MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Kalau aku nggak mau?


__ADS_3

"Ri, itu nggak mungkin ayah lakukan!" hindar Bayu, ia terbelalak mendengarkan yang dibicarakan oleh Riri putrinya. Wulan apalagi, ia sama sekali tidak pernah berpikir untuk mengizinkan suamianya menikah..


Tapi mendengar apa yang Riri katakan jantungnya berdetak dengan keras ia tidak pernah menyangka kalau anak sendiri akan mengatakan itu pada dirinya sebagai ibunya.


Seharusnya kalau Riri mau ia juga tidak pernah mengizinkan ayahnya Bayu menikah lagi tapi kenyataannya malah sebaliknya, malah putri pertamanya menyuruh dayah menikah lagi dengan Ranty.


Wulan terdiam begitu juga dengan Bayu, sejujurnya Bayu sama sekali tidak pernah berpikir untuk menduakan Wulan. Ia tidak pernah berpikir untuk berpaling. Tapi Riri sendirilah yang bicara itu dihadapan Bayundan Wulan.


"Kenapa ayah, kerena ayah lebih sayang diri ayah sendiri tidak pernah memikirkan Riri sebagai anak? Ayah hanya ingin bahagia diatas penderitaan anak sendiri?" jerit Riri


Ia tidak mau kalau wanita itu menuntut dirinya, kalau misal wanita itu menikah dengan ayah pasti ia tidak bakal dituntut oleh Ranty, ya jalan yang harus ditempuh ia harus menikahkan ayah dan Ranty secepatnya. Riri tidak pernah berpikir kalau misal ayahnya menikah dengan Ranty kehidupan mereka bagaiamana, Riri hanya berpikir bagaimana dirinya kalau sampai di penjara?


Apa yang ditakutkan oleh Riri benar saja, Ranty telah melaporkan ke Polsek di Serang, dan laporan itu tudks bisa dicabut kecuali oleh orang yang bersangkutan..Wulan dan Bayu frustasi kerena mereka tidak ingin kalau Riri di penjara apalagi Riri harus melanjutkan ke perguruan tinggi.


"Ran, tolong jangan seperti ini, aku mohon pada kamu!" tangis Wulan memengang tangan Ranty.


Ranty menepiskan tangan Wulan begitu saja, ia sama sekali tidak mau kalau Wulan memengang tangannya, belum lagi Riri yang merangkul tubuh Ranty dengan erat sekali. Ia sangat memohon pada Ranty, tapi wanita itu tidak pernah mengubrisnya.


Bayu yang melihat itu sangat kasihan pada anak dan istrinya yang beberapa kali menepiskan dan mendorong tubuh kedua wanita yang ia sayangi.


"Kak, menikahlah dengan ayah, nanti kakak punya anak dari ayah," tangis Riri putus asa..


"Kalau aku nggak mau? Kalian mau apa? Apa nggak ada cowok lain ya selain ayahmu yang menikah denganku?" pojok Ranty ketus..

__ADS_1


Ia tidak pernah mau dijadikan kelinci percobaan oleh Riri, dengan begitu gampang mengizinkan dirinya menikah dengan Bayu tanpa ada rasa cinta maupun rindu, Ranty sebenarnya berpikir kalau Riri hanya punya otak sempit, kerena hanya memikirkan diri sendiri demi kepentingan pribadi dirinya.


Bayu meraih tangan Riri yang berada di tangan Ranty, ia juga sependapat dengan Ranty, ya Bayu tidak mau kalau Riri harus memaksa Ranty dalam hal pernikahan..


"RI, apanyang kak Ranty bilang. Tidak segampang itu, dan ayah harapkan lebih baik kamu ikuti aturan hukum," akhirnya Bayu pasrah.


"Nggak aku nggak pernah mengizinkan kamu penjarakan anakku, aku mengikuti apa yang Riri bilang, kamu ingin anak, menikahlah dengan suamiku!" tiba-tiba Wulan mengucapkan kata kata itu lada Ranty dsn Bayu.


PLAK


"Jaga bicara kamu, jangan mentang mentang kamu punya suami kalau kamu begitu murah memberikan suamimu lada orang lain. wanita macam apa kamu!" teriak Ranty gusar.


