
Setelah semua keluarga berkumpul, Raka mohon izin buat bicara.
"Selamat malam, oom dan tante. Saya sengaja meminta tante Yeni untuk mengumpulkan keluarga semua hari ini, karena ada yang ingin saya sampaikan"
Raka berhenti sejenak ucapannya. Ia memandangi wajah keluarganya satu persatu.
"Saya ingin memberitahukan berita baik" ucap Raka
"Berita baik apa, Raka..."
"Kamu akan menikah" ucap salah seorang tante Raka
"Betul, tante Erma. Saya ingin segera melangsungkan pernikahan"
"Jadi kamu udah ada calon istri selama ini. Kenapa tak pernah dikenalkan" ucap Om Yanto
"Semua keluarga mungkin udah mengenalnya" ujar Raka lagi
"Siapa...." ucap om dan tante serempak
"Melati..." ucap Raka dengan penuh penekanan. Mama Jino hanya diam, ia tak ingin ikut campur. Takut terjadi kesalah pahaman mengingat Melati adalah mantan istri Jino.
"Kenapa namanya sama dengan nama mantan istri Jino"
"Jangan bilang kalau Melati yang kamu maksud adalah mantan istri Jino" ucap om Jhony adik papa Raka.
"Benar om dan tante, Melati yang aku maksud calon istriku adalah mantan istrinya Jino" ucap Raka
Om Jhony langsung berdiri dari duduknya. Ia memandangi Raka dengan intens.
"Apa maksud kamu mengumpulkan kami semua hanya untuk mendengar omong kosong dan candaanmu, Raka" ucap om Jhony dengan penuh emosi
__ADS_1
"Aku tidak sedang becanda. Aku dan Melati memang memiliki hubungan yang serius dan aku ingin menikahi Melati secepatnya"
"Apa kamu sudah gila , Raka. Apa kamu sudah tidak bisa lagi mencari wanita. Jika kamu memang tidak bisa mencari wanita sebagai pendamping hidupmu, tante bisa mencarikan wanita cantik dan berkelas sebagai istrimu" ucap tante Erma adiknya mama Jino dan mama Raka.
"Kenapa emangnya dengan Melati. Apa yang salah dari dirinya. Ia dan Jino juga telah resmi berpisah" ujar Raka dengan suara yang mulai meninggi.
"Apa kak Yeni tau semua ini" tanya Erma dengan mama Jino
"Ya..." ucap mama Jino singkat
"Dan kak Yeni tidak melarang atau menasehati Raka agar ia sadar dengan apa yang ia lakukan"
"Kenapa aku melarangnya. Raka telah dewasa dan ia pasti tau apa yang menjadi keputusannya"
"Apaa...." ucap beberapa orang serempak.
"Tante Yeni benar. Aku sudah memikirkan lama keputusanku ini. Aku yakin Melati bisa jadi istri yang baim buatku...."
"Kamu juga seharusnya berpikir dengan logika. Bagaimana perasaan Jino jika kamu menikah dengan Melati. Dan bagaimana nanti jika Rendra telah besar, pasti ia akan menjadi bingung memiliki dua papi yang bersaudara" ucap om Yanto
"Dan apa kamu tak pernah berpikir akan pikiran orang luar nantinya. Pasti mereka mengira kamulah yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Jino. Mau letak dimana muka kami. Masalah tentang Jino dan Nia yang selingkuh aja masih belum reda orang bicarakan. Setiap rapat dengan klien masih ada juga yang bertanya tentang itu. Tambah lagi nanti berita pernikahan kamu. Kamu jangan egois Raka, kamu tidak hidup sendiri. Kamu memiliki banyak keluarga" ucap om Jhony dengan suara tinggi dengan penuh emosi.
