MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Kenapa harus Zoya?


__ADS_3

PLAK!


Sebuah tamparan dengan tepat mendarat di pipinya Zoya, gadis itu tidak menduga sama sekali kalau ada tangan melayang langsung menyentuh pipinya. Saat tangan yang melayang menyentuh pipinya, seketika juga spontan terdengar sebuah ruangan yang menyakitkan ditambah tanganya juga mengusap pipinya yang seperti terbakar sakit sekali.


Zoya menatap pada pemilik tangan yang melayang itu, wajahnya terlihat emosi saat dihadapannya terlihat seorang wanita dengan gamis navy berdiri tidak jauh darinya menatap penuh dengan emosi hanya ditahan saja.


"Kakak!" teriaknya saat ia sadar yang berdiri di hadapannya adalah Ranty kakaknya.


Zoya merasa heran kenapa kakaknya bisa menemukan tempat kosnya, sedangkan ia sama sekali tidak memberitahukan alamat kosnya. Pernah mau memberi tahukan alamat kosnya tapi Rabty tidak mengangkat hpnya saat di telpon ya Zoya tidak memaksanya..


Dan matanya sekarang terbelalak kerena Ranty telah berdiri dihadapannya tanpa senyuman sama sekali, hati Zoya sudah berdebar dan bergemuruh melihat tatapan mata Ranty yang kurang bersahabat sama sekali.


"Kamu tahu dari mana kak, kalau aku indah kos?" tanya Zoya.


"Nggak perlu jawaban kan? kakak tahu dari mana juga, Zoya kenapa kamu lakukan ini pada Riri?" tanya Ranty menatap Zoya.


"Oh! Kakak datang kesini hanya belain dia, kenapa sih kak? Kakak harus belain dirinya bukan bela aku, aku adikmu bukan?" sinis Zoya..


Hatinya terasa panas mendengar mendengar apa yang Ranty katakan dihadapannya. Ia sangat kecewa kalau kakaknya datang hanya untuk membela Riri bukan membela dirinya. Sebenarnya ia lakukan itu hanya ingin menarik perhatian kakaknya, tapi malah kalanya sama sekali tidak ada respon sama sekali.


Zoya tidak tahu kalau Ranty sebenarnya membela dirinya, ia hanya tahu kalau kakaknya selalu bela Riri. Itu yang Zoya tidak tahu Sama sekali. Kalau misal Ranty tidak membela Zoya entah apa jadinya rumah tangga dirinya dengan Bayu, Ranty tidak bisa membanyangkan kalau rumah tangganya pasti terjadi percekcokan.


Dari gambar Riri dengan laki laki lain, ia bukan marah lada Riri tapi Ranty marah pada Zoya kerena ia tahu gambar itu rekayasa dari Zoya sendiri bukan kelakuan Riri, kalau misal ia bicara sama Bayu secara jujur masalah gambar itu adalah hasil adiknya, ia pasti kena damprat oleh Bayu masalah adiknya yang melakukan itu pada Riri..


Saat Riri hamil, ia tidak menyalahkan Riri. Ia tetap menyalahkan Zoya hanya ia tidak mengatakan pada Bayu, kerena Rabty hanya ingin menjaga keutuhan rumah tanganya dengan Bayu.

__ADS_1


Dan sampai sekarang juga mereka tidak tahu apa yang Zoya lakukan pada mereka. Dan sekarang adiknya yang dibela malah menyalahkan dirinya yang tidak pernah membela adiknya, sesungguhnya ia lebih membela Zoya dibandingkan Riri.


Ranty hanya diam saja saat Zoya menuduh dirinya membela Riri dsn keluarganya, bukan membalas keluarga Riri tapi ia membela adiknya itu saja.


"Kamu lucu Zoya, ngapain aku bela kamu yang benar benar salah, sedangkan Riri memnag nggak salah hanya terkena hasutan kamu saja?" pancing Ranty.


"Kak, kakak benar benar tega sama aku, seharusnya!" terima Zoya marah.


"Seharusnya apa? Wajar kan aku bela Riri, keren Riri itu anak dari suami kakak? Kenapa kamu harus marah!" tawa Ranty mengejek.


"Pergi!" teriak Zoya keras.


Gadis 20 tahun itu langsung mengusir kakaknya dari hadapannya. Melihat itu Ranty hanya tersenyum tipis, ia langsung diam saat reaksi Zoya seperti itu.


