MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Apa Menyerah?


__ADS_3

Ranty akhir akhir ini tidak bisa tidur dengan nyenyak. Di kerena kan sering bermimpi tentang Anindya yang setiap hari semakin menjadi jadi, ia masih ingat kejadian Riri di perpustakaan yang membuat ia masuk ke klinik. Ia tidak ingin kalau kejadian itu harus terjadi kembali pada dirinya, apalagi kini ia bakal menanti kelahiran anak pertamanya.


Ia menyandarkan pungungnya di kursi yang didudukinya, Ranty membiarkan pekerjaannya tidak terselesaikan dengan baik, kerena pikirannya tudks fokus kepada pekerjaan yang ia kerjaan, malah pikirannya tertuju pada Anindya.


Ia tidak ingin kalau Anindya membenci dirinya atau bayi yang akan ia lahirkan. Untuk datang ke rumah Anindya ia takut terjadi keributan kembali apalagi Wulan mungkin sudah menganggap Anidnya menyadari kekeliruannya, bukan Kern sia takut tapi yang ia takutkan akan terjadi pertengkaran dengan Anindya apalagi kalau Wulan tahu.


Pasti bakal menjadi hak buruk bagi dirinya, apalagi kalau Wulan menerima secara mentah dari cerita yang Anindya sampaikan pada Wulan dan yang lainnya. Wulan pasti lebih percaya pada anaknya dibandingkan pada dirinya yang nota ben seorang pelakor itu anggapan Wulan pada dirinya.


Ia menarik nafas dan lalu dihembuskan Kembali. Ranty menatap deretan buku buku di perpustakaan dengan hati tidak karuan sama sekali, sejak kemarin ia tidak bisa berpikir positif ada saja pikiran pikiran yang mengganggunya Sepri sekarang ini. Ia pernah menanyakan pada Zahra tentang perubahan Anindya tapi Zahra hanya mengangkat kedua bahu tanda tidak tahu.


Ranty pernah menyuruh Zahra untuk membawa Anindya ke perpustakaan, tapi jawaban Anindya yang disampai kan Zahara kalau Anindya tidak mau ke perpustakaan, gadis itu juga tidak pernah bisa menjawab alasan Anindya yang tidak mau ke perpustakaan.


Mendengar alasan Anindya yang disampaikan melalui Zahra yang menurutnya tidak masuk akal, Ranty hanya diam tapi hatinya terasa perih kerena Anindya tidak menjelaskan alasannya pada Zahra.


Tapi Ranty langsung menduga kalau Anindya tidak mau ke perpustakaan atau sekedar membaca buku kerena ada hubungan dengan peristiwa di perpustakaan kemarin, ia Ranty hanya menduga seperti itu.


BRAK


Pintu dengan kerasnya berbunyi mengeluarkan suara yang khas sekali. Mata Ranty terkejut kerena orang yang dipikirkan sekarang ada di ambang pintu dengan tatapan yang tidak biasa sekali.


"Nindya!" teriak Ranty kaget.


Ia langsung berdiri menatap wah Anindya yang mendekati dirinya, hatinya berdebar dengan cepat sekali melihat Anindya hanya berjalan menuju Ranty yang masih menatap wajahnya dengan tajam dan sedikit menakutkan.

__ADS_1


Sreeet! Bug!


Anidnya melempar beberapa buku yang ada dihadapannya, nya kerena ada satu rak buku yang disimpan di depan meja Pustakawan, buku buku itu dengan cepat berpindah ke tempat Ranty berdiri.


Ranty langsung menghindar dari lemparan buku tapi keren lemparan buku itu banyak sekali, maka.ia.kewalahan untuk menangkis buku buku itu kerena Anidnya banyak sekali buku yang dilemparkan oleh gadis.


"Nindy! Hentikan!" teriak Ranty supaya Anindya menghentikan lembaran nya.


Tapi bukannya menurut Anindya terus melempar buku buku itu dengan cepat sekali, sampai hampir semua buku yang ada di rak buku itu habis. Kerena Anindya tudks bisa dihentikan akhirnya Ranty langsung menghindar dengan keluar dari meja pustakawan, lanhsung memburu Anindya yang masih melakukan lemparan padanya.


"Sudah hentikan! Kamu bikin aku kerja lagi!" teriak Ranty gemas.


