Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Lima puluh Sembilan


__ADS_3

Raka masuk ke rumah Nia diikuti Melati dibelakangnya. Raka melihat banyak kaca berserakan dilantai.


"Mela, hati hati...banyak kaca. Sini pegang tanganku. Ikuti aku ya"


Raka berjalan dengan hati hati diikuti Raka. Mereka mendengar suara tangisan dari ruangan keluarga.


"Sepertinya itu suara tangisan Nia. Kamu terus berada dibelakang tubuhku saja. Aku tak mau Nia menyakitimu"


Raka melihat Nia yang duduk di sofa sambil memeluk lututnya.


"Nia..." ucap Raka mendekat. Ia meminta Melati tetap berdiri sedikit jauh dari Nia.


"Raka..." ucap Nia berdiri dan memeluk Raka


"Kamu kenapa begini, kenapa menyakiti diri sendiri. Seharusnya kamu introspeksi diri. Jadilah pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya"


"Raka, apa kamu juga membenciku. Aku tak pernah menyakitimu. Satu satunya salahku karena aku juga menyukaimu..."


"Nia , sudahlah. Lupakan semua perasaanmu padaku"


Nia memandang ke arah Melati, ia tampak marah.


"Ini semua gara gara wanita jal*ng itu. Seandainya aku tak membawanya masuk ke dalam kehidupanku , mungkin saat ini aku masih berstatus istri Jino. Dan aku tak akan dibuang Alex seperti ini. Aku benci kau, kau yang seharusnya menderita. Kau tak pernah tau cara balas budi. Aku yang telah mengangkat derajatmu tapi kau malah menikamku. Kau rebut Jino dan Raka. Setelah itu kini kau ingin menjadi terkenal dengan menyerahkan dirimu pada seorang artis...dasar murahan"


"Nia...jaga mulutmu. Semua yang kamu alami ini adalah akibat dari perbuatan dan kelakuanmu sendiri. Jangan menyalahkan orang atas apa yang terjadi dihidupmu"


"Kenapa kau membelanya...padahal aku yang duluan mengenalmu dan mencintaimu" ucap Nia berteriak.


Nia berjalan menuju Melati, sebelum ia sampai Raka telah menahan tangannya.


"Lepasin Raka. Aku akan membunuhnya. Ia penyebab aku menderita begini. Jangan halangi aku" ucap Nia memberontak mencoba melepaskan tangannya yang dipegang Raka


"Maaf mbak Nia. Aku tak pernah bermaksud membuat hidupmu menderita. Aku juga tak pernah ingin merampas kebahagiaanmu. Aku hanya menjalankan semua sesuai dengan takdir. Aku minta maaf jika mbak merasa kehadiranku di dalam hidup mbak, membuat hidup mbak jadi berubah....aku benar benar minta maaf"


"Jangan sok baik kau. Kau senangkan melihatku terpuruk begini..." ucap Nia dan ia membungkuk mengambil pecahan kaca.


"Lepasin...jika kamu tak melepas tanganku, aku akan bunuh diri" ucap Nia meletakan pecahan kaca dilehernya.


"Melati...pergilah. Nia biar aku yang tangani" teriak Raka


"Kamu bagaimana..."


"Aku bisa menjaga diri. Pergilah ke rumah Jino dan ceritakan tentang Nia pada Jino"

__ADS_1


"Baiklah, kamu hati hati"


Melihat Melati perg, Nia makin memberontak.


"Lepasin...wanita jal*ng itu harus mati..." teriak Nia. Ia menggoreskan pecahan kaca ke tangan Raka agar ia melepaskan pegangan tangannya.


"Nia...kamu jangan gila. Kamu mau membunuhku" ucap Raka menahan sakit.


Raka masih menggenggam tangan Nia erat. Ia takut melepasnya. Ia takut Nia akan melukai Melati. Darah segar mulai bececeran di lantai.


Nia melihat ke arah tangan Raka yang terus mengeluarkan darah.


"Aku bukan pembunuh....jangan tangkap aku" ucap Nia tiba tiba dan menangis histeris.


