
Bayu langsung pulang ke rumah Wulan. Wajah laki laki itu ditekuk begitu saja, Wulan yang melihatnya langsung menanyakan kalau Bayu punya masalah.
Bayu bukan langsung menjawab pertanyaan istrinya, ia langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi. Hatinya terlihat kacau melihat kenyataan di depannya, hati kecilnya menolak kalau Ranty dekat dengan laki laki muda itu. Ia tahu Ranty dari awal juga, apalagi Ranty salah satu muridnya dulu. Dan disana ia melihat kepribadian Ranty sebenarnya. Baik, periang dan selalu juara kelas..
Bayu menunjukan keakraban antara Dion dan Ranty pada Wulan. Wulan melihat itu hanya diam saja. Tapi hatinya terluka saat bayi menunjukan kecemburuan pada Ranty yang sedang ngobrol dengan Dion. Cahaya mata Bayu tertangkap oleh ekor mata Wulan, cahaya matanya begitu terluka sekali saat ia menunjukan gambar Ranty.
Anehnya Wulan merasa ada sesuatu yang hilang dalam hatinya. Saat melihat mata Bayu yang terluka itu.
"Kamu cemburu melihat ini semuanya?" tanya Wulan pelan.
Pertanyaan Wulan langsung mengenai hukum hati Bayu. Mata Bayu sangat terkejut saat Wulan mengatakan itu dihadapannya. Itu yang dirasakan oleh Wulan sendiri..
"Ya iyalah aku cemburu. Apalagi aku suamianya, seharusnya nggak pantas dia melakuakan itu padaku!" bentak Bayu.
Wulan tersenyum kecut mendengar apa yang keluar dari mulut Bayu.
"Kamu marah lihat Ranty dekat dengan laki laki lain. Tapi kamu pernah tidak tanya pada dirimu sendiri, tentang perasaanku pada kamu!" jerit Wulan.
"Maksudmu?"
"Kamu sakit kan lihat wanita yang kamu sayangi berdua dengan laki laki lain? Tapi kamu pernah tidak menyakan perasaanku dan kedua putrimu yang kau tinggalkan begitu saja hanya untuk memiliki dia." remeh Wulan sinis.
Ia tertawa kecut meledek suamianya. Melihat itu Bayu bukannya menyadari tapi ia marah dan hampir saja memukul wajah Wulan, tapi Riri datang menghalanginya.
"Ayah tahu bagaimana rasanya di khianati oleh orang yang disayang. Nggak jauh seperti itu rasanya," celetuk Riri.
"Kalian komplotan ingin menyerang ayah?"
"Wajar kalau kami lakukan itu. Kerena wanita itu tidak baik buat ayah, buat apa ayah pertahankan dia?" cerca Riri kembali sambil menyapa wajah Bayu tajam.
Sebenarnya gambar itu ia kirim ke hp nya Bayu. Ya waktu itu dihari yang sama sebenarnya Riri berada di tempat yang sama dengan Ranty, awalnya Riri waktu itu ingin melabrak Ranty tapi niatnya diurungkan kerena saat itu Dion menghampiri Ranty dan mereka ngobrol dengan asyik. Riri tidak tahu apa yang mereka obrolkan, tapi ia berhasil merekam keduanya.
__ADS_1
Dengan mengunakan nomor baru ia mengirim fhoto itu ke hp ayahnya. Biar ayah yang melakukan sesuatu pada Ranty, sebenarnya Riri sudah capai berurusan dengan Ranty tapi ujung ujungnya Ranty jadi pemenangnya saja.
Riri juga mengirim gambar itu ke hp mamanya maupun Anindya. Awalnya Anindya akan melabrak Ranty hari itu juga tapi dihalangi oleh Riri kerena Riri ingin kalau Anindya melabrak Ranty di sekolah.
Keinginan Riri terkabul. Anindya bukan hanya mendorong Ranty ia juga memecahkan kaca perpustakaan, dan dihari yang sama juga Bayu mendorong tubuh Ranty tanpa melihat apa yang rasakan wanita itu.
Riri sebenarnya ingin sekali tertawa melihat ayahnya marah pada Ranty. Itu yang ia ingin kan sebenarnya, melihat kehancuran pernikahan ayahnya dan Ranty. Riri tidak pernah berpikir kalau perbuatan itu bakal menyakiti semuanya termasuk bayi yang akan dilahirkan Ranty.
Kala itu misal Ranty dan Bayu bercerai. Otomatis yang jadi korban adalah anak dalam kandungan Ranty yang harus kehilangan kasih sayang ayahnya.
Riri masih belum berpikir korban perceraian, bukan hanya menyakiti Ranty dan Bayu tapi lebih fatal lagi. Ia tidak memikirkan anak Ranty dan Bayu, Riri juga marah dan merasa tersingkirkan oleh Ranty, Tao ia malah ingin memisahkan anak dari kandungan Ranty dan ayahnya.
