
Ranty gemetar sekali melihat Anindya marah dan histeris seperti tadi. Ia tidak tahu penyebab gadis itu marah dan mengatakan yang tidak masuk akal pada dirinya. Tapi disisi lain ia nyakin ada orang yang meracuni pikiran dirinya. Ranty mendengus mengingat kejadian tadi hampir mirip dengan kejadian kemarin kemarin yang membuat hatinya ciut seketikA juga.
Beberapa kali ia menghela nafas, membuangnya seperti mengeluarkan beban dalam dadanya yang terasa menghimpit. Tidak ada hujan maupun angin Anindya datang dan mengamuk seperti itu, yang membuat dirinya sangat ketakutan.
Sebenarnya ia ingin sekali bertanya lada Anindya secepat langsung untuk saat ini ia masih belum berani kerena Anindya masih tidak bisa diajak bicara sama sekali. Ya untuk sementara ia ingin menenangkan dirinya dulu sebelum mengajak Anindya bicara apa apa.
Tiba tiba ingatannya terbentur pada Zoya, tapi ia hanya menepiskan perasannya itu, ia juga tidak mau berburuk sangka pada Zoya adiknya. Takutnya Zoya tidak tahu masalah ini, jadi ia hanya diam saja biarpun hatinya memang condong pada adiknya.
Ia menyangka itu kerena semuanya terungkap kalau Zoya lah yang jadi biang keladi dari semuanya. Riri yang awalnya senang menerima dirinya malah memusuhi itu kerena Zoya. Tapi Ranty beberapa kali menepiskan perasaan itu, tidak mungkin Zoya menemui Anindya sedangkan gadis itu sudah tahu apa yang terjadi.
Apa yang dipikirkan oleh Ranty memang benar sebenarnya Zoya melakuakan itu lada Anindya dengan memfitnah kakaknya, Zoya merasa kalau tudks ada pilihan lagi. Zoya meminta bantuan lada temannya untuk menceritakan semua yang telah ia ceritakan pada Mutiara.
Mutiara lah yang menemui Anindya bukan Zoya. Mutiara memberikan bukti bukti kedekatan Toni dan Ranty sebelum kakaknya menikah dengan Bayu, ya Zoya tahu kalau Riri berada di rumah Aisyah. Ia telah membuntuti Aisyah dsn Riri waktu meninggalakan kos.
Anindya yang masih belum pernah menerima Ranty sebagi ibu sambungnya, pas mendengar penuturan wanita yang belum dikenalnya itu langsung percaya pada wanita itu kerena menyakinkan. Dan Mutiara mengaku kalau ia adalah adik Toni dan senang menyambut kedatangan bayi yang di kandung Ranty. Tapi Ranty malah menikah dengan Bayu meninggalkan Toni. Cerita bohong itu Zoya rekayasa dengan apik sekali.
Awalnya Mutiara juga tidak mau membantu Zoya, tapi kerena kebutuhan ekonominya ia akhirnya terpaksa untuk melakukan pekerjaan itu biarpun hatinya menentang sama sekali.
Otomatis Anindya yang mendengar cerita Mutiara langsung percaya begitu saja sebelum ia mencari kebenarannya. Mutiara juga lah yang menunjukan gambar gambar rekayasa Zoya yang ada di tangan mutiara.
Zoya yang melakukan itu hanya ingin memisahkan kakaknya, supaya ia mendapatkan kasih sayang kakaknya kembali tapi dengan cara salah.
"Aku lakukan ini hanya supaya kakak disamping ku," kata Zoya sebelum Mutiara pergi.
__ADS_1
"Aku nggak mau berbagi kasih sayang kakak, pokoknya aku akan lakukan apa yang perlu aku lakukan demi mendapatkan kakakku lagi. mereka tidak berhak mendapatkan cinta kakak," lanjut Zoya sinis..
Apalagi waktu Zoya melihat Riri seperti menerima Ranty sebagai ibunya. Itu yang membuat Zoya tidak terima sama sekali, ia tidak ikhlas kalau Riri dan Anindya memberikan cinta pada Ranty. Jadi apa yang terjadi ia harus menyingkirkan cinta Anindya dsn Riri di hatinya supaya Ranty tidak punya cinta dari anak sambungnya.
