MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Zoya kenapa kamu ini?


__ADS_3

BRAK 


Bayu dengan emosi meluap langsung menyepak kursi yang ada di kamarnya. Sampai suara terdengar ke ruang tamu, Wulan yang ada di ruangan terkejut mendengar suara keras yang ada di kamarnya. 


Wanita itu langsung menyusul suaminya ke dalam kamar ia ingin tahu apa yang dilakukan suaminya sepagi ini, wulan merasa bertanya tanya kedatangan Bayu sepagi ini. Ia hanya tahu hari ini seharusnya Bayu ada di sekolah, apalagi Bayu adalah kepala sekolah seharusnya ada sekolah setiap saat. 


"Mas, pa yang terjadi? Kenapa datang marah marah seperti ini," akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Wulan dari menatap tajam sang suami. 


"Kalau ada masalah cerita dong! Jangan bikin penasaran saja, masa punya istri dua malah tambah marahnya," sindir Wulan tajam. 


Bayu langsung terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Wulan, hatinya tersindir oleh kata kata Wulan, tapi ia diam saja. Apa yang ingin ia katakan pada Wulan, tapi ia hanya diam saja malah meghidar dari tatapan song istrinya. 


"Kamu mengatakan itu apa maksudnya?" Lengking Bayu tajam. 


Ia tidak bisa menhan emosi lagi. 


"Lho lho kenapa aku kena damprat kamu mas? Kamu sebenarnya marah sama siapa? Jangan ngomong kamu marah sama Ranty ujung ujungnya aku yang kenal impasnya," tantang Wulan pedas. 


"Jangan bawa bawa Ranty, Ranty nggak ada hubungannya dengan kemarahanku!" Bela Bayu. 


"Jangan bawa bawa Ranty? Aku nggak ngerti, apa yang mas maksud." Wulan tambah heran pada sikap Bayu. 


Bayu dengan kasar lanhsungnmerogoh saku celananya, dengan kasarnya ia langsung membanting amplop berisikan fhoto Riri dihadapan Wulan. 


Kerena Bayu membuang sembarangan, otomatis gambar Riri berhamburan tidak karuan kemana mana. Wulan melihat apa yang dilempar kan suaminya dsn matanya landsung teebelalak melihat gambar Riri yang tudks mengunakan baju telanjang bulat tidur bersama laki laki lain. 


Tubuh Wulan gemter seketika juga, ia tidak menyangka kelakuan putri mereka. 


"Nggak ini nggak mungkin Riri!" Teriak Wulan histeris sambil membuang gambar gambar yang ia pungut dari lantai. 


Wulan seketika juga menjerit dan tubuhnya terjatuh ambruk menyentuh lantai kamar, Bayu yang tidak menduga Wulan seperti itu langsung menghamp

__ADS_1


iri tubuh istrinya yang terkulai lemah. 


"Lan, Wulan!" Panggil Bayu panik. 


Ia langsung menggoyang ngoyangkan tubuh Wulan tapi wanita itu tidak bergeming sama sekali. Matanya tertutup rapat dan ujung ujung tangannya terasa dingin sekali, itu yang membuat Bayu semakin panik. 


Bayu langsung membopong tubuh Wulan untuk ditidurkan di ranjang. Ia dengan perasan tidak karuan lanhsung menelpon Ranty. Tapi telpon Ranty dimatikan olehnya. 


Arghhh! 


Teriak Bayu. Ia tergulai dengan lemahnya dipinggir ranjang melihat Wulan pingsan, ia berusaha menenangkan hatinya dsn mengambil minyak angin buat dioleskan di dada, diujung hidung dan di tangan kaki Wulan. 


Matanya menatap jam yang ada di kamarnya, ia.kecewa melihat jam baru menunjukan pukul 10.00 kalau sekolah waktu nya istirahat. 


Akhirnya Bayu tidak bisa melakukan apa apa kecuali diam saja di lantai duduk dengan kaki dipeluknya dsn tangan diatas dengkul sedangkan wajahnya di sembunyikan diantara lipatan tangannya. 


Hp yang dipengang oleh Bayu lanhsungndilwmoarkan begitu saja, sampai hp itu terpental dan rusak kerena jatuh di lantai dengan kerasnya. Bayu tidak memperdulikan hpnya, ia langsung ambruk di lantai dengan tatapan kosong.