Ia langsung memburu Anindya supaya menghentikannya, biarpun tubuhnya terasa sakit oleh lemparan buku. Tapi ia berusaha menahannya supaya Anindya menghentikan lemparannya.


"Kamu sebenarnya kenapa? Apa yang terjadi pada kamu?" brondong Ranty menanyakan perubahan yang terjadi pada Anidnya.


"Semuanya keren ibu? Kenapa ini harus masuk ke kehidupan kamu? Kenapa?" teriak Anindya rapuh.


"Kalau kamu ingin tahu tanyakan pada ayahmu kenapa ibu menikah dengan ayahmu. Ibu nggak bisa cerita pada kamu, cerca Ranty.


"Kenapa? Keren kamu hamil anak Toni, kamu malu mengakui kalau itu anak nya Toni?" tantang Anidnya pedas.


"Nindy!" teriak Ranty.

__ADS_1


Ia habis kata kata dengan tuduhan yang tidak benar itu oleh Anindya. Kalau saja ia awalnya tidak menyanggupi menikah dengan Bayu mungkin ia tidak akan mengalami kejadian seperti ini. Dihina dan di rendahkan oleh keluarga Bayu, dan ia tidak bisa menceritakan apa yang terjadi. Ia tidak mungkin menceritakan semuanya pada Anindya apa yang pernah terjadi. Ia tidak sanggup menceritakannya kerena Anindya pasti menyangka rekayasa yang ia buat hanya untuk melindungi dirinya dari tuduhan yang tidak bermoral.


Apa ia menyerah dengan apa yang ia jalani selama ini?


"Kenapa harus berteriak kalau memang itu benar jelaskan pada ayah kalau kau berselingkuh dengan Toni, dan kamu malah menikah dengan ayah tanpa ayah tahu kamu hamil!" teriak Anindya.


Ia benar benar terbakar oleh omongan Zoya. Zoya lah Yeng memainkan peran atas Anindya tanpa gadis itu tahu sama sekali. Sebenarnya Zoya sudah kelimpungan saat Riri yang jadi boneka dirinya malah berdiri di pihak kakaknya, ia juga tidak mengerti apa yang terjadi sampai Riri berubah 100 persen dari dugaannya.


Kehamilannya kah, tapi Zoya tidak kehilangan akal melalui orang lain ia berhasil menghasut Anindya yang Zoya tahu kalau Anindya ingin punya adik. Zoya malah memfitnah kakaknya supaya Anindya berada di pihak dirinya.


Anindya tudks tahu apa apa sebenarnya malah terjebak oleh kebaikan Zoya padanya dan dari Zoya ia tahu kalau ibu sambungnya hamil oleh orang lain itu yang membuat murka Anindya.


Sedangkan Zoya yang tahu hubungan antara Anindya dan Ranty renggang ia tertawa girang dan menunggu waktu yang tepat supaya pernikahan kakaknya dengan Bayu hancur.


Zoya juga tidak tahu apa yang terjadi pada kakaknya sampai menerima lamaran dari Bayu, kalau Zoya tahu mungkin ia bakal berpikir dua kali untuk menghancurkan kebahagiaan kakak nya yang hampir sirna dan punah.


Ranty masih menatap wajah Anindya dengan tatapan nanar ya. Ingin sekali ia menyampaikan kejadian itu tapi ia tudks mau kalau misal Bayu marah kerena kali cerita itu diungkapkan otomatis keluarga Bayu atau riri yabg jadi masalah.


"Aku nggak ingin kamu melakukan apa apa, aku hanya minta maaf atas nama Riri," suara Bayi masih terdengar jelas di telinganya.


Awalnya la tidak ingin memaafkan Riri, tapi dengan pasrah nya Bayu meminta maaf sambil mengalihkan tanganya di dadanya. Ranty awalnya tidak mau mendengarkan Bayu. Tapi beberapa kali Bayu dan meminta maaf pada dirinya, Ranty hanya menghela nafas panjang dsn meninggalakan Anidnya.


Anindya juga dengan kerasan masih campur aduk ia juga meninggalkan perpustakaan dengan hati akan mengatur siasat kembali hanya untuk menghancurkan Ranty.*

__ADS_1


__ADS_2