Ranty spontan langsung melayangkan tanganya ke wajah Wulan yang telah selesai mengucapkan kata kata itu pada Rabu dsn Bayu, Bayu terkejut melihat Ranty dengan refleknya memukul wajah Wulan, sedangkan Wulan hanya meringis kesakitan. Memang pukulan Ranty sangat menyakitkan, tapi hatinya lebih sakit kalau mendengar kalau Riri di penjara. Ia Sam sekali tidak ingin anaknya dipenjara oleh siapapun juga termasuk ayahnya.


Riri yang masih ada ditempat itu juga terkejut melihat Ranty memukul wajah mamanya, ia sama sekali tidak menduga saat telinganya menangkap apa yang Wulan katakan, jelas sekali kata kata Wulan di telingganya.


"Kamu melalukan itu demi Riri? Kamu mengorbankan cinta kamu demi sebuah pembebasan? Wanita macam apa kamu yang ikhlas memberikan suami.kamu pada orang lain!" terima Ranty.


Ia tidak peduli lagi dengan mata orang orang yang menatapnya. Kalau ia sendiri mungkin lebih mengikhlaskan anak di penjara dari ini pada melepaskan suami dengan wanita lain.


Ranty langsung meninggalkan tempat itu, Wulan yang hampir mengejarnya dihalangi oleh Bayu, laki laki itu hanya menggelengkan kepala saja. Wulan frustasi melihat Bayu sama sekali tidak mengejar Ranty, Bayu mengajak anak dan istrinya pulang, tapi hati Riri masih belum tenang kerena ia sendiri juga yang bakal mengalaminya. Apalagi ujian bakal tiba, masa ia tidak ikut ujian gara gara masalah ini?


Ia harus melakukan apa lagi supaya Ranty luluh dan bisa menerima kalau suami DNS anaknya telah meninggal dsn harus diikhlaskan, tapi Ranty sama sekali masih mengingat suamianya dsn anak yang ia kandung, ia sama sekali tidak ikhlas kalau orang yang membunuh suamianya harus berkeliaran di luaran tanpa harus merasakan jeruji besi.

__ADS_1


"Mas, aku mohon kamu lamar Ranty sebagai istrimu," ujar Wulan memohon pada Bayu ketika mereka berada di kamar.


Bayu yang sedang mengetik di laptop langsung menghentikan aktifitasnya, ditatapnya wajah Wulan yang penuh kecemasan tergambar jelas.


Wulan pun menetap wajah Bay,"Aku ikhlas, asal Riri jangan di penjara, aku mohon mas tolong Riri."


"Ma, aku nggak akan menikahi Ranty!" terima Bayu emosi.


Kalau dipikir ia sama sekali tidak pernah melirik Ranty, ia hanya menganggap Ranty hanya sekedar murid saja, tidak lebih dari itu. Bayu sangat terkejut sekali mendengar Wulan mengatakan itu dihadapannya, ia telah berjanji di hadapan Allah dan manusia kalau hanya Wulan lah yang jadi satu satunya wanita yang ia nikahi.


"Mas!"


"Ma, aku nggak mau mengikuti anjuran kalian utuk menikahi Ranty. Aku nggak mau, hal gila yang kau bakal lakukan!" sembur Bayu marah.


Ia sebagi laki laki hanya geleng gelengkan kepala, wanita mana yang mau melihat suamianya menikah kecuali kalau wanita itu wanita yang tidak benar. Bayu kecewa sekali lada Wulan, seharusnya wanita itu mepertahankan suaminya tapi kenyataannya tidak pernah sama sekali.


Bayu langsung meninggalakan Wulan tapi wanita itu mengejarnya.


"Mas, sekali ini." mohon Wulan


PLAK


Bayu dengan kasarnya menpar wajah Wulan beberapa kali. Hatinya sangat panas mendengar Wulan bicara itu! Kalau tidak ada hukum mungkin ia akan cincang tubuh istrinya, ia lebih baik di penjara dari pada.menkkahndenhan wanita lain selain Wulan. Biar viral ada suami yang bunuh istri kerena tidak ingin menikah lagi dengan wanita lain biarpun sang istri menyuruh juga.

__ADS_1


Bayu benar benar geram melihat Wulan seperti itu, ia hampir saja memukul wajah Wulan lagi. Sebenarnya ia lakukan itu kerena ia ingin Wulan sadar apa yang dibicarakannya apalagi pernikahan dengan wanita lain..


Anindya yang melihat mamanya ditampar langsung memeluk tubuh mamanya. Ia menangis melihat wajah mamanya di tampar.*


__ADS_2