
"Lo mau aja disuruh minta maaf sama ayahmu?" tanya Zoya.
Zoya berkata itu pada Diri ketika mereka bertemu di Serang. Riri telpon ingin curhat naskah tindakan dirinya pada Ranty, Zoya yang mendengarkan cerita Riri hanya diam dan menyimak apa yang dikatakan oleh Riri. Zoya tidak menduga sama sekali kalau Riri nekad mendorong wanita simpanan Bayu.
"Terpaksa!" desah Riri.
"Trus adikmu?" tanya Zoya memandang wajah Riri.
"Sama suruh minta maaf, sedangkan. dia sepertinya nggak tahu kalau wanita itu selingkuh sama ayah."
"Kamu nyakin kalau wanita itu selingkuh?"
"Kalau memang selingkuh enak dong! Kamu bisa bikin jebakan buat Ranty supaya wanita itu meninggalkan ayahmu, dibandingkan ayah pilih wanita itu," Hasut Zoya.
"Kalau kami ingin hancurkan wanita itu kenapa kamu harus marah saat wanita itu bareng laki lain, seharusnya kamu bahagia dong!" lanjut Zoya heran..
DEG
Riri tersentak apa yang diucapkan oleh Zoya seperti apa yang diucapkan oleh Anindya. Tiba tiba Riri memukul bahu Zoya dengan kerasnya sampai Zoya meringis kesakitan.
"Kenapa sih main pukul saja?" teriak Zoya langsung mengusap bahunya.
"Eh! Rencana kamu gimana?" tanya Riri meminta pendapat dari Zoya.
"Rencana apa sih!"
"Cara mindahin mereka berdua." ujar Riri lagi.
Sebenarnya Riri bukan hanya sekali maupun duakali memisahkan Bayu dan Ranty tapi berkali kali ia lakukan hanya selalu gagal terus. Sampai ia merasa heran sekali, apa yang ia lakukan pasti hasilnya nihil terus. Riri juga tidak tahu siapa yang melindungi Ranty sampai sekarang wanita itu tetap selamat dan biarpun kini Ranty terbaring tapi Bayu masing menyanyangi ya.
Ada kesal dalam hatinya melihat kebahagiaan yang didapatkan oleh Ranty dari Bayu ayahnya sendiri. Riri merasakan sorot mata Bayu yang begitu lembut saat matanya menatap Ranty. Itu yang membuat hati Riri marah dan kecewa sekali, ia hanya ingin kalau sorot mata itu hanya untuk Wulan seorang.
__ADS_1
Tapi Riri tidak bisa mengungkapkan hatinya pada Bayu kalau ia sangat tidak suka kalau perhatian Bayu hanya tertuju pada Ranty, sedangkan Riri tahu Wulan mamanya yang telah menemani Bayu dari nol bukan Ranty. Jadi wajar kalau Riri sangat iri melihat kemesraan yang ditampakkan Bayu dihadapan Ranty.
Apa yang dirasakan Riri, Zoya bisa mengerti. Jadi sejak Riri seperti ini ia langsung membuat perangkap yang bisa membuat Riri maupun Ranty tidak berkutik lagi. Zoya sebenarnya sudah lama merencanakan ini semuanya tapi ia tidak bisa melakukan tanpa bantuan Riri.
Zoya seperti mendapat angin segar, ketika Riri terpuruk dan tanpa ia minta menceritakan apa yang terjadi. Zoya bersorak riang sekali saat tahu keadaan Riri yang sebenarnya. Sebenarnya Aisyah tahu rencana dirinya, tapi ia mengancam Aisyah untuk tidak bicara semuanya pada Riri.
Wajar kalau kemarin kemarin Aisyah mendekati Riri. Tapi Riri sendiri lah yang akhirnya mendekati dirinya bukan mendekati Aisyah.
"Suatu saat dia bakal tahu rencana busuk mu," cerca Aisyah waktu itu.
"Asal jangan dari kamu saja dia tahu. Ai, jujur aku puas melihat dia seperti itu," ejek Zoya.
Hampir saja Aisyah menampar muka Zoya kalau ia tidak menghindar dari layangan tangan wanita berjilbab itu. Zoya tertawa puas melihat Aisyah marah padanya. Dan sejak itu ia tidak pernah bertemu dengan Aisyah, dan itu kesempatan Zoya mendekati Riri.
