
"Semua takdir yang tidak bisa diubah." ujar Aisyah mengelus tangan Riri.
"Tapi dia.yang merebutnya?"
"Apa yang kita sangka tidak baik, mungkin saja menurut Allah baik. Ini telah jadi ketentuan Allah, jalani apa yang perlu kau jalani."
"Memang kamu dan keluargamu yang merasakan semuanya. Tapi kalau kamu diposisi Ranty bagaimana?" lanjut Aisyah lembut.
"Ai, aku nggak mungkin mengikuti jejak wanita itu!"
"Jangan mendahului takdir."
"Kamu jangan ikut campur sih!"
"Aku nggak ikut campur, tapi bagaimana misalkan kamu berada di posisi dirinya bagaimana?"
"Ai, dengar ya aku.nggak akan berada diposisi wanita itu, camkan!" jerit Riri tidak suka.
Aisyah lanhsung meraih tangan Riri yang beranjak dari duduknya. Riri berusaha akan melepaskan tanganya dari tangannya Aisyah. Tapi Aisyah wanita berkerudung lebar itu tidak mau lepaskan ngenggaman tangannya dari tangan Riri yang hendak pergi.
Aisyah hanya ingin Riri berada diposisi Ranty itu saja, kerena kalau Riri misalkan berada diposisi Ranty, mungkin Riri bisa belajar untuk menghargai Ranty. Bukan merendahkan dan menghina Ranty begitu saja. Aisyah hanya ingin meluruskan saja, bukan ia mengizinkan poligami. Mungkin kalau ia berada di posisi Wulan mamanya Diri ia juga akan melakukan itu pada Ranty. Sebenarnya Aisyah hanya ingin meluruskan saja bukan ikut campur dalam urusan rumah tangga Wulan dan Ranty, apalagi yang merasakannya bukan Riri yang korban pelakor tapi mamanya.
"Jangan menghindar, ceritakan segala unek hatimu dihadapan Allah bukan manusia,"
"Aku tahu kalau kamu hanya pihak wanita itu. Kamu kenalkan dengan wanita itu!" teriak Riri gusar sekali.
Ia sama sekali tidak suka sama Aisyah. Bukannya mendukung malah memberikan nasehat apalagi nasehat yang iantidak butuhkan sama sekali. Kalau bisa mungkin ia bakal kabur dihadapan Aisyah, tapi tidak bisa sama sekali. Aisyah memegang tangannya untuk terus duduk dan bertahan dengannya.
Aisyah tahu sebenarnya Riri ingin meninggalkan tempat itu tapi ia tidak pernah mengizinkan sama sekali, kerena waktu ini telah dinanti oleh Aisyah sendiri.
"Kamu nggak pernah merasakan," Dengus Riri.
"Ri, kalau itu yang kamu bicarakan, itu salah. aku lebih merasakan seperti kamu rasakan. Tapi penyesalan itu terlambat kerena wanita itu telah lama pergi jauh meninggalkan semuanya." cerita Aisyah pelan.
__ADS_1
Bagian Riri yang menatap wajah Aisyah dengan tajamnya.
"Hanya beda sedikit saja antara kisah kita."
"Alaaah jangan mulai deh!" tangkis Riri..
"Ri, dengarkan aku!"
"Ri, kamu percaya begitu saja apa yang dia katakan?" kata Zoya tiba tiba menghampiri mereka.berdua.
Zoya langsung duduk diantara mereka, tadi pamitnya ke Alfa tapi sekarang baru pulang dengan bawaan yang penuh di tangannya. Wajahnya berseri seri sekali, Aisyah hanya menatap sambil mengelengkan kepala melihat kedatangan Zoya seperti itu..
"Zoya! Jangan kotori hati dan pikiran Riri!" terima Aisyah tidak suka.
"Kamu tuh yang nggak suka lihat Riri bahagia malah kamu sepertinya menginginkan kehancuran Riri," Dengus Zoya sinis.
"Ri, percaya sama aku. Aku nggak mungkin menjerumuskan kamu," gelang kepala Aisyah.
Aisyah ingin kalau Riri percaya pada dirinya daripada Zoya. Tapi keinginan Aisyah salah, Riri lebih percaya sama Zoya dari pada dirinya.
Riri langsung menarik tanganya dari tangan Aisyah dan mendorong kepala Aisyah ke belakang sampai kepala Aisah terbentur ke dinding di belakangnya. Melihat itu Zoya dan setan setan tertawa girang sekali.