Ranty yang dipikirkan oleh Bayu kini berada di sebuah kecamatan. Memang tadi ia berniat pulang ke rumahnya, tapi niat itu ia urungkan. Ia.memacu roda duanya ke sebuah perpustakaan yang terdapat di lingkungan kecamatan. 


Ia dengan santainya menenangkan hati dsn pikiran kerena gambar dsn pertengkaran dirinya dengan Bayu. 


Beberapa kali ia menarik nafas kesal, mengingat tingkah laku Bayu yang menganggap keluarganya baik, dan ia tidak tahu apa yang bakal Bayu lakukan pada Zoya. 


Ranty meraih hpnya hendak menelpon Zoya tapi niatnya diurungkan kerena takut Bayu menelpon dirinya, dan Ranty takut kalau ia dsn Bayu bakal bertengkar..


Ia sebenarnya tidak pulang ke rumah juga takut kalau Bayu menyusul dirinya ke rumah itu, jadi untuk sementara waktu Ranty hanya ingin menenangkan dirinya di sebuah perpustakaan desa yang berada di kecamatan. 


"Aku nggak akan melepaskan diri, kalau kamu nggak melepaskan Bayu dalam hidupmu!" Ancaman Zoya masih terhiang hiang di telinga nya. 


Sebenarnya ia mematikan hpnya kerena dua alasannya. Satu alasan yaitu Zoya dan keduanya adalah Bayu. 

__ADS_1


"Zoya, kamu gila ya. Kakak nggak bisa melepaskan suami kakak, apalagi Kaka hamil anaknya." Sembur Ranty marah..


"Gugurkan bayi itu!" 


"Kamu gampang bilang gugurkan, emangnya kakak apa sampai kakak harus gugurkan anak kakak?" Suara Ranty meninggi seketika juga. 


Ia memutuskan hubungan telpon dengan Zoya, tapi Zoya menelpon menyuruh mengugurkan kandungannya, tapi Ranty tidak mau dan pilihan tepat ia mematikan hpnya supaya Zoya tidak bisa menghubungi dirinya. 


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan dalam kondisi seperti ini,"keluh Ranty. 


Ia benar benar buntu sekali. Disis lain ia masih mencintai Bayu, tapi disisi lain ia juga selalu bertengkar gara gara keluarga masing masing. Ya mereka.berdua masih mempertahankan keluarga masing masing, seperti dirinya yang mempertahankan Zoya adiknya. 


Sedangkan Ranty tahu kalau Zoya sudah tidak suka pada dirinya,alah Zoya terang terangan yudkamsuka pada dirinya tapi ia tetap sayang pada adiknya dan Ranty berharap mendapatkan restu dari Zoya. Restu menikah dengan Bayu. Itu sebenarnya keinginan besar dirinya lada Zoya adiknya. 


Bukan hanya pada Zoya sebenarnya, ia juga mengharapkan restu dari keluarga suaminya. Kalau saja Wulan dan kedua putri Bayu memberikan restu mungkin tidak ada konflik diantara dirinya dan keluarga Bayu tapi itu hanya keinginan darinya saja. 


"Sampai kapanpun aku nggak pernah mengizinkan kmu.mwnikah dengan Bayu, anaknya bejat tidak tahu malu!" Sembur Zoya waktu itu. 


"Kamu tahu anak Bayu?" Tanya Ranty heran. 


Tapi Zoya hanya memalingkan wajahnya. 


"Zoya apa kamu kenal dengan anak Bayu!" Teriak Ranty kesal..


"Nggak nggak kenal," ketus Zoya sambil meninggalkan Ranty. 


Awalnya Ranty ingin mengejar Zoya tapi gadis itu langsung naik roda dua entah mau pergi kemana ia juga tidak tahu. 


Ranty hanya bisa mendesah. Mengingat semua yang Zoya lakukan pada dirinya, ia Sam sekali tidak menyangka kalau Zoya harus melakukan itu pada Riri. 


Ranty beranjak dari perpustakaan di kecamatan, ia pindah duduknya dekat dengan lemari yang ada di sudut ruangan, dan mengajak membaca bukunya. Bukan dibaca tapi hanya di buka saja,su baca bagaimana kalau otak ditinyantudsk fokus untuk baca juga.*

__ADS_1


__ADS_2