
"RI, kamu jangan terlalu dekat dengan Zoya, coba kalau ada apa apa bilang sama aku biar aku bantu kamu," nasehat Aisyah.
Sebenarnya ia merasa kasihan pada Riri yang tidak tahu apa apa malah diajdikan korban oleh kejahatan Zoya. Bukan ia menjelekan Zoya kerja itu kenyataan yang ada, apalagi saat ia tahu apa tujuan Zoya pindah kampus hanya ingin mwmbLs sakit hatinya.
Riri hanya korban dari Zoya, apalagi ia tahu kalau Riri adalah anak dari suami dari kakaknya. Sebenarnya bukannya ia susah mendekati Riri tapi Zoya selalu bersam Riri dimana pun juga. Itu yang membuat ia tidak bisa sepenuhnya mendampingi Riri.
"Kamu jangan ngatur ngatur hidupku!" Ketus Riri menatap wajah Aisyah dengan kesalnya.
"Bukan ngatur ngatur tapi," ujar Aisyah.
"Tapi kenapa? Kamu hanya itukan kalau aku dekat sama Zoya, kamu hanya ingin dekat dengan Zoya sendirian tanpa aku!" Teriak Riri kasar.
Riri langsung beranjak dari tempat duduknya langsung meninggalkan Aisyah yang berdiri di hadapannya. Ia sebenarnya muak pada Aisyah.
Tapi Aisyah langsung memengang tangan Riri dengan kuat supaya gadis itu tidak bisa melepaskan dari ngenggaman tangannya.
"Lepaskan!" Teriak Riri.
"Nggak aku nggak pernah akan melepaskan tanganku dari tangamu," sembur Aisyah.
"Mau kamu apa sih Ai?"
"Dengarkan apa yang aku bicarakan." Perintah Aisyah.
Ia melepaskan tangan Riri, menuju pintu kamar. Aisyah menutup pintu itu dengan berlahan, lalu ia duduk di pinggir ranjang, Aisyah menyuruh Riri duduk.
Gadis itu dengan malasnya akhirnya duduk menyeret kursi yang ada di sana. Aisyah lakukan itu kerena ianhin sekali bicara hati ke hati dengan Riri tanpa di nganggu oleh Zoya.
Apalagi Zoya sekarang lagi kuliah full hari itu, kerena Aisyah telah melihat jadwal kuliah Zoya. Sedangkan jam kuliah dirinya dan Riri yang sama satu hari full itu setelah Zoya.
Sebenarnya Aisyah tidak men sia siakan waktu itu, hanya Riri yang suka kabur dan tidak pernah mendengarkan apa yang ia maksud.
"Lebih baik kamu jangan mengikuti apa yang Zoya katakan pada kamu, kamu nggak tahu siapa Zoya." Kata Aisyah hati hati.
"Ngapain sih kamu ikut campur? Aku mau akrab sama siapa saja juga nggak apa apa ka, jangan ngatur," sembur Riri.
__ADS_1
"RI, bukan aku mentari kamu tapi aku tahu persis apanyang Zoya lakukan pada kamu." Jelas Aisyah.
"Kamu tahu keluarga Zoya?" Tanya Aisyah memancing Riri.
"Nggak, emang itu masalah sama kamu!" Dengus Riri.
"Ri, ini demi kebaikan kamu sendiri,"
"Aku nggak ngerti apa yang kamu maksud," tatap Riri tajam.
"Zoya bukan teman baik bagi kamu,"
"Ai, baik nggak itu bagaiman kita. Kamu jangan menuduh Zoya nggak baik, perhatikan dirimu baik nggak m? Cuma bisa menghasut!" Tandas Riri mencemooh.
"Kasihan ibu sambung kamu, kalau kamu seperti ini,"
"Kamu jangan ingat wanita itu,Ai. Kamu tahu wanita itu wanita pelakor nggak pantas jadi istri ayahku!"
"Tapi bagaimanapun dia ibumu, kamu tahu nggak keluarga dari ibu mu itu, kamu belum tahu kan?" Tanya Aisyah.
Riri langsung menatap wajah Aisyah. Apa yang dikatakan Aisyah memang benar, ia sama sekali tidak tahu keluarga dari Ranty sampai sekarang juga. Ia malah memikirkan bagaimana caranya supaya ayah dan wanita itu berpisah.
"Bagaiaman kalau misal ibu Ranty punya saudara, trus saudara itu yang bakal menghancurkan kehidupan kamu," Aisyah mengucapakan itu diberikan tekan supaya Riri mengerti apa yang di omongkan olehnya.
