MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Kenapa kamu, Ri?


__ADS_3

Huek huek huek 


Riri mengeluarkan isi perutnya,  ia benar benar merasa mual yang sangat kuat sekali. Dari kemarin ia mual mual dan tidak ada makanan yang masuk pun. 


Aisyah yang melihat itu menatap curiga. Zoya yang tahu Riri yang muntah muntah malah pergi begitu saja, ia seperti tidak peduli ia sama sekali malah terlihat sinis menatap wajah Riri yang pucat. 


"Ri, ayo kita ke dokter!" Ajak Aisyah meraih tangan Riri yang sedang duduk, wajahnya terlihat pucat. 


"Aku cuma masuk angin," kata Riri menepiskan tangan Aisyah. 


"Kok masuk angin nggak sembuh sembuh dari kemari?" Tanya Aisyah menatap wajah Riri heran. 


Setahu nya kalau misal masuk angin, kalau sudah di kerik, minum air anget dan tiduran masuk anginnya langsung minggat, tapi melihat Riri yang masuk angin malah tidak sembuh sembuh. 


Bukan hanya Aisyah saja yang heran Riri juga lebih heran lagi, ia sering masuk angin, tapi kali ini masuk anginnya malah menjadi jadi seharian tidak makan minum bawaannya mual dan muntah terus, ditambah lagi kalau ada bau bauasakn ia selalu mual dan muntah. 


Tadi sebenarnya ia tidak makan, minum juga tidak tapi muntah muntah. Ia hanya mencium bau goreng bawang dari tetangga malah muntahnya lebih parah. Ya akhir akhir ini kalau bau goreng bawang, ia mula dan muntah. 


Sedangkan kemarin kemarin ia malah suka, pikiran Riri kemana mana. 


Sedangkan Zoya setelah tahu Riri muntah muntah ia seperti menghilang entah kemana, sedang dua hari lalu ia pergi tidak balik kos lagi, sedangkan keduanya tidak tahu dimana rumah Zoya. Ya sejak Zoya pergi, ada kecurigaan tersendiri di hati Aisyah. 


Bakdza asyar, Riri dan Aisyah ke bidan terdekat. 


"Selamat, ibu hamil." Ujar bidan tersenyum sambil mengulurkan tangan pada Riri untuk mengucapakan selamat..


Riri dan Aisyah langsung shock mendengar penuturan bidan, yang menyatakan kalau Riri hamil. Riri langsung menatap wajah bidan dengan tajamnya hanya ingin penegasan dari mulut bidan itu. 


"Nggak nggak mungkin dok, saya hamil nggak mungkin!" Jerit histeris Riri. 


Ia merasakan bumi runtuh seketika, mendengar bidan mengatakan darinya hamil. Bidan  hanya terpaku melihat pasiennya histeris, ia yang telah mengelurkan tangan akhirnya menarik tangan kembali. 


Aisyah yang melihat itu merangkul tubuh Riri, ia langsung pamit pada bidan yang memeriksa Riri. Sang bidan hanya mengangguk saja saat Aisyah membawa Riri pulang ke kost. 


"Ini nggak mungkin ini nggak mungkin!" Riri memukul perutnya dengan keras. 


Aisyah langsung menubruk tubuh Riri dengan cepatnya. 

__ADS_1


"RI, sabar ini cobaan, ini cobaan," bisik Aisyah menguatkan Riri. 


"Kamu bilang cobaan kalau kamu diposisi aku bagaiamana Ai," sembur Riri sambil melepaskan pelukan Aisyah. 


Riri lanjsungnmwndotongntubuh Aisyah, untung gadis berkerudung itu tidak jatuh, ia hanya memandang dengan iba atas musibah yang menimpah dirinya.


Riri terduduk di lantai dekat lemari baju, ia benar benar kalut bagiamana harus mengatakan ini pada orang tua dan adiknya. 


"Aku harus gugurkan janin ini!" Ujar Riri lanhsung beranjak dari duduknya..


"Ri,  jangan jangan kau gugurkan janin itu, kamu telah berdosa berzina. Apa kamu akan menambah dosa dengan mengugurkan janin itu?" Tanya Aisyah menatap Riri yang telah berdiri. 


"Kamu.ngampamg ngomong kaya gitu, kalau aku nggak gugurkan anak ini, bagaimana aku harus membela diri dihadapan manusia?" 


"Jangan pikirkan omongan manusia, tapi pikirkan cara kamu menghidupkan janin itu menjadi anak yang sholih dan sholihah," tutur aisyah. 