Sejak lama sebenarnya Zoya tidak menyukai Aisyah tapi rasa tidak suka Zoya dipendam saja, tapi kali ini gadis berambut sebahu itu bersorak melihat Riri mendorong kepala Aisyah sampai kepala gadis berkerudung itu mengenai tembok yang tidak jauh darinya.
Aisyah lanhsung mengejar Riri dan menghalangi Zoya untuk membawa Riri dari tempat itu. Zoya diam saja. Tiba tiba Riri menampar pipi Aisyah dengan kerasnya, Zoya hanya tersenyum sinis menatap Aisyah.
"Ai, aku nggak suka ya cara kamu seperti ini!"
"Ri, please jangan pergi. Kamu nggak tahu mana yang benar dan yang salah,"
"Ai, sudahlah dia nya juga nggak mau kan ngomong sama kamu, jangan paksa dong!" kilah Zoya tidak suka.
"Kamu lagi datang datang bukan memebeikan solusi tapi malah bikin onar!" terima Aisyah
__ADS_1
"Maksudmu!" sembur Zoya melotot.
Aisyah tersenyum sinis.
"Kamu tahu maksudku kan jadi nggak udah dijelaskan juga ngerti dong," cerca Aisyah kembali.
"Alah, cari kesalahan orang," hardik Zoya gusar.
"Kamu atau aku yang cari masalah?" tanya Aisyah cepat.
Sebelum Zoya bertindak cepat. Aisyah langsung menarik tangan Riri menuju kamarnya. Ia hanya ingin Riri tidak terhasut oleh omongan dari Zoya. Aisyah hanya ingin menyelamatkan Riri dari cengkraman Zoya itu saja tanpa harus menjelekan Zoya dihadapan Riri.
Tapi Zoya sadar. Ia langsung narik tangan Riri dengan kuat sampai Riri dan Aisyah terjatuh keras lantai. Riri meringis kesakitan saat tangan mengenai tembok. Begitu juga dengan Aisyah.
"Kalian sebenarnya ada apa sih!" Riri berteriak sambil meringis.
Matanya menatap wajah kedua temannya saling bergantian satu sama lainnya.
"Kalian bukanya memberikan solusi tapi masalah!" jerit Riri.
Gadis itu langsung meninggalkan kedua nya di tempat itu. Riri masuk kamar kost untung kamar satu untuk satu orang jadi ia dengan santainya mengunci pintu rapat rapat. Ia sama sekali tidak ingin Aisyah maupun Zoya menghampirinya, tapi dalam hatinya tetap menyalahkan Ranty yang membuat darinya dan keluarga seperti ini, mungkin kalau wanita itu tidak hadir ceritanya bakal lain lagi.
Riri geram sekali kalau.mengingat Ranty. Wanita itu benar benar membuat keluarganya hancur seperti sekarang. Kalau saja Bayi tidak menikah mungkin hidupnya bakal teratur dan tidak akan seperti ini. Riri langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur tanpa dipan.
Sedangkan Zoya yang melihat Riri ke dalam kamar, ia juga masuk kamarnya sendiri. Hanya Aisyah yang masih ditempat itu menatap kepergian Zoya.
Hati Aisyah mengatakan kalau Zoya bakal mendekati Riri itu yang Aisyah takutkan kerena ia tahu kehidupan Zoya yang sebenarnya.
Aisyah menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan begitu saja, seperti mengeluarkan beban yang menghimpit dadanya. Aisyah bertekad sebelum ada penyesalan di hati Riri ia bakal cerita perjalanan dirinya yang hampir mirip dengan cerita yang dialami oleh Riri.
Dan Aisyah sama sekali tidak bermaksud apa apa untuk mendekati Riri, hanya tujuan satu meluruskan kesalahpahaman yang ada. Aisyah tahu siapa sih yang ingin jadi istri pertama maupun kedua seperti Ranty. Tapi semuanya telah ditentukan oleh Allah itu saja, hados berkerudung itu langsung beranjak dari duduknya ia juga meninggalakan tempat itu menuju kamarnya.
Apa yang ditakutkan Aisyah memang terjadi juga itu yang membuat sebuah kehidupan yang terbalik dengan kehidupan Ranty. Itu yang Riri tidak tahu sama sekali, kerena ia melampiaskan rasa marah, kecewa, pada tempat yang salah.
__ADS_1
Dan Riri baru menyadari saat semuanya terjadi. Itu yang tidak bisa diubah sama sekali oleh Riri sendiri.*