Zoya membisikan sesuatu pada Riri, Ririn diam saat Zoya membisikan sebuah kata yang akan memisahkan Ranty dan Bayu. Riri mengangguk angguk setuju apa yang diucapkan oleh Zoya.
"Aku harap kamu berhasil." ujar Zoya puas.
Riri tidak menyadari semua tak tik kebaikan dari Zoya. Sebenar kalau Riri tahu dari awal rencana Zoya hanya untuk menjadikan Riri sebagai umpan tidak mungkin ia mau mengikutinya. Tapi Zoya berhasil mengelabui Riri, dan gadis itu juga telah masuk perangkap Zoya.
"Aku bakal lakukan itu! Tapi ngomong ngomong kaya siasat di sinetron." senyum Riri..
"Pakai otak dong bukan dengkul." ejek Zoya tertawa puas.
Orang yang sedang diomongkan oleh Zoya dan Riri sedang bersandar, Ranty sedang menikmati buah yang dibawa oleh Bayu.
"Aku heran kenapa Riri seperti itu?" desah Bayu menghela nafas.
Bayu merasa heran saja pada Riri, kemarin kemarin Riri tidak seperti ini. Tapi sekarang malah lebih brutal dibandingkan sekarang, Ranty mengusap tangan Bayu dengan lembut.
"Sudah berdoa saja, insha Allah nanti suatu waktu ia sadar. Mungkin sekarang ia khilaf." ujar Ranty.
__ADS_1
"Aku nyakin ada orang dibelakang Riri, tapi aku nggak tahu siapa itu!"
"Jangan berpikir negatif sebelum mengetahui kebenarannya,"
"Aku hanya menduga bukan menuduh." kata Bayu.
Bayu yang duduk di kursi dekat Ranty benar benar merasa heran. Dan siang itu ia mengungkapkan semuanya tingkah laku Riri pada Ranty, Ranty hanya mendengarkan saja kerena ia tidak pernah mengenal Riri sebelumnya. Ia hanya mengenal Anindya saja, sebelum dan sesudah menikah dengan Bayu juga.
"Dulu Riri seperti Anindya malah lebih pendiam, tapi sekarang?" desah Bayu.
"Sudah lah mas, mungkin Riri menolak aku jadi ibunya, siapa yang ingin punya ibu dua." Hela Ranty menyalahkan diri sendiri..
Disisi lain Ranty, memang ia menyalahkan dirinya yang menikah tanpa bilang dulu sama Riri maupun Anindya. Mereka menikah tanpa sepengetahuan mereka, termasuk Wulan. Otomatis saat mereka tahu ayahnya menikah lagi mereka kecewa dan marah.
Ranty masih bisa menganggap wajar kemarahan kedua putrinya Bayu, kerena siapa sih yang ingin melihat ayahnya bahagia dengan wanita lain apalagi ditambah akan punya anak. Kalau ia berada diposisi Riri mungkin ia bakal melakukan hal yang sama pada istri keduanya.
"Bukan sudah Ran, aku hanya curiga ada orang lain yang terlibat dalam permasalahan itu supaya kita hancur." sela Bayu.
"Siapa?" tanya Ranty heran.
Wanita itu hanya mengerutkan wajahnya mendengar apa yang disampaikan oleh Bayu. Seingat dirinya, ia sama sekali tidak punya musuh untuk melakukan pembalasan dendam.
"Entah aku juga nggak tahu, aku.nyakin itu? Apa jangan jangan?" Bayu memotong kata-katanya..
"Jangan jangan siapa?" Ranty penasaran..
"Apa mungkin Wulan melakukannya," gumam Bayu menatap wajah Ranty.
"Mas, nggak mungkin kah kak Wulan melakukan itu, aku nggak nyakin kalau kak Wulan!" jerit Ranty mengelengkan kepalanya.
Ranty mengatakan itu bukan kerena Wulan istrinya Bayu, ia percaya kalau Wulan tidak akan melakukan apa apa pad dirinya bagaiamana pun juga. Tapi dalam hati ia mengakui perkataan Bayu kalau ada orang di belakang Riri yang bakal menghancurkan pernikahan mereka.
__ADS_1
Tapi Ranty dan Bayu masih belum sepenuhnya tahu siapa orang itu, kerena mereka juga belum menyelediki orang yang ada dibelakang Riri*