Ia tidak perlu menjelaskan kalau ia sendiri lah yang membela Zoya sebegai adik biarpun Zoya sendiri tidak tahu apa apa. Ranty tidak mungkin mengungkapkan kalau nama baik Zoya berada ditangannya. Dsn itu yang bakal menjadikan bumerang pada dirinya sendiri kaku misal Bayu tahu masalah adiknya dan Riri bersitegang dengan Riri.


Ranty akhirnya meninggalkan Zoya yang meraung dan ia tidak memperdulikan apa yang Zoya lakukan. Zoya melihat kakaknya pergi begitu saja hanya manatap penuh kebencian pada Ranty.


Sebenarnya yang Zoya inginkan ia hanya ingin kakaknya disisinya hanya Ranty tidak pernah mengubris keinginan adiknya. Jadi wajar kalau keduanya bagaikan minyak dan air tidak dapat disatukan sama sekali.


Zoya tidak bisa menikah dengan Bayu kerena ia tidak ingin jauh dengan Ranty, dan ia takut kasih sayang Ranty berubah pada dirinya dan itu ia rasakan sekarang. Otomatis itu yang dirasakan oleh Zoya sendiri sebenarnya, kalau saja Zoya tahu ia tidak bakal melakukan apa yang Ranty larang tapi kenyataanya tidak demikian.


Ranty yang pergi tidak menengok lagi. ia hanya menghela nafas panjang melihat kelakuan Zoya seperti itu, tingkah laku Zoya sangat berbeda dengan tingkah laku Zoya yang dulu. Ia hanya bisa menghembuskan nafas secara kasar, ada perih dihatinya.


Kalau Ranty tahu bakal seperti ini ia tidak mungkin mendatangi Zoya di kosan batunya. Ya tadi pagi ia berangkat secara diam dia. tanpa sepengetahuan suami nya Bayu--demi sang adik ia rela pergi tanpa izin sang suami demi Zoya.

__ADS_1


Ya ia naik mobil menuju sebuah propinsi, awalnya ia ingin menanyakan keberadaan Zoya pada Aisyah, tapi sebelum ia menanyakan pada Aisyah. Pada saat itu ia melihat Zoya membawa barang barang nya dengan sebuah mobil pick up ukuran sedang.


Dari kejauhan ia melihat Zoya berada di dalam mobil, pas mobil itu mau jalan. Jadi ia menunggu mobil itu jalan dsn ingin tahu keberadaan kosan Zoya yang sebenarnya. Dengan mengikuti mobil yang ditumpangi Zoya, ia mengikuti mobil itu.


"Kakak!" ucap juga kaget.


Ia shock sekali melihat kakaknya berdiri tidak jauh dari hadapannya. Memandang wajahnya dengan tatapan bertanya tanya, Zoya yang tidak mau kehadiran kakaknya langsung menghindar tapi Ranty dengan cepat langsung memengang tangan Zoya sampai Zoya menghentikan langkahnya.


"Lepas!" ketus Zoya sambil menepiskan tangan Ranty dengan kasarnya.


Ranty langsung menarik tangan Zoya ke depan kosan yang bakal diisi oleh dirinya sendiri. Setelah sampai di depan kosan Rantu melepaskan tangan Zoya dari ngenggaman nya.


"Kamu kesinj buat apa?" tanya Zoya sinis.


"Kenapa kamu menganggu Riri, belum puas kah kamu menganggu Riri sampai kamu melakukan anarkis pada dirinya," tatap Ranty pada Zoya..


Ranty sebenarnya ingin tahu seberapa jauh Zoya mempunyai sifat seperti itu yang menurutnya merugikan orang lain.


"Kak, kenapa kakak seperti ini?" tanya Zoya menyelidik..


"Wajar kan kalau kakak menanyakan ini pada kamu, kerena bagaiamana pun juga aku kakakmu."


"Cih! kakak? Kakak nggak tahu malu hanya bisa membela anak sambungnya, lebih baik kakak tinggalkan Bayu si tua Bangka itu!" teriak Zoya emosi.


Ranty bergetar saat mendengar kata kata yang tidak pantas keluar dari mulut Zoya, tanpa ia menyadari langsung tangannya melayang menghantam pipi Zoya sampai gadis itu menjerit kesakitan.*

__ADS_1


__ADS_2