Riri tudskmkanhsung menjawab apa yang dibicarakan Aisyah, ia menimbang nimbang kata kata Aisyah.
"Kamu pikir baik baik, jangan sampai kamu dijadikan umpan saja." Lanjut Aisyah saat ia melihat Riri terdiam seketika juga.
Gadis itu beranjak dari duduknya langsung pergi begitu saja, ia lakukan itu hanya ingin supaya Riri memikirkan apa yang harus ia lakukan pada Ranty.
Ya Aisyah melihat dengan jelas sekali kalau sebenarnya Ranty seorang wanita yang baik sabar dan penuh kelembutan. Hanya saja hati dsn pikiran Riri tertutup oleh kabut kebencian pada Ranty.
Riri yang ditinggal langsung terdiam.
'Ya, aku dan keluargaku nggak tahu keluarga wanita itu, ayah nggak pernah cerita," Dengus Riri dalam hati.
__ADS_1
Ya ayahnya Bayu maupun adiknya Anindya maupun Wulan tidak pernah menyingung masalah keluarga dari Ranty. Sampai mereka tidak tahu apa yang terjadi, dan mereka tidak melihat ada keluarga Ranty yang menjenguk.
'Apa yang Aisyah katakan benar nggak yah!'gumam hati Riri.
Gadis itu bertanya tanya tapi tidak ada jawaban yang memuaskan sama sekali. Akhirnya tangan Titi bergerak mengambil hp yang ada di atas kasur, ia mencari nomor adiknya di layar hpnya.
📱 Assalamualaikum, kak ada apa?
Anindya yang menjawab panggilan telpon dari kakaknya.
📱 Walaikumsalam, dek. Kamu tahu keluarga wanita itu?
Riri tanpa menunggu waktu lagi langsung the point menanyakan tentang keluarga Ranty. Sampai gadis ABG hanya bisa mengkerutkan wajahnya merasa heran, kenapa tiba tiba kakaknya menyakan tentang keluarga Ranty.
Ya Anindya mengerti panggilan wanita itu, adalah untuk menyebut kan Ranty. Kalau Riri menyebut Ranty dengan sebutan wanita itu sedangkan dirinya menyebut Ranty dengan sebutan ibu Ranty saja tapi kadang ia juga menyebut dengan sebutan wanita itu.
📱 Kok kakak menyakan itu sih kak, memang penting ya menanyakan tentang keluarga ibu Ranty?
Tanya Anindya heran. Tidak heran bagaimana tiba tiba kakaknya menyakan tentang keluarga Ranty, sedangkan mereka ya keluarga Anindya tidak pernah menyingung tentang keluarga Ranty sampai sekarang.
📱 Kita seharusnya tahu tentang keluarga dirinya, siapa tahu wanita itu berasal dari keluarga penjahat, kita kan nggak tahu apa apa.
Alasan itu tiba tiba muncul begitu saja dari otak Riri, ia tidak mungkin menceritakan percakapan dirinya dengan Aisyah bisa bisa percakapan dengan Anindya memakan waktu yang lama.
📱 Masa sih dari keluarga penjahat kak? Pasti ayah tahu itu sebelum kita tahu.
Sanggah Anindya heran atas ucapan kakak satu satunya itu. Ya Anindya berpikir kalau memang Ranty berasal dari keluarga jahat otomatis ayah lebih tahu lebih dulu.
📱 Siap tahu dek. Kita nggak tahu kan keluarga wanita itu apa berasal dari keluarga baik baik atau bukan. Kaya drama drama di tv lho dek.
📱Ah kakak ngawur bicaranya. Kakak pasti terhipnotis pada drama yang kakak tonton, udah lah aku mau belajar. Assalamualaikum.
Anindya langsung mematikan saluran hpnya. Sedangkan Riri hanya bisa mwngucapkan, Walaikumsalam pada adiknya. Kerena adiknya langsung mematikan saluran hpnya, biarpun adikny tidak mendengarkan salam dari mulutnya, tapi Riri mengucapkan salam dengan lirihnya.
Sedangkan Anindya yang belajar di kamarnya langsung menghentikan belajar, kerana suara kakaknya terhiang hiang ditelinga ya.
__ADS_1
'Masa sih ayah mau menikah dengan wanita yang jahat?' tanya Anindya menerawang.
Anindya hanya menghela nafas panjang lalu dihembuskan begitu saja. Ia akhirnya keluar kamar mencari angin tapi pikirannya telah kacau oleh kata kata kakaknya.*