MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Ranty ceritakan lah!


__ADS_3

Bayu langsung pulang ke rumah yang ditempati oleh Ranty, pikiran nya semakin kalut. Setelah sampai di rumah, Bayi langsung ke kamar Ranty, mbok inem yang membukakan pintu dengan cepat. Bayu langsung melewati mbok Inem langsung ke kamar..Tapi pintunya di kunci dari dalam..


"Ran, Ranty buka! Aku tahu kamu di dalam!" teriak Bayu sambil mengendor pintu beberapa kali kerena sang penghuni kamar itu tidak segera membuka pintu membuat ia sedikit panik sekali..


Tapi tiba tiba, pintu terbuka terlihat wajah Ranty yang ditekuk. Bayu langsung masuk ke dalam kamar dan duduk ditepi ranjang. Ranty yang melihat itu hanya menghela kesal, terlihat dari wajahnya yang cemberut dan sembab.


"Ran, kenapa?" tanya Bayu menatap wajah Ranty tajam.


Tapi sebelum melanjutkan pertanyaan Bayu bangkit dari duduknya menutup pintu yang masih terbuka, kerena Ranty tadi tidak menutupnya.


Ranty hanya diam saja ia malah beranjak dari tempat duduk seperti hendak pergi, tapi Bayu dengan cepat langsung memegang tangan Ranty dengan cepat tapi wanita itu langsung menepiskan tangan Bayu secara kasar. Bayu dengan menarik Ranty, Ranty jatuh di pangkuannya. Bayu memeluk tapi wanita itu berontak tudks mau di peluk sama sekali oleh Bayu.


"Sejak dulu juga aku nggak mau menikah dengan kamu! Kenapa kamu memaksa aku.menikah dengan kamu?" tanya Ranty getir.


"Kamu mengingat itu?" tanya Bayu.


"Kenapa kalau aku mengingat peristiwa itu? Nggak boleh?" tanya Ranty menipiskan tangan Bayu dengan kasar.


Ia langsung beranjak dari duduknya dan berdiri di dekat jendela sambil menendang dedaunan yang tertiup oleh angin. Bayu berdiri di belakang Ranty, menyentuh kedua bahu Ranty dengan lembut tapi wanita itu menurunkan tangan Bayu.


"Akhiri saja mas, aku sudah lelah, kita lebih baik jalani kehidupan sendiri sendiri." ujar Ranty frustasi.


"Ran! Aku nggak bakal melakukan itu lada kamu,!" teriak Bayu melengking.

__ADS_1


"Kamu pertahankan aku kerena Riri kamu lebih mikirin Riri dibandingkan aku dan suamiku yang pertama," tohok Ranty.


"Mas aku dari dulu juga nggak pernah mengharapkan kamu jadi suamiku nggak las, apalagi usia kita juga berpaut jauh sekali," lanjut Ranty terluka.


Bayu hanya terdiam mendengarkan lanjutan kata kata Ranty. Ya ia.mebgakui kalau Ranty dsn dirinya tidak pernah menginginkan pernikahan ini, tapi nyatanya sekarang mereka.menikah dan.banyaknsekali.halanga dan rintangan yang ia harus hadapi. Tapi ia juga tudks mau kehilangan Ranty, bukan kerena ia takut Riri di penjara bukan kerena ia juga sayang sama anak dalam kandungan Ranty.


Kalau saja Ranty tidak hamil mungkin ia bakal melakukan apa yang diinginkan oleh Anindya dan Riri, tapi masalah anak ia harus perjuangkan. Bayu memegang tangan Ranty lembut tapi Ranty menepiskan ya, ia tidak mau kalau Bayu memengang tangannya.


"Lalu apa yang kau pertahankan mas,"


"Anak dalam kandungan mu, anak itu statusnya adalah anak ku sama seperti Riri dan Anindya. Aku nggak mau kehilangan anak itu, anak kita."


"Lebih baik kita jalan masing masing mas aku nggak mau bikin masalah dengan keluargamu lagi," hindar Ranty.


"Sebenarnya ada apa?" tanya Bayu menatap wajah Ranty. Ia menduga kalau ada sesuatu yang menghalangi hati Ranty. Dugaan Bayu benar tapi ia tudks mau menuduh kalau Anindya yang melakukannya.


