Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Tujuh puluh Sembilan


__ADS_3

Jino melihat Melati yang menangis terisak sambil memeluk mamanya jadi ikut sedih. Ia duduk di dekat tempat tidur Rendra sambil menggenggam tangannya.


"Sayang kamu harus kuat, kamu harus segera sembuh nak. Papi nggak kuat melihatmu harus terbaring di ranjang dengan selang infus begini. Bundamu juga tampak sangat sedih. Kamu adalah sumber kebahagiaan papi dan bunda. Papi rela menukar nyawa papi denganmu, nak"


Rendra perlahan membuka matanya, ia tersenyum melihat papinya.


"Papi..." ucap Rendra.


Mendengar suara Rendra , Melati menghentikan tangisnya dan menghapus air mata dipipinya. Ia mendekati ranjang Rendra.


"Sayang, kamu udah bangun nak..."


"Bunda..."


Melati memeluk Rendra dan mengecup pipi putranya.


"Ya Tuhan, sembuhkanlah putraku. Angkat semua penyakitnya. Aku rela menggantikan semua penyakit yang dideritanya"


Jino naik ke ranjang dan memangku Rendra dipahanya. Melati mengambil bubur yang diberikan buat Rendra. Melati menyuapi Rendra dengan perlahan. Sedikit demi sedikit nasiasuk kedalam perutnya.


"Nda, udah...kenyang"


"Rendra harus banyak makan, biar kuat. Biar cepat besar, nak" ucap Melati


"Kenyang, bunda"


"Baiklah sayang, tapi nanti kalau lapar ngomong ya. Biar bunda suapin lagi"


"Iya, nda..."


"Rendra sayang, apa yang terasa sakit" ujar Jino


"Ndak ada, pi. Enda sehat...."


Rendra tampak pucat dan lesu. Melati menahan air matanya agar tak tumpah. Mama mendekati mereka.


"Sayang nenek, kamu pasti kuat...." ucap mama mengusap kepala Rendra.


"Pi, Enda mau bobok"


"Oh...biar bunda temani ya" ucap Melati.


Jino membaringkan tubuh Rendra. Setelah itu ia turun dari ranjang. Melati yang sekarang naik ke ranjang dan berbaring di samping Rendra sambil mengusap punggung anaknya agar cepat terlelap.


"Mama istirahat aja. Biar aku dan Melati yang jaga Rendra. Rebahan aja di kasur"


"Jino mama mau kamu selalu menemani Melati untuk menjaga Rendra. Melati akan lebih kuat menghadapi ini jika ada yang mendampingi. Dulu mama selalu ditemani papa menjaga Michelle..."

__ADS_1


"Iya, ma. Aku akan selalu ada buat mendampingi Melati menjaga Rendra"


...........


Pagi harinya setelah mandi dan mengganti pakaiannya, Jino menghubungi dokter ia akan menjalani tes untuk mencocokan sumsum tulang belakangnya.


Jino akan menjalani beberapa tes kesehatan diantaranya....


Pemeriksaan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan


Pemeriksaan kondisi emosional dan psikologis pasien


Pemeriksaan jantung, seperti EKG (elektrokardiografi) dan ekokardiografi


Pemeriksaan paru-paru, seperti Rontgen dada dan spirometri


Tes darah, yang meliputi hitung darah lengkap, pemeriksaan kimia darah, dan skrining virus dalam darah


Pemindaian dengan CT scan atau MRI


HLA (human leukocyte antigen) tissue typing, yaitu pemeriksaan untuk mengetahui apakah sumsum tulang pendonor akan cocok pada calon penerima donor


Biopsi sumsum tulang


Setelah menjalani semuanya baru bisa nnti dilihat hasilnya apakah cocok dengan Rendra.


"Selamat siang ,bang..."


"Selamat siang, bagaimana Jino...udah selesai tes kesehatanmu"


"Udah, bang. Besok pengambilan sampel sumsum aku aja lagi. Setelah itu tunggu beberapa untuk tau apakah sumsum aku cocok buat Rendra"


"Semoga saja cocok...."


"Bang, jika sumsum tulang belakang mas Jino nggak cocok bagaimana" tanya Melati, tampak raut kekuatiran diwajahnya.


Mama yang mendengar percakapan itu berdiri dari duduknya dan mendekati ranjang Rendra. Mama berdiri dibelakang Melati sambil mengusap rambut putrinya.


