Melati (Istri Yang Tak Dianggap)

Melati (Istri Yang Tak Dianggap)
Bab Lima puluh Lima


__ADS_3

Melati sedang melakukan syuting vidio klip buat lagu terbaru Kai. Tampak Raka menunggu pengambilan gambar itu dengan sabar.


Raka terkadang harus menahan rasa cemburunya saat Kai beradegan mesra dengan Melati.


Siang harinya ketika istirahat, Melati makan bersama Raka. Ketika akan menyendok makanannya, Kai datang menghampiri mereka.


"Boleh aku gabung bersama kalian di sini"


"Tentu saja, Kai" ujar Raka pelan


"Melati, besok kita akan syuting di apartemenku. Konsepnya kan kamu dan aku sudah tinggal seatap"


"Jam berapa mulai pengambilan gambarnya, Kai"


"Besok kita mulai agak sore aja. Karena kita akan menunggu malam. Kita akan duduk di balkon sambil memandangi bintang"


"Baiklah..."


"Raka, kamu dan Melati seperti bukan bos dan atasan. Masa sih bos yang turun langsung menemani kerjanya bawahan"


"Aku merangkap manajernya Melati" ujar Raka


"Tak ada hubungan yang lain...maaf bukannya aku ingin mencampuri privasi kamu"


"Aku ini sepupunya mantan suami Melati"ucap Raka. Melati hanya diam mendengar jawaban Raka.


"Oh...pantas kamu keliatannya sangat akrab dengan Melati"


"Aku dan Raka telah berteman sebelum aku terjun ke dunia model. Raka lah yang membawa aku masuk ke dunia ini, Kai" ucap Melati


"Syukurlah..." ucap Kai


"Maksudnya...." ucap Raka lagi


"Aku kira kalian pasangan kekasih. Aku tak suka diliatin sama kekasih rekan kerjaku. Aku takut nanti model itu jadi tak fokus dalam bekerja...."


Melati dan Raka hanya tersenyum mendengar ucapan Kai.


Setelah makan siang, Melati mengganti pakaiannya. Pengambilan gambarpun dilakukan hingga sore menjelang.


Melati dan Raka pamit setelah semuanya selesai. Mereka langsung menuju hotel. Karena Melati ingin istirahat.


"Raka, aku langsung ke kamar ya. Aku mau istirahat"


"Ya, Melati. Aku juga mau istirahat"


...........

__ADS_1


Setelah dua hari proses syuting berlangsung, akhirnya selesai vidio klip lagu terbaru Kai. Malam ini Melati di undang untuk konferensi pers pengenalan lagu terbarunya . Dan juga pemutaran perdana vidio klipnya.


Melati di minta Kai hadir. Ia akan mengenalkan model vidio klipnya pada wartawan di negaranya. Raka tak bisa menolak permintaan Kai. Ia hanya bisa menemani Melati.


Melati dan Kai serta kru yang akan duduk di meja konferensi pers. Raka hanya bisa melihat dari kursi wartawan.


Malam ini Melati tampak sangat cantik dan seksi. Ia menggunakan baju model blazer setengah paha.



Kai juga tampak sangat menawan dengan jas warna hijaunya.



Kai mengenalkan Melati yang menjadi model vidio klipnya. Ia mengatakan Melati adalah salah satu model asal Indonesia.


Wartawan banyak yang bertanya kenapa Kai memilih Melati bukan model asal negara mereka.


Kai berterus terang jika ia suka melihat wajah Melati yang mirip dengan adiknya yang kini telah tiada.


Wartawan juga menanyakan apa ada hubungan antara Kai dan Melati.


Kai menjawab saat ini hubungan mereka hanya sebagai rekan kerja saja tapi tak tahu kedepannya.


Raka yang mendengar ucapan Kai menjadi kaget.


"Apa maksud ucapan Kai, apa ia ada perasaan dengan Melati. Apa karena Melati mirip dengan adiknya yang telah tiada"


Raka mengikuti langkah mereka. Ia ingin menyusul Melati ke ruang itu.


"Melati...boleh aku minta nomor ponselmu. Minggu depan aku akan ke Jakarta mengunjungi nenekku"


"Nenek kamu tinggal di Jakarta"


"Ya, ibuku berasal dari sana"


"Oh...ini " ucap Melati mengulurkan ponselnya.