Ranty yang masih di kamarnya memikirkan itu, kalau misal Zoya tidak mungkin pasti Anindya tahu.
'Kira kita berita dari mana?'' gumam Ranty dalam hatinya.
Menurut Ranty berita itu sangat lah membahayakan Anindya yang masuk labil. Mbok Inem masuk kamar Ranty, ia sangat khawatir melihat keadaan Ranty.
"Ibu nggak apa apa ka?" tanya mbok Inem itu sambil menghampiri Ranty.
"Nggak apa apa kok mbok," hibur Ranty.
"Sudah mbok, bapak masih ada?" tanya Ranty menanyakan Bayu.
"Masih ada sama anak itu," Dengus mbok Inem masih kesal.
"Jangan begitu mbok." ingat Ranty pada mbok inem.
"Nindy!" teriak Bayu keras.
Ranty yang mendengar teriakan Bayu langsung beranjak dari ranjangnya, ia ingin Taku apa yang terjadi pada Anindya dsn teriakan Bayu yang melengking keras sekali.
__ADS_1
Ranty menghampiri Bayu dsn memengang bahu Bayu dengan lembutnya, sedangkan Anindya hanya menatap penuh emosi pada Ranty yang yuba tiba datang menghampiri dirinya.
"Kamu Benai datang kesini! Seharusnya kamu musnah saja ke bumi!" teriak Anindya dengan pandangan berapi rapi menatap wajah Ranty.
Ia merasa jijik sekali melihat Ranty yang ada di hadapannya, di hati kecil Anindya tudks menyangka kalau Ranty bakal melakukan perbuatan yang keji dengan mengunakan bayi dalam kandungan nya untuk meraih cinta Bayu.
Anindya beranjak diri duduk nya hampir saja menampar muka Ranty kalau saja Bayi tidak menghalanginya mungkin gadis itu melayangkan tangannya menyentuh pipi nya Ranty. Untung Bayu cepat memengang tangan Anindya dsn menarik ke luar rumah. Anindya berteriak tidak mau keluar dari rumah itu.
Melihat itu Ranty hanya Istigfar beberapa kali. Ia mengusap dadanya melihat tingkah laku Anindya seperti itu. Mbok Inem yang dari tadi mengikuti Rabty dari belakang melihat Anidnya ditarik oleh ayahnya hanya mengacungkan jempolnya saja, setuju pada apa yang Bayu lakukan pada Anindya.
Ia juga sebenarnya gemas sekali melihat tingkah laku Anindya yang tidak menghargai Ranty, tangan kanannya di tinju tunjukan ke tangan kiri dan wajahnya sinis menatap Anidnya.
Sebenarnya mbok Inem tidak pernah percaya kalau gadis itu berubah, apa yang dikatakan dirinya memang benar ya sekarang buktinya Anindya punya tingkah laku seperti itu lagi, kalau saja Anindya anak sambungnya. Mungkin mbok Inem bakal mencincang tubuh Anindya dari pada jadi benalu dirinya.
"Apa apa an sih mbok seperti itu," sela Ranty gemas.
Mbok Inem hanya tersenyum mendengar sela an majikannya. Ia hanya tersenyum saja sambil garuk kepala tidak gatal sama sekali. Ranty hanya mengelangkan kepala saja melihat mbok inem seperti itu.
Bayu balik lagi setelah mengantarkan Anindya ke rumahnya. Dengan wajah merah padam ia menghempas kan tubuhnya ke kursi yang ada di ruangan itu. Ranty yang melihat langsung menghampiri suamianya, dengan lembut ia mengusap Langan suamianya. Sedangkan Bayu diam saja ia tidak ada reaksi sama sekali.
"Mas, jangan terlalu keras sama Anindya, aku nyakin kalau ia dihasut," ungkap Ranty pada Bayu yang hanya diam saja.
Mbok Inem langsung pergi ke dapur untuk membereskan dapur. Ia tidak mau ikut campur dalam urusan keduanya, mbok inem tidak menunggu waktu lagi
__ADS_1