"Jika sumsum tulang belakang Jino nggak cocok dengan Rendra, kamu dan Jino bisa memberikan adik buatnya yang bisa membantu pengobatannya dengan pengambilan darah pada tali plasentanya"


"Maksud mama, aku tak mengerti" ucap Melati


"Menikahlah kembali dengan Jino. Dan beri Rendra adik. Siapa tau jika Jino tak cocok, adik kandung Rendra yang dapat membantu untuk mengobati penyakitnya"


"Ma..abang yang juga saudara kandung tidak cocok sumsumnya dengan Michelle"


"Abang Kai cocok dan ia telah mendonorkan sumsumnya. Tapi kecocokan abang dan Michelle hanya lima puluh persen. Saat Michelle remaja ia kembali mengalami sakit yang memerlukan donor lagi. Abang tak bisa kembali mendonorkan sumsumnya kembali, karena percuma kecocokannya hanya lima puluh persen."

__ADS_1


"Ma, seandainya aku ada saat itu pasti aku bisa menolong Michelle dengan mendonorkan sumsum tulang belakangku"


"Nggak perlu disesali yang terjadi, nak. Mama juga sangat bahagia walau mama baru bertemu kamu saat ini"


Melati dan Jino saling bertatapan mendengar perkataan mama.


"Apa kamu mau menikah kembali dengan adikku, Jino" tanya Kai sambil memeluk Rendra yang tampak mulai tertidur dipelukan Kai


"Bang, aku udah janji pada Melati dan abang...aku akan melakukan apa saja untuk kesembuhan Rendra. Dan bukan hanya untuk kesembuhan Rendra saja jika aku mau menikah kembali, tapi karena aku memang masih mencintai Melati. Yang perlu abang tanyakan bukan kesiapanku menikah kembali dengan Melati. Karena aku pasti siap kapanpun. Melatilah yang perlu abang tanyakan, apakah ia masih mau menerimaku lagi" ucap Jino sambil menatap ke arah Melati.


"Dek...apakah kamu mau menikah lagi dengan Jino"


"Aku nggak bisa jawab sekarang bang"


"Ini demi Rendra dek. Lupakan amarah dan egomu. Abang tak tau apa penyebab utama kamu berpisah dengan Jino. Tapi apapun itu, selama abang kenal Jino, yang abang lihat ia pria baik. Jadi abang rasa tak ada salahnya kamu memberi Jino kesempatan kedua. Demi Rendra..."


"Bang, aku akan melakukan apapun demi kesembuhan Rendra"


"Jadi...kamu mau menikah kembali dengan Jino"


"Jika itu memang untuk kesembuhan Rendra, aku bersedia bang"


"Baiklah...nanti setelah Jino melakukan tes kita bicarakan lagi. Walaupun nanti sumsum tulang belakang Jino cocok dengan Rendra, abang harap kamu akan tetap memikirkan pernikahanmu dengan Jino"


"Kenapa bang"


"Kita semua mengharapkan sumsum Jino cocok seratus persen dengan Rendra. Dan setelah melakukan operasi transplantasi sumsum tulang belakang, Rendra sembuh dari penyakitnya. Tapi untuk antisipasi jika suatu saat penyakitnya kambuh seperti yang dialami Michelle dulu. Rendra harus mendapatkan satu orang lagi pendonor dari adik kandungnya. Abang harap kamu tetap memikirkan kembali mengenai pernikahanmu dengan Jino"


"Iya, bang"


"Kamu nggak perlu takut Melati. Aku berjanji tidak akan pernah menyakiti hatimu lagi. Didepan anakku dan mama serta abang Kai aku berjanji, tidak akan mengulangi kesalahan yang sama jika kita nanti harus menjalani bidul rumah tangga kembali"


"Mas...aku bukan takut kamu akan menyakitiku. Banyak yang harus aku pertimbangkan jika kita harus menikah kembali. Apa yang akan dikatakan keluarga mas dan Raka"


"Melati...jika kamu terus memikirkan perasaan dan ucapan orang aja, kamu tak akan bisa mendapatkan kebahagiaan buat dirimu. Terkadang bersikap masa bodoh dan egois perlu demi kebahagiaan diri sendiri..."


"Tapi...mas"


"Itu nanti aja kita pikirkan. Yang terpenting saat ini adalah kesehatan serta kesembuhan Rendra"


"Iya ,mas..."


"Aku tau Melati, kamu masih takut dan ragu menerima aku karena kamu masih trauma dan teringat perbuatanku padamu. Aku tau mungkin luka yang aku berikan belum kering. Tapi aku janji Melati...aku akan menyembuhkan luka itu hingga tak berbekas lagi"


******************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2