Raka berteriak memanggil bibi. Setelah bibi muncul Raka minta diambil tali atau dasi bekas Jino.


Bibi memberikan dasi pada Raka. Ia mengikat kedua tangan Nia.


"Maaf Nia, kamu harus ke rumah sakit"


"Lepasin aku, Raka. Jangan serahkan aku ke polisi. Aku bukan pembunuh..."


"Kita akan ke rumah sakit bukan ke kantor polisi"


Nia yang melihat Raka masuk ke halaman rumah sakit jiwa berteriak histeris. Ia mencoba melepaskan ikatan tangannya.


"Aku tidak gila , Raka. Kenapa kamu bawa aku kesini" ucap Nia sambil menendang jok mobil.


Raka turun dengan Nia yang masih berada dalam mobil. Ia mengunci mobil dan meminta bantuan perawat rumah sakit jiwa untuk membawa Nia.


Petugas datang dengan membawa tandu dan suntik penenang. Raka mengatakan jika Nia sedang histeris di mobil.


Raka membuka kunci mobil. Nia langsung mrncoba turun


"Bajing*n...kau kira aku gila. Kau ingin apa..."teriak Nia.


"Kamu tidak gila, Nia. Tapi kamu tetap harus dirawat agar kamu bisa konsultasi dengan psikolog"


Perawat itu menyuntik obat penenang buat Nia setelah dua orang memegangnya agar tak memberontak.


Nia dibawa ke kamar untuk mendapatkan perawatan. Raka menemui dokter dan mengatakan apa yang dilakukan Nia.


Sementara itu, Melati baru sampai di rumah Jino. Ia melihat Jino yang sedang bermain dengan Rendra.

__ADS_1


"Selamat pagi sayang bunda. Selamat pagi, mas"


"Melati...kamu habis olah raga. Udah siang begini"


"Aku dari pagi olah raganya mas. Aku tadi ke rumah mbak Nia dulu"


"Ngapain kamu ke rumah Nia"


Melati menggendong Rendra.


"Kita bicara di dalam aja mas. Udah siang, kena panas nanti Rendranya..."


Jino berjalan di belakang Melati yang menggendong Rendra. Melati duduk di sofa ruang keluarga.


"Mama mana , mas"


"Pergi keluar kota dua hari ini"


"Kalau gitu, Rendra biar bersamaku aja mas. Aku tidak ada jadwal dua hari ini"


"Boleh, nanti aku antar kamu dan Rendra. Kamu kenapa ke rumah Nia" ucap Jino mengulang pertanyaannya.


"Oh iya ,mas. Mbak Nia tampaknya sangat depresi. Sudah dua hari ini mbak Nia selalu menangis dan tertawa sendiri. Dan tadi ia memecahkan televisi dan vas bunga. Karena takut bibi menghubungi Raka. Kami kerumah dan melihat keadaan mbak Nia yang memprihatinkan. Mas ,bisa tanya Raka untuk lebih jelasnya."


"Sekarang Nia dan Raka dimana, kamu kenapa sendirian"


"Mbak Nia marah ketika meihatku. Ia berpikir kehidupannya menjadi berantakan saat ini karena aku. Ia tadi ingin melukaiku. Raka meminta aku pergi dan mengatakan yang terjadi pada mas"


"Apa Nia sudah gila. Jelas semua yang terjadi dengan hidupnya karena ulahnya sendiri. Aku ambil ponsel dulu ya. Aku akan hubungi Raka dulu"


"Iya, mas"


Jino berjalan menuju kamarnya dan menghubungi Raka.


Raka menceritakan semua yang terjadi dan mengatakan saat ini ia berada di rumah skit jiwa bersama Nia.


Raka meminta Jino datang untuk melihat keadaan Nia. Raka akan mencari keberadaan Alex. Ia juga harus bertanggung jawab dengan apa yang dialami Nia.


Raka meminta Jino untuk melihat keadaan Nia sementara ia menjemput Alex.


Raka juga langsung menghubungi Melati mengatakan jika ia akan berangkat ke Bandung mencari Alex. Dan meminta Melati jangan ke agensi selama ia berada di Bandung.


*************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2