"Aku egois...apakah om dan tante tidak salah bicara. Kalianlah yang egois. Kenapa kalian hanya memikirkan tentang diri kalian saja, malu kalian saja. Apakah kalian tidak memikirkan perasaanku. Kebahagiaanku...aku mencintai Melati. Dan aku menikah juga setelah Jino bercerai beberapa bulan. Kenapa kalian hanya memikirkan ucapan orang orang tanpa memikirkan hatiku"
"Apakah cuma Melati , wanita yang bisa membuat kamu bahagia. Masih banyak wanita yang jauh lebih segalanya dari Melati. Perasaanmu ini karena rasa kasihan dan melindungi. Kamu hanya tertipu karena rasa nyaman saat kalian selalu bersama. Coba kamu beri hatimu waktu untuk berpikir ulang. Coba kamu jauhi dulu Melati dan yakinkan dulu hatimu. Apakah ini cinta atau simpati"
Melati yang mendengar suara teriakan melangkah keluar dari kamar Rendra dengan menggendong putranya. Ia ingin tau apa yang menjadi perdebatan keluarga itu. Melati kaget setelah mendengarnya.
"Aku akan tetap menikahi Melati. Aku yakin ini cinta. Aku telah lama mengenal Melati, dari sebelum ia berpisah dari Jino"
"Jangan bilang, jika kamu memang mencintai Melati dari saat ia masih berstatus istri Jino" ucap tante Erna
__ADS_1
"Apa benar itu, Raka. Kamu mencintai Melati dari dulu saat ia masih menjadi istri Jino"
"Kenapa jika itu benar. Tapi aku tidak pernah berselingkuh dengannya. Aku baru menyatakan rasa sukaku sebulan yang lalu"
"Dasar gila...jadi kamu memang mencintai Melati dari dulu. Apakah Jino tau. Dan apa kata Jino jika tau semua ini. Dan bagaimana kami tidak berpikir jika kamu dan Melati memang berselingkuh dibelakang Jino"
"Aku sudah katakan, aku dan Melati tidak berselingkuh"
"Bagaimana kamu bisa membuktikan itu. Dan kamu menolong Melati selama ini karena kamu mencintainya. Itu yang kamu bilang tulus dan ikhlas. Kamu menolongnya agar ia juga mencintaimu dan bisa menerima kamu" ucap tante Erma
"Tante salah, aku memang menolong Melati dengan ikhlas. Jika pada akhirnya aku menyatakan cinta itu karena aku tau Melati tak ingin menerima Jino kembali"
"Jangan naif, Raka. Belum tentu Melati mencintaimu. Bisa saja ia menerima kamu untuk balas dendam. Kamu dan Jino bersaudara. Ia bisa saja sengaja menerima kamu agar hubungan persaudaraan kalian retak." ucap tante Defi
"Tante jangan berpikir jelek tentang Melati. Tante tidak mengenalnya. Aku yakin Melati tidak sejahat itu"
"Anggap saja dia tidak sejahat itu. Apakah kamu bisa yakin jika ia menerima kamu karena juga memiliki perasaan sama. Bukan karena ingin balas budi atas semua bantuanmu selama ini padanya"
Raka diam mendengar ucapan tantenya. Ia juga tidak begitu yakin, apakah Melati juga mencintainya sebesar rasa cintanya pada Melati.
"Aku tak peduli. Bukankah cinta bisa hadir dengan seringnya kebersamaan" gumam Raka
"Jika kamu keras kepala begini. Kami tak akan pernah mau tau dan terlibat dengan pernikahan kamu nanti. Kamu urus saja pernukahanmu sendiri. Dan jangan pernah menganggap kami bagian dari keluarga kamu lagi" ucap om Jhony dengan emosi.
"Ya Raka...kami semua tidak mau terlibat dengan pernikahanmu bersama Melati" ucap yang lainnya.
Melati yang mendengar pertengkaran itu diam diam keluar dari rumah melalui pintu samping. Ia membawa Rendra. Melati berjalan hingga keluar dari halaman rumah dan meminta satpam memanggilkan taksi. Melati mengatakan jika ia pulang karena ada sesuatu yang perlu ia ambil agar satpam tak curiga.
**************************
Terima kasih
__ADS_1