
Tamu undangan semakin ramai memenuhi ruangan tempat pesta ulang tahun mama Kai diadakan.
Tiba saatnya pemotongan kue. Kai maju mendampingi mamanya. Mama memberikan potongan kue buat Kai.
Setelah itu Kai mengambil alih mic dari tangan pembawa acara.
"Hari ini aku mendatangkan tamu khusus buat mama" ucap Kai menatap mamanya dengan penuh kasih sayang.
"Siapa Kai..." ucap mama
"Seseorang yang akan membuat kerinduan mama pada adikku sedikit terobati"
Mama memandangi Kai seakan minta penjelasan.
"Melati...bisakah kamu maju kehadapan kami" ucap Kai.
Melati berdiri dan berjalan sedikit menunduk menuju Kai dan mamanya berdiri. Mama Kai memandangi Melati dengan tanpa kedip.
Ketika sampai dihadapan mama dan Kai, Melati mrngangkat kepalanya membuat mama Kai kaget. Hampir saja ia jatuh jika Kai tak menahan tubuhnya.
"Michelle...." ucap mama dengan suara gemetar
"Ma...kenalkan ini Melati"
"Melati...." ucap mama Kai. Ia maju dan memdekati Melati. Mama Kai mengusap pipi Melati.
"Kamu cantik banget, mirip Michelle anakku...."
Tamu undangan yang mengenal Michelle juga berbisik bisik mengatakan Melati.
Mama Kai memeluk Melati dengan erat. Ia menangis.
"Michelle ku...." ucap mama Kai sambil menangis.
Kai mendekati Melati dan Mamanya.
"Ma, udah peluk Melatinya. Kita lanjutin acara dulu. Nanti mama masih bisa mengobrol bareng Melati" bisik Kai
Mama Kai melepaskan pelukannya. Ia mengambil sepotong kue dan menyuapi Melati.
"Ini buatmu Melati..."
Setelah itu mama meminta acara dilanjutkan oleh pembawa acara. Mama mengajak Melati duduk bersama.
"Maaf bu. Aku bawa anakku dulu ya"
"Kamu udah memiliki anak. Sama siapa kamu tinggalin"
"Dengan oom nya...."
"Bawa oom nya sekalian duduk di sini"
Tamu undangan satu persatu memberikan ucapan kepada mama Kai. Melati diikuti Raka berjalan mendekati mama Kai.
Melati memberikan kado yang ia beli buat mama Kai.
"Selamat ulang tahun , bu. Semoga ibu selalu dilimpahkan kebahagiaan" ucap Melati dan memberikan bingkisan kadonya
"Terima kasih, Melati. Kenapa harus repot repot membawa kado segala. Ini anakmu..." ucap mama Kai memegang tangan Rendra yang di gendong Raka
__ADS_1
"Iya , bu...."
"Ganteng banget...."
Mama mengajak Melati dan Raka duduk satu meja dengan dirinya dan Kai.
Mereka makan dalam satu meja. Mama Kai mengundang Melati buat makan siang esok hari. Ada yang ingin ia tanya mengenai pribadi Melati.
Jam sepuluh malam Melati dan Raka pamit.Ia tidak ingin sampai larut malam karena tak baik buat kesehatan Rendra.
Baru saja Melati masuk ke kamar hotelnya terdengar suara ponselnya. Belum sempat Melati mengangkatnya, panggilan itu telah terputus. Melati melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Jino. Melati lalu menghubungi Jino.
"Selamat malam mas, maaf aku tadi nggak mendengar mas menghubungiku. Suara musik di pestanya mama Kai besar banget"
"Nggak apa , Mel. Rendra mana..."
"Udah tidur mas, mas mau lihat. Ganti dulu panggilannya dengan vidio call ya mas."
Setelah menggantinya, Melati mengarahkan kamera ke Rendra yang terbaring.
"Mas , lihatkan. Rendra udah tidur"
"Kamu cantik, Mel" ucap Jino melihat wajah Melati
"Terima kasih mas...."
"Beruntung Raka memdapatimu. Aku baru menyadari jika kamu sangat berarti dalam hidupku, Mel" ucap Jino lagi.
Melati memperhatikan Jino. Ia melihat wajah Jino yang tampak sayu. Jino tampak terduduk di lantai.
"Mas...mabuk" ujar Melati melihat tingkah Jino yang berbeda dilayar ponselnya.
Melati terpaku mencerna ucapan terakhir Jino
"Apa memang mas Jino tadi mabuk. Apa ia kembali minum minum. Apa benar mas Jino mencintaiku. Tak mungkin...mas Jino mengatakan itu pasti karena ia mabuk. Mas Jino selama menikahiku tak pernah menyatakan cintanya. Dan ia selalu berkata jika aku tak boleh mencintainya..."
Melati mengganti pakaiannya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum tidur.
...........
Siang harinya Raka dan Melati kembali ke rumah Kai memenuhi undangan makan mamanya.