"Ceraikan dia, wanita itu tidak baik buat ayah. Kami keluarga ayah yang bakal menyanyangi ayah." ujar Riri kembali.
"Mas apa yang dikatakan Riri benar." lirih Wulan.
Belum sempat Bayi bicara, Wulan telah mendahului nya.
"Kalian picik. Kalian nggak pernah berpikir bagaimana janin yang dikandung Ranty." damprat Bayu tidak suka.
Tiba tiba Bayu merasa kalau ada orang yang ingin menghancurkan pernikahan dirinya dengan Ranty. Bayu mengucapkan itu kerena ia telah tahu apa yang dilihat oleh dirinya. Tingkah laku Riri, Wulan dan Anindya hanya ingin menghancurkan pernikahan dengan Ranty, Bayu berpikir kalau kejadian demi kejadian yang mengelilinginya adalah perbuatan ketiganya.
"Mas, aku nggak pernah menghasut mereka," bela Wulan tidak suka.
"Tapi kamu mengizinkan mereka memenuhi Ranty."
"Kenapa sih ayah bela wanita itu, seharusnya ayah tahu wanita itu nggak baik kalau baik nggak mungkin!" teriak Riri.
"Diam kamu. Kamu ikut campur saja," damprat Bayu marah.
Riri sebenarnya ingin rasanya memeluk Bayi, tapi gerakan tanganya di tahan oleh Wulan. Akhirnya gadis itu meninggalakan kedua orang tuanya dengan perasaan yang tidak bisa dilukiskan sama sekali.
__ADS_1
"Mas, kamu puas melukai putri kita. Sampai kapan ini semuanya terjadi!" terima Wulan histeris.
Ia tidak menyangka kalau pendirian Bayu sekuat itu untuk Ranty. Wulan benar benar geram sekali ketika Bayi terang terangan membela Ranty dihadapan dirinya.
"Aku harus memperhitungkannya dengan dirinya!" damprat Wulan.
Wanita itu langsung beranjak dari duduknya. Bayu mengejar Wulan tapi wanita itu dengan lincahnya lolos dari kejaran Bayu. Wulan tidak peduli bakal diapakan oleh Bayu, yang penting ia akan mendatangi Ranty.
Bayu bukannya mengejar Wulan tapi laki laki itu langsung menghempaskan tubuhnya keatas kursi. Wajahnya kusut sekali. Ia dengan kerasnya berteriak suaranya menggema di dalam rumah. Riripun sebenarnya mendengarkan teriakan dsn pertengkaran kedua orang tuanya, tapi ia tidak mengubrisnya.
"Zoya, aku harus melakukan apa untuk mereka?" tangis Riri sambil menelpon Zoya.
Zoya yang menerima telpon dari Riri tersenyum penuh kemenangan.
"Aku akan balas dendam terhadapmu, Ri." bisik hati Zoya sinis.
Sejujurnya ia juga benci atas pernikahan Ranty dan Bayu. Menurutnya Bayu tidak pantas untuk Ranty, tapi mereka keuekeuh mempertahankan pernikahan sampai Ranty hamil.
"Ri, kamu tepat sekali menghubungi aku. Ceritakan apa yang terjadi." kata Zoya lembut sekali.
Tapi kelembutan suara Zoya tidak seiring dengan hatinya. Zoya hanya ingin mempermainkan hati Riri.
Tanpa menunggu lama Riri menceritakan awal sampai ia menelepon Zoya. Zoya diseberang sana mendengarkan keluh kesah dari Riri, tanpa Riri sadari kalau Zoya melakuakan itu hanya ingin menghancurkan dirinya. Riri telah masuk perangkap Zoya. Dalam hati Zoya ia girang hati, kalau tidak malu sebenarnya ingin ia berjingkrak jingkrak merayakan keberhasilan dirinya.
"Seharusnya kamu lakukan sesuatu tanpa ayahmu tahu." kompor Zoya memancing reaksi Riri.
"Maksudmu?"
"Kamu lantak dia, atau bisa saja kamu gugurkan kandungan nya saat ia tidur tapi jangan sampai ketahuan," bisik Zoya.
Zoya menyuruh Riri untuk menghilangkan kandungan Ranty dengan cara memukul bagian perut Ranty saat tidur, atau juga menurut Zoya Riri harus menyiapkan obat penggugur kandungan yang larut dalam air lalu air itu diberikan pada Ranty.
__ADS_1
Mendengar siasat buruk Zoya. Riri tersenyum puas sekali. Ia sangat berterimakasih atas saran yang diberikan oleh Zoya padanya. Zoya mengiyakan. Riri langsung memutuskan hubungan hpnya, dalam hatinya ia bertekad akan melakukan saran dari Zoya.
Ada binar dalam wajahnya.*