"Terima kasih ya. Aku ingin kita lebih dekat lagi"


"Maksud kamu..." ucap Melati tak mengerti


"Aku ingin mengenal kamu lebih dari sekedar rekan kerja. Tak ada yang melarang jika aku dekat denganmu, bukan"


"Hhhmmmm...." dehem Raka yang muncul dari belakang tubuh Melati


"Raka..." ucap Melati

__ADS_1


"Sudah selesai...kita pulang"


"Ya, Kai aku pamit dulu...."


"Oke, hati hati. Kapan rencananya kamu kembali ke Jakarta"


"Belum pasti, Raka nanti yang tentukan kapan kami pulang"


"Jangan lupa kabari aku ya jika kamu akan kembali" ucap Kai


"Kai, kami pamit dulu ya..."


Raka dan Melati meninggalkan Kai yang masih terus memandangi kepergian Melati hingga hilang dari pandangannya.


............


Keesokan malamnya Raka mengajak Melati keluar buat jalan jalan keliling kota. Ia juga mengajak Melati makan malam di salah satu restauran.


Setelah makan malam selesai barulah Raka mengajak Melati mengobrol.


"Melati, aku nggak tau apa saat ini waktu yang tepat bagiku atau tidak...aku ingin mengatakan sekali lagi tentang perasaan ini. Aku udah nggak bisa memendamnya lebih lama lagi. Kali ini aku memang inginkan kepastian darimu agar aku bisa tau kemana langkah kaki akan aku tuju. Melati, aku sangat mencintaimu...apakah kamu juga memiliki rasa yang sama denganku atau tidak. Aku ingin kepastian..."


Raka menarik nafasnya dan melihat ke arah Melati yang tampak kaget mendengar pernyataan cintanya.


"Jika cinta pertamamu memberikan luka dan neraka, aku akan mengobati luka itu dan memberikan surga untukmu. Maukah kamu menjadi kekasihku...." ucap Raka sambil menggenggam tangan Melati.


"Raka...kamu pasti tau jika aku pernah terluka terlalu dalam karena cinta. Itu membuatku tak percaya akan adanya cinta. Tapi aku tak memungkiri...kehadiranmu selama ini dalam mengisi hari hariku sedikit merubah penilaianku tentang cinta. Aku mulai percaya jika cinta itu benar ada...."


Melati berhenti bicara karena air matanya yang sudah tak bisa dibendung lagi. Ia mengambil tisu dan menghapus air matanya sebelum melanjutkan bicara.


"Aku mau menjadi kekasihmu, Raka. Tapi aku minta padamu, tolong buat aku yakin jika cinta itu benar adanya dan cinta bukan hanya tentang luka dan air mata . Tapi cinta juga bisa membuat kita tersenyum dan bahagia..."


"Melati...akan aku buat kamu melupakan kepahitan dan luka itu. Akan aku buat hari harimu penuh dengan bunga dan kebahagiaan. Aku akan mengobati lukamu hingga kamu lupa artinya luka..."


Raka berdiri dari duduknya yang semula berhadapan dengan Melati, pindah ke sampingnya dan membawa Melati ke dalam pelukan.


"Terima kasih karena percaya padaku dan menerima cintaku" ucap Raka sambil mengecup puncak kepala Melati.


Raka menarik pinggang Melati agar merapat ke tubuhnya dan membawa kepala Melati ke dalam dekapan dadanya.


"Terima kasih karena mau melabuhkan cintamu dihatiku. Dan mau menerima aku apa adanya. Tolong ajari aku bagaimana rasanya mencintai itu, Raka"


"Kita akan belajar bersama, agar kita dapat saling memahami dan mengerti arti cinta ini. Kita akan melangkah bersama beriringan meniti jalan yang mungkin akan penuh kerikil ini. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau, Melati"


Raka memeluk Melati erat dan terus saja mengecup kepala Melati.


"Melati...aku mencintaimu lebih dari yang kamu tau, aku ingin kita melangkah bersama dalam meniti kehidupan nanti. Semoga semua keluarga merestui hubungan kita ini"

__ADS_1


***********************


Terima kasih


__ADS_2