku kabari lagi jika aku membutuhkan bantuanmu"
"Baik, bos...tapi ingat bos jangan emosi. Nia pasti sengaja melakukan itu untuk membalas bos dan Melati. Karena hari ini juga banyak foto Melati yang dijadikan cover majalah. Aku rasa Nia tak terima karena Melati menjadi terkenal"
"Oke...kamu beri tau aku jika banyak berita jeek mengenai aku terutama Melati. Besok siang kamu kumpulkan semua wartawan gosip di aula perusahaanku. Sepertinya Nia sedang mengibarkan bendera perang denganku"
"Siap ...bos"
Jino masuk ke ruang kerjanya dan membuka semua berita online. Saat ini memang dirinya dan Melati yang memenuhi berita online. Jino segera menghubungi Raka.
"Ya , ada apa Jino"
"Kamu sudah membaca berita gosip online hari ini"
"Ya, dan aku sedang perjalanan ke apartemen Melati. Ia begitu syok membaca berita itu. Aku sudah pernah katakan padamu, kamu harus mengumumkan perceraianmu dan apa penyebabnya agar nama Melati tidak terbawa. Tapi kamu selalu menundanya, dan kamu lihat sekarang. Ini sangat mempengaruhi karirnya yang baru saja di mulai"
"Maaf , Raka. Aku akan memanggil semua wartawan dan menjelaskannya besok di aula perusahaanku..."
"Aku akan datang, aku memiliki bukti kenapa Nia begitu dendam pada Melati. Pasti karena ia melihat foto fotoku yang berdua Melati beredar"
"Apa maksudmu..."
"Besok kamu akan mengerti. Nia itu bukan hanya marah padamu, tapi juga padaku. Karena aku saat ini dekat dengan Melati"
"Aku tambah tak mengerti..."
"Tunggu aja besok..aku akan datang bersama Melati. Tapi kita jangan tampakan Melati dulu. Kamu dan aku yang menjelaskan. Diakhir baru kita minta Melati muncul"
"Baiklah...."
"Aku akan datang besok jam sembilan pagi, kamu bisa mulai pada jam sepuluh"
"Oke, Raka...maaf karena aku nama Melati jafi jelek"
"Kamu tak perlu minta maaf padaku. Minta maaf aja sama Melati..."
Raka memutuskan sambungan ponselnya. Ia mengendarai mobilnya menuju apartemen Melati. Raka ingin menguatkan Melati. Ia pasti belum terbiasa diberitakan. Raka ingin mengajarkan jika dalam dunia yang akan ia geluti saat ini, gosip akan ada menghampirinya terus. Kedepannya Melati harus siap menghadapinya.
**************
Terima kasih
__ADS_1