Mama Kai menyambut kedatangan mereka dengan senang hati. Ia menggendong Rendra dan membawanya masuk.
Kai yang melihat mamanya selalu tersenyum sejak kemarin juga ikutan bahagia.
"Syukurlah kehadiran Melati bisa membuat mama bahagia dan tersenyum. Aku akan berusaha agar mama tetap tersenyum begini"
Mama banyak memasak lauk kesukaan Michelle putri kesayangannya yang telah tiada.
"Melati...kamu suka dengan masakan ibu ini"
"Aku tidak pemilih soal makanan ,bu. Aku terlahir dari ibu dan ayah yang hidup dengan sederhana. Bisa makan saja bagi kami sudah lebih dari syukur"
"Maaf, ibu tidak bermaksud menyinggungmu"
"Aku tidak tersinggung bu, aku tetap selalu bersyukur. Karena aku dibesarkan oleh kedua orang tuaku dengan kasih sayang"
"Memang rasa syukurlah yang membuat kita bahagia. Walau kita berlimpah harta tapi tak pernah bersyukur, kita akan tetap merasa kekurangan"
__ADS_1
Setelah makan siang mereka bicara tentang pekerjaan Melati. Dan bagaimana bisa kenal dengan Kai.
"Kenapa kamu baru membawa Melati sekarang"
"Itu salah mama. Aku sudah sering meminta mama melihat laguku dan vidio klipnya. Tapi mama tak pernah mau. Jika mama melihat vidio klipku pasti mama sudah tau dari kemarin kemarin jika ada wanita yang wajahnya mirip dengan Michelle"
"Mama nggak mau menonton televisi karena mama selalu teringat Michelle yang ingin menjadi model dan artis. Tapi sayang cita citanya nggak bisa jadi kenyataan karena ia harus berjuang dengan penyakitnya" ucap mama mengusap air matanya.
Rendra yang berada di pangkuan Melati akhirnya tertidur.
"Tidurkan aja di kamar , Melati"
"Nggak usah bu. Takut nanti terbangun, menangis nggak ada aku"
"Kalau gitu letakan aja di sofa. Pasti capek kalau terus digendong"
"Iya, bu" ucap Melati dan meletakan Rendra disamping ia duduk.
Mama lalu bertanya apa pekerjaan orang tua Melati. Mama bertanya nama orang tua Melati.
"Siapa nama orang tuamu, Melati"
"Erik bapakku, dan ibuku bernama Mia"
"Di mana kamu tinggal selama ini"
"Di salah satu kota kecil yang ada dekat Cirebon, bu"
"Apa kamu memiliki foto ayah dan ibumu"
" Ada, bu. Di dompetku"
"Boleh ibu melihatnya"
"Tentu saja boleh, bu" ucap Melati mengambil dompetnya yang ada dalam tas.
Raka dan Kai hanya diam, Kai sengaja memberi waktu buat ibunya bertanya pada Melati.
" Apakah Erik dan Mia yang dimaksud adalah orang orang yang pernah bekerja denganku"
Melati melihatkan foto kedua orang tuanya pada Mama Kai. Ia tampak pucat setelah melihat foto itu.
Kai yang melihat wajah mamanya pucat dan tampak tangannya gemetar memegang foto orang tua Melati, mendekati mamanya dan memeluk tubuhnya.
"Mama...mama kenapa"
"Nggak ada apa apa Kai. Melati, dimana orang tuamu saat ini"
"Mereka udah tiada, bu"
"Oh...Tuhan. Maafkan ibu..."
"Nggak apa ,bu..."
"Ya Tuhan, apakah ini berarti Melati adalah kembarannya Michelle yang aku serahkan pada kedua orang pekerjaku itu. Jika memang kamu putriku, apakah kamu mau memaafkan mama yang telah memberimu pada orang lain buat diasuh. Tapi mama melakukan itu karena terpaksa, nak. Michelle perlu perhatian khusus. Ia telah memiliki penyakit bawaan dari ia lahir. Mama takut tidak bisa menjaga tiga orang anak sekaligus. Papa dan Mama harus ke luar negeri buat pengobatan Michelle. Kai bisa diasuh papa sedang mama harus merawat Michell. Mama meninggalkan kamu sama Erik dan Mia. Tapi mama tak mengira ia membawamu pergi. Mama tau mama salah, tak seharusnya mama memberimu pada orang lain. Kenapa mama tidak membiarkan kamu diasuh orang lain tapi dengan pengawasan mama saja. Tapi perlu kamu tau nak, mama memberikan kamu sebenarnya hanya untuk diasuh sementara. Mama tak mengira mama kehilangan kontak dan alamat Erik. Ia sengaja menghilang dan membawamu kabur. Yang mengakibatkan mama tak bisa menemuimu lagi. Aku harus cari tau kebenaran tentang Melati. Aku harus bisa membuktikan jika Melati benar putriku"
***********************
Terima kasih
__ADS_1