Aisyah mendekati Riri yang masih berdiri di tempat tadi, di genggamnya tangan Riri dengan lembut. 


"Lahirkan ia, urus dia, didiklah ia menjadi anak yang patuh dan taat pada Allah dan Rasul Nya." Kata Aisyah lembut. 


"Orang tua?" Tanya Riri. 


"Aku takut ayah pasti marah,"ujar Riri. 


"Wajar marah juga, kerena bagaimanpun itu orang tua kamu. Kerena mereka ingin kamu yang terbaik." 


Riri langsung duduk di tepi ranjang di ikuti oleh Aisyah. 


"Kamu jangan menangis ya, Allah sayang kamu. Mungkin Allah punya rencana lain dari apa yang kamu alami," nesehat Aisyah mengusap bahu Riri dengan lembut sekali. 


Mungkin kakau bukan dalam kondisi seperti ini, Riri bakal marah mendapatkan nasehat seperti itu tapi gadis itu hanya diam saja. 


O


"RI, apa waktu itu kamu ikut ke Ayer dengan Zoya?" Tanya Aisyah hati hati. 


"Iya, kenepa.kamu nanya itu?" Riri malah balik nanya lada Aisyah. 

__ADS_1


"Nggak sih! Tapi kamu ngapain saja disana?" 


"Kamu curiga sama aku?"


"Nggak aku hanya curiga sama Zoya." 


"Zoya, maksudmu bagaimana?" 


"Zoya kan bawa kamu, apa.jangan.jangan Zoya melakukan sesuatu pada kamu? Maksudku kamu dipaksa tidur dengan.laki.laki lain," Aisyah menceritakan kecurigaan dirinya pada Riri. 


Riri terbelalak mendengar apa yang Aisyah katakan, ia masih ingat waktu ayahnya datang bawa gambar itu, gambar ketika ia tidur dengan laki.laki yang ia tidak kenal. 


"Terus,"


"Aku cuma takut kamu di apa Alain dam Zoya malam itu, tapi buat apa coba Zoya melakukan itu," tutur Aisyah. 


"Kamu.masih ingat kedatangan ibu sambung kamu?" Tanya Aisyah mencoba mengingatkan Riri pada Ranty. 


Riri langsung mengangguk ia masih ingat kedatangan ibu sambungnya yang membuat dirinya tidak nyaman dan merasa risi. Riri menatap wajah Aisyah ia ingin tahu apa yang dibicarakan oleh Aisyah dengan wanita itu..


"Ibu Ranty bukan mencari kamu kesini, tapi mencari adiknya." Kata Aisyah. 


"Adiknya? Siapa? Ibu Ranty punya adik?" 


Tanya Riri terperanjat mendengar mendengar penuturan Aisyah. Tapi Aisyah mengangguk. Melihat anggukan Aisyah Riri hanya bisa menghela nafas panjang tidak menyangka kalau ia b ia sambungnya ingin bertemu dengan adiknya bukan untuk bertemu dengan dirinya.


Ia.masih ingat waktu Ranty datang, ada kejut di wajah wanita itu. Riri tidak menyangka kalau Ranty bakal datang ke kost nya, ia menyangka kalau Ranty datang kerena ingin bertemu dengannya tapi nyataannya. 


"Seharusnya kamu dengarkan apa yang ibu mu ucapakan tapi kamu malah pergi begitu saja." 


"Kenapa Zoya seperti benci sama kakaknya?" Gumam Riri seperti mennayakan pada diri sendiri..


Tapi Aisyah mendengar dengan jelas gumaman Riri, Aisyah mengusap tangan Riri..


"Zoya nggak setuju kalau kakaknya menikah dengan ayahmu, itu yang ia ucapakan padaku," jawab Aisyah memberi tahukan..


Sebenarnya Aisyah telah memberitahukan pada Rifi kalau tidak salah tapi Riri kekeh tidak pernah percaya pada dirinya.

__ADS_1


Riri Menghela nafas panjang, ia tidak menyangka kalau Zoya juga tidak pernah setuju dengan pernikahan kakaknya dengan ayahnya. Tapi kalau ia tidak suka Ranty jadi ibu sambungnya kerena mamanya masih ada, dan ia berusaha menghilangkan Ranty dalam hidup ayahnya. 


Sedangkan Zoya lain lagi, ia malah menghasut orang yang dekat dengan Ranty, itu yang tanpa sadar dirinya,*


__ADS_2