"Anindya menuduh kalau bayi yang aku kandung anak Toni, bukan anak mas. Mas aku sudah menerangkan beberapa kali tapi Anindya tidak percaya sama aku. Aku cape." Adu Ranty menghela nafas panjang.


Bayu hanya diam saja dan dengan kasarnya ia menghembuskan nafasnya keluar, seperti mengeluarkan beban di dalam hatinya. Apalagi mendengar kata kata Ranty seperti itu. Ia akhirnya menghempaskan bokongnya ke kursi, ia meremas rambut kepalanya dengan kuat sekali.


"Aku harus bagaimana? aku udah menjelaskan tapi percuma saja menjelaskan nya juga," suara Ranty terdengar bergetar sekali.


Bayu hanya diam membisu mendengarkan cerita Ranty yang sedemikian rupa. Bayu tudks menyangka kalau Anindya berpikir seperti itu lada Ranty, ia tidak tahu dari mana Anindya punya pikiran seperti itu. Ya ia harus bicara masalah ini dengan Anindya kalau tidak bicara bisa bisa Anindya bakal menuduh Ranty yang tidak benar.

__ADS_1


Bayu menghela nafas panjang. Ketika ingat percakapan dirinya dan Ranty sebelum menikah dulu.


"Pak, saya takut kalau misal suatu saat nanti aku yang disalahkan oleh anak bapak yang lain," kata Ranty..


Ya Ranty takut kalau nanti ia menikah dengan Bayu dan Anindya tidak setuju dengan pernikahan dirinya bisa bisa menjadi bumerang buat dirinya.


"Insha Allah nggak akan bisa, Anindya tidak bakal menggugatnya, ia pasti mengerti," ujar Bayu.


Sebenarnya Bayu juga ragu atas kata kata yang ia lontarkan pada Ranty kerena ia juga tidak pernah tahu Anindya bakal melakukan apapun juga dan sekarang boro boro Anindya malah Riri juga termakan rayuan, sedangkan Riri lah sendiri yang mengizinkan dirinya menikah dengan Ranty.


Bayu tidak pernah ingin menduakan Wulan dengan Ranty apalagi Ranty murid dirinya. ia menikah dengan Wulan kerena hadirnya cinta , ya secara diam diam ia suka pada Wulan masih kelas 2 SMP sedangkan pada Ranty ia biasa saja..


Dalam hatinya hanya ada niatan menjadikan Wulan wanita yang ia ratu kan tapi kenyataannya malah Riri mengusulkan ide gilanya, semuanya tidak bisa menolak sama sekali.


Ya apa yang Ranty dan dirinya takutkan terbukti..Anindya malah membenci Ranty apalagi menuduh kalau Ranty menikah dengan nya kerena hamil.olwh orang lain. Bayu tidak bisa berbuat apa apa, dan harus meluruskan semuanya supaya anindya tahu masalah yang sebenarnya.


"Ran, jangan pikirkan semuanya. Kamu harus istirahat jangan stres. Aku bakal bicara ini dengan Wulan dan anak anak," kata Bayu sambil meninggalakan Ranty yang masih berdiri.


Ranty tidak membalas omongan Bayu, ia hanya menghela nafas dan langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan sama sekali olehnya.


Setelah Bayu pergi, Ranty mengusap cairan bening di matanya yang mengalir begitu saja. Ya sebenarnya apa yang dirasakan sebenarnya ia agak menyalahkan Riri yang bersikap ingin benar saja dan sekarang ia sendiri yang jadi korban. Ya Korban Riri yang tidak pernah mengakui dirinya salah,alah mengorbankan orang lain termasuk dirinya dan Bayu.


Ya Ranty sebenarnya menyesal kenapa tidak dari dulu memberikan pelajaran buat Riri dan tidak menghiraukan permintaan Riri yang hanya ingin bebas dari hukum.

__ADS_1


'Ya aku juga terbujuk oleh rayuan Riri, kalau saja aku memproses semuanya nggak akan seperti ini," Isak Ranty perih.


Tapi nasi telah menjadi bubur, sekarang ia harus menjalankan peran dirinya sebagai istri kedua yang dianggap sebelah mata oleh masyarakat, masyarakat tudks tahu kalau semuanya hanya lah keinginan dan nafsu Sorang Riri.*


__ADS_2